Kepribadian Rasulullah

Allah Ta’ala berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab/33:21)

Sebab hal tersebut semestinyalah kita mempelajari kehidupan beliau shallallahu ‘alahi wasallam baik berupa perkataan maupun perbuatan beliau shallallahu ‘alahi wasallam, agar dapat kita contoh dalam kehidupan kita sehari-hari.

Setiap muslim yang beriman yakin betul bahwa telah ada teladan (idola) yang mesti diikutinya, karena kecintaannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam maka ia akan meninggalkan segala sesuatu demi mencontoh kesayangannya Muhammad shallallahu ‘alahi wasallam.

Berikut  eBook yang banyak menguraikan kepribadian nabi kita yang mulia, berupa amalan beliau shallallahu ‘alahi wasallam dan beberapa petuahnya, semoga kita diberi kekuatan untuk bisa mencontoh beliau shallallahu ‘alahi wasallam: Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Nama Allah: Al-Hafiizh dan Al-Haafizh

Nama eBook: Al-Hafiizh, Al-Haafizh (Maha Memelihara, Maha Menjaga)
Penulis: Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Abbad al-Badr

Pengantar:

:الحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد

Nama Allah Shubhanahu wa Ta’ala al-Hafiidzh dan al-Haafizh telah diuraikan sebelumnya, adapun eBook berikut ini adalah uraian dari syaikh Abdurrazzaq al-Badr; dalil bagi kedua nama Allah Azza wa Jalla ini diantaranya:

إِنَّ رَبِّي عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَفِيظٌ

“Sesungguhnya Tuhanku adalah Maha pemelihara segala sesuatu”.(QS. Huud/11: 57)

فَاللَّهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

“Maka Allah adalah sebaik-baik penjaga dan Dia adalah Maha Penyanyang diantara para Penyanyang”. (QS. Yusuf/12: 64)

Kedua nama agung tersebut menunjukkan bahwa Allah Ta’ala tersifati dengan penjagaan dan pemeliharaan. Sifat ini mencakup dua perkara.

Pertama, penjagaan segala sesuatu dengan ilmu-Nya, tidak ada sesuatu pun yang luput dari-Nya. Lawannya adalah lupa. Sungguh Allah telah menyucikan diri-Nya dari sifat lupa karena kesempurnaan ilmu dan penjagaan-Nya.

Kedua, bahwasanya Allah Ta’ala memelihara seluruh makhluk-Nya, seperti langit dan bumi dengan segala yang ada pada keduanya untuk terus ada selama waktu keberadaan keduanya

Silahkan simak lebih lanjut penjelasan syaikh tentang nama Allah yang mulia ini dan semoga kita semakin bertambah keimanannya, amin…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download Word atau Download PDF

Nama Allah: Al-Mannaan

Nama eBook: Nama Allah: Al-Mannaan
Penulis: Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al-Abbad حفظه الله

الحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد

Nama Allah al-Mannaan telah tsabit di dalam hadits Nabi mulia shallallahu ‘alaihi wasallam. Imam Ahmad dan yang lainnya meriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendengar seorang laki-laki berdoa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدَ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ الْمَنَّانَ بَدِيعَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu bahwasanya segala pujian hanya milik-Mu, tiada ilah yang hak, kecuali Engkau satu-satunya, tiada sekutu bagi-Mu, Maha Pemberi karunia, Maha Pencipta langit dan bumi, Maha Pemilik keagungan dan kemuliaan.”

Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَقَدْ سَأَلْتَ اللَّهَ بِاسْمِ اللَّهِ الْأَعْظَمِ الَّذِي إِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ وَإِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى

“Sungguh engkau telah memohon kepada Allah dengan nama-Nya yang paling agung, yang apabila dipanjatkan doa dengannya niscaya Dia akan mengabulkan dan apabila dipanjatkan permohonan dengannya pasti Dia akan memberi.”

