Sumpah Palsu Sebab Masuk Neraka

Nama eBook: Sumpah Palsu Sebab Masuk Neraka
Penulis: Ustadz Abu Ismail Muslim al-Atsari حفظه الله

Alhamdulillah, kita memuji Allah ta’ala dan bersyukur kepadanya, kemudian kita sampaikan salam dan shalawat kepada Nabi Muhammad, keluarganya, sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari yang pasti, amma ba’du:

Bersumpah oleh sebagian orang atau masyarakat adalah hal yang biasa, bahkan bermudah-mudahan dalam bersumpah dusta, padahal sumpah palsu adalah dosa besar sebagimana dalam hadits berikut:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، قَالَ : جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَا الْكَبَائِرُ ؟ قَالَ: الإِشْرَاكُ بِاللَّهِ، قَالَ : ثُمَّ مَاذَا ؟ قَال: عُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ، قَالَ: ثُمَّ مَاذَا؟ قَالَ: الْيَمِينُ الْغَمُوسُ، قُلْتُ وَمَا الْيَمِينُ الْغَمُوسُ؟ قَالَ: الَّذِي يَقْتَطِعُ مَالَ امْرِئٍ مُسْلِمٍ هُوَ فِيْهَا كَاذِبٌ

Dari Abdullah bin ‘Amr, dia berkata: Seorang Arab Badui datang kepada Nabi صلى الله عليه وسلم lalu berkata, “Wahai Rasulullah! Apakah dosa-dosa besar itu?” Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Isyrak (menyekutukan sesuatu) dengan Allah”, dia bertanya lagi, “Kemudian apa?”, Beliau menjawab, “Kemudian durhaka kepada dua orang tua”, dia bertanya lagi, “Kemudian apa?”, Beliau menjawab, “Sumpah yang menjerumuskan”. Aku bertanya, ‘Apa sumpah yang menjerumuskan itu?” Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Sumpah dusta yang menjadikan dia mengambil harta seorang Muslim”. (HR. Al-Bukhari, no. 6255).

Bahkan sumpah palsu untuk mengambil hak seorang muslim walaupun kecil adalah dosa besar, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

مَنِ اقْتَطَعَ حَقَّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ بِيَمِينِهِ ، فَقَدْ أَوْجَبَ اللَّهُ لَهُ النَّارَ، وَحَرَّمَ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ، فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ : وَإِنْ كَانَ شَيْئًا يَسِيرًا يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : وَإِنْ قَضِيبًا مِنْ أَرَاك

“Barangsiapa mengambil hak seorang Muslim dengan sumpahnya, maka Allah meiwajibkan dia masuk neraka dan mengharamkan surga baginya.” Seorang laki-laki bertanya, “Walaupun hak itu kecil, wahai Rasulullah?'” Beliau menjawab, “Walaupun sebatang siwak”. (HR. Muslim, no. 137).

Semoga Allah عزّوجلّ menjauhkan kita dari sumpah palsu dan selalu menjaga kita dari segala keburukan dan membimbing kita di dalam segala kebaikan, Amin

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

ADAB Terhadap PEKERJA

Nama eBook: Adab Terhadap Pekerja
Penulis: Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada

Pengantar:

Alhamdulillah, kita memuji Allah dengan sebanyak-banyak pujian yang telah memberi kita berbagai nikmat yang tidak terhingga dan taufiq atas agama Islam yang lurus ini. Shalawat dan salam bagi nabi yang menjadi utusan-Nya Muhammad bin Abdullah, kepada keluarganya, sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari berbangkit, amma ba’du:

Berulang kali kita katakan bahwa kesempurnaan Islam adalah pada semua sisinya, Islam mengajarkan kepada kita ‘Protap’ Buang air, ‘Protap’ Makan, ‘Protap’ Masuk dan keluar rumah dan adab-adab lainnya, yang mana bila dijalankan dan dihayati maka didalamnya penuh keindahan.

