MASBUQ Dalam Sholat

Nama eBook: Masbuq Dalam Sholat
Disusun oleh: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc حفظه الله

الحمد الله، وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Sudah dimaklumi, terkadang seorang yang bersemangat untuk mendapatkan takbiratul ihram bersama imam tidak bisa mendapatinya karena alasan dan uzur tertentu. Orang tersebut kadang terlambat dan tidak bisa menjadi makmum dari raka’at pertama. Inilah yang sering diistilahkan dengan istilah masbuq.

Masbuq dalam istilah para Ulama fikih adalah orang yang ketinggalan imam dalam sebagian raka’at shalat atau seluruhnya atau mendapati imam setelah satu raka’at atau lebih.

Apabila masbuq mendapatkan shalat berjamaah maka dia mengikuti imam dalam semua perbuatan shalat, lalu menyempurnakan yang terlewatkan, berdasarkan sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم:

ِإِذَا سَمِعْتُمْ الْإِقَامَةَ فَامْشُوا إِلَى الصَّلَاةِ وَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ وَالْوَقَارِ وَلَا تُسْرِعُوا فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا

Apabila kalian telah mendengar iqamah, maka berjalanlah menuju shalat dan hendaklah kalian berjalan dengan tenang dan santai dan jangan terburu-buru. Yang kalian dapati maka shalatlah dan yang terlewatkan maka sempurnakanlah. (HR. Al-Bukhari, no. 636)

Kemudian bagaimanakah menyempurnakan sholat bila masbuq dan bagaimana pula hukum bermakmum kepada orang yang masbuq?!, temukan rinciannya dalam eBook ini…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDFatau Download Word

Sedekah: Keutamaan dan Variannya

Nama eBook: Sedekah: Keutamaan dan Variannya
Disusun oleh: Ali bin Muhammad ad-Dihami

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah atas utusan yang paling mulia, nabi kita Muhammad, dan atas keluarga serta segenap sahabatnya. Amma ba’du:

Sedekah mempunyai keutamaan yang agung, yang sebagian diantaranya terus bermanfaat walau penginfaknya sudah wafat, sebagaimana dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila seorang manusia meninggal dunia terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara, (yaitu) sedekah jariyah, atau ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yang senantiasa mendoakannya.” (HR. Muslim)

Banyak keutamaan sedekah yang lain sebagaimana dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

إِنَّ صَدَقَةَ السِّرِّ تُطْفِيءُ غَضَبَ الرَّبِّ

“Sesungguhnya sedekah yang tersembunyi, (dapat) meredam murka Allah Ta’ala” (Shahih at-Targhib)

كُلُّ امْرِئٍ فِي ظِلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ النَّاسِ

“Setiap orang berada di bawah naungan amalan sedekahnya, hingga digelar pengadilan di antara manusia” (HR. Bukhari dan Muslim).

Masih banyak keutamaan sedekah lainnya yang diulas oleh penulis secara detil dengan menyertakan dalil dari Kitab dan Sunnah, kemudian ia menjelaskan sedekah-sedekah yang paling utama dan ditutup dengan jenis-jenis dari sedekah jariyah, mari kita simak dan semoga kita adalah orang yang mampu bersedekah setiap harinya, amin…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDFatau Download Word

Apakah Hutang Menghalangi Kewajiban Zakat?

Nama eBook: Apakah Hutang Menghalangi Kewajiban Zakat?
Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc حفظه الله

الحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد، أما بعد:

Salah satu syarat harta yang wajib dizakati adalah dimiliki secara penuh. Artinya bahwa seseorang memiliki harta tersebut secara penuh, tidak ada pihak lain yang bersyarikat dalam harta itu sehingga dia bebas menggunakan harta itu tanpa ada yang menghalanginya.

Permasalahan muncul pada harta hutang yang di satu sisi seseorang dapat menggunakannya secara bebas karena sudah menjadi miliknya, namun di sisi lain ada kewajiban mengembalikan kepada orang yang berpiutang, sehingga seakan-akan ada dua kepemilikan terhadap harta hutang itu. Apalagi saat ini, banyak sekali orang yang mengembangkan proyek bisnis dengan hutang yang muncul dari transaksi bisnis yang bisa berefek kepada pembayaran zakat.

