Daftar Download Ratusan e-book Islam

Ahlan wa Sahlan

Selamat Datang, berikut ini daftar ratusan ebook Islam yang dapat antum download secara gratis…..

Nama Allah: Al-Qaabidh dan Al-Baasith

Nama eBook: Nama Allah: Al-Qaabidh dan Al-Baasith
Penulis: Ustadz Ahmas Faiz Asifuddin حفظه الله

الحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد

Di antara nama Allah Azza wa Jalla yang jarang disebut dan diingat orang adalah al-Qâbidh dan al-Bâsith.

Dalil yang membuktikan al-Qâbidh dan al-Bâsith sebagai nama Allah ialah sebuah hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu. Ia berkata:

غَلاَ السِّعْرُ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، فَقَالُوْا : يَا رَسُوْلَ الله! سَعِّرْ لَنَا! فَقَالَ : إِنَّ اللهَ هُوَ الْمُسَعِّرُ، اَلْقَابِضُ الْبَاسِطُ الرَّازِقُ (عند الترمذي: الرَّزَّاقُ) وَإِنِّى لأَرْجُو أَنْ أَلْقَى اللهَ (عند الترمذي وابن ماجه : أن أَلْقَى رَبِّي) وَلَيْسَ أَحَدٌ مِنْكُمْ يُطَالِبُنِي بِمَظْلَمَةٍ فِى دَمٍ وَلاَ مَالٍ (عند الترمذي: يَطْلُبُنِي)

Harga barang-barang pernah menjadi mahal pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, karenanya para sahabat berkata: Ya Rasulallah, tetapkanlah harga untuk kami. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah-lah yang membuat ketetapan harga, Dia adalah al-Qâbidh (Maha menahan/menyempitkan rizki), al-Bâsith (Maha membentangkan/meluaskan rizki), ar-Râziq (Maha menganugerahkan rizki) –Dalam riwayat Tirmidzi, dengan lafal: ar-Razzâq-. Dan sesungguhnya aku berharap menjumpai Allah dalam keadaan tiada seorangpun yang menuntut kepadaku (di hadapan Allah) karena suatu kezaliman yang aku lakukan, baik berkaitan dengan darah maupun harta. (HSR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Ma’na Al-Qâbidh dan al-Bâsith ialah: Allah Maha Menyempitkan dan Maha meluaskan rizki serta lainnya bagi siapa yang dikehendaki, menurut cara yang dikehendaki dan kapanpun Dia kehendaki.

Karena al-Qâbidh dan al-Bâsith merupakan nama Allah Azza wa Jalla, maka sepantasnya setiap muslim mengenalnya dan memahami serta menghayati ma’nanya. Yaitu bahwa setiap rizki dan setiap kemudahan dalam hal apa saja, hanya datang dari Allah Azza wa Jalla. Begitu pula ketika seseorang mengalami kesulitan, krisis rizki dan tidak mendapatkan seperti yang diharapkannya, atau tidak mendapatkan kemudahan, semua itu tidak lain hanya Allah-lah yang menetapkannya.

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download Word atau Download PDF

Defenisi dan Cakupan Ibadah

Nama eBook: Makna dan Cakupan Ibadah
Penulis: Ustadz Abu Ismail Muslim al-Atsari حفظه الله

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيَّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أما بعد:

Allah عزّوجلّ telah memberitakan kepada kita bahwa Dia menciptakan jin dan manusia hanya untuk beribadah kepada-Nya. Allah عزّوجلّ berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat/51:56)

Allah memberikan ujian dengan perintah ibadah, melaksanakan perintah, dan menjauhi segala larangan-Nya. Allah  عزّوجلّ  berfirman:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا

“(Allah) Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS. Al-Mulk/67: 2)

Secara Istilah “Ibadah adalah satu istilah yang menghimpun seluruh apa yang dicintai dan diridhai oleh Allah, baik berupa perkataan dan perbuatan, yang lahir dan yang batin.”

Ibadah dalam agama Islam mencakup ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdhah:

Ibadah mahdhah adalah perbuatan-perbuatan dan perkataan-perkataan yang asalnya memang merupakan ibadah, berdasarkan nash atau lainnya yang menunjukkan perkataan dan perbuatan tersebut haram dipersembahkan kepada selain Allah  عزّوجلّ.

