Hibah Dalam Perspektif Fikih

Nama eBook: Hibah Dalam Perspektif Fikih
Disusun oleh: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc حفظه الله

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Sebagai makhluk sosial, seorang muslim merupakan bagian masyarakat dari komunitas terkecil hingga terbesar, dalam interaksi sesama manusia kita saling memberi dan diberi, diantara hal yang terkenal ialah hibah dan hadiah.

Hibah, hadiah, dan wasiat adalah istilah-istilah syariat yang sudah menjadi perbendaharaan bahasa Indonesia, sehingga istilah-istilah ini bukan lagi suatu yang asing. Hibah, hadiah dan wasiat merupakan bagian dari tolong menolong dalam kebaikan yang diperintahkan agama Islam. Dalam hukum Islam, seseorang diperbolehkan untuk memberikan atau menghadiahkan sebagian harta kekayaan ketika masih hidup kepada orang lain. Pemberian semasa hidup itu sering disebut sebagai hibah.

Allah عزّوجلّ mensyariatkan hibah karena mendekatkan hati dan menguatkan tali cinta antara manusia, sebagaimana disabdakan Rasulullah صلى الله عليه وسلم:

أَتَـهَادُوْا تَـحَابُّوْا

Saling memberilah kalian, niscaya kalian saling mencintai (HR. Al-Bukhari dalam al-Addbul Mufrad no. 594, shahih)

Demikianlah Islam yang diturunkan oleh Yang Mahasempurna, mengatur segala lini termasuk didalamnya hibah dan hadiah, temukan bahasannya dalam eBook berikut…

Download:
Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDFatau Download Word

Iklan

Bekal-Bekal Keimanan Bagi Pengusaha Muslim

Nama eBook: Bekal-Bekal Keimanan Bagi Pengusaha Muslim
Penulis: Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawas, MA حفظه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Penulis berkata diawal risalah:

Iman dan amal adalah dua perkara prinsip yang saling terikat antara satu dan lainnya sebagaimana ruh dan jasad. Di dalam Al-Qur’an didapatkan lafazh iman yang dikaitkan dengan amal shalih lebih dari 200 kali penyebutan.

Hasan Al-Bashri rahimahullah mendefinisikan iman dengan “Apa yang telah menetap dalam hati manusia, kemudian dibenarkan dengan perbuatan.”

Al-Auza’i rahimahullah berkata: “Dahulu para ulama salaf (maksudnya para sahabat, pent) tidak membedakan (memisahkan) antara iman dan amal.” (Fathul Bari, karya Ibnu Hajar Al-Asqolani I/5)

Dengan demikian, iman merupakan faktor penting yang akan menggerakkan semua bentuk aktivitas manusia. Dari sini nampak adanya urgensi untuk menggabungkan antara iman dan amal shalih bagi para pengusaha muslim. Berikut ini kami akan sebutkan beberapa prinsip keimanan yang semestinya diketahui dan diamalkan oleh setiap pengusaha muslim.

Kemudian penulis menyebutkan hal yang dimaksud dan menjelaskannya diantaranya adalah:

  1. Menghadirkan Niat yang Baik Dalam Bekerja
  2. Meyakini Bahwa Harta Milik Allah, Manusia Hanya Diberi Amanah
  3. Mengimani Takdir Allah Disertai Sikap Selalu Bersyukur
  4. Selalu Berusaha dan Bekerja untuk Mendapatkan Rezeki Disertai Tawakkal Kepada Allah
  5. Meyakini Bahwa Allah Telah Menentukan Kelebihan Atas Orang Lain
  6. Selalu Menjaga Aturan-aturan Syari’at dalam Ibadah.

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Rukun dan Syarat Jual Beli

Nama eBook: Memahami Rukun dan Syarat Sahnya JUAL BELI
Penulis: Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawas, MA حفظه الله

Kita memuji Allah Azza wa Jalla dan bersyukur kepada-Nya, kemudian kita berhalawat beserta salam kepada nabi kita Muhammad, para keluarga, sahabat dan umatnya yang mengikuti mereka dengan baik, amma ba’du

Kita sebagai makhluk sosial tidak akan lepas dari berbagai mu’amalah dan diantaranya yang paling sering kita lakoni adalah menjual dan membeli, jual beli (perdagangan) adalah termasuk dalam katagori muamalah yang dihalalkan oleh Allah, sebagaimana firman-Nya:

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ

“Dan Allah telah menghalalkan jual beli.” (Q.S. Al Baqarah/2: 275).

