Daftar Download Ratusan e-book Islam

Ahlan wa Sahlan

Selamat Datang, berikut ini daftar ratusan ebook Islam yang dapat antum download secara gratis…..

Syarat IBADAH Diterima

Nama eBook: Syarat IBADAH Diterima
Penulis: Ustadz Abu Ismail Muslim al-Atsari حفظه الله

الحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد، أما بعد:

Telah kita sampaiakan sebelumnya bahwa tujuan penciptaan jin dan manusia adalah agar beribadah kepada Allah Ta’ala semata, dan ibadah itu adalah satu istilah yang menghimpun seluruh apa yang dicintai dan diridhai oleh Allah, baik berupa perkataan dan perbuatan, yang lahir dan yang batin.

Ibadah dalam agama Islam mencakup ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdhah:

Ibadah mahdhah adalah perbuatan-perbuatan dan perkataan-perkataan yang asalnya memang merupakan ibadah, berdasarkan nash atau lainnya yang menunjukkan perkataan dan perbuatan tersebut haram dipersembahkan kepada selain Allah  عزّوجلّ.

Ibadah ghairu mahdhah adalah perbuatan-perbuatan dan perkataan-perkataan yang asalnya bukan ibadah, akan tetapi berubah menjadi ibadah dengan niat yang baik.

Allah عزّوجلّmewajibkan seluruh hamba-Nya untuk beribadah kepada-Nya. Kemudian Dia akan memberikan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka amalkan. Namun, ibadah akan diterima oleh Allah عزّوجلّ jika memenuhi syarat-syarat diterimanya amal sebagaimana telah dijelaskan oleh Allah dan Rasul-Nya. Syarat-syarat tersebut ada tiga, yaitu: iman, ikhlas, dan ittiba’. Inilah eBook yang menjelasakan tentang tiga perkara ini…

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Kriteria Makanan Halal dan Haram Dalam Islam

Nama eBook: Kriteria Makanan Halal dan Haram
Penulis: Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawas, Lc, MA حفظه الله

Kita memuji Allah Azza wa Jalla dan bersyukur kepada-Nya, kemudian kita haturkan shalawat beserta salam kepada nabi kita Muhammad, para keluarga, sahabat dan umatnya yang mengikuti mereka dengan baik, amma ba’du

Di dalam Al-Quran Al-Karim Allah عزّوجلّ memerintahkan seluruh hamba-Nya yang beriman dan yang kafir agar mereka makan makanan yang baik lagi halal, sebagaimana firman-Nya:

يَاأَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi.” (QS. Al-Baqarah: 168).

Umumnya makanan yang sering dikonsumsi manusia ada dua jenis, yaitu:

  1. Makanan selain binatang (nabati), terdiri dari biji-bijian, tumbuh-tumbuhan, buah-buahan, benda-benda (roti, kue dan sejenisnya), dan yang berupa cairan (air dengan semua bentuknya)
  2. Binatang (hewani), yang terdiri dari binatang darat dan binatang air

Binatang darat ada dua macam:

  1. Jinak, yaitu semua hewan yang hidup di sekitar manusia dan diberi makan oleh manusia, seperti: hewan ternak (Onta, sapi, kambing, ayam, bebek, dan semisalnya).
  2. Liar, yaitu semua hewan yang tinggal jauh dari manusia dan tidak diberi makan oleh manusia, baik dia buas maupun tidak. Seperti: Singa, serigala, ayam hutan, kuda liar dan sejenisnya.

Binatang air juga terbagi dua macam:

  1. Binatang yang hidup di air yang jika dia keluar darinya akan segera mati, contohnya adalah ikan dan yang sejenisnya
  2. Binatang yang hidup di dua alam, seperti buaya dan kepiting.