Pada kesempatan ini kita akan mengetengahkan eBook tentang Adab Terhadap Pekerja (Karyawan/Pegawai), yang salah satunya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَعْطُوا الْأَجِيرَ أَجْرَهُ قَبْلَ أَنْ يَجِفَّ عَرَقُهُ

“Berikanlah upah pekerja sebelum kering keringatnya.” (HR. Ibnu Majah)

Demikianlah satu diantara sepuluh adab yang dijelaskan dalam eBook ini, kemudian pada eBook versi CHM kami tambahkan ‘Adab Tidur’ yang telah kita posting sebelumnya, amin…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Keutamaan Tasbih, Tahmid, Tahlil dan Takbir Serta Syarahnya

Nama eBook: Keutamaan Tasbih, Tahmid, Tahlil dan Takbir Serta Syarahnya
Penulis dan Korektor: Syaikh Sa’id bin Ali Wahf al-Qahthani
Pensyarah: Madji bin Abdul Wahhab Ahmad

Pengantar:

الحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد

Diantara dzikir yang paling banyak disebutkan dalam sunnah adalah Tasbih, Tahmid, Tahlil dan Takbir, Syaikh Sa’id bin ‘Ali al-Qahthani menyebutkan 12 hadits tentang keutamaan Tasbih, Tahmid, Tahlil dan Takbir dalam kitab beliau yang kesohor Hishnul Muslim dan kemudian disyarah oleh Madji bin Abdul Wahab Ahmad.

Dilaman muka ini kami kutip 3 hadits :

قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لأَنْ أَقُوْلَ سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ

Rasulullah Shallallahu ’alaihi wasallam bersabda: “Sungguh, apabila aku membaca: ‘Subhaanallah walhamdulillaah walaa ilaaha illallaah wallaahu akbar’. Adalah lebih senang bagiku dari apa yang disinari oleh matahari terbit.” (HR. Muslim)

َالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَحَبُّ الْكَلاَمِ إِلَى اللهِ أَرْبَعٌ: سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، لاَ يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ

Rasulullah Shallallahu ’alaihi wasallam bersabda: “Perkataan yang paling disenangi oleh Allah adalah empat: Subhaanallaah, Alhamdulillaah, Laa ilaaha illallaah dan Allaahu akbar. Tidak mengapa bagimu untuk memulai yang mana di antara kalimat tersebut.” (HR. Muslim)

الْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ: سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ

Kalimat-kalimat yang baik adalah: “Subhaanallaah, walhamdulillaah, wa laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar, walaa haula walaa quwwata illaa billaah.” (HR. Ahmad, sanadnya shahih)

Selamat menyimak dan semoga kita dapat mengamalkannya, amin…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDF atau Download Word

Tetangga: Makna dan Batasannya

Nama eBook: Tetangga: Makna dan Batasannya
Penulis: Syaikh ‘Ali Hasan ‘Ali ‘Abdul Hamid al-Halabi حفظه الله

Pengantar:

Kita bersyukur kepada Allâh Ta’âla atas segala nikmat yang telah dikaruniakan kepada kita, nikmat yang sangat banyak dan tidak dapat kita hitung, shalawat dan salam teruntuk nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga dan sahabatnya amma ba’du:

Allah Ta’ala telah memerintahkan kita berbuat baik kepada tetangga sebagimana firman-Nya:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالا فَخُورًا

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. (QS. An-Nisaa’/4: 36)

Tentang Hak-Hak Tetangga dan Keutamanya telah kita ketengahkan ebook-nya pada link ini, adapun pada eBook akan dijelaskan penyebutan tetangga dalam al-Qur’an, makna tetangga dan batasannya, semoga kiranya menambah manfaat….

Download:
 Download PDF atau Download Word

Syarat-Syarat Terkabulnya Doa

Nama eBook: Syarat-Syarat Berdoa
Penulis: Syaikh Sa’id bin Ali Wahf al-Qahthani

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Do’a dan ta’awudz (mohon perlindungan) ibarat senjata. Kehebatan senjata bergantung kepada pemakainya, bukan hanya dari ketajamannya saja, apabila senjata telah sempurna tidak ada cacatnya, lengan yang menggunakannya kuat, dan penghalang tidak ada, niscaya dapat membinasakan musuh. Apabila kurang salah satu dari tiga perkara ini, maka pengaruhnya tidak akan ada. Demikian pula dengan do’a, apabila isi do’a tidak baik, atau orang yang berdo’a tidak menggabungkan antara hati dan lisannya, atau adanya penghalang bagi terkabulnya do’a, maka do’a tidak akan berhasil.

