eBook Natal dan Tahun Baru_Update-2

الْحَمْدُ اللهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ رَحْمَةً لِلْعَالَـمِيْنْ، وَالصَّلاَةُ والسَّلاَمُ عَلَى النَّبِيِّ الرَّحْمَةِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَيْنَ، أَمَّ بَعْدُ

Pada kesempatan yang mulia ini, kami dapat melakukan update ke-2 eBook tentang Natal dan Tahun Baru, adapun isi dari eBook ini (point yang berwarna biru adalah eBook baru):

A. Fatwa Para Ulama Tentang Natal

1. Fatwa MUI
2. Fatwa Al-Lajnah al-Da’imah li al-Buhuts al-‘llmiyyah wa al-lfta’
3. Fatwa Syaikh bin Baz
4. Fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin

B. Mengucapkan Selamat Natal, Perbutan Baik?
C. Bolehkah Mengucapkan Selamat Natal ?
D. Seorang Mukmin Tidak Ikut Merayakan Hari Raya Orang Kafir
E. Hukum Ikut Merayakan Imlek (Tahun Baru Orang Tioghoa)
F. Larangan Wala’ Kepada Kaum Kafirin
G. Hukum Perayaan Tahun Baru
H. 10 Kerusakan Perayaan Tahun Baru

Kami berharap agar kita semua terhindar dari makar para musuh Allah عزّوجلّ dan kita berdo’a semoga kita diwafatkan Allah ta’ala diatas Islam dan sunnah Rasulullah صلى الله عليه وسلم, amin….

Download:

Download CHM mirror Download CHM  atau Download ZIP

Versi DOC dan PDF memuat eBook poin D dan E

 Download PDF atau Download Word

Syubhat Para Pengingkar Sifat ‘Uluw Bagi Allah

Nama eBook: Jawaban Atas Syubhat Para Pengingkar Sifat ‘Uluw Bagi Allah
Penulis: Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, MA حفظه الله

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Dalam beberapa pembahasan tentang sifat ‘Uluw telah kita sebutkan tentang argumentasi Ahlussunnah dalam penetapan sifat ‘Uluw bagi Allah. Baik dari ayat-ayat Al Qur’an, hadits-hadits shahih, perkataan para ulama terkemuka dari kalangan umat ini, serta dalil ijma’, logika dan Fitrah.

Pada eBook kali ini, penulis -semoga Allah menjaganya- akan membahas tentang bantahan Ahlussunnah terhadap hujjah dan argumentasi sesat (syubuhat) yang menjadi pegangan para pengingkar sifat ‘Uluw, selamat menyimak…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDF atau Download Word

Dalil AKAL, FITRAH dan IJMA’ Tentang Sifat ‘ULUW Bagi ALLAH

Nama eBook: Dalil Akal, Fitrah dan Ijma’ Tentang Sifat ‘ULUW Bagi ALLAH
Penulis: Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, MA حفظه الله

Penulis -semoga Allah menjaganya- mengatakan diawal risalah…

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta, shalawat dan salam buat Nabi terakhir yang membawa peringatan bagi seluruh umat manusia, semoga shalawat dan salam juga terlimpahkan buat keluarga dan para sahabatnya serta orang-orang yang tetap berpegang teguh dengan petunjuk mereka sampai hari kiamat.

Para pembaca yang dirahmati Allah, pada kesempatan kali ini kita akan lanjutkan pembahasan seputar dalil-dalil tentang sifat ‘Uluw bagi Allah (Maha Tinggi dengan Zat-Nya di atas seluruh makhluk).

Bahasan ini akan terbagi pada tiga bagian:

Bagaian Pertama: Dalil Akal (Nalar/Rasio) tentang sifat ‘Uluw bagi Allah.
Bagian Kedua: Dalil Fitrah (Naluri) tentang sifat ‘Uluw bagi Allah.
Bagian Ketiga: Dalil Ijma’ tentang sifat ‘Uluw bagi Allah.