Ibadah ghairu mahdhah adalah perbuatan-perbuatan dan perkataan-perkataan yang asalnya bukan ibadah, akan tetapi berubah menjadi ibadah dengan niat yang baik.

Demikian sekilas penjelasan tentang ibadah, dalam eBook dijelaskan lebih luas akan makna ibadah dan pembagian ibadah, sebab pentingnya kita mengetahui makna ibadah dan cakupannya, mari kita ilmu dan amalkan isi eBook ini sehingga kita bisa mengisi hidup kita dengan ibadah untuk bisa meraih ridha Allah…

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Fikih JINAYAT

Nama eBook: Fikih JINAYAT
Disusun oleh: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc حفظه الله

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Jiwa manusia dan darahnya adalah perkara yang sangat dijaga dalam syari’at Islam. Demikian juga kegunaan dan fungsi anggota tubuh pun tak lepas dari penjagaan syari’at. Semua ini untuk kemaslahatan manusia dan kelangsungan hidup mereka, karena hal tersebut maka Islam mengharamkan pembunuhan, bunuh diri dan penganiayaan.

Untuk karena itu syari’at Islam memberikan hukuman dan balasan terhadap para pelaku pembunuhan dan penganiayaan terhadap tubuh manusia yang dikenal dengan fikih Jinâyât.

Kata jinayat menurut bahasa Arab adalah bentuk jama’ dari kata jinayah yang berasal dari jana dzanba yajnihi jinayatan (جَنَى الذَنْبَ – يَجْنِيْهِ جِنَايَةً) yang berarti melakukan dosa. Sekalipun isim mashdar (kata dasar), kata jinâyah dipakai dalam bentuk jama’ (plurals), karena ia mencakup banyak jenis perbuatan dosa. Karena ia kadang mengenai jiwa dan anggota badan, secara disengaja ataupun tidak. Kata ini juga berarti menganiaya badan atau harta atau kehormatan.

Sedangkan menurut istilah syari’at jinayat (Tindak Pidana) adalah menganiaya badan sehingga pelakunya wajib dijatuhi hukuman qishash atau membayar diyat atau kafarah.

Demikian sekilas isi eBook ini, silahkan menyimak eBook ini lebih lanjut…

Download:
Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDFatau Download Word

Pengakuan adalah Sebuah Hujjah yang Terbatas

Nama eBook: Pengakuan adalah Sebuah Hujjah yang Terbatas
Penulis: Ustadz Ahmad Sabiq Abu Yusuf حفظه الله

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيَّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أما بعد:

Pada kesempatan yang mulia ini akan kita sampaikan sebauah kaedah yakni:

اَلْإِقْرَارُ حُجَّةٌ قَاصِرَةٌ

Pengakuan Adalah Sebuah Hujjah yang Terbatas

اَلْإِقْرَارُ adalah pengakuan atas dirinya sendiri bahwa dia punya tanggungan pada orang lain, adapun kalau pengakuan itu untuk orang lain maka namanya: tuduhan.

حُجَّةٌ: dalil, maksudnyasebuah pengakuan bisa dijadikan sebagai sebuah hujjah.

Adapun arti قَاصِرَةٌ adalah: terbatas, dalam artian bahwa sebuah pengakuan itu hanya merupakan hujjah bagi yang mengaku saja dan tidak berlaku pada orang lain.

Dari sini maka makna kaedah adalah:

Sebuah pengakuan itu sebuah hujjah yang hanya berlaku bagi yang mengaku saja dan bukan untuk orang lain.

Adapun yang bisa berlaku untuk orang lain adalah bayyinah atau bukti.

Contoh penerapan kaedah: Kalau si A mengatakan: “Saya telah berzina”, maka pengakuannya ini diterima dan bisa ditegakan hujjah atas penegakan hukum rajam atau cambuk oleh sang hakim, namun kalau dia mengatakan si C telah berzina, maka dia butuh mendatangkan empat saksi, karena sekarang ucapannya itu menjadi sebuah tuduhan.

Contoh lain Kalau si A berkata: “si B pernah menghutangi saya jugapernah menghutangi si C, masing-masing satu juta rupiah”,maka ini hanya berlaku untuk dirinya sendiri dan bukanpada si C kecuali kalau bisa mendatangkan saksi.

