Daftar Download Ratusan e-book Islam

Ahlan wa Sahlan

Selamat Datang, berikut ini daftar ratusan ebook Islam yang dapat antum download secara gratis…..

Iklan

Kalender 1441 H

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Alhamdulillah, kita memuji Allah Azza wa Jalla dan bersyukur kepada-Nya, bersyukur atas sisa usia yang dianugerahkan-Nya, semoga dapat kita gunakan untuk mengabdi kepada-Nya, dan kita dapat mempertanggungjawabkan usia kita kelak di akhirat.

Saat ini kita telah berada pada beberapa hari di bulan Muharram 1441 H, alhamdulillah dengan rasa syukur atas karunia dan kasih sayang-Nya seperti tahun-tahun sebelumnya pada kesempatan ini kami share untuk kita semua Kalender 1441 H dalam format PDF, semoga bermanfaat bagi kita semua…

Berikut screenshot-nya:

Kalender1441H

Download:
Download PDFmirrorDownload PDF

Murottal Al Qur’an Syaikh Saad Al-Ghamidi Terjemahan Indonesia

Al Quran Deskripsi
Judul:
Murottal Al Qur’an Syaikh Saad Al-Ghamidi Terjemahan Indonesia
Sumber: eshaardhie.blogspot.com

:: Folder Murottal Quran Syeikh Sa’ad Al-Ghomidi ::

Full Quran 30 Juz Mp3 : Download
Keterangan : Terjemahan Bahasa Indonesia
Ukuran File : 1,6 GB
Tipe File : ZIP

:: Bagi yang ingin mendengarkannya online via Archive.Org ::

:: Murottal Quran Syeikh Sa’ad Al-Ghomidi 30 Juz ::