Semoga bermanfaat…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDF atau Download Word

Hadits yang Menetapkan Sifat ‘Uluw Bagi Allah

Nama eBook: Sifat al-‘Uluw Bagi Allah (Bag.2)
Penulis: Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, MA حفظه الله

Pengantar:

Dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Alloh Yang Mahatinggi di atas segala makhluk-Nya. Kemudian ucapan sholawat dan salam buat nabi kita yang mulia, Nabi Muhammad yang telah mi’roj (naik) menghadap Alloh dalam rangka menjemput perintah sholat wajib yang lima waktu, amma ba’du:

Penulis -semoga Allah menjaganya- telah menyebutkan dalil-dalil al-Qur’an yang menjadi landasan para ulama ahlus sunnah akan sifat ‘uluw bagi Allah, kemudian dalam eBook ini penulis menyampaikan dalil-dalil dari as-Sunnah (hadits) yang menetapkan sifat al-‘Uluw bagi Allah Tabaraka wa Ta’ala, diantaranya adalah kisah mi’roj nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami kutip perkataan penulis:

Rosululloh صلى الله عليه وسلم mengisahkan tentang perjalanan mi’raj beliau mulia dari langit yang pertama sampai naik ke langit yang ketujuh dan terus naik ke Sidrotul Muntaha, di sana beliau menerima perintah sholat yang lima waktu secara langsung dari Alloh (tanpa melalui Malaikat Jibril).

Ini adalah dalil sangat kuat dan valid yang menyatakan bahwa Alloh berada di atas seluruh makhluk-Nya. Sebagaimana terdapat dalam penggalan hadits tersebut:

ثُمَّ عَرَجَ بِى حَتَّى ظَهَرْتُ لِمُسْتَوًى أَسْمَعُ فِيهِ صَرِيفَ الأَقْلاَمِ, فَفَرَضَ اللَّهُ عَلَى أُمَّتِى خَمْسِينَ صَلاَةً – قَالَ – فَرَجَعْتُ بِذَلِكَ حَتَّى أَمُرَّ بِمُوسَى فَقَالَ مُوسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ مَاذَا فَرَضَ رَبُّكَ عَلَى أُمَّتِكَ – قَالَ – قُلْتُ فَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسِينَ صَلاَةً. قَالَ لِى مُوسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ فَرَاجِعْ رَبَّكَ فَإِنَّ أُمَّتَكَ لاَ تُطِيقُ ذَلِكَ…

Baca pos ini lebih lanjut

Sifat ‘Uluw Bagi Allah

Nama eBook: Sifat al-‘Uluw Bagi Allah
Penulis: Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, MA حفظه الله

Pengantar:

Dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Alloh Yang Mahatinggi di atas segala makhluk-Nya. Kemudian ucapan sholawat dan salam buat nabi kita yang mulia, Nabi Muhammad yang telah mi’roj (naik) menghadap Alloh dalam rangka menjemput perintah sholat wajib yang lima waktu, amma ba’du:

Telah kita posting sebelumnya perkataan para ulama salaf (terdahulu) dari masa kemasa yang menyatakan dan mengimani sifat ‘Uluw bagi Allah Tabaraka wa Ta’ala, mengimaninya sesuai dengan apa yang terdapat dalam al-Qur’an dan Sunnah tanpa menyerupakannya dengan sifat-sifat makhluk.

Berkata al-Imam Ibnu Baththoh rahimahullah “Telah bersepakat kaum muslimin dari kalangan sahabat, tabi’in, dan seluruh ulama dari orang-orang yang beriman bahwa Alloh di atas ‘Arsy, di atas seluruh langit, tidak bersentuhan dengan makhluk-Nya, ilmu-Nya meliputi seluruh makhluk-Nya. Tidaklah mengingkari hal itu kecuali orang yang menganut paham hululiyyah (manunggaling kawula gusti, bersatunya hamba dengan Alloh. Red.). Mereka adalah kelompok yang telah sesat hatinya dan mereka telah ditipu setan/lalu mereka meninggalkan agama. Mereka mengatakan bahwa Alloh berada di setiap tempat dengan zat-Nya….”

