Bagaimana Anda Bersedekah?

Nama eBook: Bagaimana Anda Bersedekah?
Penyusun: Ustadz Abu Abdillah al-Atsari حفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, kita memuji dan bersyukur kepada Allah Rabb sekalian alam. Sholawat dan salam bagi nabi utusan-Nya Muhammad, keluarganya, para sahabatnya, dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kemudian.

Imam al-Ashfahani rahimahullah mengatakan: Sedekah adalah apa yang dikeluarkan seseorang dari hartanya untuk mendekatkan diri kepada Alloh ‘Azza wa Jalla. Contohnya zakat. Akan tetapi, kata sedekah lebih sering digunakan untuk sedekah yang sunnah, sedangkan zakat untuk sedekah yang wajib.”

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata: “Dinamakannya sedekah, karena dengan sedekah menunjukkan kejujuran orang yang memberinya. Harta itu disenangi oleh jiwa, apabila engkau menyedekahkan apa yang engkau senangi, maka hal itu sebagai dalil bahwa engkau jujur dan tulus dalam melakukannya.”

Sedekah mempunyai keutamaan yang banyak seperti: melaksanakan perintah Allah,  ganjarannya berlipat ganda, penghapus dosa dan kesalahan, kebaikan baru sempurna dengan sedekah dan keutamaan lainnya. Agar keutamaan itu tercapai (berbarokah) maka kita harus memperhatikan adab dalam bersedekah diantanya adalah:

  1. Luruskan Niat
  2. Dari Harta yang Halal
  3. Sedekah Dengan Harta yang Paling Dicintai
  4. Mendahulukan Kerabat Terdekat
  5. Jangan Sembarangan Memberi Orang Sedekah
  6. Menyembunyikan Sedekah
  7. Lembut Kepada Fakir-Miskin dan Jangan Diungkit-Ungkit
  8. Jangan Rakus Dengan Harta dan Dunia yang Fana.

Silahkan baca bahasannya dalam isi eBook kali ini, dan semoga kita dapat melaksanakannya dalam kehidupan kita sehari-hari….

Download:
Download CHMatau Download ZIPatauDownload PDF atau Download Word

Kitab Ilmu

Nama Ebook: Kitab Ilmu
Penulis : Syaikh Muhammad bin Ibrahim at-Tuwayjiry

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Allah Subhana wa Ta’ala berfirman:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al-Mujadilah/58:11)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

فَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِي عَلَى أَدْنَاكُمْ

“Keutamaan orang yang berilmu atas orang yang ahli ibadah adalah seperti keutamaanku atas yang terendah darimu” (Shahih. HR. at-Tirmidzi no. 2685)

Banyak sekali keutamaan Ilmu, yakni ilmu tentang Agama Allah Subhana wa Ta’ala, tanpa ilmu tentunya kita akan tersesat. Pentingnya bahasan ini sehingga para ulama mempunyai bahasan tentang Kitab Ilmu, adapun dalam eBook ini yang dibahas antara lain:

  • Keutamaan Berilmu,
  • Keutamaan menuntut ilmu dan menuntutnya sebelum mengajarkan dan beramal dengannya,
  • Keutaman Orang yang Menyeru kepada Petunjuk,
  • Kewajiban Menyampaikan Ilmu,
  • Hukuman bagi yang Menyembunyikan Ilmu,
  • Hukuman orang yang menuntut ilmu bukan karena Allah ‘Azza wa Jalla,
  • Hukuman Berdusta terhadap Allah ‘Azza wa Jalla dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam,
  • Keutamaan Orang yang Berilmu dan Mengajarkannya,
  • Cara Diangkat dan Diambilnya Ilmu,
  • Keutamaan Paham di dalam Agama,
  • Keutamaan Majelis Dzikir,
  • Adab Menuntut Ilmu.

Download:
Download CHM atau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Permata Hikmah Sarat Makna Nan Indah

الفراق: ليس السفر،

Perpisahan itu : Bukanlah dengan safar (bepergian),

ولا فراق الحب،

Bukan pula berpisah dengan kekasih,

حـتّـى الـموت ليس فراقاً،

Bahkan kematian pun sejatinya bukanlah perpisahan,

سنجتمَع في الآحرة.

