eBooks Haji dan Umroh (PDF, DOC, CHM dan DjVu)

Alhamdulillah, kita memuji Allah dengan pujian yang tiada henti, kemudian shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari berbangkit. Amma ba’du:

Telah kita posting eBooks Haji dan Umroh dalam file CHM yang mana isinya terdiri dari 17 eBooks, selanjutnya pada postingan kali ini kami lakukan:

  1. Menyediakan link download file PDF dan DOC atau DjVu untuk tiap file;
  2. File CHM telah mencakup sebagian besar eBooks Haji dan Umroh;
  3. Adapun judul eBooks yang berwarna merah yakni no. 13, 17, 20 dan 22 file CHM-nya adalah individual (belum masuk dalam eBooks Haji dan Umroh [CHM]);
  4. Khusus ‘Haji dan Pendidikan Jiwa’ bagi yang menginginkan file PDF dan DOC-nya silahkan mendownloadnya pada kategori Haji dan Umroh karena diposting dalam tulisan yang terpisah-pisah…

Selamat mendownload…

No Nama eBooks PDF DOC/
DjVu
CHM
1 Yang Dibolehkan Dalam Ibadah Haji Klik untuk Download Klik untuk Download Klik untuk Download
2 175 Kesalahan Dalam Ibadah Haji Klik untuk Download Klik untuk Download Klik untuk Download
3 Hukum-Hukum Seputar THOWAF Klik untuk Download Klik untuk Download
4 5 Pelajaran dari Ibadah Qurban dan Haji Klik untuk Download Klik untuk Download Klik untuk Download
5 Hikmah, Hukum dan Manfaat Haji Klik untuk Download Klik untuk Download
6 Haji dan Pendidikan Jiwa Klik untuk Download
7 Petunjuk Bagi Jama’ah Haji dan Umroh Klik untuk Download Download DJVU
8 Keutamaan Kota Madinah Klik untuk Download Klik untuk Download Klik untuk Download
9 Agar Ibadah Haji Tetap Suci Klik untuk Download mirror PDF Klik untuk Download
10 Amalan Khusus Kota Madinah Klik untuk Download Klik untuk Download Klik untuk Download
11 Masjid Nabawi dan Masjid Quba’ Klik untuk Download Klik untuk Download
12 Renungan Setelah Menunaikan Haji Klik untuk Download Klik untuk Download
13 Benarkah Jeddah Miqot Jama’ah Haji Indonesia?! Klik untuk Download
14 13 Pesan Untuk Jamaah Haji Wanita Klik untuk Download Klik untuk Download Klik untuk Download
15 Berhaji dengan Kesehatan Prima Klik untuk Download Klik untuk Download Klik untuk Download
16 10 Faedah Tentang Haji Klik untuk Download
17 Tanda-tanda Haji Mabrur Klik untuk Download
18 Hakikat Umroh Ta’nim Klik untuk Download
19 Fikih Ziarah Madinah Klik untuk Download
20 Faedah Puasa dan Keutamaan Haji Klik untuk Download
21 Keutamaan dan Amalan Pada 10 Hari Dzul Hijjah Klik untuk Download Klik untuk Download
22 Fatwa Manasik Haji Untuk Wanita Klik untuk Download
23 Manasik Haji dan Umrah Bergambar Klik untuk Download
24 Hukum Dana Talangan Haji Klik untuk Download Klik untuk Download Klik untuk Download
Iklan

eBook Haji dan Umroh (Update)

Alhamdulillah, kita bersyukur dan memuji Allah Tabaroka wa Ta’ala atas segala limpahan nikmat-Nya yang tak pernah putus, kemudian sholawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga dan sahabatnya رضي الله عنهم dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari akhir nanti.

Pada Tahun 1435 H telah kita compile 9 eBooks seputar Haji dan Umroh dalam sebuah eBook CHM, alhamdulillah menyambut Ibadah Haji 1438 H kami tambahkan 8 eBooks lagi sehingga berjumlah 17 (Tujuh Belas) eBooks yang terdiri dari:

  1. Manasik Haji dan Umroh Bergambar
  2. Hakikat Umroh Tan’im
  3. Yang Dibolehkan Dalam Ibadah Haji
  4. Makkah al-Mukarromah Negeri Istimewa
  5. Fiqih Ziarah Madinah
  6. Keutamaan Kota Madinah
  7. Amalan Khusus Kota Madinah
  8. Doa dan Dzikir Seputar Haji dan Umroh
  9. Haji dan Pendidikan Jiwa
  10. Renungan Usai Menunaikan Haji
  11. Bid’ah-Bid’ah Dalam Ibadah Haji
  12. Dana Talangan Haji
  13. 13 Pesan Singkat Untuk Wanita yang Pergi Haji
  14. 14 Hukum Haid Dalam Haji dan Umroh
  15. Berhaji Dengan Kesehatan Prima
  16. 10 Faedah Tentang Haji
  17. 5 Pelajaran dari Ibadah Qurban dan Haji.

