Aqidah Imam Sufyan ats-Tsauriy

اعتقاد أبي عبد الله سفيان بن سعيد الثوري

أَخْبَرَنَا محمد بن عَبْدُ الرحمنِ بن العَبَّاس حَدَّثَنَا أَبُو الْفَضْلِ شُعَيْبُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الرَّاجْيَانِ، قَال: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حَرْبٍ الطَّائِيُّ الْمَوْصِلِيُّ بِسُرَّ مَنْ رَأَى فِي سَنَةِ سَبْعٍ وَخَمْسِينَ وَمِائَتَيْنِ. قَالَ: سَمِعْتُ شُعَيْبَ بْنَ حَرْبٍ،

Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin ‘Abdirrahman bin Al-‘Abbas, ia berkata: “Telah menyampaikan kepada kami Abu Al-Fadhl Syu’aib bin Muhammad bin Ar-Rajiyan, ia berkata: Telah menyampaikan kepada kami ‘Aliy bin Harbi Al-Muwashaliy di Surra man Raa pada tahun 257 H , beliau berkata: Saya mendengar Syu’aib bin Harb berkata:

يَقُولُ: قُلْتُ لأَبِي عَبْدِ اللَّهِ سُفْيَانَ بْنِ سَعِيدِ بْنِ مُنْذِرٍ الثَّوْرِيِّ: حَدِّثْنِي بِحَدِيثٍ مِنَ السُّنَّةِ يَنْفَعُنِي اللهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهِ. فَإِذَا وَقَفْتُ بَيْنَ يَدَيِ اللهِ تبارك وتعالى وَسَأَلَنِي عَنْهُ. فَقَالَ لِي: مِنْ أَيْنَ أَخَذْتَ هَذَا؟ قُلْتُ: يَا رَبِّ حَدَّثَنِي بِـهَذَا الـحَدِثِ سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ، وَأَخَذْتُهُ عَنْهُ؛ فَأَنْجُوَ أَنَا وَتُؤْخَذَ أَنْتَ.

Aku berkata kepada Abi ‘Abdillah Sufyan bin Sa’id Ats-Tsauriy: Kabarkanlah kepadaku suatu hadits dari sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang Allah akan memberikan manfaat kepadaku dengannya jikalau aku telah berada dihadapan-Nya dan Dia menanyaiku tentangnya. Dan Allah berfirman kepadaku: Dari mana engkau dapatkan hal itu? Aku akan katakan: Ya Rabb, Sufyan Ats-Tsauriy memberitahukan kepadaku perkataan tersebut, maka aku mengambilnya darinya, dan akupun terbebaskan dan engkaulah yang akan dimintai pertanggung jawabannya.

فَقَالَ لِي سُفْيَانُ: يَا شُعَيْبُ هَذَا تَوْكِيدٌ وَأَيُّ تَوْكِيدٍ، اكْتُبْ:

Kemudian beliau -Ats Tsauriy- berkata: Ya Syu’aib, ini adalah sebuah penegasan, sungguh-sungguh suatu penegasan. Tulislah!:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ؛

Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Aqidah Imam al-Humaidi

أصول السنة

الإِمَمْ أبي بكر الحميدي رحمه الله

Imam Al-Humaidi Rahimahullah berkata:

[Iman Kepada Takdir]

السُّنَّةُ عِنْدَنَا: أَنْ يُؤْمِنَ الرَّجُلُ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِهِ ، حُلْوِهِ وَمُرِّهِ ، وَأَنْ يَعْلَمَ أَنَّ مَا أَصَابَهُ لَـمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَهُ وَأَنَّ مَا أَخْطَأَهُ لَـمْ يَكُنْ لِيُصِيْبَهُ، وَأَنَّ ذَلِكَ كُلُّهُ قَضَاءٌ مِنَ اللهِ ـ عَزَّوَجَلَّ ـ

As-Sunnah (aqidah) menurut kami (ahli hadits) adalah seseorang beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk, yang manis maupun yang pahit, dan meyakini bahwa apa yang akan menimpanya tidak akan meleset dan apa yang meleset darinya tidak akan menimpanya. Semua itu adalah takdir Allah Azza wa Jalla.