Cara Download : Untuk pengguna Google Chrome, bisa klik kanan atau tekan link lalu pilih “Save As” atau “Save Link” atau “Unduh Tautan”. Untuk pengguna UC Browser bisa juga dengan langkah tersebut, atau klik saja langsung link download yang tersedia. Semoga dapat membantu..
Daftar Murottal Quran Merdu
Link Download
Saad Al-Ghamidi (001) Al-Fatihah
Saad Al-Ghamidi (002) Al-Baqarah
Saad Al-Ghamidi (003) Ali Imran
Saad Al-Ghamidi (004) An-Nisa
Saad Al-Ghamidi (005) Al-Maidah
Saad Al-Ghamidi (006) Al-Anam
Saad Al-Ghamidi (007) Al-Araf
Saad Al-Ghamidi (008) Al-Anfal
Saad Al-Ghamidi (009) At-Taubah
Saad Al-Ghamidi (010) Yunus
Saad Al-Ghamidi (011) Hud
Saad Al-Ghamidi (012) Yusuf
Saad Al-Ghamidi (013) Ar-Rad
Saad Al-Ghamidi (014) Ibrahim
Saad Al-Ghamidi (015) Al-Hijr
Saad Al-Ghamidi (016) An-Nahl
Saad Al-Ghamidi (017) Al-Isra
Saad Al-Ghamidi (018) Al-Kahfi
Saad Al-Ghamidi (019) Maryam
Saad Al-Ghamidi (020) Thaha
Saad Al-Ghamidi (021) Al-Anbiya
Saad Al-Ghamidi (022) Al-Hajj
Saad Al-Ghamidi (023) Al-Muminun
Saad Al-Ghamidi (024) An-Nur
Saad Al-Ghamidi (025) Al-Furqan
Saad Al-Ghamidi (026) Asy-Syuara
Saad Al-Ghamidi (027) An-Naml
Saad Al-Ghamidi (028) Al-Qashas
Saad Al-Ghamidi (029) Al-Ankabut
Saad Al-Ghamidi (030) Ar-Rum
Saad Al-Ghamidi (031) Luqman
Saad Al-Ghamidi (032) As-Sajdah
Saad Al-Ghamidi (033) Al-Ahzab
Saad Al-Ghamidi (034) Saba
Saad Al-Ghamidi (035) Fathir
Saad Al-Ghamidi (036) Yasin
Saad Al-Ghamidi (037) As-Shaffat
Saad Al-Ghamidi (038) Shad
Saad Al-Ghamidi (039) Az-Zumar
Saad Al-Ghamidi (040) Ghafir
Saad Al-Ghamidi (041) Fushshilat
Saad Al-Ghamidi (042) Asy-Syura
Saad Al-Ghamidi (043) Az-Zukhruf
Saad Al-Ghamidi (044) Ad-Dukhan
Saad Al-Ghamidi (045) Al-Jatsiyah
Saad Al-Ghamidi (046) Al-Ahqaf
Saad Al-Ghamidi (047) Muhammad
Saad Al-Ghamidi (048) Al-Fath
Saad Al-Ghamidi (049) Al-Hujurat
Saad Al-Ghamidi (050) Qaf
Saad Al-Ghamidi (051) Adz-Dzariyat
Saad Al-Ghamidi (052) Ath-Thur
Saad Al-Ghamidi (053) An-Najm
Saad Al-Ghamidi (054) Al-Qamar
Saad Al-Ghamidi (055) Ar-Rahman
Saad Al-Ghamidi (056) Al-Waqiah
Saad Al-Ghamidi (057) Al-Hadid
Saad Al-Ghamidi (058) Al-Mujadalah
Saad Al-Ghamidi (059) Al-Hasyr
Saad Al-Ghamidi (060) Al-Mumtahina
Saad Al-Ghamidi (061) As-Shaff
Saad Al-Ghamidi (062) Al-Jumuah
Saad Al-Ghamidi (063) Al-Munafiqun
Saad Al-Ghamidi (064) At-Taghabun
Saad Al-Ghamidi (065) Ath-Thalaq
Saad Al-Ghamidi (066) At-Tahrim
Saad Al-Ghamidi (067) Al-Mulk
Saad Al-Ghamidi (068) Al-Qalam
Saad Al-Ghamidi (069) Al-Haqqah
Saad Al-Ghamidi (070) Al-Maarij
Saad Al-Ghamidi (071) Nuh
Saad Al-Ghamidi (072) Al-Jinn
Saad Al-Ghamidi (073) Al-Muzammil
Saad Al-Ghamidi (074) Al-Muddatsir
Saad Al-Ghamidi (075) Al-Qiyamah
Saad Al-Ghamidi (076) Al-Insan
Saad Al-Ghamidi (077) Al-Mursalat
Saad Al-Ghamidi (078) An-Naba
Saad Al-Ghamidi (079) An-Naziat
Saad Al-Ghamidi (080) Abasa
Saad Al-Ghamidi (081) At-Takwir
Saad Al-Ghamidi (082) Al-Infithar
Saad Al-Ghamidi (083) Al-Muthaffifin
Saad Al-Ghamidi (084) Insyiqaq
Saad Al-Ghamidi (085) Al-Buruj
Saad Al-Ghamidi (086) At-Thariq
Saad Al-Ghamidi (087) Al-Ala
Saad Al-Ghamidi (088) Al-Ghasyiyah
Saad Al-Ghamidi (089) Al-Fajr
Saad Al-Ghamidi (090) Al-Balad
Saad Al-Ghamidi (091) Asy-Syams
Saad Al-Ghamidi (092) Al-Lail
Saad Al-Ghamidi (093) Adh-Dhuha
Saad Al-Ghamidi (094) Asy-Syarh
Saad Al-Ghamidi (095) At-Tin
Saad Al-Ghamidi (096) Al-Alaq
Saad Al-Ghamidi (097) Al-Qadr
Saad Al-Ghamidi (098) Al-Bayyinah
Saad Al-Ghamidi (099) Az-Zalzalah
Saad Al-Ghamidi (100) Al-Adiyat
Saad Al-Ghamidi (101) Al-Qariah
Saad Al-Ghamidi (102) At-Takatsur
Saad Al-Ghamidi (103) Al-Asr
Saad Al-Ghamidi (104) Al-Humazah
Saad Al-Ghamidi (105) Al-Fil
Saad Al-Ghamidi (106) Quraisy
Saad Al-Ghamidi (107) Al-Maun
Saad Al-Ghamidi (108) Al-Kautsar
Saad Al-Ghamidi (109) Al-Kafirun
Saad Al-Ghamidi (110) An-Nasr
Saad Al-Ghamidi (111) Al-Masad
Saad Al-Ghamidi (112) Al-Ikhlas
Saad Al-Ghamidi (113) Al-Falaq
Saad Al-Ghamidi (114) An-Nas

