Panduan Ibadah Masa Normal Baru di Masjid

FATWA
DEWAN FATWA PERHIMPUNAN AL-IRSYAD
NO: 030/DFPA/X/1441
TENTANG PANDUAN IBADAH DI MASJID DI MASA NEW NORMAL

Dewan Fatwa Perhimpunan al-Irsyad setelah menyebutkan latar belakang dan berbagai dalil (untuk naskah lengkapnya silahkan download file-nya), kemudian mengatakan:

Berdasarkan telaah dan pertimbangan di atas, maka kami menghimbau sebagai berikut:

  1. Bagi kaum muslimin yang hendak melaksanakan shalat berjamaah di masjid, maka wajib mengikuti protokol penggunaan masjid yang ditetapkan oleh pihak-pihak yang
    berwenang, termasuk merenggangkan shaf dan memakai masker.
  2. Bagi orang tertentu yang dianjurkan oleh dokter untuk tidak berangkat ke masjid, maka ia tidak boleh berangkat ke masjid.
  3. Orang yang sedang sakit batuk, flu, dan demam tidak boleh ke masjid selama pandemi belum berakhir.
  4. Bagi yang masih merasa belum aman untuk shalat berjamaah dan shalat jum‟at di masjid, maka secara syar‟i masih diberi udzur untuk shalat di rumah.
  5. Jika dengan protokol New Normal masjid jami’ tidak bisa menampung jamaah, maka shalat Jum’at dapat dilakukan di masjid lain, mushalla, gedung, lapangan dan sebagainya untuk menampung jamaah yang tidak tertampung oleh masjid jami’.
  6. Bila poin kelima tidak dapat diwujudkan, maka shalat Jum’at boleh dilakukan dalam dua gelombang di masjid yang sama. Dalam hal ini, hendaknya diupayakan menyiapkan imam dan khatib yang berbeda pada masing-masing gelombang, namun jika kesulitan maka boleh dilakukan oleh imam dan khatib yang sama.
  7. Panduan ini hanya berlaku untuk daerah yang memenuhi syarat penerapan aturan New Normal menurut disiplin ilmu kesehatan.

Download:
 Download PDF mirrorDownload PDF

Pengarahan Terkait Kembali Ke Masjid

Nama eBuku: Pengarahan Terkait Kembali Ke Masjid
Penulis: Syaikh Sholeh bin Abdullah bin Hamad al-‘Ushoimiy حفظه الله

Syaikh berkata:

Segala puji bagi Allah. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah untuk Hamba dan Rasul-Nya Muhammad, untuk keluarga Keluarga dan para Sahabat Dia, Amma ba’du:

Bersamaan dengan Kembali Ke Masjid di Kerajaan Arab Saudi [hal yang sama juga dihimbau di Indonesia] setelah dibahas di tengah pandemi corona yang terjadi di seluruh dunia akhir-akhir ini, maka saya ingin mengaktifkan -diri sendiri dan menambahkan sekar pada saat Kembali Ke Masjid ini . Seraya memohon kepada Allah ‘azza wa jalla semoga Dia mengangkat wabah dan menghilangkan bala’ ini dari kita dan kaum muslimin penuh; kemudian syaikh mengutip lima titik yang disetujuinya sebagai berikut:

  1. Membahas udzur (halangan) untuk tidak tetap sholat Jumat dan berjamaah masih tetap ada. Siapa yang khawatir tertular penyakit ini tidak dapat dihubungi
    (sholat Jumat dan berjamaah) dan ia tidak berdosa,
  2. Siapa yang membantah penyakit positif ini, atau terlihat kebingungan-gejalanya atas kepercayaannya, atau ia mendukung medis tidak setuju dengan yang lain, maka ia tidak bisa membantah sholat Jumat dan berjamaah, demi menghindarkan hubungan mudarat untuk orang lain,
  3. Tindakan memutus yang telah diumumkan di masjid wajib diamalkan, dalam rangka menaati Allah dan Rasul-Nya harusallallahu ‘alaihi wa sallam serta Ulil Amri. Seraya berharap kaum muslimin dijauhkan dari penerapan wabah ini,
  4. Diberlakukannya peraturan saling jaga jarak antara jamaah sholat merupakan tindakan memutuskan. Hal ini merusakkan keabsahan sholat. Tidak pula mengurangi pahalanya, di tengah kondisi saat ini,
  5. Sepatutnya peluang didirikannya sholat Jumat dan berjamaah hari-hari ini (di tengah pandemi yang ada) digunakan untuk bersandar dan kembali ke Allah dengan menuju salah satu rumah Allah dalam perencanaan yang digunakan-Nya.

