Kunci Sukses Rumah Tangga Bahagia

Nama Ebook: Kunci Sukses Rumah Tangga Bahagia
Editor: Ustadz Abu Ubaidah as-Sidawi

الْـحَمْدُ للهِ رَبِ الْعَالَمِيْنَ. وَصَّلَّاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَ صْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ:

Rumah tangga bahagia adalah tonggak utama berdirinya masyarakat dan ne­ gara rabbani yang kita idamkan bersama dan sumber kebaikan bagi individu dan masyarakat. Dari situlah akan lahir generasi tangguh yang akan menjadi unsur pembentuk masyarakat rabbani.

Karena urgensi rumah tangga ini, Iblis sangat berambisi untuk mengoyak dan merongrong keutuhan rumah tangga manusia, meretakkan hubungan cinta kasih bahtera rumah tangga, dan mengintai berbagai celah untuk menghancurkan kebahagiaan rumah tangga. Apakah kita ingin kalau Iblis bersorak­sorai merayakan kemenangannya?!!

“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas laut, kemudian ia mengirim bala tentaranya. Yang paling dekat kedudukannya dengan Iblis adalah yang paling besar perannya menggoda anak Adam. Salah satu dari mereka datang dan berkata, ‘Aku telah berbuat begini dan begini.’ Iblis mengatakan kepadanya, ‘Kamu belumlah berbuat apa-apa.’ Kemudian datang lagi anak buahnya yang lain dan berkata, ‘Aku tidak meninggalkan seorang anak Adam hingga aku bisa memisahkan antara suami dengan istrinya.’ Iblis lalu menyuruhnya mendekat lalu berkata, ‘Kamu anak buah yang hebat.’ Setelah itu Iblis merangkulnya.” (HR. Muslim)

Namun, kebahagiaan rumah tangga bahagia tentu tidaklah diraih/didapatkan hanya dengan khayalan dan impian belaka. Dibutuhkan usaha dan perjuangan ekstra. Oleh karena itu, Islam -sebagai agama yang sempurna- telah memberikan perhatian yang sangat besar dengan meletakkan pondasi, konsep, dan pedoman (kaidah)yang indah bagi suami istri. Jika keduanya mengamalkan prinsip­prinsip tersebut dan membangun mahligai rumah tangganya dengan rambu­rambu tersebut maka ­dijamin­ rumah tangga mereka akan mendapatkan kebahagiaan serta tidak mudah goyah dan runtuh (baca: cerai) di kala menghadapi berbagai persoalan/kesulitan hidup.

Apa saja kaidah­kaidah tersebut?!! Inilah yang akan dibahas dalam eBook ini, selamat membaca…

Download:
Download PDFmirrorDownload PDF

Hak-Hak Suami Terhadap Istri

Nama Ebook: Hak-Hak Suami Terhadap Istri
Editor: Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc, MA.

الحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Telah kita posting sebelumnya hak-hak istri terhadap suami, pada kesempatan kali ini kita akan membahas hak-hak suami. Pada dasarnya pembahasan kali ini hendaknya diketahui oleh para istri. Karena yang namanya hak-hak suami itu berarti kewajiban-kewajiban istri. Sebagaimana pula jika dikatakan hak-hak istri, maka maksudnya adalah kewajiban suami.

Dalam kehidupan ini pasti terkumpul pada diri seseorang dua hal yaitu hak-hak dan kewajiban. Seseorang memiliki hak-hak yang boleh dia tuntut dari orang lain yang memiliki kewajiban, dan di lain sisi dia memiliki kewajiban-kewajiban yang harus ditunaikan atas hak-hak orang lain yang ada pada dirinya. Dan seseorang yang cerdas tentunya berusaha untuk menunaikan hak orang lain sebelum dia memperhatikan hak-haknya. Karena meskipun seseorang tidak mendapatkan hak-haknya di dunia, pasti akan dia dapatkan hak-haknya di akhirat dan tidak akan hilang hak-hak tersebut. Sebagaimana yang telah ditegaskan oleh Nabi صلى الله عليه وسلم dalam Sahih Muslim, dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

