Daftar Download Ratusan e-book Islam

Ahlan wa Sahlan

Selamat Datang, berikut ini daftar ratusan ebook Islam yang dapat antum download secara gratis…..

Iklan

Khutbah: Kita dan Muslim Rohingnya

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيَّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أما بعد:

Nikmat tertinggi ialah nikmat Islam dan Sunnah, sebab itu kita mesti memegang teguh Islam ini dari sumbernya al-Qur’an dan Sunnah, begitu kita jauh darinya karena hawa dan makar musuh maka kelemahan melanda kita, kita pun menuai kehinaan.

Contoh yang paling hangat; yang bisa kita jadikan sebagai bahan peringatan dan ibrah adalah  apa yang menimpa saudara kita Muslimin Rohingnya di Burma Myanmar. Eksistensi mereka bukan hanya ada semenjak puluhan tahun yang lalu, namun semenjak beberapa abad silam. Kaum Muslimin di sana dulu mempunyai Negara yang disebut dengan sebutan Arakan. Islam pun mulai tersebar di sana, hingga tersiar hingga daerah-.daerah sekitar. Dan mulailah kaum budha berbondong-bondong masuk ke agama Allah, terutama mereka yang di Burma. Dan ini membuat musuh Islam naik pitam. Merekapun akhirnya menyerang Arakan, membunuh para penduduknya. Mereka renggut para wanita Muslimah; mereka caplok Arakan dan dimasukkan ke dalam negeri mereka; Burma atau Myanmar sekarang. Jadilah Kaum Muslimin tertindas dan tersiksa.

Baca pos ini lebih lanjut

Menggapai Khusyu’

الـحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Pengertian Khusyu’:

Secara Bahasa,

Khusyu’ secara bahasa ialah rendah hati, tunduk dan tenang, terkadang juga bermakna; menundukkan pandangan dan merendahkan suara, dan terkadang juga bermakna hancur atau pecah.

Secara Istilah,

Secara syar’i para Salaf memiliki pengertian yang berbeda-beda, diantaranya:

  1. Ketundukan hati di hadapan Allah عزّوجلّ,
  2. Tunduk dan patuh terhadap kebenaran. Indikasinya, mampu menerima nasehat yang awalnya ia selisihi,
  3. Redupnya gejolak syahwat, dan tenangnya gemuruh di dada, serta tumbuhnya rasa pengagungan dalam hati.

Pengertian-pengertian di atas semuanya menunjukkan bahwa khusyu’ tempatnya di dalam hati, kemudian menyebarkan pengaruhnya kepada anggota tubuh.

Di hati, khusyu’ dapat memberikan pengaruh pada diri seseorang. Ibnul Qoyyim رحمه الله menyebutkan bahwa khusyu’ yaitu perpaduan antara pengagungan, rasa cinta, dan ketundukan.

Silahkan baca eBooknya untuk ulasan lengkapnya, semoga kita dapat menghadirkan khusyu’ dalam semua amal ibadah kita, amin..

Download:
Download PDF mirrorDownload PDFatau Download Word

241 Kesalahan Dalam Penyelenggaraan Jenazah

Nama eBook: Bid’ah-Bid’ah di Seputar Masalah Jenazah
Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani  رحمه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Telah kita posting berbagai kesalahan (baca: Bid’ah) di seputar masalah jenazah dalam beberapa postingan, kemudian kami menggabungkannya dan dalam eBook ditambah perkataan penulis diawal bab tentang masalah-masalah bid’ah yang disesatkan oleh agama, eBook ini berisi berbagai kesalahan dari sebelum kematian hingga setelah ta’ziah, lengkapnya:

  1. Penjelasan penulis akan masalah yang dibid’ahkan,
  2. Sebelum kematian,
  3. Sesudah kematian,
  4. Memandikan mayat,
  5. Mengafani dan mengiringi jenazah,
  6. Shalat jenazah,
  7. Penguburan dan penyertaannya,
  8. Ta’ziyah dan penyertaanya,
  9. Ziarah kubur.

