Amalan dan Ucapan Ketika Berbuat Dosa

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Termasuk rahmat Alloh Ta’ala kepada umat ini adalah terbukanya pintu taubat bagi mereka yang berbuat dosa. Pintu tersebut tiada tertutup hingga nyawa sampai di kerongkongan atau turunnya azab atau terbitnya matahari dari arah barat.

Jika seorang hamba melakukan dosa dan ia ingin bertobat maka disyariatkan baginya beberapa amalan diantaranya:

  1. Bersuci
  2. Shalat dua rakaat (Shalat Taubat)
  3. Beristigfar

hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

عَنْ عَلِيًّ بْنِ أَبِيْ طَالِبٍ رضي الله عنه يَقُولُ كُنْتُ رَجُلاً إِذَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدِيْثًا نَفَّعَنِيَ اللهُ مِنْهُ بِـمَا شَاءَ أَنْ يَنْفَعَنِيَ وَإِذَا حَدَّثَنِي أَحَدَ مِنْ أَصْحَابِهِ إِسْتَخْلَفْتُهُ فَإِذَا حَلَفَ لِي صَدَقْتُهُ قَالَ وَحَدَّثَنِي أَبُو بَكْرٍ رضي الله عنه وَصَدَقَ أَبُو بَكْرٍ رضي الله عنه أَنَّهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُوْرَ ثُمَّ يَقُوْمُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَسْتَغْفَرُ اللهَ إِلاَّ غَفَرَ اللهُ لَهُ ثُمَّ قَرَأَ هذِهِ الآيَةَ { وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاخِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللهَ…. } إِلَى آخِرِ الآيَةِ

Baca pos ini lebih lanjut

Doa Sujud Sajadah, Sujud Syukur dan Doa Istikharah

Alhamdulillah, kita memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya, selanjutnya shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, istri, keluarga, sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat, amma ba’du:

Pada pertemuan yang mulia ini kami ketengahkan bacaan pada saat sujud tilawah (sajadah), sujud syukur ketika datang hal yang amat menggembirakan serta bacaan istikharah… dilaman muka ini kami ketengahkan matan-nya saja, sedangkan pada eBooknya kami sertakan syarah-nya.

1. Bacaan Sujud Tilawah

سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ، فَتَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ

“Bersujud wajahku kepada Tuhan yang menciptakannya, yang membelah pendengaran dan penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya. (Mahasuci Allah sebaik-baik Pencipta)”

اَللَّهُمَّ اكْتُبْ لِيْ بِهَا عِنْدَكَ أَجْرًا، وَضَعْ عَنِّيْ بِهَا وِزْرًا، وَاجْعَلْهَا لِيْ عِنْدَكَ ذُخْرًا، وَتَقَبَّلْهَا مِنِّيْ كَمَا تَقَبَّلْتَهَا مِنْ عَبْدِكَ دَاوُدَ

Baca pos ini lebih lanjut

24 Jam Mencari Surga

Nama eBook: 24 Jam Mencari Surga
Penulis: Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron حفظه الله

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Waktu adalah modal yang sangat berharga untuk mencari surga. Bersyukurlah hamba yang pandai mengatur waktunya untuksukses akhiratnya, dan sangatlah merugi orang yang menghabiskan waktunya untuk kepuasan semu di dunia sehingga waktu berlalu tanpa ada nilai-nilai ibadah.

Menurut istilah ulama sunnah, waktu adalah malam dan siang, baik lama atau sedikit. Al-Imam az-Zarkasi berkata, “Sesungguhnya zaman sebenarnya adalah berlalunya malam dan Siang”

Umar bin Abdul Aziz rohimahullah berkata, “Sesungguhnya malam dan siang itu bekerja untuk kamu, maka beramallah pada waktu itu.”

Waktu merupakan ladang kita untuk di akhirat. Jika kita menggunakannya untuk beribadah kepada Alloh, insya Alloh kita akan memetik surga. Sebaliknya —na’udzubillahi min dzalik bila diperuntukkan maksiat, nerakalah tempat akhir kembali.

Maka dalam eBook ini akan dijelaskan gambaran umum ibadah yang semestinya dilakukan seorang muslim pada siang dan malamnya, untuk menuju sesuatu yang pasti, yakni mati. Semoga kita dapat melaksanakannya, amin….