لَتُؤَدُّنَّ الْحُقُوقَ إِلَى أَهْلِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُقَادَ لِلشَّاةِ الْجَلْحَاءِ مِنَ الشَّاةِ الْقَرْنَاءِ

“Semua hak itu pasti akan dipenuhi pada hari kiamat kelak, hingga kambing bertanduk pun akan dituntut untuk dibalas oleh kambing yang tidak bertanduk.” (HR. Muslim 4/1997 no. 2582)

Kalau dalam hadits ini hewan saja akan diberikan hak balasnya atas kedzaliman hewan yang lain, maka tentu hak-hak manusiapun akan dipenuhi. Maka tatkala kita memiliki hak-hak yang tidak ditunaikan oleh bos kita, tidak ditunaikan oleh istri kita, tidak ditunaikan oleh sahabat kita, maka tidak perlu khawatir karena hak tersebut akan kembali cepat atau lambat. Jika kita tidak menerimanya di dunia, maka kita akan menerimanya di akhirat. Dan sebenarnya beruntung seseorang yang hak-haknya dikembalikan pada hari akhirat, karena pada waktu itu seseorang akan betul-berul butuh dengan pahala, sedangkan cara pengembalian hak-hak yang tidak didapatkan di dunia tersebut adalah dengan mentransfer pahala.

Maka yang lebih utama untuk kita perhatikan adalah hakhak orang yang ada pada diri kita. Dengan kata lain kewajiban kita kepada orang lain harus kita tunaikan terlebih dahulu. Dan jangan sampai kita meninggal dunia dalam kondisi ada hak orang lain yang belum kita tunaikan, karena perkara seperti ini sangatlah berbahaya.

Menunaikan hak-hak tersebut juga meliputi hak-hak suami terhadap istri maupun sebaliknya hak-hak istri terhadap suami. Terkadang ada seorang suami yang menuntut istrinya untuk melakukan ini dan itu, akan tetapi ketika istrinya meminta untuk ditunaikan haknya, dia tidak menunaikannya. Sebaliknya juga ada sebagian wanita yang hanya bisa menuntut haknya untuk dibelikan ini dan itu, akan tetapi ketika telah dihadapkan pada kewajiban-kewajibannya terhadap suaminya, diapun mengabaikannya.

Maka pembahasan hak-hak suami dan hak-hak istri sanggatlah penting untuk diketahui baik bagi yang telah menikah ataupun bagi yang beluk menikah. Karena kehidupan berumah tangga tidaklah gampang. Janganlah seseorang hanya berangan-angan dan memikirkan enaknya menikah, akan tetapi perlu diingat bahwa ada hak dan kewajiban di dalamnya, selamat membaca…

Download:
Download PDFmirrorDownload PDF

Hak-Hak Istri Terhadap Suami

Nama Ebook: Hak-Hak Istri Terhadap Suami
Editor: Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc, MA.

الحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas hak-hak istri. Pada dasarnya pembahasan kali ini hendaknya diketahui oleh para laki-laki. Karena yang namanya hak-hak istri itu berarti kewajiban-kewajiban suami. Sebagaimana pula jika dikatakan hak-hak suami, maka maksudnya adalah kewajiban istri.

Dalam kehidupan ini pasti terkumpul pada diri seseorang dua hal yaitu hak-hak dan kewajiban. Seseorang memiliki hak-hak yang boleh dia tuntut dari orang lain yang memiliki kewajiban, dan di lain sisi dia memiliki kewajiban-kewajiban yang harus ditunaikan atas hak-hak orang lain yang ada pada dirinya. Dan seseorang yang cerdas tentunya berusaha untuk menunaikan hak orang lain sebelum dia memperhatikan hak-haknya. Karena meskipun seseorang tidak mendapatkan hak-haknya di dunia, pasti akan dia dapatkan hak-haknya di akhirat dan tidak akan hilang hak-hak tersebut. Sebagaimana yang telah ditegaskan oleh Nabi صلى الله عليه وسلم dalam Sahih Muslim, dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