Lihat Bacaan Qur’an lainnya di kategori Murottal

Menuju Hidup Bahagia Dunia dan Akhirat

Nama eBook: Menuju Hidup Bahagia Dunia dan Akhirat
Penulis: Ustadz Aunur Rofiq al-Ghufron حفظه الله

Allah ta’ala berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

Barangsiapa yang mengerjakan amal sholih, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. an-Nahl [16]: 97)

Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah rahimahulloh berkata: “Ini adalah berita dari Yang Maha Benar, Dia memberitahu hamba-Nya yang memiliki ‘ainul yaqin bahkan haqqul yaqin, bahwa sesungguhnya orang yang beramal sholih akan dihidupkan oleh Alloh dengan kehidupan yang baik menurut kadar amal dan imannya. Tetapi, orang bodoh salah mengartikannya;     mereka mengira bahwa orang yang mendapatkan keikmatan ialah yang memperoleh berbagai macam makanan, pakaian, punya istri, atau memiliki kekuasaan dan harta. Tidaklah diragukan bahwa kenikmatan ini juga dimiliki oleh binatang. Maka orang yang hanya mengandalkan kenikmatan dunia itu seperti binatang, besok pada hari kiamat tergolong orang yang dipanggil dari jauh….”

Ibnu Utsaimin rahimahulloh berkata: “Jika anda ditanya: Bagaimana hidup yang baik? Hidup yang baik ialah lapang dada dan jiwa yang tenang, sekalipun mereka ditimpa musibah.

Pada ayat di atas terdapat kalimat حَيَاةً طَيِّبَةً (kehidupan yang baik). Agar tidak keliru menafsirkan makna ayat di atas, kita merujuk kepada pemahaman sahabat rodhiyallohu ‘anhum dan ulama yang di atas manhaj mereka, karena para sahabat rodhiyallohu ‘anhum hidup bersama Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam dan ketika wahyu diturunkan. Adapun makna kalimat ini:

  1. Al-Qona’ah (ridho menerima pemberian Alloh ‘Azza wa Jalla, tidak tamak dan tidak dengki melihat yang lain dilebihkan hartanya). Ini pendapat Ali rodhiyallohu ‘anhu.
  2. Memperoleh rezeki yang halal. Ini pendapat Ibnu Abbas rodhiyallohu ‘anhuma dan adh-Dhohak rahimahulloh.
  3. Orang yang taat kepada Alloh ‘Azza wa Jalla. Ini pendapat Ikrimah rahimahulloh.
  4. Ridho dengan takdir Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Ini pendapat Mawardi. (Zadul Masir 4/488)
  5. Zuhud urusan duniawi dan memusatkan tafakkurnya kepada perkara yang haq. Ini pendapat Sahl bin Abdulloh at-Tusturi. (Tafsir Fathul Qodir 3/297)

Ini sekelumit uraian dalam eBook ini, penulis -semoga Allah menjaganya- memberikan uraian yang panjang lagi luas dalam eBook ini, silahkan disimak untuk mengambil faedah yang banyak….