Karena kelak kita pun akan berkumpul di akhirat,

الفراق هو أن يكون أحدنا في الـجنة، والآخر في النار

Perpisahan itu adalah : Jika salah satu dari kita berada di surga, dan yang lainnya berada di neraka,

Demikian sekelumit eBook ini, silahkan disimak lebih lanjut…

Download:
 Download PDF mirror Download PDF

20 Sebab Kenapa Harus Memaafkan

Nama eBook: 20 Sebab Kenapa Harus Memaafkan
Penulis: Ustadz DR. Firanda Andirja, Lc.,MA حفظه الله

Pengantar:

:الحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد

Sifat memaafkan bukanlah sifat yang patut disepelekan, melainkan sifat memaafkan adalah sifat yang agung dan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala sebutkan bahwa perangai ini merupakan salah satu dari ciri-ciri penghuni surga. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabadikan hal ini dalam frman-Nya,

الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاء وَالضَّرَّاء وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“(yaitu) Orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali-’Imran : 134)

Di dalam ayat yang lain Allah Subhanahu wa Ta’ala berfrman,

وَأَن تَعْفُواْ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى

“Dan memaafkan itu lebih dekat kepada takwa.” (QS. Al Baqarah : 237)

وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An-Nur : 22)

Baca pos ini lebih lanjut

Adab Pengajar dan Penuntut Ilmu

Nama Ebook: Adab Pengajar dan Penuntut Ilmu
Penulis : Syaikh Muhammad bin Ibrahim at-Tuwayjiry

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Diantara Adab Pengajar adalah:

  • Tawadhu’ dan rendah diri,
  • Memiliki akhlak yang terpuji,
  • Hendaklah seorang pengajar memperhatikan keadaan seseorang saat memberikan nasehat dan ilmu agar mereka tidak merasa jemu, lalu menjauh,
  • Meninggikan suara saat menyampaikan ilmu dan mengulanginya dua atau tiga kali, agar dapat dipahami,
  • Bernada marah dalam memberi nasehat dan mengajar, apabila melihat atau mendengar hal yang tidak disukai,
  • Melontarkan pertanyaan kepada murid-muridnya untuk mengetahui tingkat keilmuan mereka,
  • Tidak melontarkan perkara yang samar di tengah umum, dan tidak mengkhususkan ilmu tertentu bagi suatu kaum, karena khawatir jika mereka tidak mengerti,
  • Meninggalkan merubah kemungkaran, apabila khawatir akan terjadi kemungkaran yang lebih berat dengan sebab itu,
  • Mengajarkan ilmu baik kepada laki-laki dan perempuan secara khusus,
  • Seorang yang berilmu hendaknya memberi nasehat dan mengajar manusia di malam atau siang hari, di atas tanah atau kenderaan.

Adapun diantara Adab Penuntut Ilmu adalah:

  • Tata cara duduk yang benar untuk menuntut ilmu,
  • Selalu menghadiri majelis ilmu dan majlis zikir di masjid, dan memperhatikan tempat duduk yang sesuai saat masuk dan orang-orang telah berada di sekelilingnya,
  • Mengembara dalam menuntut ilmu, berkorban dalam menuntut dan memperbanyak ilmu, serta selalu rendah diri dalam segala kondisi,
  • Bersungguh-sungguh mencari ilmu,
  • Apabila seseorang malu bertanya, maka memintalah kepada orang lain untuk menanyakan masalahnya,
  • Beradab dengan adab yang disyari’atkan pada saat berada pada majelis.

Simak pembahasannya penting ini, sesungguhnya adab menuntut ilmu adalah sebab untuk mendapatkan ilmu itu sendiri…

Download:
Download CHM atau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Risalah Cinta Yang Merindu

Nama eBook: Risalah Cinta Yang Merindu
Penulis: Ustadz Ali Ahmad bin Umar حفظه الله

الحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد

Ini adalah sebuah buku yang sarat akan dalil dan syair yang indah, buku ini kami peroleh dari grup WA yang dikirim seorang teman ahlus sunnah di Riau, untuk menambah manfaat kami bagikan diblog ini

