Hukum dan Bahaya Rokok Elektronik

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Pada tanggal 14 Mei 2019 organisasi kesehatan berikut:

  1. Ikatan Dokter Indonesia
  2. Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia
  3. Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia
  4. Ikatan Dokter Anak Indonesia
  5. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia
  6. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia
  7. Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia
  8. Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia
  9. Yayasan Jantung Indonesia
  10. Yayasan Kanker Indonesia
  11. Komnas Pengendalian Tembakau
  12. Institute of Mental Health, Addiction, and  Neuroscience

Melakukan KONFERENSI PERS MENGUNGKAP FAKTA SEPUTAR ROKOK ELEKTRINIK dengan:

KESIMPULAN

  1. Rokok elektronik tetap berbahaya karena mengandung bahan-bahan kimia yang sebagian bersifat  karsinogenik atau memicu kanker, dan tidak tergantung dosis. Tidak ada batas aman zat karsinogenik.
  2. Rokok elektronik mengandung nikotin sehingga menimbulkan kecanduan, dan kandungan nikotin  dalam rokok elektronik tidak terkontrol sehingga mengancam pemakainya semakin teradiksi melebihi  rokok konvensional.
  3. Nikotin bukan NRT (nicotice replacement therapy) sehingga tidak bisa dijadikan alat bantu berhenti  merokok. Nikotin adalah racun, NRT adalah farmasi.
  4. Rokok elektronik tidak menghasilkan TAR dari asap melainkan menghasilkan uap aerosol yang tetap  mengandung zat-zat kimia dari cairan maupun tembakau yang dipanaskan sehingga tetap berisiko  terhadap second hand smoker.
  5. Peredaran luas rokok elektronik saat ini melibatkan campur tangan industri rokok yang ingin beralih  produk untuk menimbulkan kecanduan baru.
  6. Penjualan dan promosi rokok elektronik menarget kelompok rentan anak-anak dan remaja.

REKOMENDASI
REKOMENDASI KEPADA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA MENGENAI ROKOK ELEKTRONIK

Baca pos ini lebih lanjut

Hukum Bermain dan Menonton Sepakbola

Nama eBook: Fatwa: Hukum Bermain dan Menonton Sepakbola
Penerjemah: Ibnu Luqman al-Atsari

:الحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد

Penerjemah -semoga Allah menjaga dan merahmatinya- berkata:

Para pecandu bola rela tidak tidur sepanjang malam demi menyaksikan tim kesayangannya. Ya, sepak bola telah menjadi candu yang meracuni akal generasi ini pada umumnya. Demi sepak bola mereka lupa waktu, sampai-sampai panggilan adzan pun tak digubris!.

Saudaraku seiman, bangkitlah, manfaatkanlah waktumu untuk mengerjakan perbuatan yang berguna, karena sesungguhnya engkau akan ditanya kelak atas segala perbuatanmu. Berikut ini kami hadirkan sebagian fatwa para ulama besar dalam masalah bermain dan menonton sepak bola. Semoga setetes ilmu dan untaian nasehat mereka dapat kita ambil sebagai pelajaran. Wallohul Musta’an.

Sebelumnya kami juga telah memposting beberapa tulisan berkaitan dengan topik ini yakni Sepakbola: Manfaat dan Mudharatnya menurut Syariat Islam dan Rambu-Rambu Agama dalam Olahraga, kami anjurkan untuk membacanya untuk demi mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif, semoga bermanfaat….

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Hukum Menginvestasikan Harta Zakat

Nama eBook: Pengelolaan Harta Zakat
Penulis: Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA حفظه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Badan amil zakat resmi yang telah diakui oleh negara melalui undang-undang zakat sering menginvestasikan sebagian harta zakat dalam bentuk modal usaha dan hanya memberikan keuntungan dari usaha tersebut kepada para fakir-miskin mustahik zakat. Apakah tindakan badan amil zakat ini dapat dibenarkan secara syar’i atau tidak? Dan apakah muamalat ini termasuk muamalat haram atau tidak? Karena pengelolaan ini jelas menunda pembagian zakat terhadap yang berhak dan bila pengelolanya bukan seorang mustahik dan ternyata usahanya mengalami kerugian, atau pengelolanya pihak yang tidak amanah tentulah harta zakat hilang dan merugikan para fakir miskin; temukan jawabannya dalam eBook berikut…

Download:

Download CHM atau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Rambu-Rambu Agama Dalam Olahraga

Nama eBook: Rambu-Rambu Agama Dalam Olahraga
Penulis: Ustadz Abu Ibrohim Muhammad Ali AM حفظه الله

Alhamdulillah, kita bersyukur dan memuji Allah azza wa jalla yang telah memberikan nikmat yang banyak kepada kita. Sholawat dan salam bagi Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam, keluarga, sahabat dan yang mengikuti sunnah mereka hingga akhir zaman. Amma ba’du:

Penulis -semoga Allah menjaganya- berkata pada awal eBook:

Dunia olah raga adalah dunia yang penuh dengan sensani dan menjadi hobi kebanyakan anak manusia. Islam-pun tidak melarangnya karena memang hukum asal olahraga adalah halal/dibolehkan selama tidak disertai perkara-perkara yang terlarang. Hanya saja Islam telah meletakkan rambu-rambu dan kaidah-kaidah olahraga secara umum agar tidak keluar dari garis syari’at.