Apabila kita memiliki harta tapi juga memiliki hutang, apakah hutang tersebut berpengaruh dalam zakatnya? temukan jawabannya dalam eBook berikut…

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

5 Pelajaran dari Ibadah Qurban dan Haji

Nama eBook: 5 Pelajaran dari Ibadah Qurban dan Haji
Penulis: Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal حفظه الله

Segala puji bagi Allah, pujian yang terbaik untuk-Nya. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari berbangkit. Amma ba’du:

Insya Allah sebentar lagi akan datang puncak pelaksanaan haji dan ibadah qurban 1437 H, kemudian apa saja pelajaran yang bisa kita ambil dari ibadah qurban dan haji? dalam eBook ini penulis -semoga Allah menjaganya- mensarikan lima pelajaran yang semoga bermanfaat bagi kita sekalian, yakni:

  1. Belajar Ikhlas
  2. Belajar Mengikuti Tuntunan Nabi
  3. Belajar untuk Sedekah Harta
  4. Belajar untuk Meninggalkan Larangan
  5. Belajar untuk Rajin Berdzikir

Silahkan menyimak uraian lima hal tersebut, dan kami berdo’a agar ibadah haji, ibadah qurban dan ibadah kita yang lainnya diterima disisi-Nya, amin…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Khutbah Jum’at: Didik Keluargamu Menjaga Shalat

ِAlhamdulillah, kita memuji Azza wa Jalla, selanjutnya shalawat dan salam  bagi Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, keluarga, sahabat, dan mereka yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari berbangkit.

Kedudukan shalat sangatlah agung. Bila diperhatikan, banyak kelalaian berasal dari pihak orang tua. Masih ada orang tua yang menyia-nyiakan shalat. sehingga ia tidak bisa menjadi contoh baik untuk anak-anaknya. Sehingga anakanaknya tumbuh dengan melalaikan dan menyianyiakan shalat. Karena mereka tumbuh sesuai dengan didikan orang tua.

Sungguh, perilaku orang tua yang menyepelekan masalah shalat terhadap anak-anaknya, merupakan perilaku yang sangat buruk. Perhatikanlah ucapan Imam lbnu Qayyim Al -Jauziyyah rahimahullah yang mengkhususkan para bapak dalam masalah yang sangat penting ini. Beliau berkata: “Barangsiapa tidak memperhatikan untuk mengajarkan hal bermanfaat kepada anaknya, namun justru ia meninggalkannya begitu saja, maka sungguh ia telah berbuat sangat buruk sekali kepada sang anak. Yang sering terjadi, rusaknya anak disebabkan karena orang tua, yang tidak memperhatikan mereka, dan tidak mengajarkan kepada mereka kewajibankewajiban dan sunnah-sunnah agama. Para bapak telah menyia-nyiakan mereka saat kecil. Sehingga sang anak tidak bisa bermanfaat bagi dirinya, dan juga tidak bisa memberi manfaat kepada orangtua mereka di saat dewasa.”

Baca pos ini lebih lanjut

Hikmah, Hukum dan Manfaat Haji

Nama eBook: Hikmah, Hukum dan Manfaat Haji
Penulis: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz رحمه الله

Pengantar:

Segala puji bagi Allah yang menguasai segala alam, balasan kebaikan bagi orang-orang yang bertaqwa, shalawat dan salam semoga terlimpa pada hamba dan Rasul-Nya, kekasih dan orang pilihan dari hamba-hamba-Nya Nabi Muhammad bin Abdullah, keluarganya, shahabatnya, orang yang meniti di atas jalannya serta orang-orang yang mengambil petunjuknya sampai hari akhir, Amma ba’du:

Syaikh bin Baz diawal risalah setalah memuji Allah عزّوجلّ dan bershalawat untuk Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم mengatakan bahwa haji adalah syi’ar yang agung dimana padanya terdapat maslahat yang besar, saling mengenal dan tolong menolong dalam hal kebaikan, saling menasehati, tafaqquh fiddin, menegakkan kalimat Allah, mengesakan Allah, ikhlas dan lainnya yang merupakan maslahat serta manfaat besar yang tidak dapat dihitung, kemudian beliau berkata:

Dan di antara rahmat Allah عزّوجلّ, Dia mewajibkan haji bagi semua kaum muslimin di timur maupun barat. Kewajiban haji adalah umum bagi laki-laki, wanita, bangsa arab, bangsa asing, penguasa maupun rakyat dengan syarat mempunyai kemampuan, sebagaimana firman Allah عزّوجلّ:

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam” (QS. Ali Imran/3:97)

Kewajiban haji adalah sekali selama hidup. Sebagaimana hadits Rasulullah صلى الله عليه وسلم saat ditanya, ya Rasulullah, apakah haji itu wajib dilaksanakan setiap tahun? Beliau menjawab:

لَا وَلَوْ قُلْتُهَا لَوَجَبَتْ الْحَجُّ مَرَّةٌ فَمَا زَادَ فَهُوَ تَطَوُّعٌ

“Sekiranya saya katakan ya, maka pasti haji akan diwajibkan setiap tahun, namun kewajiban haji itu sekali dalam seumur hidup, siapa yang malaksanakannya lebih dari sekali, maka itu adalah sunnah”

Kemudian syaikh -semoga Allah merahmatinya- menyampaikan berbagai hal terutama hikmah, manfaat dan hukum ringkas seputar haji; semoga kaum muslimin yang akan melakukan haji tahun ini (1437 H) dan tahun-tahun berikutnya mendapat haji yang mabrur, amin…

Download:

Download PDFatau Download Word

Bid’ah-Bid’ah di Bulan Ramadhan

Nama eBook: Bid’ah-Bid’ah di Bulan Ramadhan
Penulis: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf as-Sidawi حفظه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Bulan yang mulia, bulan Ramadhan, bulan ladang untuk mengumpulkan banyak kebaikan disisi Allah Tabaraka wa Ta’ala, namun karena ketidaktahuan dan atau nafsu maka banyak kaum muslimin yang membuat-buat (mengkreasikan) ibadah yang tidak ada tuntunannya dalam agama pada bulan ini.

Semestinya setiap kita mengetahui bahwa ibadah mestilah sesuai dengan tuntunan agama melalui al-Qur’an dan hadits yang shahih lagi sharih (jelas). Sebenarnya banyak perkara bid’ah yang terjadi karena mengkhususkan atau mengkreasikan ketentuan dalam ibadah tersebut, untuk memahaminya mari kita simak dua contoh berikut…

Pertama: membaca Al-Qur’an disyariatkan dalam agama ini, namun mengkhususkan surat al-Kahfi pada hari jum’at perlu landasan hukum (baca: dalil) dari al-Qur’an dan atau Hadits yang shahih (valid) lagi sharih (jelas) dan ternyata ada dalilnya, yakni  hadits:

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka Allah akan menyinarinya dengan cahaya di antara dua Jum’at. (Hadits shohih, diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam Al-Mustadrok II/399 no.3392, dan Al-Baihaqi di dalam Sunannya III/249 dengan nomor.5792)

sebab hadits tersebut shahih lagi jelas maksudnya maka mengkhususkan dan mengutamakan membaca surat al-Kahfi pada hari jum’at adalah sunnah…

Kedua: Melakukan amal ketaatan dianjurkan pada malam-malam ramadhan dan menggiatkannya pada malam-malam yang besar harapan malam qadr yakni di 10 malam terakhir ramadhan terutama pada malam ganjilnya; shalat adalah amalan yang mulia dan pada malam ramadhan disunnahkan shalat tarawih; namun mengkhususkan shalat di malam (diduga kuat) lailatul qadr dengan jumlah rakaat 100 kali dan dinamai shalat lailatul qadr perlu kepada dalil dari al-Qur’an dan Hadits yang shahih lagi jelas tentang hal ini, dan ternyata dalil tersebut tidak ada, maka amalan tersebut adalah bid’ah…

Download:

Download Word atau Download PDF

Fatwa: Menentukan Awal Ramadhan

Segala puji hanya bagi Allah dan semoga shalawat dan salam   dilimpahkan kepada (Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ) yang tidak ada nabi setelahnya.