Demikianlah sedikit gambaran dari kaedah fiqih ini, silahkan baca eBook-nya dan semoga kita semakin mencintai syariat yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala ini, amin…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Fatwa: Menentukan Awal Ramadhan

Segala puji hanya bagi Allah dan semoga shalawat dan salam   dilimpahkan kepada (Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ) yang tidak ada nabi setelahnya.

Amma ba’du,

Majelis al-Majma’ af-Fiqhi al-lslami dalam pertemuan keempat yang telah diadakan di kantor al-Amanah al-‘Amah (Kantor Pusat) Liga Muslim Dunia (Rabithah al-Alam al-lslami) di Makkah Mukarramah antara tanggal 7-17 Rabi’ul Awal 1401 H membahas satu surat dari Jum’iyah ad-Dakwah al-lslamiyah (organisasi dakwah Islam) di Singapura tertanggal 16 Syawal 1399 H bertepatan dengan tanggal 8 Agustus 1979 M.

Surat ini ditujukan kepada Konsul Kedutaan Kerajaan Saudi Arabia di Singapura. Isinya adalah telah terjadi perbedaan pendapat antara organisasi dakwah ini dengan Majelis Islam di Singapura pada masalah permulaan dan akhir bulan Ramadhan (tahun 1399 H bertepatan dengan tahun 1979).

Jum’iyah (organisasi Islam) ini memandang awal dan akhir bulan Ramadhan dimulai dengan dasar melihat hilal (ru’yah syar’iyyah) sesuai dengan keumuman daiil-dalil syariat. Sedangkan Majelis Islami (Majelis Ulama) di Singapura memandang awal dan akhir Ramadhan ditentukan dengan hisab falak. Mereka beralasan dengan pernyataan, bahwasanya negara-negara di wilayah Asia langitnya terhalangi awan -dan khususnya-Singapura. Tempat-tempat untuk melihat hilal mayoritas tidak bisa dipakai ru’yah. Ini termasuk udzur yang tidak bisa dihindari. Oleh karena itu wajib menentukannya dengan cara hisab.

Setelah anggota Majelis al-Majma’ al-Fiqh al-lslami melakukan penelitian lengkap terhadap masalah ini dalam perspektif nash-nash syariat, maka Majelis al-Majma’ ai-Fiqh al-lslami menetapkan dukungannya kepada organisasi dakwah Islam pada pendapatnya karena jelasnya dalil-dalil syariat seputar hal itu.

Demikian juga menetapkan permasalahan ini yang ada di tempat-tempat seperti Singapura dan sebagian wilayah Asia, dan lainnya, yang langitnya banyak terhalangi hal-hal yang menghalangi ru’yah, maka kaum musiimin di wilayah-wilayah ini dan yang sepertinya untuk mengambil keputusan negara Islam yang bersandar kepada ru’yah mata dalam melihat hilal tanpa menggunakan hisab dengan segala bentuknya yang mereka percayai. Itu semua sebagai pengamalan sabda Rasulullah:

صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ، وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلاثِينَ

Berpuasalah kalian kerena melihatnya dan beridul fithri-lah kalian karena melihatnya, apabila kalian terhalangi darinya maka sempurnakanlah jumlahnya tiga puluh.

Dan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam yang lainnya:

لا تَصُومُوا حَتَّى تَرَوُا الْهِلالَ أَوْ تُكْمِلُوا الْعِدَّةَ، وَلَا تُفْطِرُوا حَتَّى تَرَوُا الْهِلالَ أَوْ تُكْمِلُوا الْعِدَّةَ

Janganlah  berpuasa hingga melihat hilal atau sempurnakan jumlah bulan dan jangan berhari raya hingga melihat hilal atau menyempurnakan bulan.