Download:

 Download PDF mirror Download PDFatau Download Word

Sebaik-Baik Manusia

  1. Beriman dan Beramal Shaleh

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُوْلَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. (QS. Al-Bayyinah/98: 7)

Pada ayat diatas kita ketahui bahwa sebaik-baik makhluk adalah orang-orang yang beriman dan beramal shalih.[1] Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga menyebutkan di dalam beberapa hadits tentang ciri manusia atau Mukmin yang terbaik. Di antara hadits-hadits tersebut yang bisa penulis sebutkan pada tulisan ini adalah dengan lafaz-lafaz sebagai berikut:

  1. Ingat Allah bila Melihatnya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ خِيَارَ عِنْدَ اللهِ مِنْ هَذِهِ الأُمَّةِ الَّذِيْنَ إِذَا رُؤُزا ذُكِرَ اللهُ –تَعَلَى-

Sesungguhnya sebaik-baik hamba di kalangan umat ini adalah yang apabila mereka dilihat maka Allah ‘Azza wa Jalla diingat?[2]

  1. Belajar dan Mengajarkan al-Qur’an

Baca pos ini lebih lanjut

Al-Qur’an Tajwid.pdf

Alhamdulillah, kita menyanjung, memuji dan bersyukur kepada Allah ‘Azza wa Jalla yang telah memberikan kita begitu banyak nikmat, selanjutnya shalawat dan salam bagi kita nabi kita yang mulia Muhammad shallallahu alaihi wasallam, keluarga, sahabat dan yang mengikuti mereka hingga akhir zaman.

Kita telah memposting al-Qur’an dalam berbagai forma: Al-Qur’an.pdf, Al-Qur’an dan Terjemahannya.pdf, Al-Qur’an.chm, Al-Qur’an Cetakan Madinah.pdf, maka dikesempatan ini kita posting Al-Qur’an untuk Tahwid dengan ukuran ± 100 MB berikut screen shoot petunjuk-nya:

Mushaf Madinah

Download:
Download PDF mirror Download PDF

Aqidah Imam Sufyan ats-Tsauriy

اعتقاد أبي عبد الله سفيان بن سعيد الثوري

أَخْبَرَنَا محمد بن عَبْدُ الرحمنِ بن العَبَّاس حَدَّثَنَا أَبُو الْفَضْلِ شُعَيْبُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الرَّاجْيَانِ، قَال: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حَرْبٍ الطَّائِيُّ الْمَوْصِلِيُّ بِسُرَّ مَنْ رَأَى فِي سَنَةِ سَبْعٍ وَخَمْسِينَ وَمِائَتَيْنِ. قَالَ: سَمِعْتُ شُعَيْبَ بْنَ حَرْبٍ،

Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin ‘Abdirrahman bin Al-‘Abbas, ia berkata: “Telah menyampaikan kepada kami Abu Al-Fadhl Syu’aib bin Muhammad bin Ar-Rajiyan, ia berkata: Telah menyampaikan kepada kami ‘Aliy bin Harbi Al-Muwashaliy di Surra man Raa pada tahun 257 H , beliau berkata: Saya mendengar Syu’aib bin Harb berkata:

يَقُولُ: قُلْتُ لأَبِي عَبْدِ اللَّهِ سُفْيَانَ بْنِ سَعِيدِ بْنِ مُنْذِرٍ الثَّوْرِيِّ: حَدِّثْنِي بِحَدِيثٍ مِنَ السُّنَّةِ يَنْفَعُنِي اللهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهِ. فَإِذَا وَقَفْتُ بَيْنَ يَدَيِ اللهِ تبارك وتعالى وَسَأَلَنِي عَنْهُ. فَقَالَ لِي: مِنْ أَيْنَ أَخَذْتَ هَذَا؟ قُلْتُ: يَا رَبِّ حَدَّثَنِي بِـهَذَا الـحَدِثِ سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ، وَأَخَذْتُهُ عَنْهُ؛ فَأَنْجُوَ أَنَا وَتُؤْخَذَ أَنْتَ.

Aku berkata kepada Abi ‘Abdillah Sufyan bin Sa’id Ats-Tsauriy: Kabarkanlah kepadaku suatu hadits dari sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang Allah akan memberikan manfaat kepadaku dengannya jikalau aku telah berada dihadapan-Nya dan Dia menanyaiku tentangnya. Dan Allah berfirman kepadaku: Dari mana engkau dapatkan hal itu? Aku akan katakan: Ya Rabb, Sufyan Ats-Tsauriy memberitahukan kepadaku perkataan tersebut, maka aku mengambilnya darinya, dan akupun terbebaskan dan engkaulah yang akan dimintai pertanggung jawabannya.

