Menyembelih dan Berburu

Nama eBook: Menyembelih dan Berburu
Penulis: Syaikh Muhammad bin Ibrahim at-Tuwayjiry

:الحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد

Dzakah adalah menyembelih atau nahar hewan darat yang bisa dimakan, dengan cara memotong saluran pernafasan dan saluran makanan bersama kedua urat nadi atau salah satunya, atau dengan cara melukai dia yang menghindar, seperti hewan yang kabur dan lainnya.

Cara Menyembelih: Disunnahkan untuk melakukan nahar terhadap unta dalam keadaan berdiri dan kaki kirinya terikat, yaitu dengan cara menusuk pangkal lehernya dengan sesuatu yang tajam, letaknya diantara pangkal leher dan dada. Sedangkan sapi, kambing dan semisalnya dengan menggunakan pisau dan hewan tersebut dibaringkan pada tubuh kirinya. Haram hukumnya untuk menjadikan binatang ternak sebagai sasaran untuk ditembak.

Seluruh yang mati karena tercekik, dipukul kepalanya, disetrum listrik, ditenggelamkan dalam air panas atau dengan gaz mematikan, seluruhnya haram dan tidak boleh dimakan, karena dalam keadaan seperti itu darahnya menjadi bercampur dengan daging sehingga membahayakan manusia yang memakannya, lagi pula ruhnya dihilangkan dengan cara yang menyelisihi sunnah.

Shoid adalah memburu binatang halal yang tentunya liar dan tidak dimiliki orang lain dan tidak mampu pula menangkapnya, dengan menggunakan alat tertentu yang diarahkan kepadanya.

Shoid: secara asal berhukum mubah, kecuali jika dilakukan di tanah Haram, dia berhukum haram, sebagaimana haram pula bagi dia yang bermuhrim (haji) untuk berburu binatang darat.

Perburuan seorang pemburu yang hanya dilakukan dengan sia-sia, seperti membidik sesuatu kemudian meninggalkannya tanpa mengambil manfaat darinya, baik itu dirinya ataupun orang lain, maka hal ini diharamkan, karena termasuk dari penyia-nyiaan terhadap harta dan menghilangkan nyawa tanpa ada kebutuhan.

Demikian sekelumit tentang berbagai masalah fiqih tentang menyembelih dan berburu, silahkan simak secara menyeluruh dengan mendawnload eBooknya…

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Ila’, Zihar dan Li’an

Nama Ebook: Ila’, Zihar dan Li’an
Penulis : Syaikh Muhammad bin Ibrahim at-Tuwayjiry

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Kembali kita membahas berbagai hukum dalam Kitab ‘Nikah’, setelah dibahas sebelumnya tentang thalaq, rujuk dan hulu’. Dikesempatan yang mulia ini kita ketengahkan tentang Ila’, Zihar dan Li’an.

Ila’ adalah sumpah seorang suami yang mampu untuk bersetubuh dengan menggunakan nama Allah atau salah satu nama-Nya, atau salah satu sifat-Nya, untuk tidak menyetubuhi isteri pada kemaluannya untuk selamanya atau lebih dari empat bulan.

Ketika pada masa jahiliyah, apabila ada seorang laki-laki yang tidak menyukai isterinya dan dia tidak menginginkannya menikah dengan pria lain, maka dia akan bersumpah untuk tidak menyentuh wanita tersebut untuk selamanya, atau hanya satu sampai dua tahun, dengan tujuan untuk menyengsarakannya, laki-laki tersebut membiarkannya tergantung, dia itu tidak seperti isterinya dan bukan pula wanita yang diceraikan. Kemudian Allah ingin menentukan batasan untuk perbuatan ini, Dia membatasinya selama empat bulan dan membatalkan apa yang lebih darinya sebagai bentuk untuk membendung kejelekan.

Zihar adalah menyerupakan isteri atau sebagian tubuhnya dengan wanita yang diharamkan untuk dinikahi selamanya, seperti perkataan: kamu seperti ibuku, atau seperti punggung saudariku, dan semisalnya.