[Iman Ucapan dan Perbuatan yang Bisa Bertambah dan Berkurang]

وَأَنَّ الْإِيـْمَانَ قَوْلٌ وَعَمَلٌ، يَزِيْدُ وَيَنْقُصُ، وَلَا يَنْفَعُ قَوْلٌ إِلَّا بِعَمَلٍ، وَلَا عَمَلٌ وَقَوْلٌ  إِلَّا بِنِيَّةٍ، وَلَا قَوْلٌ وَعَمَلٌ وَنَيَّةٌ إِلَّا بِسُنَّةٍ.

Iman adalah ucapan dan perbuatan yang bisa bertambah dan berkurang, dan ucapan tidak bermanfaat tanpa perbuatan. Perbuatan dan ucapan tidak bermanfaat tanpa niat. Tidak bermanfaat ucapan, perbuatan, dan niat kecuali dengan As-Sunnah (aqidah yang benar).

[Memuji Seluruh Shahabat]

وَالتَّرَحُّمُ عَلَى أَصْحَابِ مـُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلْيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّهُمْ ، فَإِنَّ اللهَ ـ عَزَّوَجَلَّ ـ قَالَ: {وَالَّذِينَ جَاؤُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيـمَانِ} [الحشر: 10] فَلَنْ يُؤْمِنَ إِلَّا بِالإِسْتِغْفَارِ لَـهُمْ، فَمَنْ سَبَّهُمْ أَوْ تَنَقَّصَهُمْ أَوْ أَحَداً مِنْهُمْ فَلَيْسَ عَلَى السُّنَّةِ، وَلَيْسَ لَهُ فِي الْفَئِ حَقٌّ ، أَخْبَرَنَا بِذَلِكَ غَيْرِ وَاحِدٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ أَنَّهُ قَالَ: “قَسَّمَ اللهُ ـ تَعَالَى ـ الفَئِ فَقَالَ:  {لِلْفُقَرَاء الْمُهَاجِرِينَ الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِن دِيارِهِمْ} [الحشر: 8] ثُـمَّ قَالَ: {وَالَّذِينَ جَاؤُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا} الآية [الحشر: 10] فَمَنْ لَـمْ يَقُلْ هَذَا لَـهُمْ فَلَيْسَ مِـمَّنْ جَعَلَ لَهُ الْفَئُ “.

Baca pos ini lebih lanjut

Penjelasan Hadits WALI

Nama eBook: Syarah Hadits Wali
Penulis: Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, MA حفظه الله

Segala puji bagi Alloh, Tuhan semesta alam, sholawat dan salam buat Nabi terakhir yang membawa peringatan bagi seluruh umat manusia, semoga selawat dan salam juga terlimpahkan buat keluarga dan para sahabatnya serta orang-orang yang tetap berpegang teguh dengan petunjuk mereka sampai hari kiamat. Amma ba’du,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ اللهَ تَعَالَى قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالـحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ، وَلاَ يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَلَئِنْ سَأَلَنِي لأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيْذَنَّهُ

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata: telah bersabda Rasulullah shalalahu ‘alaihi wasallam: “Sesungguhnya Alloh telah berfirman: Barangsiapa yang memusuhi Wali-Ku maka sesungguhnya Aku telah menyatakan perang kepadanya, dan tidaklah seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu ibadah yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan kepadanya, dan senantiasa seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya jadilah aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, dan sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, dan sebagai tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Dan jika ia meminta (sesuatu) kepada-Ku pasti Aku akan memberinya, dan jika ia memohon perlindungan dari-Ku pasti Aku akan melindunginya”. (Hadits ini dirawikan Imam Bukhary dalam kitab shahihnya, hadits no: 6137)

Ini adalah hadits Qudsi yang agung, yang didalamnya terkandung banyak faidah, terutama bagaimana seseorang menjadi Wali Allah, penulis -semoga Allah menjaganya- memanjangkan penjelasan tentang hal kewalian seperti: apakah pengertian wali, siapa wali Allah itu, apa ciri-ciri wali Alloh, ciri-ciri wali setan? bermacam pandangan mengenai kewalian; dan tentu saja faidah lainnya, silahkan menyimak…

Download:
Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDF atau Download Word