فَقَالَ لِي سُفْيَانُ: يَا شُعَيْبُ هَذَا تَوْكِيدٌ وَأَيُّ تَوْكِيدٍ، اكْتُبْ:

Kemudian beliau -Ats Tsauriy- berkata: Ya Syu’aib, ini adalah sebuah penegasan, sungguh-sungguh suatu penegasan. Tulislah!:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ؛

Baca pos ini lebih lanjut

Aqidah Imam al-Humaidi

أصول السنة

الإِمَمْ أبي بكر الحميدي رحمه الله

Imam Al-Humaidi Rahimahullah berkata:

[Iman Kepada Takdir]

السُّنَّةُ عِنْدَنَا: أَنْ يُؤْمِنَ الرَّجُلُ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِهِ ، حُلْوِهِ وَمُرِّهِ ، وَأَنْ يَعْلَمَ أَنَّ مَا أَصَابَهُ لَـمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَهُ وَأَنَّ مَا أَخْطَأَهُ لَـمْ يَكُنْ لِيُصِيْبَهُ، وَأَنَّ ذَلِكَ كُلُّهُ قَضَاءٌ مِنَ اللهِ ـ عَزَّوَجَلَّ ـ

As-Sunnah (aqidah) menurut kami (ahli hadits) adalah seseorang beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk, yang manis maupun yang pahit, dan meyakini bahwa apa yang akan menimpanya tidak akan meleset dan apa yang meleset darinya tidak akan menimpanya. Semua itu adalah takdir Allah Azza wa Jalla.

[Iman Ucapan dan Perbuatan yang Bisa Bertambah dan Berkurang]

وَأَنَّ الْإِيـْمَانَ قَوْلٌ وَعَمَلٌ، يَزِيْدُ وَيَنْقُصُ، وَلَا يَنْفَعُ قَوْلٌ إِلَّا بِعَمَلٍ، وَلَا عَمَلٌ وَقَوْلٌ  إِلَّا بِنِيَّةٍ، وَلَا قَوْلٌ وَعَمَلٌ وَنَيَّةٌ إِلَّا بِسُنَّةٍ.

Iman adalah ucapan dan perbuatan yang bisa bertambah dan berkurang, dan ucapan tidak bermanfaat tanpa perbuatan. Perbuatan dan ucapan tidak bermanfaat tanpa niat. Tidak bermanfaat ucapan, perbuatan, dan niat kecuali dengan As-Sunnah (aqidah yang benar).

[Memuji Seluruh Shahabat]

وَالتَّرَحُّمُ عَلَى أَصْحَابِ مـُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلْيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّهُمْ ، فَإِنَّ اللهَ ـ عَزَّوَجَلَّ ـ قَالَ: {وَالَّذِينَ جَاؤُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيـمَانِ} [الحشر: 10] فَلَنْ يُؤْمِنَ إِلَّا بِالإِسْتِغْفَارِ لَـهُمْ، فَمَنْ سَبَّهُمْ أَوْ تَنَقَّصَهُمْ أَوْ أَحَداً مِنْهُمْ فَلَيْسَ عَلَى السُّنَّةِ، وَلَيْسَ لَهُ فِي الْفَئِ حَقٌّ ، أَخْبَرَنَا بِذَلِكَ غَيْرِ وَاحِدٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ أَنَّهُ قَالَ: “قَسَّمَ اللهُ ـ تَعَالَى ـ الفَئِ فَقَالَ:  {لِلْفُقَرَاء الْمُهَاجِرِينَ الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِن دِيارِهِمْ} [الحشر: 8] ثُـمَّ قَالَ: {وَالَّذِينَ جَاؤُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا} الآية [الحشر: 10] فَمَنْ لَـمْ يَقُلْ هَذَا لَـهُمْ فَلَيْسَ مِـمَّنْ جَعَلَ لَهُ الْفَئُ “.

Baca pos ini lebih lanjut

Penjelasan Hadits WALI

Nama eBook: Syarah Hadits Wali
Penulis: Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, MA حفظه الله

Segala puji bagi Alloh, Tuhan semesta alam, sholawat dan salam buat Nabi terakhir yang membawa peringatan bagi seluruh umat manusia, semoga selawat dan salam juga terlimpahkan buat keluarga dan para sahabatnya serta orang-orang yang tetap berpegang teguh dengan petunjuk mereka sampai hari kiamat. Amma ba’du,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ اللهَ تَعَالَى قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالـحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ، وَلاَ يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَلَئِنْ سَأَلَنِي لأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيْذَنَّهُ

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata: telah bersabda Rasulullah shalalahu ‘alaihi wasallam: “Sesungguhnya Alloh telah berfirman: Barangsiapa yang memusuhi Wali-Ku maka sesungguhnya Aku telah menyatakan perang kepadanya, dan tidaklah seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu ibadah yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan kepadanya, dan senantiasa seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya jadilah aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, dan sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, dan sebagai tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Dan jika ia meminta (sesuatu) kepada-Ku pasti Aku akan memberinya, dan jika ia memohon perlindungan dari-Ku pasti Aku akan melindunginya”. (Hadits ini dirawikan Imam Bukhary dalam kitab shahihnya, hadits no: 6137)

