Terjemah Kitab Puasa dari Shahih Muslim

Daftar Isi

  1. Bab keutamaan bulan Ramadan
  2. Bab wajib berpuasa Ramadhan karena melihat hilal dan berbuka karena melihat hilal dan jika tertutup awan pada awal berpuasa atau akhir berpuasa, maka disempurnakan hitungan bulan menjadi tiga puluh hari
  3. Bab: “Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan puasa satu atau dua hari”
  4. Bab satu bulan bisa dua puluh sembilan hari
  5. Bab penjelasan bahwa setiap negeri memiliki rukyat sendiri dan bahwa apabila mereka telah melihat hilal, maka hukumnya tidak berlaku bagi negeri yang jauh dari mereka
  6. Bab tenggang waktu hilal untuk dapat dilihat
  7. Bab penjelasan makna sabda Nabi shallallahu ta’ala ‘alaihi wa sallam, “Dua bulan hari raya tidak berkurang”
  8. Bab penjelasan bahwa mulainya puasa terjadi dengan terbitnya fajar, bahwa boleh baginya untuk makan atau selainnya sampai fajar terbit, penjelasan sifat fajar yang berkaitan dengan hukum-hukum mulainya puasa dan masuknya waktu salat Subuh serta selain itu
  9. Bab keutamaan sahur, penekanan disukainya sahur, dan disukai mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka
  10. Bab penjelasan waktu selesainya puasa dan keluarnya waktu siang
  11. Bab larangan menyambung puasa
  12. Bab penjelasan bahwa mencium ketika puasa tidak diharamkan bagi siapa saja yang tidak terangsang syahwatnya
  13. Bab sahnya puasa siapa saja yang masih dalam keadaan junub ketika fajar terbit
  14. Bab kerasnya pengharaman jimak di siang hari bulan Ramadan bagi orang yang berpuasa, wajibnya kafarat yang besar padanya, dan bahwa kafarat tersebut wajib bagi orang yang memiliki kelapangan maupun kesulitan serta tetap menjadi tanggungan orang yang kesulitan sampai dia mampu
  15. Bab bolehnya puasa atau tidak puasa di bulan Ramadan bagi orang yang menempuh perjalanan selain maksiat apabila jarak perjalanannya dua marhalah atau lebih dan bahwa lebih utama bagi siapa saja yang mampu tanpa ada kesulitan untuk berpuasa dan lebih utama bagi siapa saja yang kepayahan untuk tidak berpuasa
  16. Bab pahala orang yang berbuka ketika perjalanan apabila dia menangani suatu pekerjaan
  17. Bab pilihan untuk berpuasa atau tidak ketika safar
  18. Bab disukai tidak berpuasa bagi orang yang haji pada hari Arafah
  19. Bab puasa hari Asyura
  20. Bab hari apa saja disyariatkan puasa Asyura
  21. Bab barang siapa sudah makan di hari Asyura maka ia menahan diri di sisa hari
  22. Bab larangan puasa di hari Idulfitri dan Iduladha
  23. Bab pengharaman puasa hari-hari tasyriq
  24. Bab dibencinya puasa hari Jumat secara bersendirian
  25. Bab penjelasan penghapusan hukum firman Allah taala, “Dan wajib bagi orangorang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidiah” (QS Al-Baqarah: ) dengan firman-Nya, “Karena itu, barang siapa di antara kalian hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu” (QS Al-Baqarah: )
  26. Bab kada puasa Ramadan di bulan Syakban
  27. Bab qadha` puasa bagi mayit
  28. Bab orang yang sedang berpuasa diundang makan, agar mengucapkan: Sesungguhnya aku berpuasa
  29. Bab menjaga lisan bagi orang yang berpuasa
  30. Bab keutamaan puasa
  31. Bab keutamaan berpuasa di jalan Allah bagi siapa saja yang mampu asal tidak ada kemudaratan dan tidak ada pengabaian tugas
  32. Bab bolehnya puasa sunah dengan niat di siang hari sebelum matahari mulai turun dan bolehnya berbuka bagi orang yang berpuasa sunah tanpa ada uzur
  33. Bab makan, minum, dan jima’nya orang yang lupa tidak membatalkan puasa
  34. Bab puasa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di selain bulan Ramadan dan disukainya untuk tidak melewatkan satu bulan dari puasa
  35. Bab larangan dari puasa sepanjang tahun bagi siapa saja yang dimudaratkan karenanya atau yang mengakibatkan luput dari suatu hak atau bagi yang tidak berbuka pada dua hari raya dan hari tasyrik, serta penjelasan lebih utamanya puasa satu hari dan tidak berpuasa satu hari
  36. Bab disukainya puasa tiga hari pada setiap bulan, puasa hari Arafah, Asyura, Senin, dan Kamis
  37. Bab puasa di akhir bulan Syakban
  38. Bab keutamaan puasa bulan Muharam
  39. Bab disukainya puasa enam hari di bulan Syawwal mengiringi puasa Ramadhan
  40. Bab keutamaan lailatulkadar, anjuran untuk mencarinya, dan penjelasan saatnya dan waktu-waktu yang paling diharapkan untuk mencarinya

Download:
Download PDFmirrorDownload PDF

Tentang Ibnu Majjah
Penuntut Ilmu, [Insya Allah] bermanhaj Ahlussunnah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.