Amma ba’du,

Majelis al-Majma’ af-Fiqhi al-lslami dalam pertemuan keempat yang telah diadakan di kantor al-Amanah al-‘Amah (Kantor Pusat) Liga Muslim Dunia (Rabithah al-Alam al-lslami) di Makkah Mukarramah antara tanggal 7-17 Rabi’ul Awal 1401 H membahas satu surat dari Jum’iyah ad-Dakwah al-lslamiyah (organisasi dakwah Islam) di Singapura tertanggal 16 Syawal 1399 H bertepatan dengan tanggal 8 Agustus 1979 M.

Surat ini ditujukan kepada Konsul Kedutaan Kerajaan Saudi Arabia di Singapura. Isinya adalah telah terjadi perbedaan pendapat antara organisasi dakwah ini dengan Majelis Islam di Singapura pada masalah permulaan dan akhir bulan Ramadhan (tahun 1399 H bertepatan dengan tahun 1979).

Jum’iyah (organisasi Islam) ini memandang awal dan akhir bulan Ramadhan dimulai dengan dasar melihat hilal (ru’yah syar’iyyah) sesuai dengan keumuman daiil-dalil syariat. Sedangkan Majelis Islami (Majelis Ulama) di Singapura memandang awal dan akhir Ramadhan ditentukan dengan hisab falak. Mereka beralasan dengan pernyataan, bahwasanya negara-negara di wilayah Asia langitnya terhalangi awan -dan khususnya-Singapura. Tempat-tempat untuk melihat hilal mayoritas tidak bisa dipakai ru’yah. Ini termasuk udzur yang tidak bisa dihindari. Oleh karena itu wajib menentukannya dengan cara hisab.

Setelah anggota Majelis al-Majma’ al-Fiqh al-lslami melakukan penelitian lengkap terhadap masalah ini dalam perspektif nash-nash syariat, maka Majelis al-Majma’ ai-Fiqh al-lslami menetapkan dukungannya kepada organisasi dakwah Islam pada pendapatnya karena jelasnya dalil-dalil syariat seputar hal itu.

Demikian juga menetapkan permasalahan ini yang ada di tempat-tempat seperti Singapura dan sebagian wilayah Asia, dan lainnya, yang langitnya banyak terhalangi hal-hal yang menghalangi ru’yah, maka kaum musiimin di wilayah-wilayah ini dan yang sepertinya untuk mengambil keputusan negara Islam yang bersandar kepada ru’yah mata dalam melihat hilal tanpa menggunakan hisab dengan segala bentuknya yang mereka percayai. Itu semua sebagai pengamalan sabda Rasulullah:

صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ، وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلاثِينَ

Berpuasalah kalian kerena melihatnya dan beridul fithri-lah kalian karena melihatnya, apabila kalian terhalangi darinya maka sempurnakanlah jumlahnya tiga puluh.

Dan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam yang lainnya:

لا تَصُومُوا حَتَّى تَرَوُا الْهِلالَ أَوْ تُكْمِلُوا الْعِدَّةَ، وَلَا تُفْطِرُوا حَتَّى تَرَوُا الْهِلالَ أَوْ تُكْمِلُوا الْعِدَّةَ

Janganlah  berpuasa hingga melihat hilal atau sempurnakan jumlah bulan dan jangan berhari raya hingga melihat hilal atau menyempurnakan bulan.