Dari ayat ini para ulama mengambil sebuah kaidah bahwa seluruh bentuk jual beli hukum asalnya boleh kecuali jual beli yang dilarang oleh Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya. Yaitu setiap transaksi jual beli yang tidak memenuhi syarat sahnya atau terdapat larangan dalam unsur jual-beli tersebut.

Begitu seringnya kita melakukan transaksi jual-beli maka sudah semestinya kita memahami semua hal yang berkaitan dengannya, pada eBook ini akan dijelaskan defenisi jual-beli, macam-macam jual-beli dan rukun serta syarat jual-beli, semoga bermanfaat…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Bahaya Kebiasaan Berhutang

Nama eBook: Bahaya Kebiasaan Berhutang
Penulis: Ustadz Sa’id Yai Ardiansyah, Lc, MA حفظه الله

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad صلي الله عليه وسلم, keluarga, sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik. Amma Ba’du:

Islam adalah agama yang mulia. Islam telah mengatur seluruh permasalahan di dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk di dalamnya adalah permasalahan hutang-piutang. Islam tidak hanya membolehkan seseorang berhutang kepada orang lain, tetapi Islam juga mengatur adab-adab dan aturan-aturan dalam berhutang

Hukum asal dari berhutang adalah boleh (jaa-iz). Akan tetapi, banyak kaum muslimin yang menganggap remeh hutang ini. Mereka merasa nyaman dengan adanya hutang yang “melilit’ dirinya. Bahkan, sebagian dari mereka di dalam hidupnya tidak pernah sedetik pun ingin lepas dari hutang. Sebelum lunas pinjaman yang pertama, maka dia ingin meminjam lagi untuk yang kedua, ketiga dan seterusnya.

Padahal Rasulullah  selalu berlindung dari hutang sebagimana do’a beliau dalam shalat:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَفِتْنَةِ الْمَمَاتِ, اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ

Baca pos ini lebih lanjut

Hukum Membeli Saham Perusahaan

Keputusan Keempat

TENTANG HUKUM MEMBELI SAHAM PERUSAHAAN
DAN LEMBAGA KEUANGAN
Apabila Ada dalam Sebagian Muamalahnya Mengandung Riba

 

Segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi yang tiada nabi setelahnya, yaitu pemimpin sekaligus nabi kita, Muhammad, dan kepada keluarga, dan sahabatnya.

Amma ba’du,

Bahwasannya anggota rapat Majlis al-Majma’ al-Fiqh di bawah Rabithah Alam Islami (Liga Muslim Dunia) pada konferensi ke-14 yang diadakan di kota Makkah al-Mukarramah, dimulai dari hari Sabtu tanggal 20 Sya’ban 1415 H yang bertepatan dengan tanggal 21 Januari 1995 M, telah membahas permasalahan ini dan kemudian menghasilkan keputusan berikut:

  1. Berdasarkan pada hukum dasar dalam perniagaan adalah halal dan mubah, maka mendirikan suatu perusahaan publik bersaham yang bertujuan dan bergerak dalam hal yang mubah adalah dibolehkan menurut syariat.
  2. Disepakati keharaman ikut serta menanam saham pada perusahaan-perusahaan yang tujuan utamanya diharamkan, misalnya bergerak dalam transaksi riba, atau memproduksi barang-barang haram, atau memperdagangkannya.
  3. Tidak dibolehkan bagi seorang Muslim untuk membeli saham perusahaan atau lembaga keuangan yang pada sebagian usahanya menjalankan praktik riba, sedangkan ia (pembeli) mengetahui tentang hal itu.
  4. Bila ada seseorang yang terlanjur membeli saham suatu perusahaan, sedangkan ia tidak mengetahui bahwa perusahaan tersebut menjalankan transaksi riba, lalu pada kemudian hari ia mengetahui hal tersebut, maka ia wajib untuk keluar dari perusahaan tersebut.