Unduh:
  Unduh PDFmirrorUnduh PDF

Di Rumah Saja

الْحَمْدُلِلَّهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللَّهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَيْنَ، أما بعد:

ِAlhamdulillah kita sekarang berada pada bulan Sya’ban 1441 H, kami share kepada kita semua sebuah eBook yang membahas keutamaan bulan Sya’ban dan berbagai hal yang terkait bulan tersebut, bahasan dalam ebook ini meliputi :

Sekarang ini himbauan Pemerintah dan pihak-pihak yang terkait menghimbau kita untuk “DIRUMAH SAJA”.

Karena itu sejak awal Maret 2020, sejak tersebarnya wabah virus corona (covid 19) di Indonesia, semua sekolah, kampus, dan pondok-pondok diliburkan. Begitu pula yang kerja di kantor-kantor dan lainnya juga dianjurkan untuk kerja dirumah.

Himbauan ini baik, dan kita bersyukur kepada Allah dengan adanya himbauan ini. Himbauan pemerintah ini dalam rangka menarik maslahat dan menolak bahaya. Upaya pemerintah dalam rangka memperkecil dan mempersempit penyebaran wabah virus corona di seluruh daerah dan kota di Indonesia.

Himbauan “DI RUMAH SAJA” ini, alhamdulillaah, sudah berjalan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Nah, sekarang bagaimana sikap kita dengan himbauan ini dan bagaimana sikap kita sebagai seorang Muslim bermuamalah dengan himbauan ini??

Semoga buku ini memberikan ilmu yang bermanfaat, selamat membaca…

Download:
 Download PDF mirror Download PDF

Sikap Seorang Muslim Terhadap Wabah Virus Corona

Nama eBook: Sikap Seorang Muslim Terhadap Wabah Virus Corona
Penulis: Ustadz Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas حفظه الله

Penulis -semoga Allah menjaganya- berkata:

Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas segala nikmat yang Allah karuniakan, nikmat islam, nikmat iman, nikmat sehat, nikmat ‘afiat, dan nikmat dijauhkan oleh Allah dari berbagai macam malapetaka.

Dalam kesempatan ini, kita akan membahas tentang sikap seorang muslim menurut syariat Islam terhadap wabah virus Corona (Covid 19) yang menyebar dimana-mana dan membuat sebagian kaum muslimin dan juga sebagian negara di dunia ini panik.

Bagaimana sikap yang benar menurut syari’at islam dalam menghadapi musibah yang seperti ini:

  1. SEORANG MUSLIM WAJIB MENGIMANI DAN MEYAKINI DI ALAM SEMESTA INI HANYA ADA SATU ILAH (SATU TUHAN), YANG MENGATUR ALAM SEMESTA INI YAITU ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA
  2. KETIKA TERJADI MALAPETAKA, BENCANA ATAU WABAH PENYAKIT, SEORANG MUSLIM HARUS MELIHAT KEPADA DIRI SENDIRI, MELIHAT KEPADA KELUARGA, MASYARAKAT, TENTANG DOSA-DOSA APA YANG KITA DAN MEREKA TELAH KERJAKAN?? SEBAB APA YANG TERJADI TIDAK LEPAS DARI PERBUATAN MANUSIA DAN DOSA-DOSA MANUSIA
  3. IANTARA HIKMAH TIMBULNYA PENYAKIT, WABAH CORONA ATAU ADANYA MUSIBAH, BENCANA, MALAPETAKA, DAN YANG LAINNYA, AGAR MANUSIA INI SADAR DAN KEMBALI KEPADA ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA.
  4. WABAH PENYAKIT MENULAR PERNAH JUGA TERJADI DI ZAMANSAHABAT RADIYALLAHU’ANHUM AJMA’IN.
  5. SIKAP SEORANG MUSLIM TERHADAP VIRUS WABAH CORONA
  6. KITA WAJIB UNTUK TAWAKAL KEPADA ALLAH, ARTINYA MENYERAHKAN URUSAN DAN MENYANDARKAN HATI KITA HANYA KEPADA ALLAH, TIDAK ADA YANG DAPAT MENGHILANGKAN BAHAYA, PENYAKIT, WABAH CORONA, MALAPETAKA, KESULITAN KECUALI HANYA ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA.
  7. RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM SUDAH MENGAJARKAN APABILA SAKIT SEGERA BEROBAT, AKAN TETAPI YANG MENYEMBUHKAN HANYA ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA.
  8. DIANJURKAN UNTUK BANYAK BERDO’A DAN BERDZIKIR KEPADA ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA. HANYA ALLAH LAH YANG MENGHILANGKAN BERBAGAI MACAM PENYAKIT, WABAH CORONA, BENCANA, MALAPETAKA, DAN YANG LAINNYA.
  9. SIKAP SEORANG MUKMIN DALAM MENGHADAPI KEJADIAN APA SAIA YANG MENIMPA, KEWAJIBANNYA ADALAH SABAR.
  10. KITA WAJIB UNTUK BERTAUBAT KEPADA ALLAH ATAS SEMUA DOSA.

