Biografi Mu’adzah binti ‘Abdillah

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah merekomendasikan sebaik-baik generasi yakni generasi sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in, mereka adalah teladan kita dalam menjalankan agama ini dan ittiba’ mereka kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Berikut -dalam ebook ini- akan disebutkan seorang wanita teladan dari golongan tabi’in yang diantara gurunya adalah ibunda kaum muslimin Aisyah radhiyallahu ‘anha, wanita teladan ini bernama Mu’adzah binti ‘Abdillah al-‘Adawiyyah, nama kunyahnya Ummu Shahba.

Beliau termasuk perawai hadits yang banyak ulama terkemuka belajar kepada beliau diantanya; Abu Qilabah, Qatadah, Ayyub as-Sakhtiyani, Ashim al-Ahwal, Sulaiman bin ‘Abdillah al-Bashri dan selain mereka -semoga Allah merahmati mereka semua-.

Mu’adzah merupakan seorang mu’allimah (guru) yang bijaksana dan sering memberi nasehat, yang selalu berusaha mentarbiyah umat Islam. Setiap untaian nasihat yang dirangkai lisannya sarat akan hikmah dan manfaat, serta membuat orang-orang yang mendengarnya merasa sejuk dan puas. Ini membuat orang-orang merasa nyaman di sisinya. Ja’far bin Kaisan pernah berkata: “Saya pernah melihat Mu’adzah sedang duduk dan di sekelilingnya banyak wanita”.

Mu’adzh adalah potret seorang wanita Muslimah sejati yang meletakkan dunia di belakang punggungnya, Dialah wanita akhirat yang senantiasa bersemangat memborong dagangan akhiratnya. Tidak silau dengan pesona dunia yang cepat sirna. Menurutnya, linangan air mata di malam hari lebih manis daripada gelak-tawa orang-orang. Bangun di tengah malam untuk tahajjud dan membaca al-Qur’an baginya lebih mendatangkan kenikmatan dibandingkan terlelap dalam buaian mimpi.. Rasa cinta terhadap ketaatan dalam pandangannya lebih lezat ketimbang lezatnya makanan manapun.

Muhammad bin Fudhoil pernah berkata: “Ayahku pernah bercerita kepadaku, dia berkata: “Jika datang waktu siang, Mu’adzah berkata, “Inilah hari dimana aku akan meninggal, maka ia tidak tidur hingga sore”. Jika malam hari telah tiba, ia berkata (lagi), “Inilah malam dimana aku akan meninggal”. Maka, ia tidak tidur hingga pagi…

Demikianlah sekelumit dari wanita teladan ini, yang kami menghimbau terutama kaum muslimah menjadikan para wanita salafush shalih sebagai teladan dan membuang jauh-jauh para aktris…

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Iklan

Perihal Ibnu Majjah
Penuntut Ilmu, [Insya Allah] bermanhaj Ahlussunnah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s