Penulis -semoga Allah menjaganya- dalam eBook ini menyebutkan dalil-dalil al-Qur’an yang menjadi landasan para ulama ahlus sunnah akan sifat ‘uluw bagi Allah, semoga Allah menambah iman kita dan semoga bagi mereka yang ragu kembali kepada iman yang benar, amin…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDF atau Download Word

Nama Allah: Asy-Syakûr

Nama eBook: Syarah Nama Allah: Asy-Syakûr
Penulis: Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, MA حفظه الله

Pengantar:

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, shalawat dan salam untuk nabi terakhir yang membawa peringatan bagi seluruh umat manusia, yaitu Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga, semoga shalawat dan salam terlimpahkan kepada keluarga dan para sahabatnya, serta orang-orang yang tetap berpegang teguh dengan petunjuk mereka sampai hari kiamat, amma ba’du:

Penjelasan nama Allah kita pilih kali ini, yaitu nama Allah, “asy-Syakûr”. Landasannya, ialah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ شَكُورٌ

Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. (QS. asy-Syûra/42:23)

وَاللَّهُ شَكُورٌ حَلِيمٌ

Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun (QS. at-Taghâbun/64:17)

Baca pos ini lebih lanjut

Nama Allah: Al-Matiin

Nama eBook: Nama Allah: Al-Matiin (Yang Maha Kokoh)
Penulis: Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA حفظه الله

Pengantar:

الحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد

Pada kesempatan ini kembali kita posting penjelasan salah satu nama Allah yakni Al-Matiin (Yang Maha Kokoh), nama Allah ini yang agung ini disebutkan dalam firman-Nya:

إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

“Sesungguhnya Allâh, Dialah Maha Pemberi rezki, Yang Maha Mempunyai Kekuatan lagi Maha Kokoh” (QS. adz-Dzâriyât/51:58).

Berdasarkan ayat ini, para Ulama menetapkan nama al-Matîn (Yang Maha Kokoh) sebagai salah satu dari nama-nama Allâh Azza wa Jalla yang maha indah.

Imam Ibnu Faris rahimahullah menjelaskan bahwa materi dasar dari nama ini (yaitu huruf mim, ta’ dan nun) menunjukkan kekokohan pada sesuatu, yang disertai (makna) tinggi

Imam ibnul Atsir rahimahullah berkata: “(Arti nama Allâh) al-Matîn adalah Yang Maha Kuat dan Kokoh, yang dalam melakukan semua perbuatan-Nya, Allâh Azza wa Jalla tidak merasa susah, berat maupun payah”.

Nama Allâh Azza wa Jalla yang maha mulia ini maknanya hampir sama dengan beberapa nama Allâh Subhanahu wa Ta’ala yang maha agung lainnya, yaitu: “al-Qawiy” (Yang Maha Kuat), “al-‘Azîz” (Yang Maha Perkasa) dan “al-Qadîr” (Yang Maha Mampu/Berkuasa).

Silahkan membaca eBook ini selengkapnya dan kita memohon kepada Allah dengan nama-nama-Nya yang maha indah dan sifat-sifat-Nya yang maha sempurna, agar dia senantiasa menganugerahkan kepada kita petunjuk dan taufik-Nya, serta kecukupan dan penjagaan dari-Nya, sesungguhnya Dia Maha Kokoh lagi Perkasa, dan Maha Mengabulkan doa.

