Nasihat Seputar Wabah Corona

Nama eBook: Enam Pilar Bukti Butuhnya Hamba Kepada Allah Di Masa-Masa Sulit (Nasihat Seputar Wabah Corona)
Penulis: Syaikh Sholeh bin Abdullah al-‘Ushoimiy حفظه الله

Syaikh berkata:

Segala puji bagi Allah yang Maha melakukan apa yang Dia kehendaki dan Maha memutuskan apa yang Dia inginkan. Aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang hak kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, sebagai persaksian tauhid. Aku pun bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah atas beliau, keluarga dan para sahabatnya, dengan sholawat yang sempurna lagi kekal hingga hari kiamat.

Kaum Mukminin, sesungguhnya butuhnya hamba kepada Allah subhanahu wa ta’ala merupakan hal penting yang harus ia miliki. Pentingnya hal tersebut lebih ditekankan lagi pada masa-masa sulit dan ketika adanya hajat di tengah umumnya manusia. Sebab manusia itu, apabila tertimpa kesulitan dan kesempitan, mereka sangat butuh kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Dan butuhnya hamba kepada Allah di dalam Syariat Islam terbukti jelas pada enam pilar agung berikut (kami sebutkan pointnya di halaman depan ini, dan baca secara lengkap dengan mendownload eBooknya):

Pilar Pertama: BERIMAN KEPADA TAKDIR ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA
Pilar Kedua: BERTAWAKAL SECARA SEMPURNA KEPADA ALLAH AZZA WA JALLA DAN MENYERAHKAN SEGALA URUSAN HANYA KEPADA-NYA
Pilar Ketiga: KEMBALI KEPADA ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA DAN BERTAUBAT KEPADA-NYA
Pilar Keempat: HENDAKNYA SEORANG HAMBA MENGAMBIL SEBAB (BERIKHTIYAR)
Pilar Kelima: UNTUK MENDAPATKAN INFORMASI PENTING, HENDAKNYA SEORANG BERUSAHA MENGAMBILNYA DARI SUMBER-SUMBER RESMI DAN BERHATIHATI DARI BERBAGAI ISU (HOAKS)
Pilar Keenam: HENDAKNYA SEORANG HAMBA BERSUNGGUH-SUNGGUH BERDOA KEPADA ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA, SEBAB “DOA ADALAH IBADAH,” SEBAGAIMANA SABDA NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM

Download:
 Download PDF mirrorDownload PDF

Bencana Wabah Corona dan Petaka Lainnya

Nama eBook: Bencana Wabah Corona dan Petaka Lainnya
Penulis: Syaikh Abu Abdirrahman Yahya bin Ali Al Hajuriy حفظه الله

الحمد لله رب العالمين، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه أجمعين، أما بعد:

ebook ini adalah Khutbah asy-Syaikh Abu Abdirrahman Yahya Bin Ali Al Yamaniy Al Hajuriy -Semoga Allah memeliharanya- tentang Bencana Wabah Corona Dan Petaka Lainnya. Ustadz Abu Fairus dalam pengantar penerjemah berkata:

Maka sesungguhnya berikut ini adalah terjemahan dan catatan kaki terhadap khutbah Fadhilatusy Syaikh AlMuhaddits Abu Abdirrahman Yahya Bin Ali Al Hajuriy حفظه الله yang berjudul “Intisyaru Maradhi Corona Wa Ghairuhu Minal Amradh Bi Sababil Fawahisy Wal Jaraim Wal I’radh”. Khutbah tadi membahas tentang sebab asasi wabah Corona yang tengah melanda berbagai penjuru dunia, juga malapetaka yang lainnya, serta menjelaskan tentang jalan keluar yang wajib ditempuh bagi umat manusia agar selamat dari musibah ini semua.

Saya dengan memohon taufik pada Allah ta’ala menerjemahkannya dan memberikan catatan-catatan kaki yang penting terhadap dalil-dalil dan nasihat-nasihat yang beliau sampaikan…dst

Download:
 Download PDF mirrorDownload PDF

10 Wasiat Syaikh Abdurrazzaq Agar Terhindar Dari Wabah

Nama eBook: 10 Wasiat Agar Terhindar Dari Wabah
Penulis: Prof. Dr. Syaikh Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al-Abbad حفظه الله

Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kemudian shalawat dan salam bagi nabi utusan-Nya Muhammad bin Abdullah, keluarganya, para sahabatnya, serta yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.

