Kamus Istilah Islam Edisi Keempat

Khazanah Istilah
Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi

eBook ini berisi penjelasan tentang istilah-istilah dari bahasa Arab yang sering dijumpai dalam literatur sya’ri. Pada edisi ini kami (Ibnu Majjah) mengutipnya dari terjemahan kitab Al-Wajiiz fii Fiqhis Sunnah wal Kitaabil Aziiz[1] karya Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi tepatnya pada Kitab Thaharah. Semoga bermanfaat.

No Kata Penjelasan atau persamaan
 1. Thaharah
  • Secara bahasa berarti suci dan bersih dari hadats.
  • Sedangkan menurut istilah bermakna menghilangkan hadats dan najis.
 2. Najis
  • An-Najaasaat adalah bentuk plural dari najasah [najis].
  • Yaitu semua yang dianggap menjijikkan oleh orang yang bertabiat normal. Mereka menjaga diri darinya dan mencuci pakaian mereka jika terkena olehnya, seperti kotoran dan air seni.
 3.  اْلأَذَى

(al-Adzaa)

  • Adalah segala sesuatu yang engkau merasa tersakiti olehnya, seperti najis, kotoran, batu, duri, dan sebagainya.
  • Hadits yang berbunyi “Jika salah seorang di antara kalian menginjak al-adzaa dengan sandalnya, maka tanah adalah penyucinya.”, yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah najis, sebagaimana yang tampak jelas.
 4. Madzi
  • Yaitu cairan putih (bening), encer, dan lengket yang keluar ketika naiknya syahwat. Dia tidak keluar dengan syahwat, tidak menyembur, dan tidak pula diikuti lemas. Terkadang keluar tanpa terasa. Dialami pria maupun wanita.
  • Madzi adalah najis, maka disucikan dengan mencuci kemaluan dan berwudhu’.
 5. Wadi
  • Sedangkan Wadi adalah cairan putih (bening) dan kental yang keluar setelah kencing.
  • Wadi juga najis, karena wadi maka diperintahkan mencuci kemaluan dan berwudhu’.
 6. اْلإِهَابُ
(al-Ihaab)
  • Al-Ihaab adalah kulit hewan yang telah mati (bangkai).
  • Mensucikan al-Ihaab adalah dengan mensamaknya.
 7. الْخَلاَءَ
(al-Khalaa’)
= kamar kecil/WC.
 8. Qubul dan Dubur = kemaluan dan anus.
 9 الْغَائِطِ
(al-Ghaa-ith)
  • yaitu kiasan dari buang hajat.
  • Terdapat dalam ayat ke-6 surat al-Maaidah “أَوْ جَاء أَحَدٌ مَّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ”.
 10.  Khuff
  • = Sepatu yang menutup mata kaki.
  • Ulama Ahlussunnah sepakat akan disyariatkannya mengusap khuff baik safar maupun tidak.
  • Syiah dan Khawarij mengingkari syariat mengusap khuff.
 11. اَلصَّعِيْدُ
(ash-Sha’iid)
  • Dalam Lisaanul ‘Arab disebutkan: Ash-Sha’iid artinya tanah.  Ada yang menyatakan:  tanah yang suci. Ada pula yang mengatakan:  semua debu yang suci.
  • Abu Ishaq berkata, “Ash-Sha’iid adalah permukaan bumi…”
12.  Haid
  • Adalah darah yang dikenal para wanita. Tidak ada batasan tentang waktu maksimal dan minimalnya dalam syari’at. Itu semua berpulang pada kebiasaan masing-masing.
 13. Nifas
  • Sedangkan nifas adalah darah yang keluar karena melahirkan. Batasan maksimal adalah empat puluh hari.
 14. Istihadhah
  • Yaitu darah yang keluar pada selain waktu haidh dan nifas, atau yang bersambung dengan keduanya (tetapi bukan termasuk keduanya, ed)

[1]     Edisi Indonesia Panduan Fiqih Lengkap, Penerjemah Team Tashfiyah LIPIA – Jakarta, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir, Cetakan Pertama Ramadhan 1428 H – September 2007 M; kami (www.ibnumajjah.wordpress.com) mengutipnya dari www.almanhaj.or.id.

Download:
 Download PDF atau Download Word

Iklan

Perihal Ibnu Majjah
Penuntut Ilmu, [Insya Allah] bermanhaj Ahlussunnah

One Response to Kamus Istilah Islam Edisi Keempat

  1. ilmuagama says:

    terimakasih atas kesediaanya untuk menyediakan ebuk ini! karenanya saya dapat belajar mealui online.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s