Buku ini cukup tebal yang disusun secara Indah -dengan latar belakang beliau hafizhohullah seorang melayu riau- penuh syair dan dalil yang sesuai dengan al-Qur’an, as-Sunnah dan pemahaman salafus shaleh, beliau membuka bukunya:

Risalah Cinta
Yang Merindu

Dalam do’a kukirim Risalah Cintaku
Mengantar Berita dari hati yang merindu
Ingin kuraih harapan cinta kemuliaan
Tapi dunia merayuku dengan cintanya
Hatiku bimbang diantara persimpangan
Fatamorgana, gerbang kepastiaan dan Masa depan
Kuharap do’a cinta dari rindumu
Karena terkabulnya do’a
dalam kerahasiaan cinta dan perjalanan

Diantara ucapan beliau: Baca pos ini lebih lanjut

Upaya Penyejuk Hati dan Kebahagiaan

Nama eBook: Upaya Penyejuk Hati dan Kebahagiaan
Oleh: Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron حفظه الله

:الحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد

Telah kita posting sebelumnya eBook Penyebab Hidup Sengsara, lalu bagaimana agar hati sejuk dan penuh kebahagiaan?

Syaikh   Abdurrahman   bin Nashir as-Sa’di rahimahullah berkata:   Ketahuilah bahwa setiap insan mendambakan dirinya memiliki jiwa yang tenang, gembira, tidak sedih dan susah. Karena dengan ketenangan jiwa, hidupnya menjadi baik dan penuh dengan kegembiraan …. Kita menjumpai manusia walaupun sering ditimpa musibah akan tetapi hidupnya nyaman dan tenteram, ada juga sebagian mereka ketika ditimpa musibah hancur hatinya dan celaka hidupnya, dan ada yang setengah-setengah. Semua itu tergantung hidayah dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Adapun diantara penyebab yang menjadikan jiwa tenang:

  1. Beriman dan beramal sholih
  2. Berupaya berbuat baik kepada manusia dengan perkataan, perbuatan, dan semua bentuk kebajikan
  3. Menyibukkan diri dengan pekerjaan dan ilmu yang bermanfaat, karena dengan upaya ini akan memadamkan kegoncangan jiwa
  4. Memusatkan pikirannya untuk melakukan pekerjaan pada hari ini dan tidak dihantui oleh pikiran-pikiran masa depan atau kesedihan masa lalu
  5. Senantiasa berdzikir kepada Alloh, karena ingat kepada Alloh memperkuat kelapangan jiwa dan ketenangan hati
  6. Sering menyebut nikmat Alloh, baik yang nampak atau yang tersembunyi, karena dengan menceritakan nikmat Alloh akan menghilangkan kesedihan dan kegelisahan hati
  7. Dalam urusan dunia hendaknya melihat orang yang di bawahnya
  8. Berusaha menghilangkan penyebab-penyebab yang menyedihkan hati
  9. Berdo’a
  10. Memperkirakan kemungkinan terburuk yang akan menimpanya, kemudian menguatkan diri untuk siap menerimanya
  11. Hendaknya memiliki jiwa optimis, tidak panik dan larut dalam bayangan buruk
  12. Hanya tawakkal kepada Alloh dan berusaha menolak keraguan
  13. Menolak kejelekan dengan kebaikan, atau pandai di dalam bergaul
  14. Ketika menghadapi perkara yang dibenci, segera ingatlah kenikmatan yang lain, baik kenikmatan dien ataupun dunia
  15. Perlu diketahui bahwa insan yang mengganggu dirimu dengan perkataan yang buruk tidaklah membahayakan dirimu, akan tetapi membahayakan mereka sendiri
  16. Ketahuilah bahwa hidupmu dikendalikan oleh hati dan pikiran. Jika semua tindakan engkau kembalikan kepada kemaslahatan dien dan dunia, maka hidupmu sejahtera
  17. Memantapkan jiwa hendaknya tidak demi mencari “terima kasih” atau imbalan dari siapapun melainkan dari Alloh
  18. Mengatasi masalah saat itu juga untuk kemudian berkonsentrasi terhadap masa depan
  19. Mendahulukan pekerjaan yang terpenting di antara yang penting

Sedangkan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah berkata: “Tiga kunci kebahagiaan: (1) Bersyukur bila memperoleh nikmat, (2) Bersabar ketika ditimpa musibah, (3) Beristighfar tatkala berbuat maksiat.”