Pelajarilah syarat-syarat berdo’a dan hal-hal yang menghalangi terkabulnya do’a, di dalam pembahasan berikut akan dijelaskan syarat-syarat berdo’a.

Syarat-syarat terpenting bagi terkabulnya do’a ialah:

  1. Ikhlas
  2. Mengikuti Rasulullah صلى الله عليه وسلم dalam berdo’a
  3. Percaya dan yakin diterima Allah
  4. Menghadirkan hati sewaktu berdo’a dan khusyu’, mengharapkan ganjaran pahala dari Allah dan takut kepada adzab-Nya
  5. Adanya keinginan yang kuat, dan kesungguhan dalam berdo’a

Selamat menyimak penjelasan dari syarat-syarat tersebut dalam eBook ini dan semoga Allah mengabulkan do’a-do’a kita sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Mengabulkan Do’a…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDF atau Download Word

Pengertian Do’a, Dzikir dan Macam-Macamnya

Nama eBook: Pengertian dan Macam-Macam Do’a
Penulis: Syaikh Sa’id bin Ali Wahf al-Qahthani

Pengantar:

الحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد

Sebagai seorang muslim kita menyatakan ‘hanya kepada Allah kita Beribadah dan Hanya kepada-Nya kita Meminta’, sebab hal tersebut kita selalu mengingat-Nya dan berdo’a kepada-Nya.

Do’a berarti permohonan hamba kepada Rabbnya dengan cara memohon dan meminta, bisa pula berarti mensucikan, memuji dan makna yang sejenis dengan keduanya; dan do’a adalah bagian dari dzikir.

Pengertian dzikir adalah melepaskan diri dari sifat lalai dan lupa kepada Allah. Yang dimaksud dengan lalai ialah meninggalkan sesuatu dengan usaha manusia itu sendiri. Dan yang dimaksud dengan lupa ialah meninggalkan sesuatu tanpa usaha dari manusia tersebut.

Hal tersebut diatas diantara hal yang dibahas dalam eBook ini, disamping itu juga dijelaskan pembagian dzikir ditinjau dari berbagai sisi, tingkatannya dan macam-macam dzikir, semoga kita memahami dan dapat mengamalkannya, amin…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDF atau Download Word

Update: Adab Buang Hajat

Nama eBook: Adab Buang Hajat
Penulis: Ustadz Abu Abdillah Syahrul Fatwa حفظه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

eBook ini adalah persis sebagimana eBook yang telah diposting pada 23-03-2011, hanya saja kami menggabungkannya dengan eBook dalam kategori Adab lainnnya [Format CHM], disamping itu pada posting ini kami lampirkan pula eBook dalam format PDF dan DOCX.

Diposting ini juga kami gabungkan eBook Hak-hak Jalan dan Adab-adabnya yakni eBook dalam format CHM.

Dengan membaca dan memahami eBook ini, maka mengertilah kita bahwa Islam mengajarkan segala sisi kehidupan manusia, sehingga kita sangan yakin bahwa kita tidak butuh lagi hasil rekayasa manusia dalam menghambakan diri kepada Allah Azza wa Jalla….

Download:

Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDF  atau Download Word

Khutbah Jum’at: Penuhi Umur dengan Ketaatan

ِAlhamdulillah, kita memuji serta bersyukur kepada Allah Azza wa Jalla, kemudian kita sampaikan shalawat dan salam  bagi Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, keluarga, sahabat, dan mereka yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari berbangkit.

Allah Azza wa Jalla menciptakan kita untuk beribadah kepada-Nya, untuk hal itu Allah menyediakan sarana dan prasarananya:

أَلَمْ تَرَوْا أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُم مَّا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً

Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu ni’mat-Nya lahir dan batin. (QS. Luqman/31: 20)

Sesungguhnya Rabb kita telah menjadikan dunia sebagai ladang untuk beramal, serta menjadikan akhirat sebagai tempat pembalasan atas amalan yang dilakukan selama di dunia.

Dan jika seseorang merenungkan dan memikirkan tentang kenikmatan dan karunia yang Allah Azza wa Jalla berikan kepadanya, juga sifat dan karakter yang dikhususkan untuknya, juga kesempatan dan kemampuan untuk melakukan kebaikan dan meninggalkan yang haram serta ia mengetahui bahwa akhirat adalah kampung abadi yang penuh kenikmatan atau adzab yang pedih, maka ia akan memperhatikan waktunya dan bersemangat untuk memanfaatkannya. Ia akan berusaha memenuhi seluruh hidupnya dengan amal shaleh.

