20 Doa dan Dzikir Saat Wabah Melanda Disertai Berbagai Pelajaran dan Masalah Hukum

Kita memuji Allah kemudian bersyukur kepada-Nya, kemudian kirimkan shalawat dan salam kepada Nabi panutan kita Muhammad shallahu ‘alaihi wasallam, keluarga, sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari berbangkit.

Buku ini diterbitkan dalam suasana Indonesia dan seluruh dunia dilanda pandemi virus Corona, penulis al-Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal -semoga Allah menjaganya- menguraikan doa dan dzikir ketika wabah melanda dan menguraikan banyak masalah yang terkait dengan-nya, berikut daftar isi ebook tersebut:

Mukadimah
Doa yang Dibaca Waktu Kapan Pun
Dzikir yang Dibaca pada Waktu Tertentu
Sikap Seorang Muslim terhadap Wabah
Pertama: Tawakkal kepada Allah karena semua sudah ditakdirkan oleh-Nya
Kedua: Menjaga aturan Allah dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah
Ketiga: Ingatlah keadaan seorang mukmin antara bersyukur dan bersabar
Keempat: Lakukan ikhtiar dan sebab
Kelima: Perkuat diri dengan dzikir, terutama sekali rutinkan dzikir pagi dan petang.
Keenam: Jangan percaya berita hoaks dan pintar-pintar menyaring berita
Ketujuh: Bersabar
Musibah dunia dibanding musibah agama, masih mending musibah dunia
Yang lebih parah dari virus korona
Berbagai penyakit hati
Pertama: Kesyirikan
Kedua: Kemunafkan
Yakini Takdir, Tetap Lakukan Usaha agar Terhindar dari Wabah
Pertama, seorang muslim harus mengimani takdir dengan benar
Kedua, kaitannya dengan takdir, ada empat hal yang mesti diimani
Ketiga, wabah bisa terkena pada kita itu dengan takdir Allah
Keempat, Wabah bisa mengenai kita kalau Allah berkehendak. Namun, ingat kita sendiri tidak mengetahui takdir kita. Sehingga kita harus lakukan sebab untuk selamat dari tertularnya virus korona
Kelima, mencegah agar tidak terkena virus korona
Syahid Karena Virus Korona
Apakah virus korona termasuk ath-tha’un ataukah al-waba’?
Tetap syahid walau di rumah saja saat wabah
Hukum Shalat Berjamah dan Shalat Jumat Saat Wabah Melanda
Fatwa Majelis Ulama Indonesia
Cara Shalat di Rumah Saat Wabah
Tata Cara Shalat dalam Keadaan Darurat Terutama bagi Tenaga Medis
Belajar dari Sejarah Wabah di Masa Silam
Saat Wabah Melanda, Tiga Nasihat Nabi Ini Patut Direnungkan

Download:
 Download PDF mirror Download PDF

Fatwa Nasehat dan Fatwa Bagi Tim Medis

FATWA
DEWAN FATWA PERHIMPUNAN AL-IRSYAD
NO: 027/DFPA/VII/1441
TENTANG NASEHAT DAN FATWA BAGI TIM MEDIS

Dewan Fatwa Perhimpunan al-Irsyad dalam Fatwa Nomor 027/DFPA/VII/1441 TENTANG NASEHAT DAN FATWA BAGI TIM MEDIS, dalam latar belakang masalah berkata: Seiring dengan banyaknya pertanyaan yang ditujukan kepada Dewan Fatwa terkait sejumlah masalah yang dihadapi oleh tim medis di lapangan, seperti beban pekerjaan yang harus dihadapi, kesulitan dalam beribadah saat mengenakan Alat Pelindung Diri, tata cara taharah saat mengenakannya, serta bagaimana menangani jenazah korban terduga ataupun positif COVID-19. Maka kami perlu mengeluarkan sejumlah nasehat, fatwa, dan himbauan sebagai bentuk tanggung jawab kami dan demi kemaslahatan bersama.