Download:
 Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

DOA-DOA YANG TERPENTING

Nama eBook: Do’a-Do’a yang TERPENTING
Penulis: Syaikh Sa’id bin Ali Wahf al-Qahthani

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Seorang hamba meminta kepada Rabbnya dari segala sesuatu yang diperlukan baik dari perkara agama dan dunianya, karena sesungguhnya gudang kekayaan seluruhnya hanya di tangan Allah عزّوجلّ.

Dan Allah عزّوجلّ menyukai jika hamba-Nya meminta kepada-Nya seluruh kebaikan agama dan dunia mereka baik makanan dan minuman, sebagaimana mereka meminta kepadanya petunjuk dan ampunan, kesehatan, dan keselamatan di dunia dan di akhirat.

Akan tetapi seorang hamba hendaklah memperhatikan terhadap perkara-perkara terpenting untuk dimintanya kepada Allah عزّوجلّ, di mana di dalamnya terdapat kebahagiaan yang hakiki dan dari hal yang terpenting itu sebagai berikut:

  1. Memohon kepada Allah petunjuk,
  2. Memohon kepada Allah pengampunan dosa,
  3. Memohon kepada Allah surga dan berlindung kepada-Nya dari neraka,
  4. Memohon kepada Allah ampunan dan keselamatan di dunia dan di akhirat,
  5. Memohon kepada Allah keteguhan di atas dien dan akibat yang baik pada setiap urusan,
  6. Memohon kepada Allah عزّوجلّ kenikmatan yang langgeng dan perlindungan dari hilangnya kenikmatan tersebut,
  7. Berlindung kepada Allah dari cobaan yang berat, kesengsaraan yang dalam, ketetapan (takdir) yang jelek dan dari kesenangan musuh-musuh.

Download:

Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDF atau Download Word

Istighfar dan Taubat

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Allah dan rasul-Nya telah memerintahkan kita untuk beristighfar dan betaubat kepada Allah Azza wa Jalla:

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَأَنِ اسْتَغْفِرُواْ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ

“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu dan bertaubatlah kepada-Nya.” (QS. Hud/11: 3)

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوْبُوْا إِلَى اللهِ فَإِنِّيْ أَتُوْبُ فِي الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ

Baca pos ini lebih lanjut

DOA-DOA YANG MUSTAJAB

Nama eBook: Do’a-Do’a yang Mustajab
Penulis: Syaikh Sa’id bin Ali Wahf al-Qahthani

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Setiap orang yang melakukan do’a dengan memenuhi persyaratannya dan menjauhi penghalang terkabulnya do’a, mengamalkan adab-adabnya, serta mencari waktu yang mustajab/dikabulkan dan tempat-tempat yang mulia, maka dia termasuk orang-orang yang dikabulkan oleh Allah do’anya, Rasulullah صلى الله عليه وسلم telah menjelaskan berbagai macam orang yang mewujudkan syarat-syarat tersebut lalu Allah mengabulkan do’a mereka, di antara mereka itu adalah:

  1. Do’a seorang Muslim untuk saudaranya yang Muslim yang tidak ada di hadapannya,
  2. Do’a orang yang dizhalimi,
  3. Do’a yang baik dari orang tua kepada anaknya,
  4. Do’a yang tidak baik dari orang tua terhadap anaknya,
  5. Do’a seorang musafir,
  6. Do’a orang yang berpuasa,
  7. Do’a orang yang berpuasa ketika berbuka,
  8. Do’a seorang imam atau pemimpin yang adil,
  9. Do’a anak yang shalih,
  10. Do’a orang yang terbangun dari tidur apabila berdo’a dengan do’a yang ma’tsur (do’a yang ada tuntunannya),
  11. Do’a orang yang dalam keadaan darurat atau kesulitan,
  12. Do’a orang yang bermalam dalam keadaan suci untuk dzikir kepada Allah,
  13. Do’a orang yang berdo’a dengan do’anya Dzun Nun (do’a Nabi Yunus),
  14. Do’a orang yang tertimpa suatu musibah jika berdo’a dengan do’a yang ma’tsur (do’a yang dicontohkan oleh Rasulullah),
  15. Do’a orang yang berdo’a dengan nama Allah Yang Agung,
  16. Do’a seorang anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya,
  17. Do’a orang yang sedang melaksanakan ibadah haji,
  18. Do’a orang yang berumrah,
  19. Do’a orang yang berperang di jalan Allah,
  20. Do’a orang yang banyak mengingat Allah,
  21. Do’a orang yang dicintai dan diridhai oleh Allah.