Baca dengan lengkap uraian beliau dalam eBook ini, dan kita berdoa kepada Allah ‘Azza wa Jalla, agar kiranya mengangkat wabah/ pandemi Corona yang sedang melanda dunia ini, amin…

Download:
 Download PDF mirrorDownload PDF

20 Doa dan Dzikir Saat Wabah Melanda Disertai Berbagai Pelajaran dan Masalah Hukum

Kita memuji Allah kemudian bersyukur kepada-Nya, kemudian kirimkan shalawat dan salam kepada Nabi panutan kita Muhammad shallahu ‘alaihi wasallam, keluarga, sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari berbangkit.

Buku ini diterbitkan dalam suasana Indonesia dan seluruh dunia dilanda pandemi virus Corona, penulis al-Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal -semoga Allah menjaganya- menguraikan doa dan dzikir ketika wabah melanda dan menguraikan banyak masalah yang terkait dengan-nya, berikut daftar isi ebook tersebut:

Mukadimah
Doa yang Dibaca Waktu Kapan Pun
Dzikir yang Dibaca pada Waktu Tertentu
Sikap Seorang Muslim terhadap Wabah
Pertama: Tawakkal kepada Allah karena semua sudah ditakdirkan oleh-Nya
Kedua: Menjaga aturan Allah dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah
Ketiga: Ingatlah keadaan seorang mukmin antara bersyukur dan bersabar
Keempat: Lakukan ikhtiar dan sebab
Kelima: Perkuat diri dengan dzikir, terutama sekali rutinkan dzikir pagi dan petang.
Keenam: Jangan percaya berita hoaks dan pintar-pintar menyaring berita
Ketujuh: Bersabar
Musibah dunia dibanding musibah agama, masih mending musibah dunia
Yang lebih parah dari virus korona
Berbagai penyakit hati
Pertama: Kesyirikan
Kedua: Kemunafkan
Yakini Takdir, Tetap Lakukan Usaha agar Terhindar dari Wabah
Pertama, seorang muslim harus mengimani takdir dengan benar
Kedua, kaitannya dengan takdir, ada empat hal yang mesti diimani
Ketiga, wabah bisa terkena pada kita itu dengan takdir Allah
Keempat, Wabah bisa mengenai kita kalau Allah berkehendak. Namun, ingat kita sendiri tidak mengetahui takdir kita. Sehingga kita harus lakukan sebab untuk selamat dari tertularnya virus korona
Kelima, mencegah agar tidak terkena virus korona
Syahid Karena Virus Korona
Apakah virus korona termasuk ath-tha’un ataukah al-waba’?
Tetap syahid walau di rumah saja saat wabah
Hukum Shalat Berjamah dan Shalat Jumat Saat Wabah Melanda
Fatwa Majelis Ulama Indonesia
Cara Shalat di Rumah Saat Wabah
Tata Cara Shalat dalam Keadaan Darurat Terutama bagi Tenaga Medis
Belajar dari Sejarah Wabah di Masa Silam
Saat Wabah Melanda, Tiga Nasihat Nabi Ini Patut Direnungkan

Download:
 Download PDF mirror Download PDF

Fatwa Nasehat dan Fatwa Bagi Tim Medis

FATWA
DEWAN FATWA PERHIMPUNAN AL-IRSYAD
NO: 027/DFPA/VII/1441
TENTANG NASEHAT DAN FATWA BAGI TIM MEDIS

Dewan Fatwa Perhimpunan al-Irsyad dalam Fatwa Nomor 027/DFPA/VII/1441 TENTANG NASEHAT DAN FATWA BAGI TIM MEDIS, dalam latar belakang masalah berkata: Seiring dengan banyaknya pertanyaan yang ditujukan kepada Dewan Fatwa terkait sejumlah masalah yang dihadapi oleh tim medis di lapangan, seperti beban pekerjaan yang harus dihadapi, kesulitan dalam beribadah saat mengenakan Alat Pelindung Diri, tata cara taharah saat mengenakannya, serta bagaimana menangani jenazah korban terduga ataupun positif COVID-19. Maka kami perlu mengeluarkan sejumlah nasehat, fatwa, dan himbauan sebagai bentuk tanggung jawab kami dan demi kemaslahatan bersama.