Kemudian dewan fatwa membahas beberapa point sebagai berikut:

  1. Keutamaan Ilmu Medis
  2. Nasehat bagi dokter dan paramedis
  3. Jagalah keikhlasan dan berharaplah kepada Allah
  4. Tatacara Shalat dalam Keadaan Darurat
  5. Utamakan Keselamatan Pribadi
  6. Penanganan Pasien Sesuai Prioritas
  7. Penanganan Jenazah
  8. Himbauan kepada kaum muslimin
  9. Fatwa bagi PDP, ODP, suspect dan yang lainnya.

Silahkan Download untuk mendapatkan fatwa secara lengkap.

Download:
 Download PDF mirrorDownload PDF

Fatwa Tentang Himbauan Terkait Wabah CORONA

FATWA
DEWAN FATWA PERHIMPUNAN AL-IRSYAD
NO: 026/DFPA/VII/1441
TENTANG HIMBAUAN TERKAIT WABAH COVID-19

Dewan Fatwa Perhimpunan al-Irsyad setelah menyebutkan latar belakang dan berbagai dalil (untuk naskah lengkapnya silahkan download file-nya), kemudian mengatakan:

Berdasarkan ini semua, Dewan Fatwa mengimbau dan memfatwakan sebagai berikut:

  1. Bagi lelaki muslim yang berusia 55 tahun ke atas, hendaknya lebih membatasi diri dan menjaga kesehatannya. Karena data menunjukkan bahwa mereka yang paling banyak terserang COVID-19 maupun jadi korban adalah mereka yang berusia 55 tahun ke atas.
  2. Bagi yang sedang sakit flu, bersin-bersin, batuk, asma, atau demam, maka secara syar’i wajib mengisolasi diri di rumah dan tidak berinteraksi dengan orang lain, baik di masjid maupun tempat perkumpulan lainnya.
  3. Kondisi di atas dikecualikan bagi yang terpaksa hams pergi ke tempat-tempat perkumpulan karena kondisi darurat, namun ia harus menutup mulutnya dengan masker atau yang lainnya saat batuk dan bersin.
  4. Lelaki dewasa dibolehkan untuk tidak salat berjamaah di masjid walaupun merasa sehat, dan bagi yang salat di rumah hendaknya mengajak anggota keluarganya untuk berjamaah.
  5. Khusus bagi daerah-daerah yang telah dinyatakan darurat Corona, seperti kota-kota besar atau yang secara resmi warganya telah dihimbau untuk mengisolasi diri di rumah, maka kewajiban Jumatan dapat digugurkan dan diganti dengan shalat zuhur 4 rakaat di rumah.
  6. Bagi para muazin di masjid-masjid pada daerah yang darurat Corona hendaknya tetap mengumandangkan azan pada waktunya dan mengganti lafaz Hayya Alash Shalaah dengan Shalluu fii buyuutikum. Lalu setelah azan hendaknya memberikan pengumuman kepada warga melalui pengeras suara agar salat di rumah masing-masing.
  7. Bagi pengums masjid yang masih melaksanakan salat berjamaah karena daerahnya masih aman dari wabah Corona, seperti yang tinggal di pulau-pulau terpencil atau di pedalaman; maka silakan tetap melaksanakan salat berjamaah dan salat Jum’at. Akan tetapi sebaiknya tetap waspada dengan mempersingkat khotbah Jumat dan membersihkan masjid setelah digunakan.
  8. Semua tindakan preventif yang disarankan oleh pihak berwenang dan tidak bertentangan dengan aturan syariat, maka hukumnya disunnahkan. Seperti tidak berjabat tangan atau berpelukan (cipika-cipiki) dengan orang lain yang berpotensi membawa virus Corona, namun mencukupkan diri dengan ucapan salam hingga kondisi dinyatakan pulih oleh pihak yang berwenang. Termasuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sesering mungkin.
  9. Bagi yang mengalami gejala-gejala COVID-19 hendaknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit/klinik terdekat dan mengikuti instruksi ahli medis. Bila ia dinyatakan sebagai pasien dalam pengawasan, maka hendaknya ia bersabar dan mengharap pahala dari Allah untuk mengisolasi diri. Sedangkan bila ternyata positif terkena COVID-19, maka ia tidak boleh merasa ini aib dan menutupi kenyataan tersebut, apalagi sampai kabur dari rumah sakit. Karena hal ini justru akan menimbulkan mudarat/bahaya bagi dirinya dan orang lain, dan ini hukumnya haram dalam agama. Ia hams bersabar dan mengharap pahala dari Allah serta raj in berdoa.
  10. Kami mengimbau kaum muslimin agar tidak sibuk menghabiskan waktu untuk mengikuti info seputar Corona, sehingga lalai dari zikir dan ibadah kepada Allah.

Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad melalui Fatwa ini juga menghimbau segenap umat Islam untuk membekali dirinya dengan ilmu yang cukup sebelum melakukan suatu tindakan, atau menyikapi suatu masalah, agar tidak terjerumus ke dalam perbuatan dosa atau salah dalam menentukan sikap atau penilaian.

Download:
 Download PDF mirrorDownload PDF

Fikih CORONA

Nama eBook: Permasalahan Fikih Terkait Corona
Penulis: Ustadz DR. Firanda Andirja, Lc MA حفظه الله

الحمد لله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Sebagaimana kita maklumi wabah virus Corona (COVID-19) telah menjadi Pandemi, untuk membahas berbagai permasalahan fikih akibat adanya wabah penyakit ini, ustadz Firanda -Semoga Allah menjaganya- menjelaskan tentang:

A. Masuk dan Keluar dari Kota yang Terkena Wabah

Pada poin ini beliau –semoga Allah menjaganya- menjelaskan tentang karantina sebuah kota/negara ketika ada wabah dan sikap seorang muslim dalam masalah ini.

B. Shalat Berjamaáh dan sholat Jum’at ketika wabah

Poin kedua ini beliau membahas bolehnya meninggalkan sholat berjamaah dan sholat Jum’at, apakah dalam azan sudah perlu mengucapkan “Sholluu fii Rihaalikum”, bolehnya shalat memakai masker, hukum qunut nazilah disaat wabah menyebar kuat, hukum memakai hand sanitizer yang mengandung alcohol 70 persen lantas tidak mencucinya kemudian shalat dan Bolehnya shalat dengan merenggangkan shaf (saling menjauh dalam shaf) agar tidak bersentuhan.

C.  Kegiatan Harian

Untuk kegiatan sehari hari beliau membahas untuk tidak berjabat tangan ketika bertemu, dan hendaknya mencukupkan dengan salam dengan lisan saja dan sebaiknya mengurangi kegiatan di luar rumah yang menimbulkan banyak interaksi dengan orang lain.

Silahkan baca dengan lengkap tulisan beliau yang begitu baik ini, walau singkat namun penuh dengan manfaat, Insya Allah….

Download:
 Download PDF mirrorDownload PDF

Hukum dan Bahaya Rokok Elektronik

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Pada tanggal 14 Mei 2019 organisasi kesehatan berikut:

  1. Ikatan Dokter Indonesia
  2. Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia
  3. Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia
  4. Ikatan Dokter Anak Indonesia
  5. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia
  6. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia
  7. Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia
  8. Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia
  9. Yayasan Jantung Indonesia
  10. Yayasan Kanker Indonesia
  11. Komnas Pengendalian Tembakau
  12. Institute of Mental Health, Addiction, and  Neuroscience

Melakukan KONFERENSI PERS MENGUNGKAP FAKTA SEPUTAR ROKOK ELEKTRINIK dengan:

KESIMPULAN

  1. Rokok elektronik tetap berbahaya karena mengandung bahan-bahan kimia yang sebagian bersifat  karsinogenik atau memicu kanker, dan tidak tergantung dosis. Tidak ada batas aman zat karsinogenik.
  2. Rokok elektronik mengandung nikotin sehingga menimbulkan kecanduan, dan kandungan nikotin  dalam rokok elektronik tidak terkontrol sehingga mengancam pemakainya semakin teradiksi melebihi  rokok konvensional.
  3. Nikotin bukan NRT (nicotice replacement therapy) sehingga tidak bisa dijadikan alat bantu berhenti  merokok. Nikotin adalah racun, NRT adalah farmasi.
  4. Rokok elektronik tidak menghasilkan TAR dari asap melainkan menghasilkan uap aerosol yang tetap  mengandung zat-zat kimia dari cairan maupun tembakau yang dipanaskan sehingga tetap berisiko  terhadap second hand smoker.
  5. Peredaran luas rokok elektronik saat ini melibatkan campur tangan industri rokok yang ingin beralih  produk untuk menimbulkan kecanduan baru.
  6. Penjualan dan promosi rokok elektronik menarget kelompok rentan anak-anak dan remaja.

REKOMENDASI
REKOMENDASI KEPADA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA MENGENAI ROKOK ELEKTRONIK

Baca pos ini lebih lanjut

Hukum Bermain dan Menonton Sepakbola

Nama eBook: Fatwa: Hukum Bermain dan Menonton Sepakbola
Penerjemah: Ibnu Luqman al-Atsari

:الحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد

Penerjemah -semoga Allah menjaga dan merahmatinya- berkata:

Para pecandu bola rela tidak tidur sepanjang malam demi menyaksikan tim kesayangannya. Ya, sepak bola telah menjadi candu yang meracuni akal generasi ini pada umumnya. Demi sepak bola mereka lupa waktu, sampai-sampai panggilan adzan pun tak digubris!.

Saudaraku seiman, bangkitlah, manfaatkanlah waktumu untuk mengerjakan perbuatan yang berguna, karena sesungguhnya engkau akan ditanya kelak atas segala perbuatanmu. Berikut ini kami hadirkan sebagian fatwa para ulama besar dalam masalah bermain dan menonton sepak bola. Semoga setetes ilmu dan untaian nasehat mereka dapat kita ambil sebagai pelajaran. Wallohul Musta’an.

Sebelumnya kami juga telah memposting beberapa tulisan berkaitan dengan topik ini yakni Sepakbola: Manfaat dan Mudharatnya menurut Syariat Islam dan Rambu-Rambu Agama dalam Olahraga, kami anjurkan untuk membacanya untuk demi mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif, semoga bermanfaat….

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Hukum Menginvestasikan Harta Zakat

Nama eBook: Pengelolaan Harta Zakat
Penulis: Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA حفظه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Badan amil zakat resmi yang telah diakui oleh negara melalui undang-undang zakat sering menginvestasikan sebagian harta zakat dalam bentuk modal usaha dan hanya memberikan keuntungan dari usaha tersebut kepada para fakir-miskin mustahik zakat. Apakah tindakan badan amil zakat ini dapat dibenarkan secara syar’i atau tidak? Dan apakah muamalat ini termasuk muamalat haram atau tidak? Karena pengelolaan ini jelas menunda pembagian zakat terhadap yang berhak dan bila pengelolanya bukan seorang mustahik dan ternyata usahanya mengalami kerugian, atau pengelolanya pihak yang tidak amanah tentulah harta zakat hilang dan merugikan para fakir miskin; temukan jawabannya dalam eBook berikut…

Download:

Download CHM atau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Rambu-Rambu Agama Dalam Olahraga

Nama eBook: Rambu-Rambu Agama Dalam Olahraga
Penulis: Ustadz Abu Ibrohim Muhammad Ali AM حفظه الله

Alhamdulillah, kita bersyukur dan memuji Allah azza wa jalla yang telah memberikan nikmat yang banyak kepada kita. Sholawat dan salam bagi Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam, keluarga, sahabat dan yang mengikuti sunnah mereka hingga akhir zaman. Amma ba’du:

Penulis -semoga Allah menjaganya- berkata pada awal eBook:

Dunia olah raga adalah dunia yang penuh dengan sensani dan menjadi hobi kebanyakan anak manusia. Islam-pun tidak melarangnya karena memang hukum asal olahraga adalah halal/dibolehkan selama tidak disertai perkara-perkara yang terlarang. Hanya saja Islam telah meletakkan rambu-rambu dan kaidah-kaidah olahraga secara umum agar tidak keluar dari garis syari’at.

