Rambu-Rambu Agama Dalam Olahraga

Nama eBook: Rambu-Rambu Agama Dalam Olahraga
Penulis: Ustadz Abu Ibrohim Muhammad Ali AM حفظه الله

Alhamdulillah, kita bersyukur dan memuji Allah azza wa jalla yang telah memberikan nikmat yang banyak kepada kita. Sholawat dan salam bagi Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam, keluarga, sahabat dan yang mengikuti sunnah mereka hingga akhir zaman. Amma ba’du:

Penulis -semoga Allah menjaganya- berkata pada awal eBook:

Dunia olah raga adalah dunia yang penuh dengan sensani dan menjadi hobi kebanyakan anak manusia. Islam-pun tidak melarangnya karena memang hukum asal olahraga adalah halal/dibolehkan selama tidak disertai perkara-perkara yang terlarang. Hanya saja Islam telah meletakkan rambu-rambu dan kaidah-kaidah olahraga secara umum agar tidak keluar dari garis syari’at.

Oleh karenanya sangat penting untuk kita kaji masalah ini agar kita bisa mengetahui olahraga/ lomba-lomba apakah yang dibolehkan dalam islam dan dilarang oleh Islam. Diantara kaidah-kaidah tersebut adalah….

Kemudian penulis menyebutkan tiga belas kaidah/ rambu-rambu yang harus diperhatikan seorang muslim dalam olahraga; selain itu dalam versi CHM kami sertakan Fatwa Majelis Majma’ Fikih Islam tentang olahraga Tinju, Gulat Bebas, Adu Banteng dan Mengadu Binatang, selamat menikmati…

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Iklan

Penjelasan MUI Tentang BPJS

KEPUTUSAN KOMISI B 2
MASAIL FIQHIYYAH MU’ASHIRAH
(MASALAH FIKIH KONTEMPORER)
IJTIMA’ ULAMA KOMISI FATWA SEINDONESIA V TAHUN 2015
Tentang
PANDUAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DAN BPJS KESEHATAN

A. DESKRIPSI MASALAH

Kesehatan adalah hak dasar setiap orang, dan semua warga negara berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. Dengan mempertimbangkan tingkat urgensi kesehatan termasuk menjalankan amanah UUD 1945, maka Pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan kemudahan akses masyarakat pada fasilitas kesehatan. Di antaranya adalah dengan menerbitkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (UU SJSN) dan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (UU BPJS).

Memperhatikan program termasuk modus transaksional yang dilakukan oleh BPJS—khususnya BPJS Kesehatan—dari perspektit ekonomi Islam dan fikih muamalah, dengan merujuk pada Fatwa Dewan Syari’ah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) dan beberapa literatur, tampaknya bahwa secara umum program BPJS Kesehatan belum mencerminkan konsep ideal jaminan sosial dalam Islam, terlebih lagi jika dilihat dari hubungan hukum atau akad antar para pihak.

Dalam hal terjadi keterlambatan pembayaran Iuran untuk Pekerja Penerima Upah, maka dikenakan denda administratif sebesar 2% (dua persen) per bulan dari total iuran yang tertunggak paling banyak untuk waktu 3 (tiga) bulan. Denda tersebut dibayarkan bersamaan dengan total iuran yang tertunggak oleh Pemberi Kerja. Sementara keterlambatan pembayaran Iuran untuk Peserta Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja dikenakan denda keterlambatan sebesar 2% (dua persen) per bulan dari total iuran yang tertunggak paling banyak untuk waktu 6 (enam) bulan yang dibayarkan bersamaan dengan total iuran yang tertunggak.

B. RUMUSAN MASALAH

Dari deskripsi di atas timbul beberapa masalah sebagai berikut:

  1. Apakah konsep dan praktik BPJS Kesehatan yang dilaksanakan berdasarkan peraturan perundang-undangan telah memenuhi prinsip syariah?
  2. Jika dipandang belum telah memenuhi prinsip syariah, apa solusi yang dapat diberikan agar BPJS Kesehatan tersebut dapat memenuhi prinsip syariah?
  3. Apakah denda administratif sebesar 2% (dua persen) per bulan. dari total iuran yang dikenakan kepada peserta akibat terlambat membayar iuran tidak bertentangan dengan prinsip syariah?