Pertanyaannya dari sekian banyak makanan tersebut manakah makanan yang halal dan mana pula yang haram? karena sebagai seorang muslim makanan bukan sekedar pengisi perut dan penyehat badan saja, sehingga diusahakan harus sehat dan bergizi, tetapi di samping itu juga harus halal, temukan jawabannya dalam eBook ini dan semoga bermanfaat…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Dampak Buruk dan Bahaya Kemunafikan

Nama eBook: Dampak Buruk dan Bahaya Nifak
Penulis: Syaikh Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Penyakit nifak menimbulkan beberapa pengaruh buruk yang sangat berbahaya dan membinasakan untuk pelakunya. Diantaranya adalah:

  1. Nifak akbar menyebabkan rasa takut dalam hati (lihat QS. At-Taubah/9:64)
  2. Nifak akbar mendatangkan laknat Allah عزّوجلّ, (lihat QS. At-Taubah/9:68)
  3. Nifak akbar (besar) menyebabkan pelakunya keluar dari Islam. Karena ia merahasiakan kekufuran namun menampakkan kebaikan, bahkan nifak ini lebih parah daripada kekufuran yang terang-terangan
  4. Nifak akbar tidak diampuni Allah عزّوجلّ bila pelakunya mati dalam keadaan tersebut. Karena ia lebih parah dari kufur yang terang-terangan, yang Allah عزّوجلّ sebutkan dalam firman-Nya dalam QS. An-Nisa’/4:168-169
  5. Nifak akbar menyebabkan pelakunya masuk neraka dan diharamkan atasnya surga, (lihat QS. An-Nisa’/4:140)
  6. Nifak akbar membuat pelakunya kekal di neraka. Ia tidak akan keluar dari neraka selamanya
  7. Nifak akbar menyebabkan Allah عزّوجلّ melupakan sang pelaku
  8. Nifak akbar menggugurkan semua amal kebaikan yang dilakukan pelaku kemunafikan ini
  9. Allah عزّوجلّ  memadamkan cahaya para pelaku nifak akbar pada Hari Kiamat
  10. Nifak akbar menyebabkan pelakunya terhalang dari doa kaum Mukminin dan terhalang dari shalat mereka saat ia mati
  11. Nifak akbar menyebabkan adzab di dunia dan akhirat
  12. Bila seseorang menampakkan nifak akbar, maka ia telah murtad dari Islam, sehingga menjadi halal darah serta hartanya dan berlaku padanya hukum-hukum seorang murtad. Hanya saja, apakah taubatnya diterima oleh hakim ataukah tidak, ini diperselisihkan secara lahiriyahnya. Sebab kaum munafik senantiasa menampakkan Islam; Adapun bila seorang munafik menyembunyikan nifak dan kekufurannya, maka darah dan hartanya tetap terjaga dikarenakan iman yang ia tampakkan. Dan Allah lah yang menangani perkara-perkara yang ada dalam hati seseorang
  13. Nifak akbar, bila seseorang menampakkan kekufurannya, maka ini mengharuskan adanya permusuhan antara pelakunya dengan kaum Mukminin. Maka kaum Mukminin tidak boleh memberikan loyalitas kepadanya, meski ia orang terdekatnya. Adapun bila ia tidak menampakkan kekufurannya, maka ia diperlakukan sesuai keadaan lahiriyahnya. Dan Allah yang menangani perkara hatinya
  14. Nifak ashghar (kecil) adalah nifak terkait amalan. Ia mengurangi dan melemahkan iman. Sehingga pelakunya dalam bahaya, terancam dengan adzab Allah عزّوجلّ
  15. Nifak kecil, pelakunya berada dalam bahaya, karena dikhawatirkan bisa mengantarkannya menuju nifak akbar.

Kita berlindung kepada Allah dari murka-Nya, dan dari semua bentuk nifak, baik yang kecil maupun yang besar. Dan kita memohon kepada Allah keselamatan dan ampunan di dunia dan akhirat.

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download Word atau Download PDF

Pembunuhan Karena Keliru Dalam Hukum Islam

Nama eBook: Pembunuhan Karena Keliru
Disusun oleh: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc حفظه الله

الحمد الله، وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Islam sebagai agama yang diridhoi Allah Tabaraka wa Ta’ala selalu menjaga hak-hak manusia terutama hak darah, telah disebutkan sebelumnya bahwa jinayat (tindak pidana) terhadap jiwa itu terbagi tiga yakni pembunuhan dengan sengaja, pembunuhan yang mirip dengan sengaja dan pembunuhan karena keliru.

Pada kesempatan yang lalu telah kita kemukakan pembunuhan dengan sengaja, adapun dalam kesempatan yang mulia ini akan dijelaskan pembunuhan karena keliru atau tidak sengaja dalam fikih Islam.