Serta hadits-hadits yang semakna dengannya. Baca pos ini lebih lanjut

Hadits Palsu: Bersusah Payah Mencari Rezeki

Nama eBook: Hadits Palsu Tentang Bersusah Payah Mencari Rezeki
Penulis: Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA حفظه الله

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Agama islam memotivasi pemeluknya untuk mencari rezeki untuk memenuhi nafkah hidupnya dan keluarganya, bahkan apa yang dia usahakan dalam hal ini dihitung sedekah, sebagimana sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم:

مَا كَسَبَ الرَّجُلُ كَسْبًا أَطْيَبَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ، وَمَا أَنْفَقَ الرَّجُلُ عَلَى نَفْسِهِ، وَأَهْلِهِ وَوَلَدِهِ، وَخَادِمِهِ، فَهُوَ صَدَقَةٌ

“Tidaklah seseorang memperoleh suatu penghasilan yang lebih baik dari jerih payah tangannya sendiri. Dan tidaklah seseorang menafkahi dirinya, istrinya, anaknya dan pembantunya melainkan ia dihitung sebagai shodaqoh.” (HR. Ibnu Majah di dalam As-Sunan, Kitab At-Tijaroot Bab Al-Hatstsu ‘Ala Al-Makasibi, no.2129. al-Kanani berkata, ‘Sanadnya Hasan’, Lihat Mishbah Az-Zujajah III/5)

Ada riwayat lain yang disandarkan kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم tentang berpayah-payah untuk mencari rezeki yakni:

رُوِيَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ مَرْفُوْعً: إِنَّ اللهَ يُـحِبُّ أَنْ يَرَى عَبْدَهُ تَعِبًا فِيْ طَلَبِ الْـحَلَالِ

Diriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم: “Sesungguhnya Allah suka melihat hamba-Nya yang sedang bersusah payah dalam mencari (rezeki) yang halal”

Bagimanakah status hadits ini dan pandangan syari’at terhadapnya, silahkan untuk menyimak lebih lanjut dalam eBook berikut…

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Keutamaan Tauhid dan Bahaya Syirik

Nama eBook: Keutamaan Tauhid dan Bahaya Syirik
Penulis: Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawas, MA حفظه الله

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Tauhid, yaitu seorang hamba meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam Rububiyah (ketuhanan), Uluhiyah (ibadah), Asma` (nama-nama) dan Sifat-Nya.

Tauhid merupakan kewajiban pertama yang Allah عزّوجلّwajibkan kepada umat manusia, dan sebaliknya larangan pertama yang Allah larang kepada mereka adalah syirik. Hal ini sebagaimana firman Allah عزّوجلّ:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ . الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, Padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah/2: 21-22)

Tauhid adalah jaminan keselamatan sedangkan syirik adalah jaminan kebinasaan, di dalam eBook ini penulis memaparkan beberapa keutamaan Tauhid dan Bahaya Syirik; dan diakhir tulisan penulis -semoga Allah menjaganya- berkata:

Setelah kita mengetahui betapa pentingnya perkara tauhid dan begitu bahayanya perbuatan syirik, maka kami mengajak kepada para da’i/mubaligh agar mengutamakan dalam da’wahnya perkara tauhid dan memperingatkan umat dari bahaya syirik. Sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلمdan para shahabat beliau, bahkan para rasul seluruhnya. Allah عزّوجلّberfirman:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُواْ اللّهَ وَاجْتَنِبُواْ الطَّاغُوتَ

“Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”. (QS. An-Nahl/16: 36)

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Nama Allah: Al-Hakiim

Nama eBook: Nama Allah: Al-Hakiim
Penulis: Syaikh Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani

Pengantar:

Segala puji hanya bagi Allah Subhana wa Ta’ala, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan utusan-Nya… Amma ba’du:

Di antara nama-nama Allah Azza wa Jalla yang baik adalah Al-Hakiim, Dia عزّوجلّ al-Hakiim yang disifati dengan kebijaksanaan yang sempurna dan kesempurnaan hukum di antara makhluk. Maka al-Hakiim yaitu yang memiliki ilmu yang luas dan mengetahui dasar (permulaan) segala perkara dan akibatnya, pujian yang luas, qudrat yang sempurna, rahmat yang melimpah. Dialah yang meletakkan segala sesuatu pada tempatnya, menempatkannya di tempat yang pantas pada ciptaan dan perintah-Nya. Maka tiada ditujukan kepada-Nya pertanyaan (sebagai protes) dan tiada cela dalam kebijaksanaan-Nya, Dia Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ وَهُوَ الْـحَكِيمُ الْـخَبِيرُ

“Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. Dan Dialah Yang Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-An’aam/6: 18)

وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS. Al-Baqarah/2: 260)

Mari kita simak eBook ini yang akan menjelaskan lebih lanjut nama Allah: Al-Hakiim, semoga keimanan kita semakin bertambah dan semakin kokoh dengan mengilmui dan memahami nama dan sifat Allah Tabaraka wa Ta’ala, amin..