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download Word atau Download PDF

Syarat IBADAH Diterima

Nama eBook: Syarat IBADAH Diterima
Penulis: Ustadz Abu Ismail Muslim al-Atsari حفظه الله

الحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد، أما بعد:

Telah kita sampaiakan sebelumnya bahwa tujuan penciptaan jin dan manusia adalah agar beribadah kepada Allah Ta’ala semata, dan ibadah itu adalah satu istilah yang menghimpun seluruh apa yang dicintai dan diridhai oleh Allah, baik berupa perkataan dan perbuatan, yang lahir dan yang batin.

Ibadah dalam agama Islam mencakup ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdhah:

Ibadah mahdhah adalah perbuatan-perbuatan dan perkataan-perkataan yang asalnya memang merupakan ibadah, berdasarkan nash atau lainnya yang menunjukkan perkataan dan perbuatan tersebut haram dipersembahkan kepada selain Allah  عزّوجلّ.

Ibadah ghairu mahdhah adalah perbuatan-perbuatan dan perkataan-perkataan yang asalnya bukan ibadah, akan tetapi berubah menjadi ibadah dengan niat yang baik.

Allah عزّوجلّmewajibkan seluruh hamba-Nya untuk beribadah kepada-Nya. Kemudian Dia akan memberikan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka amalkan. Namun, ibadah akan diterima oleh Allah عزّوجلّ jika memenuhi syarat-syarat diterimanya amal sebagaimana telah dijelaskan oleh Allah dan Rasul-Nya. Syarat-syarat tersebut ada tiga, yaitu: iman, ikhlas, dan ittiba’. Inilah eBook yang menjelasakan tentang tiga perkara ini…

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Dampak Buruk dan Bahaya Kemunafikan

Nama eBook: Dampak Buruk dan Bahaya Nifak
Penulis: Syaikh Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Penyakit nifak menimbulkan beberapa pengaruh buruk yang sangat berbahaya dan membinasakan untuk pelakunya. Diantaranya adalah:

  1. Nifak akbar menyebabkan rasa takut dalam hati (lihat QS. At-Taubah/9:64)
  2. Nifak akbar mendatangkan laknat Allah عزّوجلّ, (lihat QS. At-Taubah/9:68)
  3. Nifak akbar (besar) menyebabkan pelakunya keluar dari Islam. Karena ia merahasiakan kekufuran namun menampakkan kebaikan, bahkan nifak ini lebih parah daripada kekufuran yang terang-terangan
  4. Nifak akbar tidak diampuni Allah عزّوجلّ bila pelakunya mati dalam keadaan tersebut. Karena ia lebih parah dari kufur yang terang-terangan, yang Allah عزّوجلّ sebutkan dalam firman-Nya dalam QS. An-Nisa’/4:168-169
  5. Nifak akbar menyebabkan pelakunya masuk neraka dan diharamkan atasnya surga, (lihat QS. An-Nisa’/4:140)
  6. Nifak akbar membuat pelakunya kekal di neraka. Ia tidak akan keluar dari neraka selamanya
  7. Nifak akbar menyebabkan Allah عزّوجلّ melupakan sang pelaku
  8. Nifak akbar menggugurkan semua amal kebaikan yang dilakukan pelaku kemunafikan ini
  9. Allah عزّوجلّ  memadamkan cahaya para pelaku nifak akbar pada Hari Kiamat
  10. Nifak akbar menyebabkan pelakunya terhalang dari doa kaum Mukminin dan terhalang dari shalat mereka saat ia mati
  11. Nifak akbar menyebabkan adzab di dunia dan akhirat
  12. Bila seseorang menampakkan nifak akbar, maka ia telah murtad dari Islam, sehingga menjadi halal darah serta hartanya dan berlaku padanya hukum-hukum seorang murtad. Hanya saja, apakah taubatnya diterima oleh hakim ataukah tidak, ini diperselisihkan secara lahiriyahnya. Sebab kaum munafik senantiasa menampakkan Islam; Adapun bila seorang munafik menyembunyikan nifak dan kekufurannya, maka darah dan hartanya tetap terjaga dikarenakan iman yang ia tampakkan. Dan Allah lah yang menangani perkara-perkara yang ada dalam hati seseorang
  13. Nifak akbar, bila seseorang menampakkan kekufurannya, maka ini mengharuskan adanya permusuhan antara pelakunya dengan kaum Mukminin. Maka kaum Mukminin tidak boleh memberikan loyalitas kepadanya, meski ia orang terdekatnya. Adapun bila ia tidak menampakkan kekufurannya, maka ia diperlakukan sesuai keadaan lahiriyahnya. Dan Allah yang menangani perkara hatinya
  14. Nifak ashghar (kecil) adalah nifak terkait amalan. Ia mengurangi dan melemahkan iman. Sehingga pelakunya dalam bahaya, terancam dengan adzab Allah عزّوجلّ
  15. Nifak kecil, pelakunya berada dalam bahaya, karena dikhawatirkan bisa mengantarkannya menuju nifak akbar.