Baca pos ini lebih lanjut

Hukum Hadiah Komersial

Nama eBook: Hukum Hadiah Komersial
Penulis: Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA حفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, kita memuji Allah ta’ala dan bersyukur kepada-Nya, kemudian shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarganya, sahabatnya dan pengikutnya yang baik hingga hari kiamat, amma ba’du:

Di antara maqashid (tujuan pokok) syari’at Islam adalah menciptakan rasa saling mengasihi, saling menyayangi, dan saling mencintai sesama hamba Allah pengikut Nabi akhir zaman. Salah satu faktor yang dapat menimbulkan saling mengasihi dan mencintai yaitu berbagi rezeki dalam bentuk sedekah atau hadiah kepada saudara seiman.

Sedekah yaitu sesuatu yang diberikan kepada orang lain yang membutuhkan (fakir miskin) tanpa mengharap imbalan. Adapun hadiah yaitu sesuatu yang diberikan kepada orang lain tanpa imbalan dengan tujuan mempererat hubungan atau sebagai penghormatan, dan orang yang diberi hadiah bukanlah orang dalam ekonomi sulit.

Di era modern, para pedagang (dan produsen, Red.) memanfaatkan pemberian hadiah untuk menarik konsumen sebanyak mungkin agar keuntungan yang diperoleh semakin besar. Cara pembagian hadiah pun dibuat beraneka ragam: beli satu dapat dua, diskon harga di setiap musim tertentu, door prize, undian berhadiah, puzzle potongan gambar yang dikumpulkan dari barang yang dibeli, ataupun mengumpulkan huruf-huruf sehingga membentuk kata yang diinginkan, hadiah tunai dalam setiap kemasan, dan sebagainya.

Seorang muslim tentu ingin mengetahui hukum hadiah komersial ini, karena dalam beberapa bentuknya mirip dengan judi dan mengandung gharar, selamat menyimak…

Bank dan Bunga Bank serta bekerja di Bank dan Menerima hadiah dari Bank adalah hal yang sangat biasa bagi sebagian besar umat Islam di Indonesia bahkan dilingkungan keluarga yang dikenal agamis pada masyarakatnya.

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Hukum Jual Beli Sistem Dropshipping

Nama eBook: Jual Beli Sistem Dropshipping
Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, MA حفظه الله

Alhamdulillah kita memuji Allah Tabaraka wa Ta’ala dan bersyukur kepada-Nya atas segala nikmat yang diberikan-Nya, kemudian shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga dan sahabatnya dan orang-orang yang mengikut mereka hingga akhir zaman.

Perkembangan zaman membuat manusia melakukan berbagai hal yang sebelumnya tidak dikenal termasuk pada sistem perdagangan, salah satunya adalah perdagangan Sistem Dropshipping. Hadirnya sistem pemasaran dropshipping bak embusan angin sejuk bagi banyak orang. Betapa tidak, dengan sistem dropshipping, seseorang dapat menjual berbagai produk tanpa modal. Yang dibutuhkan hanyalah foto-foto produk yang berasal dari supplier/toko. Dropshipper dapat menjalankannya walau tanpa membeli barang terlebih dahulu. Dan ajaibnya, dropshipper dapat menjualnya ke konsumen dengan harga yang dia tentukan sendiri.

Dalam sistem dropshipping, konsumen terlebih dahulu membayar secara tunai atau transfer ke rekening dropshipper. Selanjutnya, dropshipper membayar ke supplier sesuai dengan harga beli dropshipper disertai ongkos kirim barang ke alamat konsumen. Dropshipper berkewajiban menyerahkan data konsumen, yakni berupa nama, alamat, dan nomor telepon kepada supplier. Bila semua prosedur tersebut dipenuhi, supplier kemudian mengirimkan barang ke konsumen. Namun, perlu dicatat, walaupun supplier yang mengirimkan barang, nama dropshipper-lah yang dicantumkan sebagai pengirim barang. Pada transaksi ini, dropshipper nyaris tidak memegang barang yang dia jual. Dengan demikian, konsumen tidak mengetahui bahwa sejatinya ia membeli barang dari supplier bukan dari dropshipper.