Oleh karenanya sangat penting untuk kita kaji masalah ini agar kita bisa mengetahui olahraga/ lomba-lomba apakah yang dibolehkan dalam islam dan dilarang oleh Islam. Diantara kaidah-kaidah tersebut adalah….

Kemudian penulis menyebutkan tiga belas kaidah/ rambu-rambu yang harus diperhatikan seorang muslim dalam olahraga; selain itu dalam versi CHM kami sertakan Fatwa Majelis Majma’ Fikih Islam tentang olahraga Tinju, Gulat Bebas, Adu Banteng dan Mengadu Binatang, selamat menikmati…

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Penjelasan MUI Tentang BPJS

KEPUTUSAN KOMISI B 2
MASAIL FIQHIYYAH MU’ASHIRAH
(MASALAH FIKIH KONTEMPORER)
IJTIMA’ ULAMA KOMISI FATWA SEINDONESIA V TAHUN 2015
Tentang
PANDUAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DAN BPJS KESEHATAN

A. DESKRIPSI MASALAH

Kesehatan adalah hak dasar setiap orang, dan semua warga negara berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. Dengan mempertimbangkan tingkat urgensi kesehatan termasuk menjalankan amanah UUD 1945, maka Pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan kemudahan akses masyarakat pada fasilitas kesehatan. Di antaranya adalah dengan menerbitkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (UU SJSN) dan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (UU BPJS).

Memperhatikan program termasuk modus transaksional yang dilakukan oleh BPJS—khususnya BPJS Kesehatan—dari perspektit ekonomi Islam dan fikih muamalah, dengan merujuk pada Fatwa Dewan Syari’ah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) dan beberapa literatur, tampaknya bahwa secara umum program BPJS Kesehatan belum mencerminkan konsep ideal jaminan sosial dalam Islam, terlebih lagi jika dilihat dari hubungan hukum atau akad antar para pihak.

Dalam hal terjadi keterlambatan pembayaran Iuran untuk Pekerja Penerima Upah, maka dikenakan denda administratif sebesar 2% (dua persen) per bulan dari total iuran yang tertunggak paling banyak untuk waktu 3 (tiga) bulan. Denda tersebut dibayarkan bersamaan dengan total iuran yang tertunggak oleh Pemberi Kerja. Sementara keterlambatan pembayaran Iuran untuk Peserta Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja dikenakan denda keterlambatan sebesar 2% (dua persen) per bulan dari total iuran yang tertunggak paling banyak untuk waktu 6 (enam) bulan yang dibayarkan bersamaan dengan total iuran yang tertunggak.

B. RUMUSAN MASALAH

Dari deskripsi di atas timbul beberapa masalah sebagai berikut:

  1. Apakah konsep dan praktik BPJS Kesehatan yang dilaksanakan berdasarkan peraturan perundang-undangan telah memenuhi prinsip syariah?
  2. Jika dipandang belum telah memenuhi prinsip syariah, apa solusi yang dapat diberikan agar BPJS Kesehatan tersebut dapat memenuhi prinsip syariah?
  3. Apakah denda administratif sebesar 2% (dua persen) per bulan. dari total iuran yang dikenakan kepada peserta akibat terlambat membayar iuran tidak bertentangan dengan prinsip syariah?

C. KETENTUAN HUKUM DAN REKOMENDASI Baca pos ini lebih lanjut

Hukum Membeli Saham Perusahaan

Keputusan Keempat

TENTANG HUKUM MEMBELI SAHAM PERUSAHAAN
DAN LEMBAGA KEUANGAN
Apabila Ada dalam Sebagian Muamalahnya Mengandung Riba

 

Segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi yang tiada nabi setelahnya, yaitu pemimpin sekaligus nabi kita, Muhammad, dan kepada keluarga, dan sahabatnya.

Amma ba’du,

Bahwasannya anggota rapat Majlis al-Majma’ al-Fiqh di bawah Rabithah Alam Islami (Liga Muslim Dunia) pada konferensi ke-14 yang diadakan di kota Makkah al-Mukarramah, dimulai dari hari Sabtu tanggal 20 Sya’ban 1415 H yang bertepatan dengan tanggal 21 Januari 1995 M, telah membahas permasalahan ini dan kemudian menghasilkan keputusan berikut:

  1. Berdasarkan pada hukum dasar dalam perniagaan adalah halal dan mubah, maka mendirikan suatu perusahaan publik bersaham yang bertujuan dan bergerak dalam hal yang mubah adalah dibolehkan menurut syariat.
  2. Disepakati keharaman ikut serta menanam saham pada perusahaan-perusahaan yang tujuan utamanya diharamkan, misalnya bergerak dalam transaksi riba, atau memproduksi barang-barang haram, atau memperdagangkannya.
  3. Tidak dibolehkan bagi seorang Muslim untuk membeli saham perusahaan atau lembaga keuangan yang pada sebagian usahanya menjalankan praktik riba, sedangkan ia (pembeli) mengetahui tentang hal itu.
  4. Bila ada seseorang yang terlanjur membeli saham suatu perusahaan, sedangkan ia tidak mengetahui bahwa perusahaan tersebut menjalankan transaksi riba, lalu pada kemudian hari ia mengetahui hal tersebut, maka ia wajib untuk keluar dari perusahaan tersebut.

Baca pos ini lebih lanjut

Hukum Air Daur Ulang

Nama eBook: Air Daur Ulang Dalam Tinjauan
Penulis: Ustadz Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman حفظه الله

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, keluarga, dan sahabatnya. Amma Ba’du:

Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan perkembangan dunia industri, kebutuhan air bersih di Indonesia semakin lama semakin meningkat. Terbukti, pada saat ini, krisis air terjadi di mana-mana karena makin langkanya sumber air bersih.

Teknologi terkini memungkinkan proses daur ulang air, maksudnya air yang semula dari air limbah bercampur dengan kotoran, benda najis, dan komponen lain menjadi air yang layak pakai. Lalu bagaimanakah status fiqih air yang telah bercampur dengan berbagai benda najis tersebut setelah didaur ulang?” Temui jawabannya di dalam ulasan ringkas berikut ini, semoga bermanfaat….

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Hukum Hadiah Komersial

Nama eBook: Hukum Hadiah Komersial
Penulis: Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA حفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, kita memuji Allah ta’ala dan bersyukur kepada-Nya, kemudian shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarganya, sahabatnya dan pengikutnya yang baik hingga hari kiamat, amma ba’du:

Di antara maqashid (tujuan pokok) syari’at Islam adalah menciptakan rasa saling mengasihi, saling menyayangi, dan saling mencintai sesama hamba Allah pengikut Nabi akhir zaman. Salah satu faktor yang dapat menimbulkan saling mengasihi dan mencintai yaitu berbagi rezeki dalam bentuk sedekah atau hadiah kepada saudara seiman.

Sedekah yaitu sesuatu yang diberikan kepada orang lain yang membutuhkan (fakir miskin) tanpa mengharap imbalan. Adapun hadiah yaitu sesuatu yang diberikan kepada orang lain tanpa imbalan dengan tujuan mempererat hubungan atau sebagai penghormatan, dan orang yang diberi hadiah bukanlah orang dalam ekonomi sulit.

Di era modern, para pedagang (dan produsen, Red.) memanfaatkan pemberian hadiah untuk menarik konsumen sebanyak mungkin agar keuntungan yang diperoleh semakin besar. Cara pembagian hadiah pun dibuat beraneka ragam: beli satu dapat dua, diskon harga di setiap musim tertentu, door prize, undian berhadiah, puzzle potongan gambar yang dikumpulkan dari barang yang dibeli, ataupun mengumpulkan huruf-huruf sehingga membentuk kata yang diinginkan, hadiah tunai dalam setiap kemasan, dan sebagainya.

Seorang muslim tentu ingin mengetahui hukum hadiah komersial ini, karena dalam beberapa bentuknya mirip dengan judi dan mengandung gharar, selamat menyimak…

Bank dan Bunga Bank serta bekerja di Bank dan Menerima hadiah dari Bank adalah hal yang sangat biasa bagi sebagian besar umat Islam di Indonesia bahkan dilingkungan keluarga yang dikenal agamis pada masyarakatnya.

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Hukum Emas Putih

Nama eBook: Mengenal Hakikat Emas Putih
Penulis: Ustadz Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman حفظه الله

Alhamdulillah, kita bersyukur dan memuji Allah Tabaraka wa Ta’ala atas segala hal yang telah dianugerahkan-Nya kepada kita, Shalawat dan Salam teruntuk Nabi Muhammad bin Abdullah yang merupakan panutan kita yang menginginkan kehidupan akhirat dan perjumpaan dengan Allah Azza wa Jalla.

Pada kesempatan yang mulia ini kami postingkan sebuah eBook yang membahas sebuah perhiasan yang dinamakan orang ‘EMAS PUTIH’, penulis diawal eBook berkata:

Perkembangan zaman dengan berbagai realitas-nya telah memunculkan permasalahan baru yang belum dikenal pada masa lampau. Di antara permasalahan baru tersebut adalah masalah “emas putih”. Apa hukumnya memakai emas putih bagi laki-laki? Apakah emas putih hukumnya sama dengan emas yang biasa? Itulah sebagian kecil pertanyaan yang muncul di dalam masalah ini. Anda penasaran? Temui jawabannya di dalam lembaran berikut ini. Allahul Muwaffiq.

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word