Baca pos ini lebih lanjut

Rujuk dan Hulu’

Nama Ebook: Rujuk dan Hulu’
Penulis : Syaikh Muhammad bin Ibrahim at-Tuwayjiry

Alhamdulillah segala puji hanya teruntuk kepada Allah, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga dan sahabatnya رضي الله عنهم.

Sebelumnya kita telah memposting eBook sekitar hukum ‘Thalaq’, selanjutnya dikesempatan ini kita membahas seputar Rujuk (Roja’ah) dan Hulu’.

Roj’ah adalah pengembalian wanita yang telah dicerai selain thalaq bain kepada ikatan sebelumnya tanpa akad.

Adapun Hulu’ adalah berpisahnya pasangan suami-isteri dengan imbalan yang dibayarkan isteri kepada suami.

Diperbolehkan hulu’ ketika seorang wanita telah membenci suaminya, baik itu disebabkan oleh buruknya pergaulan dia, jeleknya akhlak atau pribadinya, ataupun karena takut terjerumus dalam dosa dengan meninggalkan haknya. Dianjurkan bagi suami untuk menerima hulu’ tersebut sebagaimana dia telah diperbolehkan oleh agama.

Apabila seorang isteri membenci suami karena agamanya, seperti meninggalkan shalat, atau tidak memperdulikan kehormatan diri, jika tidak memungkinkan baginya untuk merubah, maka dia wajib untuk mencari jalan agar suami tersebut menceraikannya. Akan tetapi jika suaminya melakukan beberapa hal yang diharamkan, namun dia tidak memaksa isterinya untuk ikut melakukannya, dalam keadaan ini tidak wajib bagi isteri untuk meminta hulu’.

Hulu’ diperbolehkan pada setiap saat, baik itu dalam keadaan suci ataupun haidh, wanita yang melakukan hulu’ beriddah satu kali haidh saja. Seorang suami boleh menikahi kembali yang di hulu’nya dengan syarat atas ridho wanita tersebut, dengan akad dan mahar baru setelah selesainya iddah.

Demikian sekilas isi eBook ini, semoga kita makin mengilmui agama kita yang adil ini…

Download:
Download CHM atau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Bagaimana Anda Bersedekah?

Nama eBook: Bagaimana Anda Bersedekah?
Penyusun: Ustadz Abu Abdillah al-Atsari حفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, kita memuji dan bersyukur kepada Allah Rabb sekalian alam. Sholawat dan salam bagi nabi utusan-Nya Muhammad, keluarganya, para sahabatnya, dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kemudian.

Imam al-Ashfahani rahimahullah mengatakan: Sedekah adalah apa yang dikeluarkan seseorang dari hartanya untuk mendekatkan diri kepada Alloh ‘Azza wa Jalla. Contohnya zakat. Akan tetapi, kata sedekah lebih sering digunakan untuk sedekah yang sunnah, sedangkan zakat untuk sedekah yang wajib.”

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata: “Dinamakannya sedekah, karena dengan sedekah menunjukkan kejujuran orang yang memberinya. Harta itu disenangi oleh jiwa, apabila engkau menyedekahkan apa yang engkau senangi, maka hal itu sebagai dalil bahwa engkau jujur dan tulus dalam melakukannya.”

Sedekah mempunyai keutamaan yang banyak seperti: melaksanakan perintah Allah,  ganjarannya berlipat ganda, penghapus dosa dan kesalahan, kebaikan baru sempurna dengan sedekah dan keutamaan lainnya. Agar keutamaan itu tercapai (berbarokah) maka kita harus memperhatikan adab dalam bersedekah diantanya adalah:

  1. Luruskan Niat
  2. Dari Harta yang Halal
  3. Sedekah Dengan Harta yang Paling Dicintai
  4. Mendahulukan Kerabat Terdekat
  5. Jangan Sembarangan Memberi Orang Sedekah
  6. Menyembunyikan Sedekah
  7. Lembut Kepada Fakir-Miskin dan Jangan Diungkit-Ungkit
  8. Jangan Rakus Dengan Harta dan Dunia yang Fana.

