Pacaran Dalam Timbangan Syari’at

Pengantar:

اَلْـحَمْدُ لِلَّهِ وَكَفَى وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى النَّبِـيِّ الْـمُصْطَفَى وَ عَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ، أَمَّ بَعْدُ

Pacaran adalah kata yang populer dikalangan negeri kita ini, “pacaran” dapat dikatakan yaitu hubungan pranikah antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom. Pacaran dalam kesehariannya telah dianggap lumrah dan wajar, bahkan orang tua merasa bangga kalau anak perempuannya memiliki seorang (beberapa?) pacar yang sering mengajak kencan dan merasa rendah bila anak perempuannya tidak ada yang mengencani.

Begitu lumrahnya pacaran tersebut sehingga bila ada yang menyalahkannya, maka orang itulah yang aneh lagi perlu dipertanyakan kewarasannya. Sebagian lainnya membuat nama lain untuk pacaran tersebut semisal ta’aruf (berkenalan) namun hakekatnya adalah sama atau minimal mendekatinya.

Padahal kita semua tahu bahwa pacaran adalah kunci menuju zina (baik hakiki maupun majaz), kalaulah kita ibaratkan zina adalah sebuah ruangan yang memiliki banyak pintu yang berlapis-lapis, maka orang yang berpacaran adalah orang yang telah memiliki semua kuncinya. Kapan saja ia bisa masuk. Bukankah saat berpacaran ia tidak lepas dari zina mata dengan bebas memandang? Bukankah dengan pacaran ia sering melembut-lembutkan suara di hadapan pacarnya? Bukankah orang yang berpacaran senantiasa memikirkan dan membayangkan keadaan pacarnya? Maka farjinya pun akan segera mengikutinya.

Dalam pacaran kalaulah Iblis tidak berhasil merusak agama seseorang dengan menjerumuskan mereka ke dalam gaya pacaran cipika-cipiki, mungkin cukuplah bagi Iblis untuk bisa tertawa dengan membuat mereka berpacaran lewat telepon, SMS atau yang lainnya. Yang cukup menyedihkan, terkadang gaya pacaran seperti ini dibungkus dengan agama seperti dengan pura-pura bertanya tentang masalah agama kepada lawan jenisnya, miss called atau SMS pacarnya untuk bangun shalat tahajud dan lain-lain.

InsyaAllah pada eBook ini akan dijelaskan haramnya pacaran dalam pandangan syari’at Islam dengan dalil yang memuaskan, disamping itu juga akan dijawab syubhat sebagian orang yang memberi lebel ‘Pacaran Islami’ dan berbagai manfaat lainnya…

Upadate 25 Oktober 2013:
eBooks Dalam Topik ini telah dikompile dalam sebuah eBook, silahkan kunjungi pada link ini.

Download:
Pacaran Dalam Timbangan Syari’at

Download CHM atau Download ZIPmirrorDownload CHM atau Download ZIP

Iklan

Perihal Ibnu Majjah
Penuntut Ilmu, [Insya Allah] bermanhaj Ahlussunnah

3 Responses to Pacaran Dalam Timbangan Syari’at

  1. fathur says:

    alhamdulillah,
    untung saya gak ikut2tan pacaran kaya temen saya : )

  2. nadhiaa says:

    ini penulisnya siapa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s