Aqidah Imam Ibnu Abi Zaid al-Qairawani al-Maliki

Nama eBook: Muqaddimah Risalah Ibn Abi Zaid al-Qairawani
Penyusun: Imam Ibn Abi Zaid al-Qairawani al-Maliki رحمه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Aqidah ahlus sunnah adalah aqidah yang sama sejak Rasulullah hingga akhir zaman, dari berbagai tempat didunia ini, untuk kali ini kita ketengahkan sebagaimana yang dituturkan oleh Imam Ibn Abi Zaid al-Qairawani al-Maliki beliau adalah Abu Muhammad ‘Abdullah bin Abi Zaid ‘Abdurrahman An-Naghrawi Al-Qairawani, seorang tokoh ulama mazhab Maliki di daerah Maghrib.

Beliau dilahirkan pada tahun 310 H. Seorang Imam yang sangat luas pengetahuannya dalam pelbagai lapangan ilmu-ilmu syar’i, seorang yang sangat ittiba’ kepada manhaj As-Salaf Ash-Shalih.

Berkata Al-Qadhi ‘Iyadh tentang beliau: “Beliau telah menggapai kepimpinan dalam perkara dunia dan agama, dan beliau juga digelar sebagai Imam Malik kecil (Malik Ash-Shaghir).”

Diantara yang dikatakan oleh beliau:

Baca pos ini lebih lanjut

10 Pembatal Keislaman

نَوَاقِضِ الإِسْلَامِ

PEMBATAL KEISLAMAN: MATAN DAN TERJEMAH

لِإِمَامِ الدَّعْوَةِ الشَّيْخِ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الوَهَّابِ بْنِ سُلَيْمَانِ التَّمِيمِيِّ

Oleh: Imam Muhammad bin Sulaiman at-Tamimiy

 
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
اعْلَمْ أَنَّ مِنْ أَعْظَمِ نَوَاقِضِ الإِسْلَامِ عَشَرَة:
الأَوَّلُ: الشِّرْكُ فِي عِبَادَةِ اللهِ، وَالدَلِيلُ قَوْلُ اللَّهِ تَعَالَى: ﴿إِنَّ اللَّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاء﴾ وَمِنْهُ الذَّبْحُ لِغَيْرِ اللهِ، كَمَنْ يَذْبَحُ لِلْجِنِّ أَوْ لِلْقَبْرِ.
 
Ketahuilah bahwa termasuk pembatal keislaman terbesar ada 10 yaitu:
Pertama: syirik dalam beribadah kepada-Nya. Dalilnya adalah firman-Nya: “Sesungguhnya Allâh tidak mengampuni dosa syirik dan mengampuni dosa di bawahnya bagi siapa yang dikehendaki-Nya?” (QS. An-Nisâ [4]: 48)
Di antara syirik adalah menyembelih untuk selain Allâh seperti orang yang menyembelih untuk jin atau orang mati.
 
الثَّانِي: مَنْ جَعَلَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللهِ وَسَائِطَ يَدْعُوهُمْ وَيسْأَلُهُمْ الشَّفَاعَةَ، وَيَتَوَكَّلُ عَلَيْهِمْ كَفَرَ إِجْمَاعًا.
 
Kedua: siapa menjadikan perantara-perantara antara dirinya dengan Allâh di mana dia berdoa kepada mereka, meminta syafaat kepada mereka, dan bertawakkal kepada mereka, maka dia kafir berdasarkan ijma’.
 
الثَّالِثُ: مَنْ لَمْ يُكَفِّرِ المُشْرِكِينَ أَوْ شَكَّ فِي كُفْرِهِمْ، أَوْ صَحَّحَ مَذْهَبَهُم،ْ كَفَرَ.
 
Ketiga: siapa yang tidak mengkafirkan orang-orang musyrik, ragu akan kekafiran mereka, atau membenarkan keyakinan mereka, maka dia kafir berdasarkan ijma’.

Baca pos ini lebih lanjut

Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah

Nama eBook: Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah
Penyusun: Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin رحمه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Kami memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya, keinginan kami untuk memposting tentang Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah karya Syaikh Ibn Utsaimin terkabul pada kesempatan ini, dimana sebelumnya telah kami posting secara terpisah.