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download Word atau Download PDF

Petunjuk Nabi Tentang Kokok Ayam Jantan

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Burung dan hewan-hewan yang ada di sekitar kita termasuk nikmat-nikmat yang Allah عزّوجلّ tujukan bagi manusia. Makhluk-makhluk itu bertasbih memuji Rabbnya seperti makhluk-makhluk lainnya.

Sebagian dari binatang tersebut mempunyai kemampuan khusus yang tidak dimiliki hewan lain dan kebiasaan positif yang manfaatnya dirasakan oleh kaum Muslimin.

Salah satu binatang yang akrab dengan kehidupan manusia yang mempunyai kemampuan istimewa yang tidak ada pada diri manusia adalah ayam jantan. Nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم menyebut unggas tersebut mampu melihat malaikat, Beliau صلى الله عليه وسلم bersabda:

إِذَا سَـمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيْكَةِ فَاسْأَلُوا اللهَ مِنْ فَضْلِهِ، فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا

Jika kalian mendengar kokok ayam jantan. Maka, mohonlah kepada Allah karunia-Nya, karena sesungguhnya ia melihat malaikat. (HR. Al-Bukhari no. 3303 dan Muslim no.2729).

Simak eBook ini lebih lanjut, dan kita berdo’a semoga Allah عزّوجلّ mudahkan kita untuk memahami petunjuk-petunjuk Rasulullah صلى الله عليه وسلم untuk kita amalkan sehingga kita dapat menjadi pengikut Beliau صلى الله عليه وسلم yang sesungguhnya, amin…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download Word atau Download PDF

Update-3: Pedoman Puasa dan Hari Raya

Nama eBook: Pedoman Puasa dan Hari Raya
Penulis: Para Ulama dan Ustadz Ahlus Sunnah

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيَّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أما بعد:

Alhamdulillah kita telah berada di bulan Sya’ban menuju Bulan Ramadhan yang mulia, atas kasih sayang Allah kami bisa meng-compile sebagian besar eBook-eBook yang seputar Puasa dan Hari Raya yang kami beri Judul “Pedoman Puasa dan Hari Raya, Menuju Insan Ber-Taqwa“.

Postingan kali ini adalah update ke-3 eBook Pedoman Puasa dan Hari Raya Menuju Insan Ber-Taqwa yang telah diterbitkan sebelumnya, pada edisi ini yang ditambahkan adalah memaksimalkan Ibadah di Bulan Penuh Berkah dan Puasa Sunnah dan Bid’ah, secara lengkap isi eBook ini adalah:

  1. Bekal Ramadhan oleh Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu رحمه الله yang terdiri dari 20 Topik
  2. Sifat Shaumin Nabi صلى الله عليه وسلم fii Ramadhan oleh Syaikh Salim ‘Ied al-Hilali dan Syaikh Ali Hasan yang terdiri dari 23 tema dan setiap tema memiliki beberapa topik
  3. Risalah Ramadhan oleh Syaikh Abdul Aziz Abdullah bin Baz رحمه الله
  4. Rasulullah di Bulan Ramadhan oleh Syaikh Musa Alu Nasr حفظه الله
  5. Tugas Mukmin di Bulan Ramadhan oleh Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid حفظه الله
  6. Ibadah Muslimah di Bulan Penuh Berkah oleh Ustadz Abu Aniisah Syahrul Fatwa bin Lukman حفظه الله
  7. Ensiklopedi Amalan Bulan Ramadhan oleh Ustadz Abu Ubaidah as-Sidawi حفظه الل dan Ustadz Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman حفظه الله
  8. Bersama Nabi di Bulan Suci oleh Ustadz Abu Aniisah Syahrul Fatwa bin Lukman حفظه الله
  9. Amalan di Bulan Suci Ramadhan oleh Ustadz Mohammad Iqbal Ghazali
  10. Memaksimalkan Ibadah di Bulan Penuh Berkah oleh Ustadz Said Yai Ardiansyah, Lc, MA حفظه الله
  11. Bulan Ramadhan Bersama Al-Qur’an oleh Ustadz Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman حفظه الله
  12. Kaidah Fiqh Seputar Puasa oleh Ustadz Ahmad Sabiq حفظه الله yang berisi 4 Kaidah
  13. Pembatal Puasa di Zaman Modern oleh Ustadz Abu Ibrohim Muhammad Ali A.M حفظه الله
  14. Masalah Masalah Kontemporer Seputar Puasa oleh Ustadz Abu Ubaidah dan Ustadz Abu Abdillah
  15. Doa dan Dzikir Seputar Puasa Beserta Syarahnya yang sebelumnya telah diterbitkan di Blog kami doandzikir.wordpress.com
  16. Tafsir Ayat Puasa dan Faedah Hukumnya oleh Syaikh Salim bin ‘Ied Hilali حفظه الله
  17. Kewajiban Puasa: Tafsir QS. Al-Baqarah/2: 183-184 oleh Ibnu Katsir asy-Syafi’i رحمه اللهه
  18. Keutamaan Ramadhan dan Hukum-hukum Puasa: Tafsir QS. Al-Baqarah/2: 185 oleh Ibnu Katsir asy-Syafi’i رحمه الله
  19. Tafsir Surat al-Qadr oleh Ibnu Katsir asy-Syafi’i رحمه الله
  20. Hadits-hadits Dhaif Seputar Puasa lebih dari 10 hadits dhaif dan palsu, pada bab ini ditambahkan dua artikel
  21. Bulan Ramadhan da Kesucian Jiwa oleh Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi حفظه الله
  22. 10 Renungan dalam Berpuasa oleh Syaikh Nawaf bin ‘Ubaid Ar-Ra’uji
  23. Puasa Sunnah dan Bid’ah, Bab ini yang paling banyak penambahannya, berisi Puasa sunnah karya Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi, kemuadian kajian tentang puasa sunnah pada bulan-bulan tertentu dan juga puasa yang tidak disyari’atkan; penambahan pada bab ini banyak mengambil dari eBook Amalan Sunnah dan Bid’ah Bulanan
  24. 45 Fatwa tentang Puasa yang berasal dari jawaban para ulama yakni Syaikhul Islam, Syaikh bin Baz, Syaikh al-Albani, Syaikh ibn Utsaimin, syaikh Muqbil, Syaikh ibn Jibrin, Syaikh al-Fauzan, Syaikh al-Munajjid dan Lajnah Daimah yang sebelumnya telah kami posting di Blog Kami SoaldanJawab.Wordpress.com
  25. Pernik Semarak Ramadhan di Indonesia oleh Ustadz Anas Burhanuddin, MA حفظه الله
  26. Berhari Hari bersama Rasulullah صلى الله عليه وسلم oleh Syaikh Ali Hasan dengan topik lebih 17 item
  27. Panduan Praktis Berhari Raya yang disarikan dari tulisan Syaikh Dr. Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahthani
  28. Bersama Kita Berhari Raya oleh Ustadz Abu Umar Basyir حفظه الله
  29. Kemudian 2 Tulisan tentang Wajibnya Berpuasa dan Berhari Raya bersama Pemerintah
  30. Sholat Hari Raya di Tanah Lapang oleh Ustadz Abu Ibrohim Muhammad Ali A.M حفظه الله
  31. Kumpulan Artikel Ramadhan dari Muslim.Or.Id yang berisi > 70 artikel bermanfaat.

eBook ini kami compile dengan dua tampilan yakni dengan latar belakang klasik dan latar belakang biru putih, sebagai gambar dibawah ini:

Dengan eBook ini kami berharap akan menjadi pedoman bagi kita semua dalam menjalankan Puasa dan Berhari Raya sehingga kita semua menjadi Insan yang ber-Taqwa, Amin…

Download:

Google Drive Google Site Mediafire
V1 V2 V1 V2 V1 V2
Download CHM Download CHM Download ZIP Download ZIP Download CHM Download CHM

Catatan:
Bagi pengguna android untuk membuka file CHM dapat menggunakan SUPERCHM yang tulisannya dapat dilihat disini atau CHM Reader lainnya.