Silahkan baca bahasannya dalam isi eBook kali ini, dan semoga kita dapat melaksanakannya dalam kehidupan kita sehari-hari….

Download:
Download CHMatau Download ZIPatauDownload PDF atau Download Word

Wanita Dalam Pandangan Islam, Yahudi dan Nashrani

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Pandangan manusia terhadap wanita dalam Islam sangat dipengaruhi oleh media yang memblow-up bahwa wanita dalam Islam sangatlah direndahkan, mereka mengambil sumbernya dari para pembenci Islam, orientalis dan orang yang mengaku Islam tapi lidah dan tulisannya merendahkan Islam (lebih tepatnya mungkin disebut munafikun).

eBook ini adalah buah karya Dr. Syarief Muhammad Abdul Adhim seorang Dosen di Universitas Koiter – Kinjistoon – Ontario – Kanada, yang membandingkan kedudukan wanita dalam tiga agama samawi (Yahudi, Kristen dan Islam), lihatlah wahai manusia!! bahasan beliau yang bersumber dari kitab asli ketiga agama tersebut.

Bagi yang insyaf akan mengagungkan kedudukan wanita dalam Islam, dan bagi yang beriman akan meningkatkan ke imanan-nya, dan bagi pembenci Islam dan munafikin semoga diberi hidayah oleh Allah Subhana wa Ta’ala dan sesungguhnya hanya Dia yang dapat memberi petunjuk…

Download:
Download PDF mirror Download PDF

Hukum Sekitar Thalaq

Nama Ebook: Bab THALAQ
Penulis : Syaikh Muhammad bin Ibrahim at-Tuwayjiry

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga, sahabatnya رضي الله عنهم dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.

Thalaq adalah melepas seluruh ikatan suami-isteri ataupun sebagiannya.

Adapun hikmahnya Allah mensyari’atkan pernikahan untuk mendirikan kehidupan suami isteri yang mapan, dibangun atas kecintaan dan kasih sayang diantara keduanya, saling menjaga kehormatan pasangannya, mendapat keturunan dan sebagai penyalur syahwat, apabila tujuan-tujuan tersebut ada yang ternodai ataupun rusak salah satunya yang disebabkan oleh buruknya akhlak salah satu dari suami-isteri, adanya kebiasaan yang tidak disukai atau buruknya hubungan diantara keduanya, ataupun lainnya dari penyebab yang mengarah kepada pertikaian terus menerus yang menjadikan kehidupan suami-isteri mereka menjadi berat, apabila permasalahannya telah sampai pada batas ini, Islam telah mensyari’atkan suatu rahmat kepada pasangan tersebut dengan sebuah jalan keluar, yaitu thalaq (perceraian).

Thalaq berhukum mubah ketika dia diperlukan, seperti ketika buruknya akhlak seorang isteri, atau karena buruknya pelayanan. Sementara itu thalaq diharamkan ketika tidak diperlukan, seperti ketika kehidupan pasangan suami isteri mapan. Thalaq bisa dianjurkan ketika dalam keadaan darurat, seperti keadaan isteri yang tersiksa jika terus hidup bersama suami tersebut, atau karena dia sangat membenci suaminya, dan lainnya.

Thalaq akan menjadi wajib terhadap suami ketika mendapati isterinya tidak melaksanakan shalat, atau dia tidak bisa menjaga kehormatannya, selama dia tidak mau bertaubat dan tidak juga menerima nasehat.

Suami diharamkan untuk menceraikan isterinya yang masih dalam keadaan haidh dan nifas, juga dalam keadaan bersih yang telah dia setubuhi padanya, selama belum ada kejelasan tentang kehamilannya, sebagaimana juga diharamkan untuk menceraikan isterinya thalaq tiga sekaligus dengan satu ucapan atau dalam satu majlis.