Cukuplah tentang kitab ini sebagaimana yang digambarkan Imam Abdul ‘Aziz bin Baz, beliau rahimahullah berkata: Setelah saya tela’ah dan dengarkan seluruh isi risalah tentang aqidah, yang bermutu dan ringkas, disusun oleh saudara kita yang Mulia Al-‘Allaamah Syaikh Muhammad bin Shaleh Al ‘Utsaimin, saya dapati risalah ini mencakup keterangan tentang aqidah Ahlussunnah wal-Jama’ah dalam masalah tauhid kepada Allah, Asma’ dan Sifat-Nya, juga masalah-masalah iman kepada para malaikat, kitab-kitab, rasul-rasul, hari akhirat dan qadar yang baik maupun yang buruk.

Dalam risalah yang disusunnya ini, beliau telah berbuat sesuatu yang baik serta bermanfaat, dan telah menyebutkan hal-hal yang diperlukan para penuntut ilmu serta setiap muslim dalam keimanannya kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab, rasul-rasul, hari akhirat dan qadar baik dan buruk.

Di samping itu, beliau telah merangkumkan banyak masalah yang bermanfaat, yang berkaitan dengan aqidah, yang kadangkala tidak terdapat dalam kitab lain yang ditulis dalam hal aqidah.

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Ushulus Sunnah wa I’tiqad Dien

أصل السنة واعتقاد الدين

للإمَامَيْنِ الرَّازِيَـــيــْنِ
أبـي حاتـم وأبـي زرعة رحمهما الله

 

سألت أبي وأبا زرعة رضي الله عنهما عن مذاهب أهل السنة في أصول الدين، وما أدركا عليه العلماء في جميع الأمصار وما يعتقان من ذلك، فقالا: أدركنا العلماء في جميع الأمصار: حجازًا وعراقًا ومصرًا وشامًا ويـمنًا، فكان من مذهبهم:

Aku[1] bertanya kepada ayahku dan Abu Zur’ah radliyallahu ‘anhuma tentang madzhab Ahlus Sunnah dalam masalah ushuluddin (pokok-pokok agama) juga tentang pemahaman para ulama di berbagai kota yang mereka ketahui, serta apa saja yang mereka berdua yakini. Maka, keduanya berkata: Kami telah berjumpa dengan para ulama di seluruh kota baik di Hijaz, Iraq, Mesir, Syam maupun Yaman, maka diantara madzhab yang mereka anut adalah:

الإيـمان قول وعمل

  1. Iman itu berupa perkataan dan perbuatan,

يزيد وينقص

  1. bertambah dan berkurang.

والقرآن كلام الله غير مـخلوق بـجميع جهاته

  1. Al-Qur’an adalah kalam Allah dan bukan makhluk, dalam segala aspeknya.

والقدر خيره وشره من الله عز وجل

  1. Takdir yang baik maupun yang buruk adalah dari Allah Azza wa Jalla.

Baca pos ini lebih lanjut

Beriman Kepada Qadar Baik dan Buruk

Nama eBook: Iman Kepada Qadar Baik dan Buruk
Penyusun: Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin رحمه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

KKita juga mengimani qadar (takdir), yang baik maupun yang buruk; yaitu ketentuan yang telah ditetapkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk seluruh makhluk sesuai dengan ilmu-Nya dan menurut hikmah kebijaksanaan-Nya.

Iman kepada Qadar ada empat tingkatan:

  1. ‘Ilmu

Ialah mengimani bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala Maha Tahu atas segala sesuatu, mengetahui apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi, dengan ilmu-Nya yang azali dan abadi. Allah sama sekali tidak menjadi tahu setelah sebelumnya tidak tahu dan sama sekali tidak lupa dengan apa yang diketahui-Nya.

  1. Kitabah

Ialah mengimani bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mencatat di Lauh Mahfuzh apa yang terjadi sampai hari kiamat. Firman Allah:

أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاء وَالْأَرْضِ إِنَّ ذَلِكَ فِي كِتَابٍ إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi. Sesungguhnya Itu (semua) tertulis dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.” (QS. Al-Hajj/22: 70)

  1. Masyi’ah

Ialah mengimani bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menghendaki segala apa yang ada di langit dan di bumi, tiada sesuatupun yang terjadi tanpa dengan kehendak-Nya. Apa yang dikehendaki Allah itulah yang terjadi dan apa yang tidak dikehendaki Allah tidak akan terjadi.

