Kaedah Fikih: Kesulitan Membawa Kemudahan

Nama eBook: Kaidah Fikih: Kesulitan Membawa Kemudahan
Penulis: Ustadz Ahmad Sabiq Abu Yusuf خفظه الله

Alhamdulillah, shalawat dan salam buat Nabi kita yang mulia Muahammad صلى الله عليه وسلم, semoga shalawat dan salam juga terlimpahkan buat keluarga dan para sahabatnya serta orang-orang yang tetap berpegang teguh dengan petunjuk mereka sampai hari kiamat, Amma ba’du:

Masyaqqoh (kesulitan, kepayahan) yang biasa  terdapat dalam syariat Islam dan mesti ada dalam semua beban syar’i, karena semua perintah dan larangan pasti akan membawa sedikit beban pada jiwa yang diberi beban tersebut.

Hanya saja dalam kondisi tertentu masyaqqoh model ini terasa lebih berat, karena hal tersebut maka diberilah keringan dalam pelaksanaan beban syar’i, sebagi contoh:

  1. Sakit membolehkan tayammum sebagai ganti wudhu dan mandi, puasa Ramadhan bisa diganti pada bulan lain
  2. Safar menjadi sebab dibolehkannya Sholat Jama’ dan Qoshor, bolehnya tidak pusa Ramadhan dan menggantinya pada kesempatan lain

Banyak dalil yang menyebutkan secara khusus berbagai keringanan dalam syari’at disamping beberapa dalil diantaranya:

1.  Alloh عزّوجلّ berfirman:

يُرِيدُ اللهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

“Alloh menginginkan bagi kalian kemudahan dan tidak mengiginkan bagi kalian kesulitan.” (QS. Al Baqoroh/2: 185)

2.  Alloh سبحانه و تعالى berfirman:

لاَ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا

“Alloh tidak membebani seorang jiwa kecuali sesuai kemampuannya.” (QS. Al Baqoroh/2: 286)

3. Hadits Aisyah رضي الله عنها:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِي اللَّه عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ مَا خُيِّرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ أَمْرَيْنِ إِلَّا أَخَذَ أَيْسَرَهُمَا مَا لَمْ يَكُنْ إِثْمًا فَإِنْ كَانَ إِثْمًا كَانَ أَبْعَدَ النَّاسِ مِنْهُ

Dari Aisyah رضي الله عنها berkata : “Tidaklah Rosululloh صلى الله عليه وسلم diberi pilihan untuk memilih antara dua perkara kecuali beliau akan memilih yang paling mudah, selagi hal itu bukan perbuatan dosa. Namun jika itu perbuatan dosa maka Rosululloh adalah orang yang paling jauh darinya” (HR. Bukhori 3560 Muslim 2327)

Dari berbagai dalil yang ada maka lahirlah sebuah kaedah fiqh:

الْمَشَقَّةُ تَجْلِبُ التَّيْسِيْرَ

Kesulitan Membawa Kemudahan

Silahkan simak kaedah ini yang disajikan dari makna kaedah hingga contoh penerapannya secara aplikatif, semoga kita memahaminya dan menjadikan iman kita makin bertambah sambil memuji Allah yang Mahapengasih dan Mahapenyayang.

Download:
Silahkan download via:

IbnuMajjah.Com

Perihal Ibnu Majjah
Penuntut Ilmu, [Insya Allah] bermanhaj Ahlussunnah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s