Pembunuhan karena keliru dalam bahasa Arabnya adalah Qatlu al-Khatha’ (قَتْلُ الْخَطَاءِ). Kata Khatha’ dalam bahasa Arab di sini bermakna lawan dari kesengajaan (al-‘amad). Sedangkan yang dimaksud pembunuh karena keliru menurut Ulama fikih ialah seorang mukallaf melakukan perbuatan yang mubâh (boleh) baginya, seperti memanah binatang buruan atau sesuatu target tertentu, namun ternyata mengenai orang yang haram dibunuh secara tidak sengaja hingga meninggal dunia; atau membunuh seorang Muslim yang diduga sebagai orang kafir karena berada di barisan orang-orang kafir.

Berdasarkan definisi di atas para ahli fikih membagi pembunuhan karena keliru (tidak sengaja) ini menjadi dua; kekeliruan dalam perbuatan dan kekeliruan dalam niat kesengajaan.

Menurut kesepakatan Ulama fikih, pembunuhan karena keliru (Qatlu al-Khatha`) memiliki konsekuensi hukum membayar diyat dan kafarat serta tidak ada qishâsh. Diyat pembunuhan tidak sengaja ini ditanggung oleh kerabatnya (al-‘Aqilah).

Silahkan menyimak isi eBook ini selengkapnya dan semoga bermanfaat….

Download:
Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDFatau Download Word

Munafik: Defenisi dan Jenisnya

Nama eBook: Nifak: Defenisi dan Jenisnya
Penulis: Syaikh Shalih Fauzan al-Fauzan حفظه الله

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Nifak secara bahasa berarti salah satu jalan keluar yarbu’ (hewan sejenis tikus) dari sarangnya. Karena yarbu’, jika dicari dari lobang yang satu, maka ia lari dan akan keluar dari lobang yang lain.

Ada juga yang mengatakan bahwa kata nifaq berasal dari kata النَّفَقُ (nafaq) yaitu lobang tempat bersembunyi.

Sedangkan nifak menurut syara’ berarti menampakkah keislaman dan kebaikan serta menyembunyikan kekufuran dan kejahatan. Perbuatan seperti ini dinamakan nifak karena dia masuk dalam syari’at dari satu pintu lalu keluar dari pintu yang lain.

Di awal surat al-Baqarah, Allah عزّوجلّ menyebutkan tiga golongan manusia yaitu kaum Mukminin, kaum kuffar dan kaum munafik. Allah عزّوجلّ menyebutkan tentang kaum Mukminin dalam empat ayat, tentang kaum kuffar dalam dua ayat dan tentang kaum munafik dalam tiga belas ayat. Ini karena banyaknya jumlah mereka dan meratanya ujian diakibatkan perilaku mereka serta beratnya fitnah yang diakibat oleh mereka terhadap Islam dan kaum Muslimin. Karena mereka dinisbatkan ke dalam Islam, sebagai penolongnya dan orang-orang yang loyal terhadap Islam, namun sejatinya mereka adalah musuh Islam.

Nifak ada dua jenis yakni Nifak I’tiqadi dan Nifak ‘Amali, Nifak I’tiqadi (Keyakinan) adalah Nifak Akbar (besar) di mana pelakunya menampakkan keislaman, tetapi menyembunyikan kekufuran. Jenis nifak ini menyebabkan pelakunya keluar dari agama Islam secara total dan dia akan berada di dalam neraka yang paling bawah dan mereka ini lebih berbahaya dari pada orang kafir yang menunjukkan kekafirannya.

Sedang Nifak ‘Amali adalah Nifak Kecil yang pelakunya melakukan sesuatu yang merupakan perbuatan orang-orang munafik, tetapi masih tetap memiliki iman di dalam hati. Nifak jenis ini tidak menyebabkan pelakunya keluar dari agama, namun itu merupakan wasilah (perantara) yang berpotensi mengantarkan kepada yang demikian.