Al-Mannaan (Maha Pemberi karunia) artinya Yang banyak melimpahkan karunia, agung pemberian-Nya, luas kebaikan-Nya, yang terus mengucurkan rezeki kepada para hamba-Nya, mendekatkan kenikmatan kepada mereka sebagai karunia dan kemuliaan dari-Nya, tiada yang Secara mutlak dapat mencurahkan karunia, kecuali Allah semata, Yang memulai memberi sebelum diminta. Bagi-Nya, segala karunia untuk seluruh hamba-Nya, tiada karunia dari seorang pun hamba untuk-Nya. Mahatinggi Allah dengan ketinggian yang sebesar-besarnya. Semua itu adalah perkara yang dapat disaksikan oleh makhluk seluruhnya, baik yang berbakti maupun yang durhaka, dari limpahan pemberian-Nya, keluasan karunia-Nya, kemuliaan tangan-Nya, keindahan ciptaan-Nya, kelapangan rahmat-Nya, kebaikan dan kelembutan-Nya, pengabulanNya terhadap doa orang-orang yang tertindas dan Dia menyingkap kesulitan orang-orang yang tertimpa kesedihan, menolong orang-orang yang membutuhkan bantuan, menolak ujian dan cobaan setelah tuntas sebab-sebabnya, memalingkan ujian tersebut sebelum menimpanya, dan kelembutan-Nya dalam semua itu hingga mencapai segala hal yang tak dapat dijangkau oleh angan-angan.

Simak bahasan eBook ini lebih lanjut…

Download:
 Download PDF atau Download Word

Hukum Meninggalkan Syari’at Islam

Nama eBook: Hukum Meninggalkan Syari’at Islam
Penulis: Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron حفظه الله

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Menurut hukum asal, kaum muslimin hendaknya mengerjakan semua perintah Alloh ‘Azza wa Jalla dan meninggalkan semua larangan-Nya:

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا

Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. (QS. al-Hasyr [59]: 7)

Di dalam mengerjakan yang wajib dan sunnah, Alloh ‘Azza wa Jalla memberi keringanan kepada hamba-Nya sesuai dengan kemampuannya, karena mengerjakan yang wajib dan sunnah butuh tenaga dan fasilitas. Berbeda halnya dengan meninggalkan larangan, tanpa ada beban semisal mengerjakan yang wajib dan yang sunnah.

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

Maka bertaqwalah kamu kepada Alloh menurut kesanggupanmu. (QS. at-Taghabun [64]: 16)

Selanjutnya, orang meninggalkan syariat Islam ialah lantaran beberapa sebab, antara lain:

  1. Karena tidak tahu atau keliru

Orang yang tidak tahu, tidaklah dia berdosa; hanya saja diwajibkan baginya menuntut ilmu dan bertanya kepada ulama Sunnah.

فَاسْأَلُواْ أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ

Baca pos ini lebih lanjut

Update: Misteri ALAM KUBUR

Nama eBook: Misteri ALAM KUBUR
Penyusun: Ustadz Zainal Abidin bin Syamsudin حفظه الله

Pengantar:

اَلْـحَمْدُ لِلَّهِ وَكَفَى وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى النَّبِـيِّ الْـمُصْطَفَى وَ عَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ، أَمَّ بَعْدُ

Sungguh setiap kita akan mati meninggalkan dunia yang fana ini menuju alam kubur (Alam Barzakh). Setiap muslim meyakini dengan pasti akan adanya nikmat dan siksa kubur. Sungguh syari’at telah menjelaskannya hingga kepercayaan tentangnya merupakan salah satu pokok aqidah ahlus sunnah wal jama’ah seperti tertuang dalam tulisan dan riwayat para Imam penghulu Ummat ini.

e-book ini adalah update setelah terbit sekitar 8 tahun yang lalu, pada kesempatan ini kami sertakan eBook-nya dalam file PDF, DOC, CHM dan CHM Zip, adapun topik atau bahasan ebook ini adalah:

SERAMNYA ALAM KUBUR
DERITA DAN NIKMAT ALAM BARZAKH
SIKSA KUBUR MENIMPA JASAD DAN RUH
BENTUK-BENTUK SIKSA KUBUR

Alam Kubur Sangat Gelap dan Seram
Azab Kubur Dipukul dengan Cemeti Besi
Azab Kubur dengan Diimpit Bumi
Azab Kubur dengan Dibelit Ular Berbisa
Azab Kubur Dibakar dengan Api
Azab Kubur untuk Orang Sombong
Azab Kubur bagi Koruptor dan Pemakan Harta Haram
Azab Kubur Bagi Orang yang Suka Ghibah atau Namimah dan Tidak Menjaga Kencing
Azab Kubur Bagi Khatib Gadungan
Azab Kubur yang Menimpa Pendusta, Pezina, Pemakan Riba, Meninggalkan Shalat dan Orang yang Menelantarkan Al-Qur’an