لَتُؤَدُّنَّ الْحُقُوقَ إِلَى أَهْلِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُقَادَ لِلشَّاةِ الْجَلْحَاءِ مِنَ الشَّاةِ الْقَرْنَاءِ

“Semua hak itu pasti akan dipenuhi pada hari kiamat kelak, hingga kambing bertanduk pun akan dituntut untuk dibalas oleh kambing yang tidak bertanduk.” (HR. Muslim 4/1997 no. 2582)

Kalau dalam hadits ini hewan saja akan diberikan hak balasnya atas kedzaliman hewan yang lain, maka tentu hak-hak manusiapun akan dipenuhi. Maka tatkala kita memiliki hak-hak yang tidak ditunaikan oleh bos kita, tidak ditunaikan oleh istri kita, tidak ditunaikan oleh sahabat kita, maka tidak perlu khawatir karena hak tersebut akan kembali cepat atau lambat. Jika kita tidak menerimanya di dunia, maka kita akan menerimanya di akhirat. Dan sebenarnya beruntung seseorang yang hak-haknya dikembalikan pada hari akhirat, karena pada waktu itu seseorang akan betul-berul butuh dengan pahala, sedangkan cara pengembalian hak-hak yang tidak didapatkan di dunia tersebut adalah dengan mentransfer pahala.

Maka yang lebih utama untuk kita perhatikan adalah hakhak orang yang ada pada diri kita. Dengan kata lain kewajiban kita kepada orang lain harus kita tunaikan terlebih dahulu. Dan jangan sampai kita meninggal dunia dalam kondisi ada hak orang lain yang belum kita tunaikan, karena perkara seperti ini sangatlah berbahaya.

Menunaikan hak-hak tersebut juga meliputi hak-hak suami terhadap istri maupun sebaliknya hak-hak istri terhadap suami. Terkadang ada seorang suami yang menuntut istrinya untuk melakukan ini dan itu, akan tetapi ketika istrinya meminta untuk ditunaikan haknya, dia tidak menunaikannya. Sebaliknya juga ada sebagian wanita yang hanya bisa menuntut haknya untuk dibelikan ini dan itu, akan tetapi ketika telah dihadapkan pada kewajiban-kewajibannya terhadap suaminya, diapun mengabaikannya.

Maka pembahasan hak-hak suami dan hak-hak istri sanggatlah penting untuk diketahui baik bagi yang telah menikah ataupun bagi yang beluk menikah. Karena kehidupan berumah tangga tidaklah gampang. Janganlah seseorang hanya berangan-angan dan memikirkan enaknya menikah, akan tetapi perlu diingat bahwa ada hak dan kewajiban di dalamnya. Maka dari itu kita akan membahas terlebih dahulu hak-hak istri, selamat membaca…

Download:
Download PDFmirrorDownload PDF

Halal Haram Makanan

Nama Ebook: Halal Haram Makanan
Editor: Ustadz Abu Ubaidah as-Sidawi

الْـحَمْدُ للهِ رَبِ الْعَالَمِيْنَ. وَصَّلَّاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَ صْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ:

Makanan merupakan kebutuhan primer bagi manusia. Hubungan antara keduanya dalam kehidupan sehari-hari erat sekali tak bisa dipisahkan. Sebagai agama sempurna/paripurna, Islam telah menata undang-undang makanan dengan begitu rapi. Sudah barang tentu, semua itu demi kemaslahatan umatnya.

Telah dimaklumi bahwa makanan mempunyai pengaruh yang dominan bagi diri orang yang memakannya. Artinya, makanan yang halal, bersih, dan baik akan membentuk jiwa yang suci dan jasmani yang sehat. Sebaliknya, makanan yang haram akan membentuk jiwa yang keji dan hewani. Oleh karena itu, Islam memerintahkan kepada pemeluknya untuk memilih makanan yang halal serta menjauhi makanan yang haram.