Download:

Download CHMatauDownload ZIPatau Download PDF mirrorDownload PDFatau Download Word

Panduan Mendidik Anak Sesuai Sunnah

Nama Ebook: Panduan Mendidik Anak Sesuai Sunnah Nabi
Penulis : Syaikh Abdussalam as-Sulayman

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga dan sahabatnya رضي الله عنهم.

Berikut kita share sebuah eBook yang sangat penting bagi para orang tua atau calon orang tua, sebuah buku yang mengulas cara mendidik anak berdasarkan dalil al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Adapun isi buku ini adalah sebagai berikut:

KATA PENGANTAR
KATA SAMBUTAN : Syaikh Shalih Fauzan Al-Fauzan
PENDAHULUAN
ANAK ADALAH NIKMAT DAN HIBAH (KARUNIA) ALLAH
ANAK ITU ADALAH PERHIASAN SEKALIGUS FITNAH
PERTAMA : Anak Sebagai Perhiasan
KEDUA : Anak Sebagai Fitnah
KETIGA : Kerap kali anak itu bisa melalaikan orang tua dari menaati Allâh
DOA PARA NABI DAN ORANG SHALIH DI DALAM MEMINTA KETURUNAN (ANAK)
MANFAAT ANAK YANG SHALIH
KEWAJIBAN MENDIDIK ANAK DI ATAS KEBAIKAN
DUA MACAM HIDAYAH
PERTAMA : Hidayah Dilâlah (arahan) wa Irsyâd (bimbingan) wa Bayân (penjelasan)
KEDUA : Hidayah Taufîq wa Ilhâm wa Qobûl (penerimaan)
LANGKAH-LANGKAH PRAKTIS DI DALAM MENDIDIK ANAK
PERTAMA : Memulai dari memperbaiki diri sendiri
KEDUA : Memilih Ibu (Isteri)
KETIGA : Menyebut nama Allâh sebelum jima’ dengan isteri
KEEMPAT : Memperhatikan ibu yang sedang hamil
Al-Bisyâroh (Bergembira dan menyampaikan kabar gembira) dengan kelahiran anak
Sujud Syukur
KELIMA : Keutamaan Mendidik Anak Perempuan di dalam Islam
Mendidik anak perempuan dijadikan oleh Islam sebagai jalan untuk masuk ke dalam surga
Keutamaan Mendidik Anak Perempuan Semata Wayang
KEENAM : Adzan Di Telinga Bayi Yang Baru Lahir
KETUJUH : Sunnah yang sepatut-nya dipraktekkan seorang muslim adalah Tahnîk
KEDELAPAN : Memberi Nama dan Kuniyah yang baik
Kuniyah
KESEMBILAN : Aqiqah
Mencukur Rambut
KESEPULUH : Menyusui Sang Bayi
KESEBELAS : Berdoa
KEDUA BELAS : Mengajarkan Kalimat Tauhid kepada anak-anak
KETIGA BELAS : Membiasakan mereka untuk beradab dan berakhlaq yang baik
KEEMPAT BELAS : Berlemah lembut dan bercanda dengan anak
KELIMA BELAS : Membersihkan rumah dari permainan yang sia-sia dan alat-alat musik
KEENAM BELAS : Melindungi rumah dengan Bacaan al-Qur’an, Dzikir dan Sholat di dalamnya
MENDIDIK ANAK DARI USIA 7 SD 14 TAHUN
PERTAMA : SHOLAT
KEDUA : MENGAJARKAN ANAK ALQUR’AN
KETIGA : MENDIDIK ANAK UNTUK MENAATI ALLAH DAN RASULULLAH صلى الله عليه وسلم
KEEMPAT : MENDIDIK MEREKA UNTUK MENCINTAI ULAMA DAN ULIL AMRI
KELIMA : MEMILIH SEKOLAH
KEENAM : MENYELEKSI KAWAN DEKATNYA
PENUTUP
TENTANG PENERJEMAH

Download:
 Download PDF mirror Download PDF

Buletin Remaja

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Robb sekalian alam. Sholawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad keluarga, shahabat dan pengikutnya sampai hari kiamat.