Sungguh berbagai negara di dunia sedang menghadapi penyebaran virus Corona dan berbagai wabah penyakit lainnya, untuk itu syaikh memberi kita wasiat yang diambil dari tuntunan agama yang mulia ini, berikut wasiat beliau:

  1. Membaca Doa Sebelum Datangnya Bala’
  2. Memperbanyak Doa “Laa Ilaaha Illaa Anta Subhaanaka Innii Kuntu Minazh-Zhaalimiin”
  3. Memohon Perlindungan Kepada Allah Dari Bala’ yang Berat
  4. Senantiasa Membaca Doa Keluar Rumah
  5. Mohon Keselamatan Kepada Allah di Pagi dan Sore Hari
  6. Memperbanyak Doa
  7. Menghindari Tempat-Tempat Tersebarnya Wabah
  8. Senantiasa Berbuat Kebaikan
  9. Mengerjakan Sholat Malam
  10. Menutup Tempat Makanan dan Minuman

Silahkan baca eBook ini dan temukan penjelasan syaikh dengan lengkap dan kita berdo’a kepada Rabb yang Maha Kuasa agar kiranya wabah corona dan wabah lainnya segera berlalu…

Download:
 Download PDF mirrorDownload PDF

Permata Hikmah Sarat Makna Nan Indah

الفراق: ليس السفر،

Perpisahan itu : Bukanlah dengan safar (bepergian),

ولا فراق الحب،

Bukan pula berpisah dengan kekasih,

حـتّـى الـموت ليس فراقاً،

Bahkan kematian pun sejatinya bukanlah perpisahan,

سنجتمَع في الآحرة.

Karena kelak kita pun akan berkumpul di akhirat,

الفراق هو أن يكون أحدنا في الـجنة، والآخر في النار

Perpisahan itu adalah : Jika salah satu dari kita berada di surga, dan yang lainnya berada di neraka,

Demikian sekelumit eBook ini, silahkan disimak lebih lanjut…

Download:
 Download PDF mirror Download PDF

20 Sebab Kenapa Harus Memaafkan

Nama eBook: 20 Sebab Kenapa Harus Memaafkan
Penulis: Ustadz DR. Firanda Andirja, Lc.,MA حفظه الله

Pengantar:

:الحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد

Sifat memaafkan bukanlah sifat yang patut disepelekan, melainkan sifat memaafkan adalah sifat yang agung dan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala sebutkan bahwa perangai ini merupakan salah satu dari ciri-ciri penghuni surga. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabadikan hal ini dalam frman-Nya,

الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاء وَالضَّرَّاء وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“(yaitu) Orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali-’Imran : 134)

Di dalam ayat yang lain Allah Subhanahu wa Ta’ala berfrman,

وَأَن تَعْفُواْ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى

“Dan memaafkan itu lebih dekat kepada takwa.” (QS. Al Baqarah : 237)

وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An-Nur : 22)

Baca pos ini lebih lanjut

Risalah Cinta Yang Merindu

Nama eBook: Risalah Cinta Yang Merindu
Penulis: Ustadz Ali Ahmad bin Umar حفظه الله

الحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد

Ini adalah sebuah buku yang sarat akan dalil dan syair yang indah, buku ini kami peroleh dari grup WA yang dikirim seorang teman ahlus sunnah di Riau, untuk menambah manfaat kami bagikan diblog ini

Buku ini cukup tebal yang disusun secara Indah -dengan latar belakang beliau hafizhohullah seorang melayu riau- penuh syair dan dalil yang sesuai dengan al-Qur’an, as-Sunnah dan pemahaman salafus shaleh, beliau membuka bukunya:

Risalah Cinta
Yang Merindu

Dalam do’a kukirim Risalah Cintaku
Mengantar Berita dari hati yang merindu
Ingin kuraih harapan cinta kemuliaan
Tapi dunia merayuku dengan cintanya
Hatiku bimbang diantara persimpangan
Fatamorgana, gerbang kepastiaan dan Masa depan
Kuharap do’a cinta dari rindumu
Karena terkabulnya do’a
dalam kerahasiaan cinta dan perjalanan

Diantara ucapan beliau: Baca pos ini lebih lanjut

Upaya Penyejuk Hati dan Kebahagiaan

Nama eBook: Upaya Penyejuk Hati dan Kebahagiaan
Oleh: Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron حفظه الله

:الحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد

Telah kita posting sebelumnya eBook Penyebab Hidup Sengsara, lalu bagaimana agar hati sejuk dan penuh kebahagiaan?