Selamat menyimak, semoga bermanfaat….

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Video: 5 Adab Masuk WC

Dunia Dalam Pandangan Seorang Muslim

Nama eBook: Dunia Menurut Pandangan as-Sunnah
Oleh: Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron حفظه الله

:الحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد

Dunia bagi kaum muslimin adalah sarana menuju kampung akhirat, karena itu mari kita perhatikan beberapa kaidah akan hal dunia di bawah ini:

  1. Jangan tertipu oleh dunia
  2. Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam lebih menyukai hidup sederhana dalam urusan dunia
  3. Orang mu’min hendaknya lebih menyukai kehidupan akhirat daripada dunia
  4. Dunia tempat balak dan fitnah
  5. Manusia rakus dunia
  6. Bahaya rakus urusan dunia
  7. Dunia bagi orang Islam seperti penjara
  8. Hindari Tabdzir
  9. Hidup sederhana
  10. Keindahan dunia berbahaya bagi yang tipis iman

Demikianlah secara ringkas akan dunia, silahkan baca eBook selengkapnya dan semoga bermanfaat….

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Ulbah bin Zaid: Kedermawanan sang Fakir

Al-lmam Ibnu Katsir rahimahullah dalam kitab Kitab al-Bidayah wa Nihayah menceritakan seorang sahabat bernama Ulbah bin Zaid al-Haritsi radhiyallahu ‘anhu.

Ketika itu, musim panceklik sedang melanda Madinah. Ekonomi kaum muslimin sedang sulit. Musim panas sedang berada di puncaknya. Angin musim itu juga membawa hawa panas, debu-debu beterbangan mengotori atap-atap dan halaman rumah penduduk kota Madinah, kulit serasa diiris, mata perih seperti diteteskan air cuka pada luka.

Pada kondisi yang demikian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyampaikan seruan Jihad ke daerah Tabuk, Beliau mengajak para dermawan untuk menginfakkan harta mereka demi keberangkatan pasukan prihatin ini, dalam sejarah dikenal dengan Jaisyul ‘Usroh.

Para munafiqin gelisah dengan perjalanan jauh di musim itu. Mereka selalu mengatakan: “Seharusnya keberangkatan tidak musim panas ini”; adapun kaum muslimin seperti yang saksikan sahabat Ulbah, ia melihat kesibukan yang dilakukan kaum muslimin untuk persiapan jihad ke Tabuk. la melihat kaum muslimin dari seluruh pelosok negeri tinggal dan menetap di tanah kelahirannya, yaitu Madinah, untuk menunggu hari keberangkatan mereka berjihad.

Para sahabat seperti Abu bakar, Umar, Abdurrahman, Abbas, Thalhah, Sa’ad bin Ubadah, Muhammad bin Maslamah dan para sahabat lainnya radhiyallahu ‘anhum baik yang kaya maupun sedikit harta berlomba-lomba menginfakkan hartanya untuk jihad tersebut.

Adupun Ulbah bin Zaid al-Haritsi radhiyallahu ‘anhu adalah orang yang miskin tak memiliki apapun, melihat kaum muslimin berinfak dan bersiap menuju jihad, pulanglah Ulbah radhiyallahu ‘anhu membawa semua kesedihannya. Ketika senja sudah menutupi bumi, dan malam pun telah larut, Ulbah belum bisa memejamkan matanya sekejap pun. Yang dapat ia lakukan adalah berbolak-balik ke kiri dan ke kanan di atas tikar tidurnya, apa yang dapat dia infakkan untuk jihad, karena dalam perang ini Rasulullah tidak membawa pasukan yang tidak memiliki kenderaan, ia menangis….mengadu kepada Allah dan bersedekah…

Apakah yang disedekahkan oleh Ulbah radhiyallahu ‘anhu, padahal ia tidak memiliki harta, bahkan Rasulullah di shubuh hari berkata kepadanya, “Bergembiralah Ulbah. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh sedekahmu malam dini hari tadi telah ditetapkan sebagai sedekah yang diterima.”, silahkan baca eBook-nya….

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word