Serta hadits-hadits yang semakna dengannya. Baca pos ini lebih lanjut

Update-3: Pedoman Puasa dan Hari Raya

Nama eBook: Pedoman Puasa dan Hari Raya
Penulis: Para Ulama dan Ustadz Ahlus Sunnah

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيَّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أما بعد:

Alhamdulillah kita telah berada di bulan Sya’ban menuju Bulan Ramadhan yang mulia, atas kasih sayang Allah kami bisa meng-compile sebagian besar eBook-eBook yang seputar Puasa dan Hari Raya yang kami beri Judul “Pedoman Puasa dan Hari Raya, Menuju Insan Ber-Taqwa“.

Postingan kali ini adalah update ke-3 eBook Pedoman Puasa dan Hari Raya Menuju Insan Ber-Taqwa yang telah diterbitkan sebelumnya, pada edisi ini yang ditambahkan adalah memaksimalkan Ibadah di Bulan Penuh Berkah dan Puasa Sunnah dan Bid’ah, secara lengkap isi eBook ini adalah:

  1. Bekal Ramadhan oleh Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu رحمه الله yang terdiri dari 20 Topik
  2. Sifat Shaumin Nabi صلى الله عليه وسلم fii Ramadhan oleh Syaikh Salim ‘Ied al-Hilali dan Syaikh Ali Hasan yang terdiri dari 23 tema dan setiap tema memiliki beberapa topik
  3. Risalah Ramadhan oleh Syaikh Abdul Aziz Abdullah bin Baz رحمه الله
  4. Rasulullah di Bulan Ramadhan oleh Syaikh Musa Alu Nasr حفظه الله
  5. Tugas Mukmin di Bulan Ramadhan oleh Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid حفظه الله
  6. Ibadah Muslimah di Bulan Penuh Berkah oleh Ustadz Abu Aniisah Syahrul Fatwa bin Lukman حفظه الله
  7. Ensiklopedi Amalan Bulan Ramadhan oleh Ustadz Abu Ubaidah as-Sidawi حفظه الل dan Ustadz Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman حفظه الله
  8. Bersama Nabi di Bulan Suci oleh Ustadz Abu Aniisah Syahrul Fatwa bin Lukman حفظه الله
  9. Amalan di Bulan Suci Ramadhan oleh Ustadz Mohammad Iqbal Ghazali
  10. Memaksimalkan Ibadah di Bulan Penuh Berkah oleh Ustadz Said Yai Ardiansyah, Lc, MA حفظه الله
  11. Bulan Ramadhan Bersama Al-Qur’an oleh Ustadz Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman حفظه الله
  12. Kaidah Fiqh Seputar Puasa oleh Ustadz Ahmad Sabiq حفظه الله yang berisi 4 Kaidah
  13. Pembatal Puasa di Zaman Modern oleh Ustadz Abu Ibrohim Muhammad Ali A.M حفظه الله
  14. Masalah Masalah Kontemporer Seputar Puasa oleh Ustadz Abu Ubaidah dan Ustadz Abu Abdillah
  15. Doa dan Dzikir Seputar Puasa Beserta Syarahnya yang sebelumnya telah diterbitkan di Blog kami doandzikir.wordpress.com
  16. Tafsir Ayat Puasa dan Faedah Hukumnya oleh Syaikh Salim bin ‘Ied Hilali حفظه الله
  17. Kewajiban Puasa: Tafsir QS. Al-Baqarah/2: 183-184 oleh Ibnu Katsir asy-Syafi’i رحمه اللهه
  18. Keutamaan Ramadhan dan Hukum-hukum Puasa: Tafsir QS. Al-Baqarah/2: 185 oleh Ibnu Katsir asy-Syafi’i رحمه الله
  19. Tafsir Surat al-Qadr oleh Ibnu Katsir asy-Syafi’i رحمه الله
  20. Hadits-hadits Dhaif Seputar Puasa lebih dari 10 hadits dhaif dan palsu, pada bab ini ditambahkan dua artikel
  21. Bulan Ramadhan da Kesucian Jiwa oleh Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi حفظه الله
  22. 10 Renungan dalam Berpuasa oleh Syaikh Nawaf bin ‘Ubaid Ar-Ra’uji
  23. Puasa Sunnah dan Bid’ah, Bab ini yang paling banyak penambahannya, berisi Puasa sunnah karya Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi, kemuadian kajian tentang puasa sunnah pada bulan-bulan tertentu dan juga puasa yang tidak disyari’atkan; penambahan pada bab ini banyak mengambil dari eBook Amalan Sunnah dan Bid’ah Bulanan
  24. 45 Fatwa tentang Puasa yang berasal dari jawaban para ulama yakni Syaikhul Islam, Syaikh bin Baz, Syaikh al-Albani, Syaikh ibn Utsaimin, syaikh Muqbil, Syaikh ibn Jibrin, Syaikh al-Fauzan, Syaikh al-Munajjid dan Lajnah Daimah yang sebelumnya telah kami posting di Blog Kami SoaldanJawab.Wordpress.com
  25. Pernik Semarak Ramadhan di Indonesia oleh Ustadz Anas Burhanuddin, MA حفظه الله
  26. Berhari Hari bersama Rasulullah صلى الله عليه وسلم oleh Syaikh Ali Hasan dengan topik lebih 17 item
  27. Panduan Praktis Berhari Raya yang disarikan dari tulisan Syaikh Dr. Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahthani
  28. Bersama Kita Berhari Raya oleh Ustadz Abu Umar Basyir حفظه الله
  29. Kemudian 2 Tulisan tentang Wajibnya Berpuasa dan Berhari Raya bersama Pemerintah
  30. Sholat Hari Raya di Tanah Lapang oleh Ustadz Abu Ibrohim Muhammad Ali A.M حفظه الله
  31. Kumpulan Artikel Ramadhan dari Muslim.Or.Id yang berisi > 70 artikel bermanfaat.