Kemudian dewan fatwa membahas beberapa point sebagai berikut:

  1. Keutamaan Ilmu Medis
  2. Nasehat bagi dokter dan paramedis
  3. Jagalah keikhlasan dan berharaplah kepada Allah
  4. Tatacara Shalat dalam Keadaan Darurat
  5. Utamakan Keselamatan Pribadi
  6. Penanganan Pasien Sesuai Prioritas
  7. Penanganan Jenazah
  8. Himbauan kepada kaum muslimin
  9. Fatwa bagi PDP, ODP, suspect dan yang lainnya.

Silahkan Download untuk mendapatkan fatwa secara lengkap.

Download:
 Download PDF mirrorDownload PDF

Fatwa Tentang Himbauan Terkait Wabah CORONA

FATWA
DEWAN FATWA PERHIMPUNAN AL-IRSYAD
NO: 026/DFPA/VII/1441
TENTANG HIMBAUAN TERKAIT WABAH COVID-19

Dewan Fatwa Perhimpunan al-Irsyad setelah menyebutkan latar belakang dan berbagai dalil (untuk naskah lengkapnya silahkan download file-nya), kemudian mengatakan:

Berdasarkan ini semua, Dewan Fatwa mengimbau dan memfatwakan sebagai berikut:

  1. Bagi lelaki muslim yang berusia 55 tahun ke atas, hendaknya lebih membatasi diri dan menjaga kesehatannya. Karena data menunjukkan bahwa mereka yang paling banyak terserang COVID-19 maupun jadi korban adalah mereka yang berusia 55 tahun ke atas.
  2. Bagi yang sedang sakit flu, bersin-bersin, batuk, asma, atau demam, maka secara syar’i wajib mengisolasi diri di rumah dan tidak berinteraksi dengan orang lain, baik di masjid maupun tempat perkumpulan lainnya.
  3. Kondisi di atas dikecualikan bagi yang terpaksa hams pergi ke tempat-tempat perkumpulan karena kondisi darurat, namun ia harus menutup mulutnya dengan masker atau yang lainnya saat batuk dan bersin.
  4. Lelaki dewasa dibolehkan untuk tidak salat berjamaah di masjid walaupun merasa sehat, dan bagi yang salat di rumah hendaknya mengajak anggota keluarganya untuk berjamaah.
  5. Khusus bagi daerah-daerah yang telah dinyatakan darurat Corona, seperti kota-kota besar atau yang secara resmi warganya telah dihimbau untuk mengisolasi diri di rumah, maka kewajiban Jumatan dapat digugurkan dan diganti dengan shalat zuhur 4 rakaat di rumah.
  6. Bagi para muazin di masjid-masjid pada daerah yang darurat Corona hendaknya tetap mengumandangkan azan pada waktunya dan mengganti lafaz Hayya Alash Shalaah dengan Shalluu fii buyuutikum. Lalu setelah azan hendaknya memberikan pengumuman kepada warga melalui pengeras suara agar salat di rumah masing-masing.
  7. Bagi pengums masjid yang masih melaksanakan salat berjamaah karena daerahnya masih aman dari wabah Corona, seperti yang tinggal di pulau-pulau terpencil atau di pedalaman; maka silakan tetap melaksanakan salat berjamaah dan salat Jum’at. Akan tetapi sebaiknya tetap waspada dengan mempersingkat khotbah Jumat dan membersihkan masjid setelah digunakan.
  8. Semua tindakan preventif yang disarankan oleh pihak berwenang dan tidak bertentangan dengan aturan syariat, maka hukumnya disunnahkan. Seperti tidak berjabat tangan atau berpelukan (cipika-cipiki) dengan orang lain yang berpotensi membawa virus Corona, namun mencukupkan diri dengan ucapan salam hingga kondisi dinyatakan pulih oleh pihak yang berwenang. Termasuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sesering mungkin.
  9. Bagi yang mengalami gejala-gejala COVID-19 hendaknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit/klinik terdekat dan mengikuti instruksi ahli medis. Bila ia dinyatakan sebagai pasien dalam pengawasan, maka hendaknya ia bersabar dan mengharap pahala dari Allah untuk mengisolasi diri. Sedangkan bila ternyata positif terkena COVID-19, maka ia tidak boleh merasa ini aib dan menutupi kenyataan tersebut, apalagi sampai kabur dari rumah sakit. Karena hal ini justru akan menimbulkan mudarat/bahaya bagi dirinya dan orang lain, dan ini hukumnya haram dalam agama. Ia hams bersabar dan mengharap pahala dari Allah serta raj in berdoa.
  10. Kami mengimbau kaum muslimin agar tidak sibuk menghabiskan waktu untuk mengikuti info seputar Corona, sehingga lalai dari zikir dan ibadah kepada Allah.

Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad melalui Fatwa ini juga menghimbau segenap umat Islam untuk membekali dirinya dengan ilmu yang cukup sebelum melakukan suatu tindakan, atau menyikapi suatu masalah, agar tidak terjerumus ke dalam perbuatan dosa atau salah dalam menentukan sikap atau penilaian.

Download:
 Download PDF mirrorDownload PDF

Fikih CORONA

Nama eBook: Permasalahan Fikih Terkait Corona
Penulis: Ustadz DR. Firanda Andirja, Lc MA حفظه الله

الحمد لله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Sebagaimana kita maklumi wabah virus Corona (COVID-19) telah menjadi Pandemi, untuk membahas berbagai permasalahan fikih akibat adanya wabah penyakit ini, ustadz Firanda -Semoga Allah menjaganya- menjelaskan tentang:

A. Masuk dan Keluar dari Kota yang Terkena Wabah

Pada poin ini beliau –semoga Allah menjaganya- menjelaskan tentang karantina sebuah kota/negara ketika ada wabah dan sikap seorang muslim dalam masalah ini.

B. Shalat Berjamaáh dan sholat Jum’at ketika wabah

Poin kedua ini beliau membahas bolehnya meninggalkan sholat berjamaah dan sholat Jum’at, apakah dalam azan sudah perlu mengucapkan “Sholluu fii Rihaalikum”, bolehnya shalat memakai masker, hukum qunut nazilah disaat wabah menyebar kuat, hukum memakai hand sanitizer yang mengandung alcohol 70 persen lantas tidak mencucinya kemudian shalat dan Bolehnya shalat dengan merenggangkan shaf (saling menjauh dalam shaf) agar tidak bersentuhan.

C.  Kegiatan Harian

Untuk kegiatan sehari hari beliau membahas untuk tidak berjabat tangan ketika bertemu, dan hendaknya mencukupkan dengan salam dengan lisan saja dan sebaiknya mengurangi kegiatan di luar rumah yang menimbulkan banyak interaksi dengan orang lain.

Silahkan baca dengan lengkap tulisan beliau yang begitu baik ini, walau singkat namun penuh dengan manfaat, Insya Allah….

Download:
 Download PDF mirrorDownload PDF

Hukum dan Bahaya Rokok Elektronik

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Pada tanggal 14 Mei 2019 organisasi kesehatan berikut:

  1. Ikatan Dokter Indonesia
  2. Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia
  3. Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia
  4. Ikatan Dokter Anak Indonesia
  5. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia
  6. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia
  7. Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia
  8. Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia
  9. Yayasan Jantung Indonesia
  10. Yayasan Kanker Indonesia
  11. Komnas Pengendalian Tembakau
  12. Institute of Mental Health, Addiction, and  Neuroscience

Melakukan KONFERENSI PERS MENGUNGKAP FAKTA SEPUTAR ROKOK ELEKTRINIK dengan:

KESIMPULAN

  1. Rokok elektronik tetap berbahaya karena mengandung bahan-bahan kimia yang sebagian bersifat  karsinogenik atau memicu kanker, dan tidak tergantung dosis. Tidak ada batas aman zat karsinogenik.
  2. Rokok elektronik mengandung nikotin sehingga menimbulkan kecanduan, dan kandungan nikotin  dalam rokok elektronik tidak terkontrol sehingga mengancam pemakainya semakin teradiksi melebihi  rokok konvensional.
  3. Nikotin bukan NRT (nicotice replacement therapy) sehingga tidak bisa dijadikan alat bantu berhenti  merokok. Nikotin adalah racun, NRT adalah farmasi.
  4. Rokok elektronik tidak menghasilkan TAR dari asap melainkan menghasilkan uap aerosol yang tetap  mengandung zat-zat kimia dari cairan maupun tembakau yang dipanaskan sehingga tetap berisiko  terhadap second hand smoker.
  5. Peredaran luas rokok elektronik saat ini melibatkan campur tangan industri rokok yang ingin beralih  produk untuk menimbulkan kecanduan baru.
  6. Penjualan dan promosi rokok elektronik menarget kelompok rentan anak-anak dan remaja.

REKOMENDASI
REKOMENDASI KEPADA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA MENGENAI ROKOK ELEKTRONIK

Baca pos ini lebih lanjut