Khutbah: Keutamaan dan Keistimewaan Akal

Puji dan syukur kepada Allah yang telah mengaruniakan berbagai nikmat yang tiada terkira kepada kita semua, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya radhiyallahu ‘anhum, yang merupakan ikutan kita untuk menuju kampung akhirat,  Amma ba’du:

Akal adalah nikmat paling agung pengaruhnya setelah nikmat iman. Semua bukti dan fakta menjadi saksi, bahwa wahyu Allah ta’ala dan akal manusia adalah selaras dan serasi.

Banyak nash syar’i yang menunjukkan keharusan menggunakan akal untuk bertafakkur, dalam rangka untuk mengenal Allah dan mentauhidkan-Nya dengan menunaikan konsekuensinya.

Tidak akan sempuma agama seseorang sampai akalnya sempµma. Akal tanpa agama akan sesat, dari beragama taripa akal adalah tangga menuju pemahaman yang salah dan perilaku buruk dan seringkali itu mencoreng wajah Islam yang murni!

Al-Hasan al-Bashri rahimahullah bila diberitahukan tentang seseorang yang shalih, ia akan bertanya, “Bagaimana akalnya? Agama seorang hamba tidak akan sempuma sama sekali hingga akalnya sempurna.”

Akal merupakan salah satu karunia di antara karunia Allah yang paling agung. Seseorang yang punya akal sehat akan bisa mengambil manfaat dari wejangan dan petunjuk al-Quran.

Sedangkan akal yang berobsesi dunia akan menjadi sumber petaka yang melahirkan problematika dalam semua bidang kehidupan. Ia adalah penyebab utama yang menjadikan banyak·orang enggan turut serta berjuang untuk agama ini. Dan akal yang tidak digunakan semestinya akan menyeret manusia ke dalam siksa neraka.

Betapa banyak orang yang dikatakan akalnya pandai dan cerdik namun tidak ada iman dihatinya, sebagimana sabda rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

أَنَّهُ يُقَالُ لِلرَّجُلِ: مَا أَجْلَدَهُ، مَا أَظْرَفَهُ، مَا أَعْقَلَهُ، وَمَا فِي قَلْبِهِ مِثَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ إِيـمَانٍ

Dikatakan kepada seseorang: betapa kuatnya dia, betapa cerdiknya dia, betapa pandai akalnya, padahal di dalam hatinya tidak ada·sedikitpun iman walau sebesar biji sawi. (HR. Bukhari dan Muslim)

Demikianlah tema yang akan dibahas dalam khutbah ini, selamat menyimak dan semoga kita dapat menggunakan akal kita menuju kampung asal yang kekal abadi…

Download:
Download PDF atau Download DJVU

Perihal Ibnu Majjah
Penuntut Ilmu, [Insya Allah] bermanhaj Ahlussunnah

One Response to Khutbah: Keutamaan dan Keistimewaan Akal

  1. cara berkualitas mengatakan:

    Begitu menyentuh min, sesungguh nya apabila kita mnegejar dunia, maka binasa lah kita. tapi apabila kita mengejar akhirat, maka dunia pun akan ikut mengejar kita. sungguh rejeki pun akan ikut mengalir dengan ridha Allah SWT .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s