Syaikh   Abdurrahman   bin Nashir as-Sa’di rahimahullah berkata:   Ketahuilah bahwa setiap insan mendambakan dirinya memiliki jiwa yang tenang, gembira, tidak sedih dan susah. Karena dengan ketenangan jiwa, hidupnya menjadi baik dan penuh dengan kegembiraan …. Kita menjumpai manusia walaupun sering ditimpa musibah akan tetapi hidupnya nyaman dan tenteram, ada juga sebagian mereka ketika ditimpa musibah hancur hatinya dan celaka hidupnya, dan ada yang setengah-setengah. Semua itu tergantung hidayah dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Adapun diantara penyebab yang menjadikan jiwa tenang:

  1. Beriman dan beramal sholih
  2. Berupaya berbuat baik kepada manusia dengan perkataan, perbuatan, dan semua bentuk kebajikan
  3. Menyibukkan diri dengan pekerjaan dan ilmu yang bermanfaat, karena dengan upaya ini akan memadamkan kegoncangan jiwa
  4. Memusatkan pikirannya untuk melakukan pekerjaan pada hari ini dan tidak dihantui oleh pikiran-pikiran masa depan atau kesedihan masa lalu
  5. Senantiasa berdzikir kepada Alloh, karena ingat kepada Alloh memperkuat kelapangan jiwa dan ketenangan hati
  6. Sering menyebut nikmat Alloh, baik yang nampak atau yang tersembunyi, karena dengan menceritakan nikmat Alloh akan menghilangkan kesedihan dan kegelisahan hati
  7. Dalam urusan dunia hendaknya melihat orang yang di bawahnya
  8. Berusaha menghilangkan penyebab-penyebab yang menyedihkan hati
  9. Berdo’a
  10. Memperkirakan kemungkinan terburuk yang akan menimpanya, kemudian menguatkan diri untuk siap menerimanya
  11. Hendaknya memiliki jiwa optimis, tidak panik dan larut dalam bayangan buruk
  12. Hanya tawakkal kepada Alloh dan berusaha menolak keraguan
  13. Menolak kejelekan dengan kebaikan, atau pandai di dalam bergaul
  14. Ketika menghadapi perkara yang dibenci, segera ingatlah kenikmatan yang lain, baik kenikmatan dien ataupun dunia
  15. Perlu diketahui bahwa insan yang mengganggu dirimu dengan perkataan yang buruk tidaklah membahayakan dirimu, akan tetapi membahayakan mereka sendiri
  16. Ketahuilah bahwa hidupmu dikendalikan oleh hati dan pikiran. Jika semua tindakan engkau kembalikan kepada kemaslahatan dien dan dunia, maka hidupmu sejahtera
  17. Memantapkan jiwa hendaknya tidak demi mencari “terima kasih” atau imbalan dari siapapun melainkan dari Alloh
  18. Mengatasi masalah saat itu juga untuk kemudian berkonsentrasi terhadap masa depan
  19. Mendahulukan pekerjaan yang terpenting di antara yang penting

Sedangkan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah berkata: “Tiga kunci kebahagiaan: (1) Bersyukur bila memperoleh nikmat, (2) Bersabar ketika ditimpa musibah, (3) Beristighfar tatkala berbuat maksiat.”

Selamat menyimak, semoga bermanfaat….

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Dunia Dalam Pandangan Seorang Muslim

Nama eBook: Dunia Menurut Pandangan as-Sunnah
Oleh: Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron حفظه الله

:الحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد

Dunia bagi kaum muslimin adalah sarana menuju kampung akhirat, karena itu mari kita perhatikan beberapa kaidah akan hal dunia di bawah ini:

  1. Jangan tertipu oleh dunia
  2. Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam lebih menyukai hidup sederhana dalam urusan dunia
  3. Orang mu’min hendaknya lebih menyukai kehidupan akhirat daripada dunia
  4. Dunia tempat balak dan fitnah
  5. Manusia rakus dunia
  6. Bahaya rakus urusan dunia
  7. Dunia bagi orang Islam seperti penjara
  8. Hindari Tabdzir
  9. Hidup sederhana
  10. Keindahan dunia berbahaya bagi yang tipis iman

Demikianlah secara ringkas akan dunia, silahkan baca eBook selengkapnya dan semoga bermanfaat….