Diperbolehkan bagi seorang wanita untuk meminta thalaq dihadapan qodi (hakim pengadilan) jika dia merasa tersiksa oleh permasalahan yang menjadikannya tidak sanggup lagi hidup dibawah lindungan suaminya oleh berbagai sebab yang dibenarkan syari’at.

Demikian sepintas permasalahan tentang thalaq, sebuah permasalahan yang tidak boleh dimudah-mudahkan dan tidak boleh jadi bahan candaan, dalam eBook ini akan dibahas cukup lengkap tentang bab ini, marilah kita berusaha mengilmuinya dan insyaAllah dengannya kita akan makin mencintai Islam yang mulia ini….

Download:
Download CHM atau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Video: Cara Sholat Sesuai Sunnah_Yufid TV

Video ini adalah penjelasan ringkas, simak berbagai petunjuk tentang sholat diblog ini, adapun kawan-kawan yang ingin download videonya silahkan klik link ini

Panduan Mendidik Anak Sesuai Sunnah

Nama Ebook: Panduan Mendidik Anak Sesuai Sunnah Nabi
Penulis : Syaikh Abdussalam as-Sulayman

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga dan sahabatnya رضي الله عنهم.

Berikut kita share sebuah eBook yang sangat penting bagi para orang tua atau calon orang tua, sebuah buku yang mengulas cara mendidik anak berdasarkan dalil al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Adapun isi buku ini adalah sebagai berikut:

KATA PENGANTAR
KATA SAMBUTAN : Syaikh Shalih Fauzan Al-Fauzan
PENDAHULUAN
ANAK ADALAH NIKMAT DAN HIBAH (KARUNIA) ALLAH
ANAK ITU ADALAH PERHIASAN SEKALIGUS FITNAH
PERTAMA : Anak Sebagai Perhiasan
KEDUA : Anak Sebagai Fitnah
KETIGA : Kerap kali anak itu bisa melalaikan orang tua dari menaati Allâh
DOA PARA NABI DAN ORANG SHALIH DI DALAM MEMINTA KETURUNAN (ANAK)
MANFAAT ANAK YANG SHALIH
KEWAJIBAN MENDIDIK ANAK DI ATAS KEBAIKAN
DUA MACAM HIDAYAH
PERTAMA : Hidayah Dilâlah (arahan) wa Irsyâd (bimbingan) wa Bayân (penjelasan)
KEDUA : Hidayah Taufîq wa Ilhâm wa Qobûl (penerimaan)
LANGKAH-LANGKAH PRAKTIS DI DALAM MENDIDIK ANAK
PERTAMA : Memulai dari memperbaiki diri sendiri
KEDUA : Memilih Ibu (Isteri)
KETIGA : Menyebut nama Allâh sebelum jima’ dengan isteri
KEEMPAT : Memperhatikan ibu yang sedang hamil
Al-Bisyâroh (Bergembira dan menyampaikan kabar gembira) dengan kelahiran anak
Sujud Syukur
KELIMA : Keutamaan Mendidik Anak Perempuan di dalam Islam
Mendidik anak perempuan dijadikan oleh Islam sebagai jalan untuk masuk ke dalam surga
Keutamaan Mendidik Anak Perempuan Semata Wayang
KEENAM : Adzan Di Telinga Bayi Yang Baru Lahir
KETUJUH : Sunnah yang sepatut-nya dipraktekkan seorang muslim adalah Tahnîk
KEDELAPAN : Memberi Nama dan Kuniyah yang baik
Kuniyah
KESEMBILAN : Aqiqah
Mencukur Rambut
KESEPULUH : Menyusui Sang Bayi
KESEBELAS : Berdoa
KEDUA BELAS : Mengajarkan Kalimat Tauhid kepada anak-anak
KETIGA BELAS : Membiasakan mereka untuk beradab dan berakhlaq yang baik
KEEMPAT BELAS : Berlemah lembut dan bercanda dengan anak
KELIMA BELAS : Membersihkan rumah dari permainan yang sia-sia dan alat-alat musik
KEENAM BELAS : Melindungi rumah dengan Bacaan al-Qur’an, Dzikir dan Sholat di dalamnya
MENDIDIK ANAK DARI USIA 7 SD 14 TAHUN
PERTAMA : SHOLAT
KEDUA : MENGAJARKAN ANAK ALQUR’AN
KETIGA : MENDIDIK ANAK UNTUK MENAATI ALLAH DAN RASULULLAH صلى الله عليه وسلم
KEEMPAT : MENDIDIK MEREKA UNTUK MENCINTAI ULAMA DAN ULIL AMRI
KELIMA : MEMILIH SEKOLAH
KEENAM : MENYELEKSI KAWAN DEKATNYA
PENUTUP
TENTANG PENERJEMAH