Karena kasih sayang Allah, maka Ia telah menurunkan Kitab-Nya untuk kita sebagai petunjuk dan mengutus seorang Rasul termulia untuk menerangkan kitab itu kepada kita sehingga kita tidak tersesat, oleh karena itu tidak ada jalan untuk beribadah kepada Allah Azza wa Jalla kecuali dengan mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan meneladani para sahabatnya…

Selamat menyimak khutbah ini….

Download:
Download PDF atau Download DJVUatauDownload PDF

Hak-Hak Jalan

Nama eBook: Hak-Hak Jalan
Penulis: Ustadz Abu Humaid Arif Syarifuddin حفظه الله

Alhamdulilah, shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Islam adalah ajaran paripurna yang mengajarkan kepada umatnya tentang berbagai aspek kehidupan, termasuk yang berkaitan dengan hak-hak jalan dan adab-adab ketika duduk-duduk di tempat-tempat yang biasa dilewati oleh khalayak manusia, hal ini sekaligus menunjukan, kebaikan dan keindahan ajaran Islam, yakni apabila hal-hal tersebut diamalkan oleh manusia, niscaya akan mendatangkan kedamaian dan ketentraman dalam kehidupan mereka di dunia, adab tersebut sebagaimana disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْفِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُم مِّنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىكَثِيرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَاإِيَّاكُمْ وَالْجُلُوسَ عَلَى الطُّرُقَاتِ، فَقَالُوا: مَا لَنَا بُدٌّ إِنَّمَا هِيَ مَجَالِسُنَا نَتَحَدَّثُ فِيهَا، قَالَ: فَإِذَا أَبَيْتُمْ إِلَّا الْمَجَالِسَ فَأَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهَا، قَالُوا: وَمَا حَقُّ الطَّرِيقِ، قَالَ: غَضُّ الْبَصَرِ وَكَفُّ الْأَذَى وَرَدُّ السَّلَامِ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ

“Janganlah kalian duduk-duduk di (tepi) jalanan,” mereka (para sahabat) berkata, “Sesungguhnya kami perlu duduk-duduk untuk berbincang-bincang.” Beliau berkata, “Jika kalian tidak bisa melainkan harus duduk-duduk, maka berilah hak jalan tersebut,” mereka bertanya, “Apa hak jalan tersebut, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, [1] “Menundukkan (membatasi) pandangan, [2] tidak mengganggu (menyakiti orang), [3] menjawab salam, [4] memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca pos ini lebih lanjut

Doa dan Dzikir Seputar Masjid

Kita bersyukur dan memuji Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kemudian shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, istri, keluarga, sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari yang dijanjikan, amma ba’du:

Islam mengatur berbagai hal termasuk adab dan doa, bila agama Islam mengajarkan doa dan dzikir makan, berpakaian, bepergian dan lainnya tentu agama juga mengajarkan doa dan dzikir seputar masjid yang hati seorang muslim tertambat kepadanya, berikut kami ketengahkan doa dan dzikir seputar masjid beserta syarahnya…dilaman muka ini kami ketengahkan teks doanya:

1. Doa Pergi ke Masjid

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ فِيْ قَلْبِيْ نُوْرًا، وَفِيْ لِسَانِيْ نُوْرًا، وَ اجْعَلْ فِيْ سَمْعِيْ نُوْرًا، وَ اجْعَلْ فِيْ بَصَرِيْ نُوْرًا، وَ اجْعَلْ مِنْ خَلْفِيْ نُوْرًا، وَمِنْ أَمَامِيْ نُوْرًا، وَ اجْعَلْ مِنْ فَوْقِيْ نُوْرًا، وَمِنْ تَحْتِيْ نُوْرًا، اَللَّهُمَّ أَعْطِنِيْ نُوْرًا

“Ya Allah jadikanlahlah cahaya di hatiku, cahaya di lidahku, cahaya di pendengaranku, cahaya di penglihatanku, cahaya dari belakangku, cahaya dari hadapanku, cahaya dari atasku, cahaya dari bawahku. Ya Allah, berilah aku cahaya.”

2. Doa Masuk Masjid Baca pos ini lebih lanjut