C. KETENTUAN HUKUM DAN REKOMENDASI Baca pos ini lebih lanjut

Hukum Membeli Saham Perusahaan

Keputusan Keempat

TENTANG HUKUM MEMBELI SAHAM PERUSAHAAN
DAN LEMBAGA KEUANGAN
Apabila Ada dalam Sebagian Muamalahnya Mengandung Riba

 

Segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi yang tiada nabi setelahnya, yaitu pemimpin sekaligus nabi kita, Muhammad, dan kepada keluarga, dan sahabatnya.

Amma ba’du,

Bahwasannya anggota rapat Majlis al-Majma’ al-Fiqh di bawah Rabithah Alam Islami (Liga Muslim Dunia) pada konferensi ke-14 yang diadakan di kota Makkah al-Mukarramah, dimulai dari hari Sabtu tanggal 20 Sya’ban 1415 H yang bertepatan dengan tanggal 21 Januari 1995 M, telah membahas permasalahan ini dan kemudian menghasilkan keputusan berikut:

  1. Berdasarkan pada hukum dasar dalam perniagaan adalah halal dan mubah, maka mendirikan suatu perusahaan publik bersaham yang bertujuan dan bergerak dalam hal yang mubah adalah dibolehkan menurut syariat.
  2. Disepakati keharaman ikut serta menanam saham pada perusahaan-perusahaan yang tujuan utamanya diharamkan, misalnya bergerak dalam transaksi riba, atau memproduksi barang-barang haram, atau memperdagangkannya.
  3. Tidak dibolehkan bagi seorang Muslim untuk membeli saham perusahaan atau lembaga keuangan yang pada sebagian usahanya menjalankan praktik riba, sedangkan ia (pembeli) mengetahui tentang hal itu.
  4. Bila ada seseorang yang terlanjur membeli saham suatu perusahaan, sedangkan ia tidak mengetahui bahwa perusahaan tersebut menjalankan transaksi riba, lalu pada kemudian hari ia mengetahui hal tersebut, maka ia wajib untuk keluar dari perusahaan tersebut.

Baca pos ini lebih lanjut

Hukum Air Daur Ulang

Nama eBook: Air Daur Ulang Dalam Tinjauan
Penulis: Ustadz Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman حفظه الله

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, keluarga, dan sahabatnya. Amma Ba’du:

Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan perkembangan dunia industri, kebutuhan air bersih di Indonesia semakin lama semakin meningkat. Terbukti, pada saat ini, krisis air terjadi di mana-mana karena makin langkanya sumber air bersih.

Teknologi terkini memungkinkan proses daur ulang air, maksudnya air yang semula dari air limbah bercampur dengan kotoran, benda najis, dan komponen lain menjadi air yang layak pakai. Lalu bagaimanakah status fiqih air yang telah bercampur dengan berbagai benda najis tersebut setelah didaur ulang?” Temui jawabannya di dalam ulasan ringkas berikut ini, semoga bermanfaat….

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Hukum Hadiah Komersial

Nama eBook: Hukum Hadiah Komersial
Penulis: Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA حفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, kita memuji Allah ta’ala dan bersyukur kepada-Nya, kemudian shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarganya, sahabatnya dan pengikutnya yang baik hingga hari kiamat, amma ba’du:

Di antara maqashid (tujuan pokok) syari’at Islam adalah menciptakan rasa saling mengasihi, saling menyayangi, dan saling mencintai sesama hamba Allah pengikut Nabi akhir zaman. Salah satu faktor yang dapat menimbulkan saling mengasihi dan mencintai yaitu berbagi rezeki dalam bentuk sedekah atau hadiah kepada saudara seiman.

Sedekah yaitu sesuatu yang diberikan kepada orang lain yang membutuhkan (fakir miskin) tanpa mengharap imbalan. Adapun hadiah yaitu sesuatu yang diberikan kepada orang lain tanpa imbalan dengan tujuan mempererat hubungan atau sebagai penghormatan, dan orang yang diberi hadiah bukanlah orang dalam ekonomi sulit.

Di era modern, para pedagang (dan produsen, Red.) memanfaatkan pemberian hadiah untuk menarik konsumen sebanyak mungkin agar keuntungan yang diperoleh semakin besar. Cara pembagian hadiah pun dibuat beraneka ragam: beli satu dapat dua, diskon harga di setiap musim tertentu, door prize, undian berhadiah, puzzle potongan gambar yang dikumpulkan dari barang yang dibeli, ataupun mengumpulkan huruf-huruf sehingga membentuk kata yang diinginkan, hadiah tunai dalam setiap kemasan, dan sebagainya.