Demikian sekilas kandungan eBook ini, kita memohon kepada Allah yang membolak balik-kan hati agar menetapkan hati kita dalam agama islam dan menjauhkan kita dari kemaunafikan, amin…

Download:
 Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDF atau Download Word

Murottal Qur’an: Ahmad Su’ud

Al Quran Deskripsi
Judul:
Murottal Al-Qur’an: Ahmad Su’ud
Riwayat: Hafsh ‘an Ashim : حفص عن عاصم
Qori :
أحمد سعود
Sumber: mp3quran.net

Nomor Surah Nama Surah Untuk download file MP3
85 Surah Al-Buruj Klik di sini untuk mendownload
86 Surah At-Taariq Klik di sini untuk mendownload
87 Surah Al-A’laa Klik di sini untuk mendownload
88 Surah Al-Ghaasyiah Klik di sini untuk mendownload
89 Surah Al-Fajr Klik di sini untuk mendownload
90 Surah Al-Balad Klik di sini untuk mendownload
91 Surah Asy-Syams Klik di sini untuk mendownload
92 Surah Al-Lail Klik di sini untuk mendownload
93 Surah Adh-Dhuha Klik di sini untuk mendownload
94 Surah Al-Insyirah/An-Nasyrah Klik di sini untuk mendownload
95 Surah At-Tin Klik di sini untuk mendownload
96 Surah Al-‘Alaq Klik di sini untuk mendownload
97 Surah Al-Qadr Klik di sini untuk mendownload
98 Surah Al-Baiyinah Klik di sini untuk mendownload
99 Surah Al-Zalzalah Klik di sini untuk mendownload
100 Surah Al-‘Aadiyaat Klik di sini untuk mendownload
101 Surah Al-Qari’ah Klik di sini untuk mendownload
102 Surah At-Takathur Klik di sini untuk mendownload
103 Surah Al-‘Asr Klik di sini untuk mendownload
104 Surah Al-Humazah Klik di sini untuk mendownload
105 Surah Al-Fiil Klik di sini untuk mendownload
106 Surah Quraisy Klik di sini untuk mendownload
107 Surah Al-Ma’un Klik di sini untuk mendownload
108 Surah Al-Kauthar Klik di sini untuk mendownload
109 Surah Al-Kafirun Klik di sini untuk mendownload
110 Surah An-Nasr Klik di sini untuk mendownload
111 Surah Al-Masad / Al-Lahab Klik di sini untuk mendownload
112 Surah Al-Ikhlas Klik di sini untuk mendownload
113 Surah Al-Falaq Klik di sini untuk mendownload
114 Surah An-Naas Klik di sini untuk mendownload

Lihat Bacaan Qur’an lainnya di kategori Murottal

Offline Software Al-Qur’an Teks Latin ke Arab

Alhamdulillah, kita memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya yang telah melimpahkan nikmat yang tiada terhingga kepada kita, shalawat dan salam bagi nabi kita yang mulia Muhammad, kepada keluarga, sahabat-sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti jejek mereka hingga hari berbangkit.

Telah kita posting sebelumnya sebuah software yang tersedia online (dalam jaringan) yang dibuat al-akh Abrari -semoga Allah menjaganya- yang diberi nama Lafzi (لفظي) yang mana dengan mengetikkan bunyi ayat al-Qur’an dalam teks latin maka akan diperoleh hasil pencariannya dalam al-Qur’an (teks Arab), alhamdulillah beliau telah mengembangkan software ini dalam versi dekstop yang dapat digunakan secara offline, software ini tersedia untuk OS Windows, Linuk dan Mac yang dapat di download pada link berikut… atau klik gambar screenshotnya…

Lafzi

Nama Allah: Al-Kaafi, Al-Waasi’ dan Al-Ilaah

Nama eBook: Nama Allah: Al-Kaafi, Al-Waasi’ dan Al-Ilaah
Penulis: Syaikh Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Alhamdulillah, kembali pada kesempatan yang mulia ini kita posting nama-nama Allah yang ‘husna’, yakni nama Allah: Al-Kaafi, Al-Waasi’ dan Al-Ilaah sebagaimana firman Allah Tabaraka wa Ta’ala:

أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ

“Bukankan Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya..”(QS. Az-Zumar/39:36).

وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“… Sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-Baqarah/2: 268).

إِنَّـمَا اللَّهُ إِلَهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلا

“Sesungguhnya Allah Ilah Yang Maha Esa, Mahasuci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.” (QS. An-Nisaa’/4: 171).

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download Word atau Download PDF

Pembunuhan Dengan Sengaja Dalam Fikih Islam

Nama eBook: Pembunuhan Dengan Sengaja
Disusun oleh: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc حفظه الله

الحمد الله، وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Islam sebagai agama yang diridhoi Allah Tabaraka wa Ta’ala selalu menjaga hak-hak manusia terutama hak darah, telah disebutkan sebelumnya bahwa jinayat (tindak pidana) terhadap jiwa itu terbagi tiga yakni pembunuhan dengan sengaja, pembunuhan yang mirip dengan sengaja dan pembunuhan karena keliru.