Dari sahabat-yang-mulia Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ، فَقَالَ تَعَلَى: يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنْ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ، وَقَالَ تَعَلَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ . ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ

Sesungguhnya Allah itu Thayyib (Mahabaik), Dia tidak menerima kecuali hal-hal yang baik, dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin sebagaimana yang diperintahkan kepada para rasul, Allah berfirman: “Hai Rasul-Rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shaIih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. {QS al-Mu’minūn (23):51}. Dan firman-Nya yang lain: “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu”. {QS al-Baqarah (2):172}.’ Kemudian beliau menyebutkan tentang seorang laki-laki yang berdo‘a, sedang ia telah melaksanakan perjalanan jauh (hingga) rambutnya kusut serta berdebu, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit (seraya memanjatkan do‘a): ‘Yaa Rabbi! Yaa Rabbi!’, sedangkan makanannya haram, pakaiannya haram, minumannya haram, dan tumbuh dari hal-hal yang haram, lantas bagaimana mungkin akan diterima do‘anya. (HR. Muslim)

Download:
Download PDFmirrorDownload PDF

5 Masalah Hukum Agama

Nama Ebook: 5 Masalah Hukum Agama
Editor: Ustadz Abu Ubaidah as-Sidawi

الْـحَمْدُ للهِ رَبِ الْعَالَمِيْنَ. وَصَّلَّاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَ صْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ:

Sesungguhnya syari’at Islam yang mulia dibangun di atas hikmah yang sangat tinggi, semua hukumnya adil tiada kezhaliman di dalamnya, dan semua beritanya benar tiada kedustaan di dalamnya.

وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقاً وَعَدْلاً

Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Qur’an), sebagai kalimat yang benar dan adil. (QS. Al-An’am: 115)

Oleh karenanya, maka kewajiban seorang hamba Allah ‘Azza wa Jalla untuk tunduk dan pasrah terhadap hukum-hukumnya dengan menjalankan semua perintah dan menjauhi semua larangan dan beriman secara bulat bahwa semua hukum-hukum Allah ‘Azza wa Jalla tersebut membawa kemaslahatan bagi dirinya dan kasih sayang kepadanya.

Marilah kita memeluk agama Islam ini secara kaffah (seutuhnya dan seluruhnya), jangan ambil sepotong dan meninggalkan potongan lainnya.

Janganlah kita meremehkan suatu syari’at dengan menganggapnya sebagai permasalahan kulit, parsial, tidak releven pada zaman sekarang dan seterusnya, karena semua itu hanyalah ucapan-ucapan kotor belaka.

Buku yang sekarang di hadapan anda ini adalah sebuah buku yang ditulis secara bersama tentang lima hukum permasalahan agama yang sampai saat ini masih menjadi buah bibir oleh banyak kalangan. Perinciannya sebagai berikut:

  1. Hukum Memelihara Jenggot, ditulis oleh Abu Ubaidah Yusuf as-Sidawi
  2. Hukum Isbal, ditulis oleh Abu Abdillah Syahrul Fatwa
  3. Hukum Rokok, ditulis oleh Abu Ibrahim Muhammad Ali
  4. Hukum Musik dan Nyanyian, ditulis Abu Abdillah Syahrul Fatwa
  5. Hukum Jilbab bagi Wanita, ditulis oleh Abu Ubaidah Yusuf as-Sidawi

Buku ini ditulis secara praktis dengan argumen-argumen yang bersumber dari Al-Qur’an, hadits dengan bantuan penjelasan para ulama, dan sengaja digabung agar lebih luas manfaatnya.