Download:
 Download PDF mirror Download PDF

Jual Beli Salam dan Syaratnya

Nama eBook: Jual Beli salam dan Syaratnya
Penulis: Kholid Syamhudi, Lc حفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Rabb sekalian alam yang telah memberikan berbagai nikmat yang terhingga kepada kita, kemudian shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarganya, sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari akhir.

Istilah syar’i di negara ini berkembang pesat, khususnya yang berkaitan dengan dunia bisnis. Ini sejalan dengan perkembangan bisnis perbankan dan lembaga-lembaga keuangan syari’at. Istilah-istilah syar’i ini sebelumnya sangat jarang terdengar di telinga masyarakat umum. Diantara istilah itu adalah bai’us salam (jual beli dengan cara inden atau pesan). Bagi masyarakat umum, istilah bai’us salam terhitung istilah baru. Sehingga tidak mengherankan kalau kemudian banyak yang mempertanyakan maksud dan praktik sebenarnya dalam Islam.

Kata salam berasal dari kata at-taslîm (التَّسْلِيْم). Kata ini semakna dengan as-salaf (السَّلَف) yang bermakna memberikan sesuatu dengan mengharapkan hasil dikemudian hari.

Menurut para Ulama, definisi bai’us salam yaitu jual beli barang yang disifati (dengan kriteria tertentu/spek tertentu) dalam tanggungan (penjual) dengan pembayaran kontan dimajlis akad. Dengan istilah lain, bai’us salam adalah akad pemesanan suatu barang dengan kriteria yang telah disepakati dan dengan pembayaran tunai pada saat akad berlangsung.

Jual beli sistem ini diperbolehkan dalam syariat Islam. Ini berdasarkan dalil-dalil dari al-Qur`ân dan sunnah serta ijma dan juga sesuai dengan analogi akal yang benar (al-qiyâsush shahîh), dalam hadits disebutkan:

قَدِمَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ وَهُمْ يُسْلِفُونَ فِى الثِّمَارِ السَّنَةَ وَالسَّنَتَيْنِ فَقَالَ: مَنْ أَسْلَفَ فِى تَمْرٍ فَلْيُسْلِفْ فِى كَيْلٍ مَعْلُومٍ وَوَزْنٍ مَعْلُومٍ إِلَى أَجَلٍ مَعْلُومٍ

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam  tiba di kota Madinah, penduduk Madinah telah biasa memesan buah kurma dengan waktu satu dan dua tahun. maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda, “Barangsiapa memesan kurma, maka hendaknya ia memesan dalam takaran, timbangan dan tempo yang jelas (diketahui oleh kedua belah pihak).” (Muttafaqun ‘alaih)

Namun perlu diwaspadai perilaku buruk sebagian pemilik modal yang memancing ikan di air keruh, ketika para petani atau pengusaha industri sangat membutuhkan modal cepat. Dalam kondisi sepert ini, terkadang sebagian pemilik modal “memanfaatkan” jual beli salam sebagai sarana menekan harga barang hingga sangat terpuruk. Seandaianya bukan karena kebutuhan mendesak, tentu mereka menolak tawaran modal tersebut. Ini tidak bisa dibenarkan dan terlarang karena masuk dalam kategori bai’ul mudhthar (jual beli dalam keadaan terpaksa).

Simak lanjutan pembahasannya dalam ebook ini, semoga bermanfaat…

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word