Oleh karenanya sangat penting untuk kita kaji masalah ini agar kita bisa mengetahui olahraga/ lomba-lomba apakah yang dibolehkan dalam islam dan dilarang oleh Islam. Diantara kaidah-kaidah tersebut adalah….

Kemudian penulis menyebutkan tiga belas kaidah/ rambu-rambu yang harus diperhatikan seorang muslim dalam olahraga; selain itu dalam versi CHM kami sertakan Fatwa Majelis Majma’ Fikih Islam tentang olahraga Tinju, Gulat Bebas, Adu Banteng dan Mengadu Binatang, selamat menikmati…

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Penjelasan MUI Tentang BPJS

KEPUTUSAN KOMISI B 2
MASAIL FIQHIYYAH MU’ASHIRAH
(MASALAH FIKIH KONTEMPORER)
IJTIMA’ ULAMA KOMISI FATWA SEINDONESIA V TAHUN 2015
Tentang
PANDUAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DAN BPJS KESEHATAN

A. DESKRIPSI MASALAH

Kesehatan adalah hak dasar setiap orang, dan semua warga negara berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. Dengan mempertimbangkan tingkat urgensi kesehatan termasuk menjalankan amanah UUD 1945, maka Pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan kemudahan akses masyarakat pada fasilitas kesehatan. Di antaranya adalah dengan menerbitkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (UU SJSN) dan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (UU BPJS).

Memperhatikan program termasuk modus transaksional yang dilakukan oleh BPJS—khususnya BPJS Kesehatan—dari perspektit ekonomi Islam dan fikih muamalah, dengan merujuk pada Fatwa Dewan Syari’ah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) dan beberapa literatur, tampaknya bahwa secara umum program BPJS Kesehatan belum mencerminkan konsep ideal jaminan sosial dalam Islam, terlebih lagi jika dilihat dari hubungan hukum atau akad antar para pihak.

Dalam hal terjadi keterlambatan pembayaran Iuran untuk Pekerja Penerima Upah, maka dikenakan denda administratif sebesar 2% (dua persen) per bulan dari total iuran yang tertunggak paling banyak untuk waktu 3 (tiga) bulan. Denda tersebut dibayarkan bersamaan dengan total iuran yang tertunggak oleh Pemberi Kerja. Sementara keterlambatan pembayaran Iuran untuk Peserta Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja dikenakan denda keterlambatan sebesar 2% (dua persen) per bulan dari total iuran yang tertunggak paling banyak untuk waktu 6 (enam) bulan yang dibayarkan bersamaan dengan total iuran yang tertunggak.

B. RUMUSAN MASALAH

Dari deskripsi di atas timbul beberapa masalah sebagai berikut:

  1. Apakah konsep dan praktik BPJS Kesehatan yang dilaksanakan berdasarkan peraturan perundang-undangan telah memenuhi prinsip syariah?
  2. Jika dipandang belum telah memenuhi prinsip syariah, apa solusi yang dapat diberikan agar BPJS Kesehatan tersebut dapat memenuhi prinsip syariah?
  3. Apakah denda administratif sebesar 2% (dua persen) per bulan. dari total iuran yang dikenakan kepada peserta akibat terlambat membayar iuran tidak bertentangan dengan prinsip syariah?

C. KETENTUAN HUKUM DAN REKOMENDASI Baca pos ini lebih lanjut