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Ulbah bin Zaid: Kedermawanan sang Fakir

Al-lmam Ibnu Katsir rahimahullah dalam kitab Kitab al-Bidayah wa Nihayah menceritakan seorang sahabat bernama Ulbah bin Zaid al-Haritsi radhiyallahu ‘anhu.

Ketika itu, musim panceklik sedang melanda Madinah. Ekonomi kaum muslimin sedang sulit. Musim panas sedang berada di puncaknya. Angin musim itu juga membawa hawa panas, debu-debu beterbangan mengotori atap-atap dan halaman rumah penduduk kota Madinah, kulit serasa diiris, mata perih seperti diteteskan air cuka pada luka.

Pada kondisi yang demikian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyampaikan seruan Jihad ke daerah Tabuk, Beliau mengajak para dermawan untuk menginfakkan harta mereka demi keberangkatan pasukan prihatin ini, dalam sejarah dikenal dengan Jaisyul ‘Usroh.

Para munafiqin gelisah dengan perjalanan jauh di musim itu. Mereka selalu mengatakan: “Seharusnya keberangkatan tidak musim panas ini”; adapun kaum muslimin seperti yang saksikan sahabat Ulbah, ia melihat kesibukan yang dilakukan kaum muslimin untuk persiapan jihad ke Tabuk. la melihat kaum muslimin dari seluruh pelosok negeri tinggal dan menetap di tanah kelahirannya, yaitu Madinah, untuk menunggu hari keberangkatan mereka berjihad.

Para sahabat seperti Abu bakar, Umar, Abdurrahman, Abbas, Thalhah, Sa’ad bin Ubadah, Muhammad bin Maslamah dan para sahabat lainnya radhiyallahu ‘anhum baik yang kaya maupun sedikit harta berlomba-lomba menginfakkan hartanya untuk jihad tersebut.

Adupun Ulbah bin Zaid al-Haritsi radhiyallahu ‘anhu adalah orang yang miskin tak memiliki apapun, melihat kaum muslimin berinfak dan bersiap menuju jihad, pulanglah Ulbah radhiyallahu ‘anhu membawa semua kesedihannya. Ketika senja sudah menutupi bumi, dan malam pun telah larut, Ulbah belum bisa memejamkan matanya sekejap pun. Yang dapat ia lakukan adalah berbolak-balik ke kiri dan ke kanan di atas tikar tidurnya, apa yang dapat dia infakkan untuk jihad, karena dalam perang ini Rasulullah tidak membawa pasukan yang tidak memiliki kenderaan, ia menangis….mengadu kepada Allah dan bersedekah…

Apakah yang disedekahkan oleh Ulbah radhiyallahu ‘anhu, padahal ia tidak memiliki harta, bahkan Rasulullah di shubuh hari berkata kepadanya, “Bergembiralah Ulbah. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh sedekahmu malam dini hari tadi telah ditetapkan sebagai sedekah yang diterima.”, silahkan baca eBook-nya….

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Penyebab Hidup Sengsara

Nama eBook: Penyebab Hidup Sengsara
Oleh: Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron حفظه الله

:الحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد

Tak seorangpun yang ingin hidup sengsara dan rugi di Dunia dan Akhirat, Jika manusia di dunia bahagia dengan iman dan amal sholih, niscaya akan bahagia pula di akhiratnya. Sebaliknya bila hidupnya sengsara karena kekufurannya, maka di akhirat pun akan rugi.

Penyebab yang membawa kerugian di dunia dan di akhirat secara umum ialah sebagaimana disebutkan di dalam Surat al-Ashr, yaitu orang yang tidak beriman, tidak beramal sholih, tidak berdakwah, dan tidak saling menasehati dengan kesabaran. Sedangkan penyebab yang lain, ialah sebagai berikut:

  1. Kekufuran
  2. Kemurtadan
  3. Kemusyrikan atau menyekutukan Alloh
  4. Menolak yang haq dan menerima kebatilan
  5. Mendustakan hari pembalasan amal
  6. Berdusta atas nama Alloh dan Nabi
  7. Enggan bertaubat dan istighfar
  8. Berbuat kerusakan di bumi
  9. Mengikuti hawa nafsu dan jejak orang kafir
  10. Menjadikan setan sebagai walinya
  11. Merasa aman dari adzab Alloh
  12. Berbuat zholim

Silahkan baca eBooknya dan didalamnya akan disampaikan dengan ringkas dalil-dalilnya, semoga bermanfaat….

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word