Download:

Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDF atau Download Word

Kewajiban Orang Sakit

Nama eBook: Hal-Hal yang Diwajibkan Atas Orang yang Sedang Sakit
Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani  رحمه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Seorang muslim walau sedang sakit mempunyai kewajiban-kewajiban yang mesti ia laksanakan, dalam eBook ini tidak akan dibahas tentang kewajiban ibadah yang memang mesti kita laksanakan seperti bersuci dan sholat, atau berupaya mengobati sakitnya, namun adalah perkara-perkara yang lebih khusus yang mestinya diamalkan setiap orang yang sakit diantaranya:

  1. Bagi orang yang sedang sakit, hendaknya ia rela dengan apa yang telah menjadi ketentuan Allah عزّوجلّ. Ia juga harus berlaku sabar atas apa yang telah ditakdirkan-Nya, dan hendaknya berbaik sangka terhadap Rabb-nya,
  2. Orang yang tengah sakit hendaknya selalu dalam kondisi antara takut dan penuh pengharapan (harap-harap cemas). Merasa takut akan azab Allah akibat dosa yang dilakukannya, dan mengharap akan rahmat-Nya,
  3. Bagaimanapun parah sakitnya, seseorang dilarang untuk mengharapkan kematian, namun boleh berdo’a,
  4. Apabila ada kewajiban-kewajiban yang harus ditunaikan hendaklah ia segera tunaikan kepada pemilik-pemiliknya bila hal itu mudah dilakukan. Namun bila tidak, hendaknya ia berwasiat mengenai hal itu,
  5. Hendaklah menyegerakan untuk berwasiat,
  6. Wajib baginya berwasiat (tentang harta) untuk para kerabat yang tidak mewarisinya,
  7. Ia berhak berwasiat dengan sepertiga hartanya dan tidak boleh lebih dari itu. Bahkan lebih afdal kurang dari sepertiga,
  8. Hendaklah seseorang ketika berwasiat disaksikan oleh dua orang muslim yang adil (dapat dipercaya),
  9. Adapun memberikan wasiat (tentang harta) kepada kedua orang tua dan kerabat yang menjadi ahli waris tidaklah diperbolehkan,
  10. Diharamkan bagi seseorang mewasiatkan sesuatu yang berdampak negatif atau membuat mudarat,
  11. Wasiat yang ada unsur kezalimannya adalah batil dan tertolak,
  12. Mengingat kebanyakan orang, khususnya pada masa sekarang, melakukan berbagai bid’ah dalam ajaran agama, terlebih dalam masalah jenazah, maka sudah merupakan keharusan seorang muslim untuk mewasiatkan kelak mayatnya diurus dan dikebumikan sesuai dengan ajaran Rasulullah صلى الله عليه وسلم.

Silahkan simak dalil dan penjabarannya dalam eBook-nya, dan semoga kita meninggal dalam agama Allah dan diatas sunnah Nabi-Nya, amin…

Download:

 Download PDF atau Download Word

Berbuat Baik Kepada MAYIT

Nama eBook: Berbuat Baik Kepada Mayit
Penulis: Syaikh Abu Hamzah Abdul Latif bin Hajis al-Ghomid

Penulis -semoga Allah menjaga dan merahmatinya- di awal buku berkata:

Segala puji bagi Allah yang telah mematikan dan menjadikan kubur sebagai tempat tinggalnya, kemudian bila Ia menghendaki maka akan membangkitkannya. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada manusia terbaik.

Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak untuk disembah dengan benar melainkan Allah semata, yang tiada sekutu bagi-Nya. Maha Hidup yang tidak tersentuh kematian, sedangkan seluruh makhluk pasti akan menemui ajalnya. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Amma ba’du:

Tidak ada seorangpun diantara kita pasti pernah mempunyai saudara dan kerabat yang dicintai, yang telah mati dan meninggalkan kehidupan dunia fana ini. Sedangkan orang tersebut punya kedudukan dan tempat yang tinggi didalam hati, namun sekarang, catatan amalnya telah tertutup, kesempatan untuk beramal pun telah tiada. Yang ada dirinya sekarang hanya rela tertimbun diantara tumpukan tanah, tergadai bersama amalannya, dirinya hanya tinggal berharap dan menunggu rahmat Rabb-nya pada hari kiamat kelak.