Kita berlindung kepada Allah dari murka-Nya, dan dari semua bentuk nifak, baik yang kecil maupun yang besar. Dan kita memohon kepada Allah keselamatan dan ampunan di dunia dan akhirat.

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download Word atau Download PDF

Munafik: Defenisi dan Jenisnya

Nama eBook: Nifak: Defenisi dan Jenisnya
Penulis: Syaikh Shalih Fauzan al-Fauzan حفظه الله

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Nifak secara bahasa berarti salah satu jalan keluar yarbu’ (hewan sejenis tikus) dari sarangnya. Karena yarbu’, jika dicari dari lobang yang satu, maka ia lari dan akan keluar dari lobang yang lain.

Ada juga yang mengatakan bahwa kata nifaq berasal dari kata النَّفَقُ (nafaq) yaitu lobang tempat bersembunyi.

Sedangkan nifak menurut syara’ berarti menampakkah keislaman dan kebaikan serta menyembunyikan kekufuran dan kejahatan. Perbuatan seperti ini dinamakan nifak karena dia masuk dalam syari’at dari satu pintu lalu keluar dari pintu yang lain.

Di awal surat al-Baqarah, Allah عزّوجلّ menyebutkan tiga golongan manusia yaitu kaum Mukminin, kaum kuffar dan kaum munafik. Allah عزّوجلّ menyebutkan tentang kaum Mukminin dalam empat ayat, tentang kaum kuffar dalam dua ayat dan tentang kaum munafik dalam tiga belas ayat. Ini karena banyaknya jumlah mereka dan meratanya ujian diakibatkan perilaku mereka serta beratnya fitnah yang diakibat oleh mereka terhadap Islam dan kaum Muslimin. Karena mereka dinisbatkan ke dalam Islam, sebagai penolongnya dan orang-orang yang loyal terhadap Islam, namun sejatinya mereka adalah musuh Islam.

Nifak ada dua jenis yakni Nifak I’tiqadi dan Nifak ‘Amali, Nifak I’tiqadi (Keyakinan) adalah Nifak Akbar (besar) di mana pelakunya menampakkan keislaman, tetapi menyembunyikan kekufuran. Jenis nifak ini menyebabkan pelakunya keluar dari agama Islam secara total dan dia akan berada di dalam neraka yang paling bawah dan mereka ini lebih berbahaya dari pada orang kafir yang menunjukkan kekafirannya.

Sedang Nifak ‘Amali adalah Nifak Kecil yang pelakunya melakukan sesuatu yang merupakan perbuatan orang-orang munafik, tetapi masih tetap memiliki iman di dalam hati. Nifak jenis ini tidak menyebabkan pelakunya keluar dari agama, namun itu merupakan wasilah (perantara) yang berpotensi mengantarkan kepada yang demikian.

Demikian sekilas kandungan eBook ini, kita memohon kepada Allah yang membolak balik-kan hati agar menetapkan hati kita dalam agama islam dan menjauhkan kita dari kemaunafikan, amin…

Download:
 Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDF atau Download Word