Pada kesempatan yang mulia ini kami men-share buletin Remaja dari Rumaysho.Com karya dari Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal -semoga Allah menjaganya-, berikut link downloadnya:

  1. Bagi yang PHP dan di PHP
  2. Berat Membagi Waktu Belajar Agama
  3. Biar Istiqamah Belajar Agama
  4. Bila Ia Bukan Milikku
  5. Bukan Pemuda Biasa
  6. Cara Membahagiakan Orang Tua
  7. Dari Mata Turun Ke Hati Ciyee
  8. Galau Tingkat Tinggi
  9. Mending Jomblo daripada Dosa
  10. Saatnya Move On

Atau download dlam sebuah folder pada link DropBox
Link dropbox-1
Link dropbox-2

Jual Beli Salam dan Syaratnya

Nama eBook: Jual Beli salam dan Syaratnya
Penulis: Kholid Syamhudi, Lc حفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Rabb sekalian alam yang telah memberikan berbagai nikmat yang terhingga kepada kita, kemudian shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarganya, sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari akhir.

Istilah syar’i di negara ini berkembang pesat, khususnya yang berkaitan dengan dunia bisnis. Ini sejalan dengan perkembangan bisnis perbankan dan lembaga-lembaga keuangan syari’at. Istilah-istilah syar’i ini sebelumnya sangat jarang terdengar di telinga masyarakat umum. Diantara istilah itu adalah bai’us salam (jual beli dengan cara inden atau pesan). Bagi masyarakat umum, istilah bai’us salam terhitung istilah baru. Sehingga tidak mengherankan kalau kemudian banyak yang mempertanyakan maksud dan praktik sebenarnya dalam Islam.

Kata salam berasal dari kata at-taslîm (التَّسْلِيْم). Kata ini semakna dengan as-salaf (السَّلَف) yang bermakna memberikan sesuatu dengan mengharapkan hasil dikemudian hari.

Menurut para Ulama, definisi bai’us salam yaitu jual beli barang yang disifati (dengan kriteria tertentu/spek tertentu) dalam tanggungan (penjual) dengan pembayaran kontan dimajlis akad. Dengan istilah lain, bai’us salam adalah akad pemesanan suatu barang dengan kriteria yang telah disepakati dan dengan pembayaran tunai pada saat akad berlangsung.

Jual beli sistem ini diperbolehkan dalam syariat Islam. Ini berdasarkan dalil-dalil dari al-Qur`ân dan sunnah serta ijma dan juga sesuai dengan analogi akal yang benar (al-qiyâsush shahîh), dalam hadits disebutkan:

قَدِمَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ وَهُمْ يُسْلِفُونَ فِى الثِّمَارِ السَّنَةَ وَالسَّنَتَيْنِ فَقَالَ: مَنْ أَسْلَفَ فِى تَمْرٍ فَلْيُسْلِفْ فِى كَيْلٍ مَعْلُومٍ وَوَزْنٍ مَعْلُومٍ إِلَى أَجَلٍ مَعْلُومٍ

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam  tiba di kota Madinah, penduduk Madinah telah biasa memesan buah kurma dengan waktu satu dan dua tahun. maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda, “Barangsiapa memesan kurma, maka hendaknya ia memesan dalam takaran, timbangan dan tempo yang jelas (diketahui oleh kedua belah pihak).” (Muttafaqun ‘alaih)

Namun perlu diwaspadai perilaku buruk sebagian pemilik modal yang memancing ikan di air keruh, ketika para petani atau pengusaha industri sangat membutuhkan modal cepat. Dalam kondisi sepert ini, terkadang sebagian pemilik modal “memanfaatkan” jual beli salam sebagai sarana menekan harga barang hingga sangat terpuruk. Seandaianya bukan karena kebutuhan mendesak, tentu mereka menolak tawaran modal tersebut. Ini tidak bisa dibenarkan dan terlarang karena masuk dalam kategori bai’ul mudhthar (jual beli dalam keadaan terpaksa).