Seorang muslim tentu ingin mengetahui hukum hadiah komersial ini, karena dalam beberapa bentuknya mirip dengan judi dan mengandung gharar, selamat menyimak…

Bank dan Bunga Bank serta bekerja di Bank dan Menerima hadiah dari Bank adalah hal yang sangat biasa bagi sebagian besar umat Islam di Indonesia bahkan dilingkungan keluarga yang dikenal agamis pada masyarakatnya.

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Hukum Emas Putih

Nama eBook: Mengenal Hakikat Emas Putih
Penulis: Ustadz Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman حفظه الله

Alhamdulillah, kita bersyukur dan memuji Allah Tabaraka wa Ta’ala atas segala hal yang telah dianugerahkan-Nya kepada kita, Shalawat dan Salam teruntuk Nabi Muhammad bin Abdullah yang merupakan panutan kita yang menginginkan kehidupan akhirat dan perjumpaan dengan Allah Azza wa Jalla.

Pada kesempatan yang mulia ini kami postingkan sebuah eBook yang membahas sebuah perhiasan yang dinamakan orang ‘EMAS PUTIH’, penulis diawal eBook berkata:

Perkembangan zaman dengan berbagai realitas-nya telah memunculkan permasalahan baru yang belum dikenal pada masa lampau. Di antara permasalahan baru tersebut adalah masalah “emas putih”. Apa hukumnya memakai emas putih bagi laki-laki? Apakah emas putih hukumnya sama dengan emas yang biasa? Itulah sebagian kecil pertanyaan yang muncul di dalam masalah ini. Anda penasaran? Temui jawabannya di dalam lembaran berikut ini. Allahul Muwaffiq.

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Fiqih Seputar BAYI KEMBAR

Nama eBook: Fiqih Syari’ah Seputar BAYI KEMBAR
Penulis: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf as-Sidawi حفظه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Anak kembar adalah dua orang anak yang lahir dari satu perut ibu dan jarak antara keduanya kurang dari enam bulan, apa pun jenis kelaminnya.

Meredith melaporkan bahwa 1 dari 80 kelahiran terjadi kembar dua, 1 dari 9.000 terjadi kembar tiga, dan 1 dari setiap 570.000 terjadi kembar empat. Orang-orang kulit hitam lebih sering melahirkan bayi kembar, dan orang-orang Cina, Jepang, dan kelompok ras Mongoloid lainnya lebih jarang ketimbang orang-orang kulit putih lainnya.

Dan wanita yang melahirkan pertama kali kembar memiliki kemungkinan besar akan melahirkan kembar berikutnya. Tercatat bahwa ibu yang paling banyak memiliki anak kembar adalah wanita Rusia yang melahirkan 16 bayi kembar dua, 7 bayi kembar tiga, 4 bayi kembar empat; sehingga total jumlahnya adalah 69 anak. Subhanallah.

Kejadian kelahiran kembar ini kadang menimbulkan konsekwensi hukum yang khusus, penulis -semoga Allah menjaganya- setelah menyebutkan Defenisi anak kembar, macam-macam anak kembar dan anak kembar dalam sejarah, beliau menjelaskan hukum-hukum seputar bayi kembar meliputi:

  1. Nasab bayi kembar
  2. Nifas ibunya
  3. Aqiqah
  4. Iddah ibunya
  5. Warisan

Silahkan membaca eBook ini selengkapnya dan semoga bermanfaat, amin…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download Word atau Download PDF

CINCIN dalam Pandangan ISLAM

Nama eBook: CINCIN dalam Pandangan ISLAM
Penulis: Ustadz Abu Ibrohim Muhammad Ali AM حفظه الله

Segala puji bagi Allah yang telah menyempurnakan agama untuk kita dan menyempurnakan nikmat-Nya serta menjadikan umat ini sebaik-baik umat dan mengutus seorang rasul yang membacakan ayat-ayat-Nya, menyucikan dan mengajarkan kepada kita Kitab dan Hikmah, semoga shalawat dan salam (terlimpah) kepada nabi yang Allah عزّوجلّ utus untuk rahmat seluruh alam, nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم beserta keluarganya dan semua sahabatnya