Ini adalah hadits Qudsi yang agung, yang didalamnya terkandung banyak faidah, terutama bagaimana seseorang menjadi Wali Allah, penulis -semoga Allah menjaganya- memanjangkan penjelasan tentang hal kewalian seperti: apakah pengertian wali, siapa wali Allah itu, apa ciri-ciri wali Alloh, ciri-ciri wali setan? bermacam pandangan mengenai kewalian; dan tentu saja faidah lainnya, silahkan menyimak…

Download:
Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDF atau Download Word

Kamus Istilah Islam Edisi Keenam

Khazanah Istilah
Syaikh Fahd bin Abdurrahman asy-Syuwayyib

eBook ini berisi penjelasan tentang istilah-istilah dari bahasa Arab yang sering dijumpai dalam literatur sya’ri. Pada edisi ini kami (Ibnu Majjah) mengutipnya dari terjemahan buku Sifat Wudlu’ Nabi Shallalahu ‘Alaihi Wassalam karya Fahd bin Abdurrahman asy-Syuwayyib dengan penerjemah Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Cet. IV 1423H/2002M, terbitan Penerbit Darul Qalam, Jakarta. Kami mengutip perkataan penulis dan catatan kaki penerjemah. Semoga bermanfaat.

No Kata Penjelasan atau persamaan
 1.

الوُضُوء

Wudlu’

  • Secara bahasa, bila dibaca dengan dlammah wudluu’u  (الوُضُوء) artinya adalah pekerjaan wudlu’, atau mengambil air wudlu. Bila dengan fath‐hah wadluu’u (الوَضُوء) artinya adalah air wudlu’, dan juga wudlu’ itu adalah mashdar dan terkadang yang dimaksudkan dari keduanya ialah air wudlu’. Dikatakan  “tawadla’tu lishaalati”  (تَوَضَّأْتُ لِلصَّلَاةِ)  artinya “aku berwudlu untuk shalat”.
  • Secara syari’at arti wudlu’ ialah menggunakan air yang suci untuk mencuci anggota‐anggota tertentu yang sudah diterangkan dan disyariatkan Allah Subhanallahu wa Ta’ala.
  • Wudhu’ adalah salah satu syarat sah shalat.
 2.

الرِبَاط

Ribath

  • Ribath, asal maknanya ialah tetap di pos penjagaan untuk menghadapi musuh.
  • Yang dimaksud dengan amal‐amal yang disebutkan dalam hadits tentang keutamaan berwudhu’ (HR. Muslim dari Abu Hurairah) seperti ribath (perjuangan yang sempurna), karena dia dapat mencegah dirinya dari mengikuti hawa nafsu. Ada yang berpendapat, maknanya ialah ganjaran seperti ganjaran orang yang berjuang di pos penjagaan. (lihat, Hasyiyah Shahih Muslim 1:151)..
 3.

Tauru

Tauru (التَّوْر) artinya bejana kecil yang dipakai untuk berwudlu’
 4. Mud Mud (مُدّ) adalah satu jenis takaran yang isinya kurang lebih 6 ons atau sepenuh cidukan dua tapak tangan yang sedang.
 5. Sha’

1 sha’ = 4 mud; 1 mud = ukuran 1 1/3 rithl. Dinamakan demikian karena air yang diambil sepenuh kedua telapak tangan manusia.

 6. Niat
  • Niat artinya menyengaja dan kesungguhan hati untuk mengerjakan ibadah karena melaksanakan perintah Allah Subhanallahu wa Ta’ala dan perintah Rasul‐Nya.
  • Niat adalah salah 1 (satu) dari 2 (dua) syarat sebuah ibadah diterima, adapun syarat yang kedua adalah sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
 7. Madlmadlah Madlmadlah (مَضْمُضَة) artinya adalah berkumur‐kumur.
 8. Istinsyaq Istinsyaq (إِسْتَنْشَقَ) memasukkan air ke dalam hidung lalu menghirupnya dengan sekali nafas sampai ke dalam hidung yang paling ujung
 9 Istintsaar
  • Sedangkan Istintsaar (إِسْتَنْثَرَ) artinya mengeluarkan (menyemburkan air dari hidung sesudah menghirupnya.
  • Dalam berwudhu’ sunnahnya berkumur-kumur dan istinsyaq diambil dengan satu cidukan dan dilakukan tiga kali.
  • Istinsyaq dilakukan dengan tangan kanan dan Istintsaar dilakukan dengan tangan kiri.
 10. Siwak
  • Siwak dapat diartikan kayu yang biasa dipakai untuk membersihkan mulut (gigi). Siwak seperti miswak dan jamaknya adalah (سُوكٌ). Siwak itu asalnya dari pohon Arak, yaitu pohon yang terkenal (di daerah Hijaz) yang dahannya biasa dipakai untuk bersiwak.
  • Kata Imam Shan’ani: “Pengertian siwak menurut istilah, yaitu sejenis kayu (arak/sugi), maka yang mereka maksudkan ialah setiap alat yang dapat menghilangkan perubahan bau mulut seperti penyeka kotoran yang kesat dan jari yang kotor, dan yang terbaik adalah kayu Arak” (Subulus Salam, 1:88, Ta’liq Hamad Fawwaz Zamrali).
 11. Siku