Simak lanjutan pembahasannya dalam ebook ini, semoga bermanfaat…

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Berdamai dan Boikot

Nama Ebook: Shulh (Berdamai) dan Hajr (Memboikot)
Penulis : Syaikh Muhammad bin Ibrahim at-Tuwayjiry

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga dan sahabatnya رضي الله عنهم

Shulh: adalah kesepakatan yang diperoleh dengannya menghilangkan persengketaan di antara dua orang yang bermusuhan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyari’atkan berdamai untuk menyatukan di antara dua orang yang bermusuhan dan menghilangkan perpecahan di antara keduanya. Dengan demikian, bersihlah jiwa dan hilanglah rasa dendam. Mendamaikan di antara manusia termasuk ibadah yang terbesar dan taat yang paling agung, apabila ia melaksanakannya karena mengharapkan ridha Allah ‘Azza wa Jalla.

Berdamai disyari’atkan di antara kaum muslimin dan orang-orang kafir, di antara orang-orang adil dan zalim, di antara suami istri saat berselisih pendapat, di antara tetangga, karib kerabat, dan teman-teman, di antara dua orang yang bermusuhan dalam persoalan selain harta, dan di antara dua orang yang bermusuhan dalam masalah harta.

Hajr adalah menghalangi manusia dari mendayagunakan hartanya karena sebab syar’i.

Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan menjaga harta dan menjadikan di antara sarana-sarana hal itu adalah hajr kepada orang yang tidak bisa mendayagunakan hartanya, seperti orang gila, atau dalam pendayagunaannya mengandung penyia-nyiaan harta seperti anak kecil, atau dalam pendayagunaannya mengandung pemborosan seperti orang bodoh, atau ia mendayagunakan sesuatu yang ada di tangannya yang membahayakan hak orang lain seperti orang bangkrut yang diberatkan oleh hutang-hutang. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyari’atkan hajr untuk memelihara harta mereka.

Simak pembahasannya dalam eBook ini lebih lanjut, semoga kita dapat mengilmuinya dan kepada Allah-lah kita memohon hidayah.

Download:
Download CHM atau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Memberi Pinjaman (Qardh)

Nama Ebook: Memberi Pinjaman (Qardh)
Penulis : Syaikh Muhammad bin Ibrahim at-Tuwayjiry

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Qardh (memberi pinjaman) ialah menyerahkan harta untuk orang yang mengambil manfaat dengannya dan mengembalikan gantinya, atau mengambil manfaat dengannya tanpa membayar karena mengharapkan pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala pada kedua cara itu.

Adapun hikmah disyari’atkannya Qardh adalah pendekatan diri (kepada Allah ‘Azza wa Jalla) yang dianjurkan kepadanya, karena telah berbuat baik kepada orang-orang yang membutuhkan dan memenuhi kebutuhan mereka. Setiap kali kebutuhan itu lebih berat dan amal lebih ikhlas kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, berarti pahalanya lebih besar, dan salaf memberlakukan seperti berlakunya separo sedekah.

Qardh (pinjaman) disunnahkan bagi yang memberi pinjaman dan boleh bagi yang meminjam. Dan wajib atas yang meminjam mengembalikan gantian sesuatu yang telah dipinjamnya, serupa pada yang ada serupanya, dan nilai pada yang lainnya.

Setiap pinjaman yang menarik manfaat, maka ia termasuk riba yang diharamkan; sedangkan Ihsan (berbuat baik) dalam pinjaman (meminjam dan mengembalikan pinjaman) disunnahkan, jika tidak merupakan syarat.