Bagaimanakah hukum Jual-Beli sistem Dropshipping ini ditinjau dari  syari’at Islam, mari kita simak eBook ini dengan seksama…

Download:
Download CHM atau Download ZIP dan Download PDF atau Download Word

Pentingnya Hukum Warisan

Nama eBook: Ilmu Mawarits, Hukum yang Terabaikan
Penulis: Ustadz Armen Halim Naro رحمه الله

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Allah Subhanahu wa Ta’ala menerangkan hukum-hukum syari’at, seperti Shalat, Zakat, Haji dan yang lainnya secara global dalam al-Qur’an dan dijelaskan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sunnah, sedangkan hukum mawarits (pembagian warisan) diterangkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala secara terperinci di dalam Al-Qur’an.

Hal ini menunjukkan betapa pentingnya hal tersebut dan tidak memberi celah kepada Manusia yang bersaksi kepada Allah sebagai Rabb-nya dan Muhammad sebagai Rasulullah untuk keluar dari hukum waris yang telah ditentukan Allah Azza wa Jalla.

Ironisnya ditengah kaum muslimin pembagian warisan sangatlah jauh dari yang telah ditentukan oleh syari’at, ada yang hanya memberikan warisan kepada anak laki-laki atau kebalikannya yang hanya memberi warisan kepada wanita saja, memberi warisan sama banyak antara laki-laki dan wanita, membagi warisan menurut wasiat orang yang punya harta dan lain sebaginya yang mana ini dipengaruhi oleh adat dan pemikiran orang-orang liberal dan cinta barat, orang-orang yang demikian mendapat ancaman Allah Azza wa Jalla: Baca pos ini lebih lanjut

Hukum Jual-Beli Mata Uang dan Saham

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga dan sahabatnya رضي الله عنهم.

Pada zaman ini mata uang dan saham tak ubahnya komoditi lainnya, yakni diperdagangkan dengan bebas, makin berkembangnya teknologi membuat masayarakat makin banyak terjun kedalamnya, tak terkecuali kaum muslimin.

Namun sebagai seorang muslim, maka ia lebih mengutamakan ridho Allah Azza wa Jalla daripada keuntungan dunia semata, untuk itu ia mesti mengenali halal dan haram perniagaan terutama jenis perniagaan kontemporer agar jangan jatuh kepada yang haram.

eBook ini adalah dua tulisan Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, Ma -semoga Allah menjaganya- yang membahas tentang ‘Jual-Beli Mata Uang’ dan ‘Hukum Saham’, sebenarnya republication dari versi sebelumnya, yang mana pada posting ini versi CHM kami gabungkan pada eBook Ekonomi Islam, dan kami sediakan pula versi PDF dan DOC, semoga bermanfaat…

Download:
Download CHM atau Download ZIP dan Download PDF atau Download Word

Orang Yang Tidak Berhak Mendapat Harta Waris

Nama eBook: Orang Yang Tidak Berhak Mendapat Harta Waris
Penulis: Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron حفظه الله

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Telah kita ketengahkan sebelumnya eBook yang berhubungan dengan pembagian warisan dan juga software offline atau online tentang hal ini, dikesempatan ini kita ketengahkan eBook tentang orang-orang yang tidak berhak mendapat warisan.

Di dalam ilmu waris ada yang dikenal dengan mahjub isqath terhalang karena ada orang yang lebih kuat dan dekat dengan si mayit. Misalnya kakek mahjub (tidak mendapatkan harta waris), karena ayah si mayit masih hidup dan kasus serupa lainnya.

Namun yang dibahas disini adalah orang-orang yang tidak dapat mewarisi seseorang karena berbagai sebab seperti berbeda agama, hamba sahaya dan lainnya yang berjumlah sembilan pembagian, selamat menyimak…

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word