Semoga kehadiran buku ini bermanfaat bagi seorang yang ingin mencari kebenaran dan diamalkan dalam kehidupan. amin…

Download:
Download PDFmirrorDownload PDF

5 Masalah Penting Seputar Shalat

Nama Ebook: 5 Masalah Penting Seputar Shalat
Penyusun: Ustadz Abu Ubaidah as-Sidawi

الْـحَمْدُ للهِ رَبِ الْعَالَمِيْنَ. وَصَّلَّاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَ صْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ:

Setiap muslim memahami betapa agungnya dan istimewanya kedudukan shalat dalam Islam. Shalat termasuk pondasi agama Islam yang mulia. Shalat merupakan amalan yang pertama kali dihisab oleh Allah ‘Azza wa Jalla kelak pada hari kiamat.

Shalat merupakan penyejuk mata Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan orang-orang shalih. Shalat merupakan satu-satunya ibadah yang tidak pernah gugur dari seorang hamba, selama nyawanya masih ada. Shalat adalah satu-satunya ibadah yang diwajibkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla secara langsung kepada nabi tanpa perantara. Shalat termasuk ibadah yang paling sering disebut dalam al-Qur’an yaitu sebanyak 100 kali.

Tak mengherankan jika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sangat perhatian dengan shalat walau saat detik-detik kematiannya, bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengancam keras bagi orang yang meninggalkan shalat sehingga diperselisihkan ulama setatus orang yang meninggalkannya apakah masih muslim ataukah tidak.

Bila demikian perkaranya, maka sudah semestinya bagi kita untuk mencurahkan perhatian kita terhadap masalah shalat dan bersemangat mempelajarinya sehingga shalat kita diterima di sisi Allah ‘Azza wa Jalla.

Berikut ini penjelasan tentang berbagai masalah yang berkaitan tentang shalat yang hendaknya diketahui oleh setiap muslim agar ibadah shalatnya sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Semoga kehadiran buku ini diberkahi oleh Allah ‘Azza wa Jalla, menjadi tabungan kebaikan bagi penulisnya dan orang-orang yang bertisipasi untuknya. Amin Ya Robbal Alamin…

Kemudian penulis -semoga Allah menjaganya- membahas dengan cukup detil masalah sebagai berikut:

Shalat Berjama’ah Syi’ar Islam yang Terlupakan
Fiqih Seputar Sutrah
Merapikan Shaf Shalat
Fiqih Shalat Musafir
Sujud Dengan Tangan atau Lutut Dulu? , Plus
10 Faedah Seputar Shalat

Download:
Download PDFmirrorDownload PDF

5 Kaedah Fiqih

Nama Ebook: Mengenal 5 Kaedah Dalam Fiqih
Penyusun: Ustadz Abu Ubaidah as-Sidawi

Kaedah secara bahasa pondasi dan dasar, sedangkan fiqih secara bahasa pemahaman. Adapun secara istilah artinya dasar-dasar syar’i yang mencakup luas cabang-cabang permasalahan fiqih untuk diketahui hukumnya.

Setiap kaedah fiqih maka harus dilandasi dalil dari Al-Qur’an, hadits, ijma atau qiyas atau maqoshid syariah (tujuan pokok syariat).

Berdalil dengan kaedah fiqih (1) Jika kaedah itu terambil dari nash al Qur’an dan as Sunnah as Shahihah atau didukung oleh keduanya, maka tidak diragukan lagi bahwa kaedah itu adalah hujjah, karena berhujjah dengan kaedah tersebut sama saja dengan berhujjah dengan nash yang menjadi sandaran utamanya, (2) Adapun kaedah fqih yang tersusun berdasarkan ijtihad para ulama’ yang tidak berdasarkan dalil yang jelas, maka tidak bisa dijadikan dalil hanya saja dijadikan sebagai penopang dan pendukungnya.