Pada saat ini terjadi fenomena dimana manusia eforia terhadap cincin dengan berbagai ‘batu’ yang beraneka ragam, sehingga kita melihat sesorang yang semua jarinya dihiasi cincin dengan aneka ‘batu’; karena hal ini ada lembaga sampai merazia anggotanya yang memakai lebih dari dua ‘batu cincin’; dilain sisi ada pula yang mewajibkan pegawainya memakai ‘batu cincin’ dan kisah-kisah lainnya…

Disamping hal tersebut kaum muslimin yakni kaum laki-lakinya ada yang memakai cincin atau perhiasan emas, memakai cincin besi dan lainnya. Kemudian telah membudaya pula saling tukar cincin ketika tunangan atau cincin nikah.

Sebagai seorang muslim, kita tidak akan ikut-ikutan dalam eforia dan mode nasa kini, kita mesti menimbangnya dalam kacamata Islam, bolehkah atau tidak sesuatu itu? maka pada eook kali ini akan dibahas sekitar hukum memakai cincin, selamat menyimak dan semoga kita adalah orang yang mau mengikuti kebenaran…

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Hukum Jual-Beli Mata Uang dan Saham

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga dan sahabatnya رضي الله عنهم.

Pada zaman ini mata uang dan saham tak ubahnya komoditi lainnya, yakni diperdagangkan dengan bebas, makin berkembangnya teknologi membuat masayarakat makin banyak terjun kedalamnya, tak terkecuali kaum muslimin.

Namun sebagai seorang muslim, maka ia lebih mengutamakan ridho Allah Azza wa Jalla daripada keuntungan dunia semata, untuk itu ia mesti mengenali halal dan haram perniagaan terutama jenis perniagaan kontemporer agar jangan jatuh kepada yang haram.

eBook ini adalah dua tulisan Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, Ma -semoga Allah menjaganya- yang membahas tentang ‘Jual-Beli Mata Uang’ dan ‘Hukum Saham’, sebenarnya republication dari versi sebelumnya, yang mana pada posting ini versi CHM kami gabungkan pada eBook Ekonomi Islam, dan kami sediakan pula versi PDF dan DOC, semoga bermanfaat…

Download:
Download CHM atau Download ZIP dan Download PDF atau Download Word

Menetapkan Hukum Berdasarkan Alat Modren

Nama eBook: Menetapkan Hukum Berdasarkan Alat Modren
Penulis: Ustadz Ubu Ubaidah Yusuf as-Sidawi حفظه الله

Alhamdulillah, kita memuji dan bersyukur kepada Allah azza wa jalla yang telah memberikan berbagai nikmat yang banyak kepada kita termasuk banyaknya alat-alat modern dalam berbagai sisi kehidupan. Sholawat dan salam bagi nabi utusan-Nya Muhammad shallallahu alaihi wasallam, keluarganya, para sahabatnya, serta yang mengikuti mereka dengan baik hari akhir.

Sesungguhnya Allah mengutus para utusan-Nya dan menurunkan kitab-kitab-Nya agar manusia menegakkan keadilan yang dengannya langit dan bumi tegak. Jika telah tampak jelas tanda-tanda keadilan dengan metode apa pun maka itulah syari’at dan agama Allah. Allah Maha Tahu, Maha Bijaksana, dan Maha Adil.

Oleh karenanya, tugas seorang hakim dalam menegakkan keadilan bukanlah perkara yang mudah dan ringan, karena keadilan harus ditegakkan berdasarkan bukti-bukti yang valid (absah) dan indikasi-indikasi yang kuat yang bisa dijadikan sebagai penguat menuju titik terang suatu hukum.

Dan sebagaimana dimaklumi bersama, pada zaman sekarang ini muncul alat-alat teknologi modern yang bermacam-macam yang biasa digunakan untuk mengungkap kasus kejahatan (kriminalitas) yang sebenarnya, seperti sidik jari, autopsi, foto, kamera, rekaman suara, atau tes darah dan urine. Nah, bagaimanakah pandangan syari’at meninjau alat-alat indikasi modern tersebut untuk menetapkan suatu hukum dalam suatu kasus permasalahan? Bahasan berikut ini mencoba untuk membantu Anda menemukan jawabannya. Semoga Allah memudahkan kita untuk meraih ilmu yang bermanfaat, amin….

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word