6 Pedoman Beribadah Kepada Allah

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Seorang hamba wajib menghambakan  dirinya kepada Allah Ta’ala. Dalam  proses menghambakan dan mendekatkan dirinya, atau lebih lazim dikenal dengan beribadah, kepada Rabb-nya itu, ia tidak boleh berbuat dan melakukan sesukanya berdasarkan kata hati, perasaan, akal atau menurut kebanyakan orang.

Ada enam pedoman dalam beribadah yang wajib diikuti oleh seorang Muslim dalam mengamalkan seluruh ibadahnya. Pedoman-pedoman tersebut adalah:

Pertama: Ibadah itu bersifat تَوْقِيْفِيَّة (tauqifiyyah, tidak ada ruang bagi akal di dalamnya).
Kedua: Ibadah harus dikerjakan dengan ikhlas karena Allah Azza wa Jalla, bersih dari noda-noda kesyirikan.
Ketiga: Hendaknya teladan dalam ibadah dan insan yang menjelaskannya adalah Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Empat: Ibadah itu diatur dengan waktu-waktu dan ketentuan-ketentuan yang tidak boleh dilanggar dan diabaikan.
Kelima: Ibadah harus dibangun di atas mahabbah kepada Allah Azza wa Jalla, dzull (kehinaan), al-khauf (rasa takut), ar-raja (pengharapan) kepada-Nya.
Keenam: Ibadah tidak akan pernah gugur dari seorang mukallaf sejak ia baligh hingga ajal datang menghentikan kehidupan dunianya.

Download:

Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

 

Perihal Ibnu Majjah
Penuntut Ilmu, [Insya Allah] bermanhaj Ahlussunnah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s