Ta’rif (definisi) siku ialah tempat persambungan antara tulang hasta (lengan bawah) dengan lengan atas (Lihat Al-Qaamusul Muhith).

12. Muwaalaat

Muwaalaat artinya berturut‐turut membasuh anggota demi anggota wudhu’. Berturut‐turut maksudnya agar jangan sampai orang yang berwudlu itu menyela wudlu’nya dengan pekerjaan lain yang menurut kebiasaan dianggap telah menyimpang daripadanya.

Download:
 Download PDF atau Download WordmirrorDownload PDF

Muamalah Dengan ORANG KAFIR

Nama eBook: Muamalah Dengan ORANG KAFIR
Penulis: Kholid Syamhudi, Lc حفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Rabb sekalian alam yang telah memberikan berbagai nikmat yang terhingga kepada kita, kemudian shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarganya, sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari akhir.

Dalam kehidupan bermasyarakat di negara ini, tentunya seorang muslim hidup dengan beragam manusia yang berbeda agama. Tentu saja tidak bisa disamakan sikap kita kepada orang kafir (non Muslim) dengan sikap kita kepada sesama Muslimin, karena hal ini menyangkut aqidah al-Wala’ dan al-Bara’.

Bermuamalah dengan orang kafir hukum asalnya boleh, sebuah kaedah menyatakan: Pada asalnya semua muamalah yang dibutuhkan manusia tidak diharamkan atas mereka, kecuali ada petunjuk al-Qur’an dan Sunnah yang mengharamkannya. Sebagaimana tidak disyariatkan sebuah ibadah yang dilakukan dalam rangka untuk mendekatkan diri kepada Allah عزّوجلّ, kecuali ada petunjuk al-Qur’an dan Sunnah yang mensyariatkannya. Karena agama adalah semua yang disyariatkan Allah عزّوجلّ, dan yang haram adalah yang Allah عزّوجلّ haramkan. Berbeda dengan orang-orang yang Allah عزّوجلّ cela. Mereka mengharamkan yang tidak diharamkan Allah عزّوجلّ, dan menyekutukan Allah عزّوجلّ dengan sesuatu yang tidak ada hujahnya, serta membuat syariat dari agama ini apa yang tidak diizinkan Allah.

Salah satu contoh muamalah dengan orang kafir adalah jual-beli, telah shahih bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم membeli dari orang kafir seperti hadits berikut:

كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ جَاءَ رَجُلٌ مُشْرِكٌ مُشْعَانٌّ طَوِيلٌ بِغَنَمٍ يَسُوقُهَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْعًا أَمْ عَطِيَّةً أَوْ قَالَ أَمْ هِبَةً قَالَ لَا بَلْ بَيْعٌ فَاشْتَرَى مِنْهُ شَاةً

Kami bersama Nabi صلى الله عليه وسلم kemudian datanglah seorang musyrik yang tinggi (posturnya) menggiring kambing. Lalu Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda: Silahkan dijual atau diberikan? Atau berkata: atau dihadiahkan. Maka ia menjawab: Tidak. Tapi dijual. Maka beliau صلى الله عليه وسلم membeli darinya seekor kambing. (Shahih al-Bukhari 4/410 no. 2216)

Selain jual-beli, muamalah dengan orang kafir seperti: utang-piutang, barang gadaian,  hadiah, wakaf mereka untuk kaum muslimin, wakaf seorang muslim untuk keluarganya yang kafir, menjenguk orang kafir yang sakit dan memberi ucapan selamat kepada mereka, dan lainnya; simak sebagain bahasannya dalam ebook ini, semoga bermanfaat…

Download:
Download CHM mirror Download ZIP dan Download PDF mirrorDownload PDFatau Download Word