PEMICU UTAMA SIKSA KUBUR
HIKMAH AZAB KUBUR TIDAK DIDENGAR MANUSIA

Download:

Download CHMatau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Siksa Kubur Adalah Aqidah Yang ABSOLUT

Nama eBook: Siksa Kubur Adalah Aqidah Yang ABSOLUT
Penulis: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf as-Sidawi حفظه الله

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Penulis -semoga Allah menjaganya- dalam muqaddimah berkata:

Sesungguhnya keyakinan adanya adzab kubur merupakan salah satu di antara akidah Islam yang absolut berdasarkan dalil-dalil yang sangat banyak. Oleh karena itu wajib bagi seorang muslim untuk memahami akidah ini. Terlebih pada saat ini, ketika pemikiran-pemikiran bid’ah bermunculan dengan gencar yang dimotori oleh sebagian gerakan yang menghidupkan kembali kesesatan Khowarij dan sebagian Mu’tazilah yang mengingkari adzab kubur.

Tidak perlu jauh-jauh, di hadapan penulis ada dua buku berbahasa Indonesia yang ditulis dengan tanpa malu dalam menyebarkan paham sesat dan menggoyahkan akidah umat. Dua buku yang kami maksud tersebut adalah:

  1. Absahkah Berdalil Dengan Hadits Ahad Dalam Masalah Akidah Dan Siksa Kubur?! Karya Syamsuddin Ramadlan. Pengantar DR. Abdurrahman al-Baghdadi, cet. Hanifah Press, Jakarta 2001.
  2. Tak Ada Adzab Kubur? Karya Agus Mustofa, cet. Padma Press, Surabaya, Jatim.

Tulisan berikut merupakan salah satu partisipasi seorang hamba yang lemah dalam menjelaskan masalah ini serta membedah beberapa syubhat seputarnya. Kita berdo’a pada Alloh عزّوجلّ agar menjadikan tulisan ini ikhlas karena mengharap pahala dari-Nya dan bermanfaat bagi kita semua serta petunjuk bagi saudara kita yang tersesat jalan atau masih bingung mengenainya.

Selanjutnya penulis menyampaikan dalil Adzab Kubur dari Al-Qur’an, Hadits dan Ijma’; bantahan terhadap syubhat yang meniadakan adzab kubur, Faktor penyebab siksa kubur, lamanya siksa kubur dan mengapa adzab kubur tidak diperdengarkan. Semoga bermanfaat…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Murtad dan Hukumannya

Nama Ebook: Murtad
Penulis : Syaikh Muhammad bin Ibrahim at-Tuwayjiry

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Murtad: Adalah orang yang menjadi kafir setelah Islam, atas pilihannya.

Murtad lebih berat kekufurannya daripada orang yang asli kafir. Murtad merupakan kekufuran yang mengeluarkan pelakunya dari Islam dan menyebabkannya diakherat kekal dalam api neraka jika ia belum bertaubat sebelum meninggal. Apabila orang yang murtad di bunuh atau mati dan ia belum bertaubat, maka berarti ia kafir. (Jenazahnya) tidak dimandikan, tidak dishalatkan dan tidak dimakamkan di perkuburan Kaum Muslimin, Allah Ta’ala berfirman:

وَمَن يَرْتَدِدْ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُوْلَـئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَأُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” (QS. Al-Baqarah/2:217)

عَنَ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang merubah agamanya hendaklah kalian membunuhnya” (HR. Bukhari, no. 3017)

Demikianlah hukuman bagi yang keluar dari Agama Islam, kita berdoa agar kita dan anak keturunan kita dijauhkan darinya. Dan kita berdoa agar hukum Allah dan Rasul-Nya makin luas pelaksanaannya di seluruh belahan bumi ini.

Kita berdoa pula agar umat ini kokoh memegang aqidahnya, kemudian kita berdoa juga agar orang-orang yang liberal bersegera kembali kepangkuan Islam yang benar, mencintai orang-orang Islam dan tidak mencintai dan tidak terpaut hatinya kepada orang-orang kafir…

Simak eBook-nya yang masih banyak bahasan didalamnya…

Download:
Download PDF atau Download Word

Jenis-Jenis Fitnah dan Supaya Selamat Darinya

Nama eBook: Ragam FITNAH
Penulis: Syaikh Shalih Fauzan al-Fauzan حفظه الله

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Fitnah itu banyak ragamnya. Ia semakin banyak dan dahsyat serta terus bermunculan di akhir zaman. Dan manusia sepanjang hayatnya selalu berdampingan dengan fitnah, hanya saja ada yang bergesekan dengan fitnah dalam porsi sedikit, ada yang banyak, diantara jenis-jenis fitnah adalah:

إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. (QS. At-Taghabun/64:15)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ

Baca pos ini lebih lanjut

Hukum Bersumpah dan Kafaratnya

Nama Ebook: HUKUM SUMPAH (YAMIIN)
Penulis : Syaikh Muhammad bin Ibrahim at-Tuwayjiry

Segala puji hanyalah milik Allâh Rabb Semesta Alam. Sholawat dan Salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad  keluarga dan sahabat beliau serta orang-orang yang mengikuti mereka, amma ba’du:

Menjaga sumpah adalah merupakan suatu kewajiban dan tidak boleh untuk menyepelekannya, karena urusannya sangat besar, sehingga tidak diperbolehkan menganggap enteng sumpah dan tidak pula mencari alasan demi untuk menghindari hukum yang berlaku padanya, dan sumpah ini diperbolehkan dalam urusan yang dianggap penting menurut syari’at.

Yamin: (يـَمِين Jamak: أَيـْمَان) adalah penguat perkara yang disumpahi dengan menyebut Allah, atau salah satu dari nama ataupun sifat-Nya dengan cara khusus, dia biasa disebut sumpah atau janji.

Barangsiapa bersumpah dengan Kalimat Allah, salah satu nama ataupun salah satu sifat-sifat-Nya, seperti perkataan: Demi Allah, karena Allah, demi Ar-Rahman, demi kebesaran Allah, keagungan serta kemulian-Nya, demi Rahmat-Nya dan lain sebagainya, maka sumpah yang terucap apabila dilanggar mewajibkan kafarat.

Dalam eBook ini akan dibahas Defenisi Sumpah, Hukum Bersumpah dengan selain Nama Allah, Jenis-jesnis Sumpah, Kafarat sumpah selain dengan nama Allah, Hukum bersumpah, Syarat-syarat wajibnya kafarat sumapah, Kafarat sumapah dan lainnya, silahkan disimak…

Download:
Download PDF atau Download Word

Nama Allah: Al-Hayyu Al-Qoyyuum

Nama eBook: Nama Allah: Al-Hayyu Al-Qoyyuum
Penulis: Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al-Abbad حفظه الله

Alhamdulillah, kita memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bersyukur kepada-Nya, kemudian sholawat dan salam semoga selalu tercurah bagi nabi teladan ikutan kita, Muhammad, keluarganya, para sahabatnya, serta yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari berbangkit.

Kedua nama Allah: Al-Hayyu Al-Qoyyuum disebutkan dalam Al-Qur‘an dalam keadaan digandeng pada tiga tempat. Yang pertama dalam ayat kursi:

اللّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ.

“Allah tidak ada Ilah melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya),” (QS. Al-Baqarah/2:255),

yang kedua dalam awal surat Ali Imran:

الـم. اللّهُ لا إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ.

“Alif laam miim. Allah, tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya.” (QS. Ali Imran/3:1-2),

dan yang ketiga dalam surat Thaha

وَعَنَتِ الْوُجُوهُ لِلْحَيِّ الْقَيُّومِ.

“Dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Yang Hidup Kekal lagi senantiasa mengurus ( makhluk-Nya).” (QS. Thaha/20:111)

Sebagian ulama berpendapat bahwa kedua Nama Allah: Al-Hayyu dan Al-Qoyyuum adalah nama Allah yang paling Agung, mereka berdalil dengan hadits ketika seseorang berdo’a,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْمَنَّانُ بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, sesungguhnya segala pujian itu bagi-Mu, tidak ada sesembahan yang hak melainkan diri-Mu Dzat Yang Maha Memberi, pencipta langit dan bumi. Wahai Dzat yang memiliki keagungan, serta kemuliaan, wahai Dzat yang Maha Hidup, lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya)”

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَقَدْ دَعَا اللَّهَ بِاسْمِهِ الْعَظِيمِ الَّذِي إِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ وَإِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى.

“Sungguh orang ini telah berdoa kepada Allah dengan nama-Nya yang paling agung, yang jika Dia diminta Dia memberi dan jika Dia dimohon, Dia akan mengabulkan.”

Simak bahasan eBook ini lebih lanjut…

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word