Pada kesempatan ini akan dijelaskan pembunuhan dengan sengaja, Pembunuhan dengan sengaja dalam bahasa Arab adalah Qatlu al-‘Amd. Secara etimologi bahasa Arab kata Qatlu al-‘Amd tersusun dari dua kata yaitu al-Qatlu dan al-‘Amd. Al-Qatlu artinya perbuatan yang dapat menghilangkan jiwa. Sedangkan kata al-‘Amd memiliki pengertian sengaja dan berniat. Yang dimaksud pembunuhan dengan sengaja disini ialah seorang mukallaf secara sengaja (dan berencana) membunuh jiwa yang terlindungi darahnya dengan cara atau alat yang biasanya dapat membunuh.

Ada tiga syarat sehingga dikatakan pembunuhan sengaja yakni:

  1. Korbanya terbunuh, yakni terbunuhnya manusia yang terjaga darahnya
  2. Keinginan (niat) untuk membunuh korban, dan
  3. Alat yang digunakan adalah alat pembunuh baik senjata tajam atau yang lainnya. Ini termasuk rukun pembunuhan dengan sengaja yang terpenting. Karena syarat kesengajaan membunuh adalah perkara batin yang tidak mudah dibuktikan. Sehingga dalam penetapan hukumnya kembali kepada alat yang digunakan, sebab itu perkara nyata (fakta, dhahir-red)

Demikian sekilas isi eBook dan semoga dengan membacanya semakin tahulah kita begitu sempurna syariat Islam dan membuat kita semakin tunduk dan menghambakan diri kepada Allah Subahanahu wa Ta’ala

Download:
Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDFatau Download Word

Bid’ah-Bid’ah di Bulan Ramadhan

Nama eBook: Bid’ah-Bid’ah di Bulan Ramadhan
Penulis: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf as-Sidawi حفظه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Bulan yang mulia, bulan Ramadhan, bulan ladang untuk mengumpulkan banyak kebaikan disisi Allah Tabaraka wa Ta’ala, namun karena ketidaktahuan dan atau nafsu maka banyak kaum muslimin yang membuat-buat (mengkreasikan) ibadah yang tidak ada tuntunannya dalam agama pada bulan ini.

Semestinya setiap kita mengetahui bahwa ibadah mestilah sesuai dengan tuntunan agama melalui al-Qur’an dan hadits yang shahih lagi sharih (jelas). Sebenarnya banyak perkara bid’ah yang terjadi karena mengkhususkan atau mengkreasikan ketentuan dalam ibadah tersebut, untuk memahaminya mari kita simak dua contoh berikut…

Pertama: membaca Al-Qur’an disyariatkan dalam agama ini, namun mengkhususkan surat al-Kahfi pada hari jum’at perlu landasan hukum (baca: dalil) dari al-Qur’an dan atau Hadits yang shahih (valid) lagi sharih (jelas) dan ternyata ada dalilnya, yakni  hadits:

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka Allah akan menyinarinya dengan cahaya di antara dua Jum’at. (Hadits shohih, diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam Al-Mustadrok II/399 no.3392, dan Al-Baihaqi di dalam Sunannya III/249 dengan nomor.5792)

sebab hadits tersebut shahih lagi jelas maksudnya maka mengkhususkan dan mengutamakan membaca surat al-Kahfi pada hari jum’at adalah sunnah…

Kedua: Melakukan amal ketaatan dianjurkan pada malam-malam ramadhan dan menggiatkannya pada malam-malam yang besar harapan malam qadr yakni di 10 malam terakhir ramadhan terutama pada malam ganjilnya; shalat adalah amalan yang mulia dan pada malam ramadhan disunnahkan shalat tarawih; namun mengkhususkan shalat di malam (diduga kuat) lailatul qadr dengan jumlah rakaat 100 kali dan dinamai shalat lailatul qadr perlu kepada dalil dari al-Qur’an dan Hadits yang shahih lagi jelas tentang hal ini, dan ternyata dalil tersebut tidak ada, maka amalan tersebut adalah bid’ah…

Download:

Download Word atau Download PDF