Dirinya begitu membutuhkan serta sangat menginginkan adanya kebaikan yang datang menerangi kuburnya, menambah pahala, mengangkat derajat, serta menutupi dosa-dosanya dulu yang pernah dilakukan oleh dirinya.

Mereka sekarang telah menghadapi suatu kehidupan baru, yaitu kehidupan di alam kubur, yang membatasi antara dunia dan akhirat. Dirinya tidak mungkin bisa kembali lagi kedunia untuk mengerjakan amal kebajikan yang baru, agar bisa menambah bekal amal sholeh.

Betapa bahagianya dia sekiranya tiba-tiba datang kepadanya kebaikan dari orang-orang yang pernah hidup bersama ditengah-tengah mereka, atau dari orang lain, yang hanya memiliki hubungan dalam ikatan agama yang agung ini. Sedangkan jarak zaman antara dirinya dengan orang-orang tersebut sangatlah panjang dan terpaut oleh tempat yang berjauhan?! Sesungguhnya itu merupakan kebahagian yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, tidak pula tertampung pada sebuah ruangan….

Demikian sekilas kata pendahuluan penulis, kemudian beliau menyebutkan Tiga Puluh Enam (36) amalan orang hidup yang semoga bermanfaat kepada muslim yang telah meninggal, selamat menyimak, selamat mengamalkan dan semoga kita dijauhkan dari amalan bid’ah yang diantaranya banyak bertebaran sekitar orang mati dan kuburan, dan semoga kita diwafatkan diatas jalan agama Allah yang Maha Suci dan diatas sunnah Rasulullah, amin…

Download:
 Download PDF atau Download Word

Adab MINUM

Nama eBook: Petunjuk Nabi Tentang Minum
Penulis: Ustadzah Nur Hasanah

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد

Pada kesempatan yang lalu kita ketengahkan adab-adab makan, maka dikesempatan ini diketengahkan adab-adab minum diantaranya:

  1. Minum dengan terlebih dahulu membaca Bismillah,
  2. Minum dengan tangan kanan dan tidak menggunakan tangan kiri,
  3. Minum dengan duduk, dan Rasulullah melarang dengan tegas minum dalam keadaan berdiri,
  4. Tidak bernafas di dalam gelas, dan dianjurkan untuk bernafas tiga kali ketika minum,
  5. Tidak minum langsung dari mulut teko,
  6. Tidak minum dengan menggunakan bejana dari emas ataupun perak,
  7. Menutup bejana air pada malam hari, tidak membiarkannya terbuka.

Simak penjelasan dan dalilnya dalam eBook berikut dan semoga bermanfaat…

Download:
Download CHM atau Download ZIP dan Download PDF atau Download Word

Adab dan Pembagiannya

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali -semoga Allah menjaganya- dalam kitabnya Bahjatun Naazhiriin Syarh Riyaadhish Shaalihin pada kitab Adab sebelum mensyarah ayat-ayat dan hadits-hadits dalam kitab Imam an-Nawawi tersebut menuliskan:

Di dalam kitabnya Madaarijus Saalikiin (11/375-391), Ibnu Qayyim al-Jauziyyah رحمه الله mengatakan:

Yang dimaksud dengan adab adalah kumpulan berbagai kriteria kebaikan pada diri seorang hamba, la merupakan ilmu perbaikan lidah, percakapan, dan penempatannya sesuai sasaran, perbaikan terhadap kata-kata, serta pemeliharaan dari kesalahan dan ketergelinciran.

Adab ini terdiri dari tiga macam, yaitu: Adab kepada Allah, kepada Rasul-Nya dan syari’at-Nya, dan adab bersama sesama makhluk.

Adab kepada Allah-pun terdiri dari tiga macam, yaitu:

Pertama : Memelihara hubungan dengan-Nya agar tidak tercampuri dengan kekurangan.
Kedua    : Memelihara hati agar tidak berpaling kepada selain Dia.
Ketiga   : Memelihara keinginan agar tidak bergantung kepada hal-hal yang memancing amarah-Nya.

Baca pos ini lebih lanjut