Simak pembahasannya penting ini lebih lanjut, sebab ini adalah diantara mu’amalah yang sering/banyak dalam kehidupan kita…

Download:
Download CHM atau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Upaya Penyejuk Hati dan Kebahagiaan

Nama eBook: Upaya Penyejuk Hati dan Kebahagiaan
Oleh: Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron حفظه الله

:الحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد

Telah kita posting sebelumnya eBook Penyebab Hidup Sengsara, lalu bagaimana agar hati sejuk dan penuh kebahagiaan?

Syaikh   Abdurrahman   bin Nashir as-Sa’di rahimahullah berkata:   Ketahuilah bahwa setiap insan mendambakan dirinya memiliki jiwa yang tenang, gembira, tidak sedih dan susah. Karena dengan ketenangan jiwa, hidupnya menjadi baik dan penuh dengan kegembiraan …. Kita menjumpai manusia walaupun sering ditimpa musibah akan tetapi hidupnya nyaman dan tenteram, ada juga sebagian mereka ketika ditimpa musibah hancur hatinya dan celaka hidupnya, dan ada yang setengah-setengah. Semua itu tergantung hidayah dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Adapun diantara penyebab yang menjadikan jiwa tenang:

  1. Beriman dan beramal sholih
  2. Berupaya berbuat baik kepada manusia dengan perkataan, perbuatan, dan semua bentuk kebajikan
  3. Menyibukkan diri dengan pekerjaan dan ilmu yang bermanfaat, karena dengan upaya ini akan memadamkan kegoncangan jiwa
  4. Memusatkan pikirannya untuk melakukan pekerjaan pada hari ini dan tidak dihantui oleh pikiran-pikiran masa depan atau kesedihan masa lalu
  5. Senantiasa berdzikir kepada Alloh, karena ingat kepada Alloh memperkuat kelapangan jiwa dan ketenangan hati
  6. Sering menyebut nikmat Alloh, baik yang nampak atau yang tersembunyi, karena dengan menceritakan nikmat Alloh akan menghilangkan kesedihan dan kegelisahan hati
  7. Dalam urusan dunia hendaknya melihat orang yang di bawahnya
  8. Berusaha menghilangkan penyebab-penyebab yang menyedihkan hati
  9. Berdo’a
  10. Memperkirakan kemungkinan terburuk yang akan menimpanya, kemudian menguatkan diri untuk siap menerimanya
  11. Hendaknya memiliki jiwa optimis, tidak panik dan larut dalam bayangan buruk
  12. Hanya tawakkal kepada Alloh dan berusaha menolak keraguan
  13. Menolak kejelekan dengan kebaikan, atau pandai di dalam bergaul
  14. Ketika menghadapi perkara yang dibenci, segera ingatlah kenikmatan yang lain, baik kenikmatan dien ataupun dunia
  15. Perlu diketahui bahwa insan yang mengganggu dirimu dengan perkataan yang buruk tidaklah membahayakan dirimu, akan tetapi membahayakan mereka sendiri
  16. Ketahuilah bahwa hidupmu dikendalikan oleh hati dan pikiran. Jika semua tindakan engkau kembalikan kepada kemaslahatan dien dan dunia, maka hidupmu sejahtera
  17. Memantapkan jiwa hendaknya tidak demi mencari “terima kasih” atau imbalan dari siapapun melainkan dari Alloh
  18. Mengatasi masalah saat itu juga untuk kemudian berkonsentrasi terhadap masa depan
  19. Mendahulukan pekerjaan yang terpenting di antara yang penting

Sedangkan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah berkata: “Tiga kunci kebahagiaan: (1) Bersyukur bila memperoleh nikmat, (2) Bersabar ketika ditimpa musibah, (3) Beristighfar tatkala berbuat maksiat.”

Selamat menyimak, semoga bermanfaat….

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word