  1. Khalq

Ialah mengimani bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah pencipta segala sesuatu. Firman-Nya:

اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ. لَهُ مَقَالِيدُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ…

“Allah Menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu. Hanya kepunyaan-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi…” (QS. Az-Zumar/39: 62-63)

Simaklah kelanjutan eBook ini dan sungguh semua amal kita tiada berguna bila tidak mengimani rukun iman yang satu ini…

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Lum’atul I’tiqad: Aqidah Ahlus Sunnah

Nama eBook: Lum’atul I’tiqad
Penyusun: Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi رحمه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Lum’atul I’tiqad al-Hadi ila Sabilir Rasyad (لمعة الاعتقاد الهادي إلى سبيل الرشاد) “Bekal Keyakinan yang Membimbing ke Jalan Petunjuk” yang disusun oleh Imam Muwaffiquddin al-Allamah al-Alim Abu Muhammad ‘Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah al-Maqdisi termasuk jajaran matan aqidah yang banyak dikaji maupun disyarah oleh para ulama karena ringkas dan selamat. Kitab ini membahas beberapa pokok masalah aqidah terutama cara yang benar memahami sifat-sifat Allah, isi eBook ini ialah:

  1. Biografi Penulis
  2. Muqaddimah Penulis
  3. Wajib Beriman Kepada Kabar al-Qur`an dan Hadits Shahih Tentang Sifat
  4. Pendapat Imam Ahmad Tentang Sifat Allah
  5. Pendapat Imam asy-Syafi’i Tentang Sifat Allah
  6. Pendapat Salaf dan Khalaf Tentang Sifat Allah
  7. Pendapat Ibnu Mas’ud dan ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz Tentang Sifat Allah
  8. Pendapat al-Auzai Tentang Sifat dan Sanggahan al-Adrami Kepada Ahli Bid’ah
  9. Ayat dan Hadits Tentang Sifat Allah
  10. Allah Berbicara dengan Kalam Qadim
  11. Al-Qur`an Adalah Kalamullah
  12. Kaum Mukminin Melihat Rabb Mereka di Hari Kiamat
  13. Qadha dan Qadar
  14. Hakikat Iman
  15. Mengimani Semua Kabar dari Rasulullah
  16. Kedudukan Rasulullah dan Para Shahabatnya
  17. Tidak Suka Memvonis Surga dan Neraka
  18. Wajib Mencintai Para Shahabat
  19. Wajib Taat Kepada Penguasa Muslim Meski Kejam
  20. Wajib Menjauhi Ahli Bid’ah.

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

eBook Natal dan Tahun Baru_Update-2

الْحَمْدُ اللهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ رَحْمَةً لِلْعَالَـمِيْنْ، وَالصَّلاَةُ والسَّلاَمُ عَلَى النَّبِيِّ الرَّحْمَةِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَيْنَ، أَمَّ بَعْدُ

Pada kesempatan yang mulia ini, kami dapat melakukan update ke-2 eBook tentang Natal dan Tahun Baru, adapun isi dari eBook ini (point yang berwarna biru adalah eBook baru):

A. Fatwa Para Ulama Tentang Natal

1. Fatwa MUI
2. Fatwa Al-Lajnah al-Da’imah li al-Buhuts al-‘llmiyyah wa al-lfta’
3. Fatwa Syaikh bin Baz
4. Fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin

B. Mengucapkan Selamat Natal, Perbutan Baik?
C. Bolehkah Mengucapkan Selamat Natal ?
D. Seorang Mukmin Tidak Ikut Merayakan Hari Raya Orang Kafir
E. Hukum Ikut Merayakan Imlek (Tahun Baru Orang Tioghoa)
F. Larangan Wala’ Kepada Kaum Kafirin
G. Hukum Perayaan Tahun Baru
H. 10 Kerusakan Perayaan Tahun Baru

Kami berharap agar kita semua terhindar dari makar para musuh Allah عزّوجلّ dan kita berdo’a semoga kita diwafatkan Allah ta’ala diatas Islam dan sunnah Rasulullah صلى الله عليه وسلم, amin….

Download:

Download CHM mirror Download CHM  atau Download ZIP

Versi DOC dan PDF memuat eBook poin D dan E

 Download PDF atau Download Word