Kaedah fiqih kalau ditinjau dari luas dan sempitnya pembahasan dan permasalahan, terbagi menjadi tiga macam:
1. Kaedah-kaedah besar
2. Kaedah-kaedah tidak besar
3. Kaedah dalam satu bab

Disini penulis setelah menyampaikan pengantar tentang kaedah fiqih, kemudian beliau membahas bagian yang ke. 1 yakni Kaedah-kaedah besar yang terdiri dari kaedah:

Baca pos ini lebih lanjut

Shalat Tahiyatul Masjid

Nama eBook: Hukum-Hukum Seputar Tahiyatul Masjid
Penulis: Syaikh Muhammad bin Shalih al-Khuzaim

Diantara perkataan penulis dalam muqoddimah:

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam atas Nabi terakhir yang tidak ada lagi nabi setelahnya. Yang senantiasa beribadah kepada Tuhan-nya sebagaimana yang diwajibkan dan yang menunjukkan umatnya kepada syariat yang sempurna, amma ba’du:

Sesungguhnya orang yang memperhatikan kenyataan saat ini akan mendapatkan bahwa kebanyakan dari mereka yang beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah, begitu peduli dengan ibadah maaliah (yang bersifat materi) dan badaniah (fisik). Hanya saja sebagiannya atau boleh dikatakan kebanyakannya awam dengan hukum-hukum (aturan) ibadah tersebut. Baik itu ibadah badaniah seperti shalat dengan berbagai ragamnya atau ibadah maaliah seperti zakat atau juga haji.

Namun sebagai bentuk kepedulian akan penyebaran ilmu, mengharap keutamaannya serta mengingat banyaknya perkara-perkara (yang musti dibahas), maka saya meminta pertolongan kepada Allah, pemilik ilmu dan keutamaan untuk meneliti sebagian masail (perkara-perkara) dengan mengumpulkan hukum-hukum (yang terkait dengannya) yang ditujukan untuk setiap muslim dengan metode yang mudah, sederhana dan ringkas. Bersandar kepada dalil syar’i dan berpedoman pada penelitian para ahli ilmu (ulama) guna menyingkronkan antara masail (perkara-perkara) dan hukum-hukumnya. Sekaligus menyertakan catatan kaki yang menunjukkan sumber-sumber penukilan bagi siapa yang ingin menggali lebih dalam dan mengeceknya.

Diantara tema-tema tersebut adalah Shalat Tahiyatul Masjid yang dengannya kita beribadah kepada Allah. Memohon kepada Allah pertolongan dan ketepatan agar menunjukkan saya kepada jalan hak dan kebenaran.

Ya Allah, tunjukkan kami kepada amal dan akhlak yang terbaik, karena sesungguhnya tidak ada yang dapat menunjukkan kepada yang terbaik selain Engkau. Dan jauhkan kami dari keburukan, sesungguhnya Engkau Mahamendengar dan Mahamengabulkan doa.

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Shalat Sunnah Fajar

Nama eBook: Shalat Sunnah Fajar
Penulis: Ustadz Muhammad Alif, Lc

:الحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد

Shalat Sunnah Fajar memiliki keutamaan yang sangat agung. Dan ini adalah karunia Allah ‘Azza wa Jalla bagi hamba-hamba-Nya. Maka tidak selayaknya disepelekan, terlebih lagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah meninggalkannya, maka ambillah kesempatan untuk dapat meraihnya.

Dalam eBook ini akan dibahas berbagai hal tentang shalat sunnah Fajar diantaranya adalah:

1. Hukum Shalat Sunnah Fajar
2. Keistimewaan Shalat Sunnah Fajar
3. Waktu Shalat Sunnah Fajar
4. Sunnah dalam Shalat Sunnah Fajar
5. Hukum Mengqadha Shalat Sunnah Fajar
6. Waktu Mengqadha Shalat Sunnah Fajar

Kita berdo’a kepada allah Subhana wa Ta’ala agar kita dapat merutinkan Shalat Sunnah Fajar yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda tentangnya:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

Dua raka’at fajar (sholat qobliyah subuh) itu lebih baik dari dunia dan seisinya. (HR. Muslim)

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Bimbingan Praktis Mendidik Anak

telagaRasulullah

Download:
 Download PDF mirrorDownload PDF