eBook ini kami compile dengan dua tampilan yakni dengan latar belakang klasik dan latar belakang biru putih, sebagai gambar dibawah ini:

Dengan eBook ini kami berharap akan menjadi pedoman bagi kita semua dalam menjalankan Puasa dan Berhari Raya sehingga kita semua menjadi Insan yang ber-Taqwa, Amin…

Download:

Google Drive Google Site Mediafire
V1 V2 V1 V2 V1 V2
Download CHM Download CHM Download ZIP Download ZIP Download CHM Download CHM

Catatan:
Bagi pengguna android untuk membuka file CHM dapat menggunakan SUPERCHM yang tulisannya dapat dilihat disini atau CHM Reader lainnya.

Larangan Menyerupai Binatang Dalam Shalat

الْحَمْدُ لِلَّهِ وَ كَفَى وَالصَّلاَةُ والسَّلاَمُ عَلَى النَّبِيِّ الْـمُصْطَفَى وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ، أَمَّ بَعْدُ:

Allah Azza wa Jalla telah memuliakan bani Adam dengan menciptakan mereka dalam rupa terbaik dan paling sempurna. Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan. Kami beri mereka rizki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (QS. al-Isra`/17:70)

Sebab hal itu seyogyanya, seorang manusia menyadari kemuliaan ini, yang hanya diberikan kepada manusia oleh Allah Azza wa Jalla, juga menjaga dirinya agar tidak meniru gaya-gaya binatang yang lebih rendah dibandingkan manusia. Terutama saat melaksanakan ibadah shalat yang merupakan kondisi termulia seorang hamba.

Terdapat beberapa hadits yang secara khusus melarang menyerupai sikap binatang dalam shalat diantaranya:

  1. Larangan Menghamparkan Tangan Seperti Binatang Buas
  2. Larangan Menoleh Seperti Musang
  3. Larangan Sujud Dengan Cepat Seperti Ayam Mematuk
  4. Larangan Duduk Iq’a Seperti Binatang Buas
  5. Larangan Menggerakkan Tangan Ketika Salam Seperti Ekor Kuda
  6. Larangan Turun Sujud Seperti Turunnya Onta.

Temukan hadits-hadits tersebut dan pembahasannya dalam eBook ini, dan semoga Allah menerima shalat-shalat kita, amin…

Download:

Download CHMatau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word