Baca pos ini lebih lanjut

Yang Dibolehkan Dalam Ibadah Haji

Nama eBook: Hal-hal Yang Dibolehkan Ketika Haji
Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani  رحمه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Pada beberapa kesempatan terdahulu telah kita utarakan dengan penjang lebar tentang berbagai keyakinan dan amalan yang umum dilakukan kaum muslimin ketika haji padahal hal tersebut tidak dibolehkan dalam syari’at yang mulia ini, adapun kali ini kami posting kebalikan dari hal tersebut yakni hal-hal yang dihindari sebagian jama’ah haji padahal hal tersebut diperbolehkan yakni:

  1. Mandi dan menggosok-gosok kepala, meskipun tidak mimpi basah,
  2. Menggaruk-garuk kepala hingga sebagian rambut berguguran,
  3. Berbekam meskipun harus menggunduli rambut di bagian yang dibekam,
  4. Mencium wangi-wangian atau membuang patahan kuku,
  5. Bernaung di kemah, di bawah payung, atau dalam mobil,
  6. Boleh saja orang yang berihrom itu mengencangkan ikat pinggang di sarung [kain ihrom]-nya. Ia juga boleh mengikatnya bila perlu, boleh mengenakan cincin, jam tangan, dan kacamata.

Temukan penjelasan dan dalilnya pada eBook ini dan kita berdo’a kepada Allah yang Maha Suci Lagi Maha Tinggi agar mengeruniakan kepada kita ilmu yang bermanfaat dan diberi kekuatan untuk menjalankannya, amin…

Download:

 Download PDF atau Download Word

175 Kesalahan Dalam Ibadah Haji

Nama eBook: Bid’ah-Bid’ah Haji
Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani  رحمه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Telah kita posting berbagai kesalahan (baca: Bid’ah) dalam pelaksanaan ibadah haji dalam beberapa postingan, kemudian kami memandang baik untuk menggabungkannya dan dalam eBook ditambah perkataan penulis tentang sebab menjamurnya bid’ah, eBook ini berisi:

  1. Penjelasan penulis tentang bid’ah dan nasehat agar kita menjauhinya,
  2. Bid’ah-bid’ah sebelum ihrom,
  3. Bid’ah-bid’ah ihrom, talbiyah dan sejenisnya,
  4. Bid’ah-bid’ah thowaf,
  5. Bid’ah-bid’ah sa’i,
  6. Bid’ah-bid’ah di Arofah,
  7. Bid’ah-bid’ah di Muzdalifah,
  8. Bid’ah-bid’ah saat melempar jumroh,
  9. Bid’ah-bid’ah saat menyembelih dan mencukur rambut,
  10. Bermacam bid’ah termasuk bid’ah-bid’ah dalam thowaf wada’,
  11. Bid’ah-bid’ah di Madinah,
  12. Bid’ah-bid’ah di Baitul Maqdis.

Download:

 Download PDF atau Download Word

Hukum-Hukum Seputar THOWAF

Nama eBook: Hukum-Hukum Seputar THOWAF
Penulis: Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal حفظه الله

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya, amma ba’du:

Thowaf secara bahasa berarti berputar mengelilingi sesuatu, seperti kita sebut pada thowaf keliling Ka’bah. Secara istilah, thowaf berarti berputar mengelilingi Baitul Harom (Ka’bah).

eBook kali ini secara khusus membahas seputar hukum-hukum yang berkaitan dengan thowaf, yang dibahas terdiri dari:

  1. Macam-macam Thowaf
  2. Hal-Hal yang Diwajibkan dalam Thowaf
  3. Sunnah-Sunnah Thowaf
  4. Perkara yang Dibolehkan Ketika Thowaf
  5. Yang Dilarang dan Dimakruhkan Ketika Thowaf
  6. Apakah Ada Thowaf Wada’ pada ‘Umroh?

Topik tersebut dibahas dengan singkat, padat dan semoga penuh manfaat, amin…

Download:
 Download PDF atau Download Wordatau Download Word

Kesalahan-Kesalahan di Baitul Maqdis

Nama eBook: Kesalahan-Kesalahan di Baitul Maqdis
Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani  رحمه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Kesalahan-kesalahan ketika mendatangi kota Madinah telah kita posting sebelumnya dan pada kesempatan ini kita ketengahkan kesalahan-kesalahan ketika berziarah ke Baitul Maqdis, diantara kesalahan tersebut ialah:

  1. Sengaja menziarahi Baitul Maqdis bersamaan dengan menunaikan haji, bahkan sebagian menambahkan dengan doa, “Qoddasallohu hajjataka”,
  2. Berthowaf keliling qubbatu ‘sh-shokhroh (qubah batu besar), menyerupai thowaf keliling Ka’bah,
  3. Mengagung-agungkan qubbatu ‘sh-shokhroh tersebut dengan berbagai cara seperti mengusap-usapnya atau menciumnya, bahkan terkadang dengan membawa seekor domba untuk disembelih di tempat batu tersebut, berwuquf di situ seperti wuquf Arofah, mendirikan bangunan di atasnya dan berbagai cara pengagungan lainnya,
  4. Keyakinan bahwa barangsiapa berwuquf di Baitul Maqdis sebanyak empat kali, maka itu sama nilainya dengan haji,
  5. Mereka beranggapan bahwa di atas qubbatu ‘sh-shokhroh itu terdapat jejak kaki Nabi صلى الله عليه وسلم dan serban beliau. Bahkan ada yang berkeyakinan bahwa itu adalah jejak kaki Alloh عزّوجلّ,
  6. Keyakinan bahwa batu itu adalah tempat buaian Isa عليه السلام,
  7. Mereka berkeyakinan bahwa di tempat itu pulalah nanti akan ada Ash-Shiroth dan Al-Mizan. Demikian juga bahwa tembok yang dibangun antara surga dan neraka adalah tembok yang dibangun di bagian timur masjid,
  8. Mengagung-agungkan rantai yang ada di masjid itu atau tempat meletakkannya,
  9. Sholat di sisi kuburan Ibrohim عليه السلام,
  10. Berkumpul pada musim haji untuk bernyanyi dan menabuh rebana di Masjid Al-Aqsho.

Download:

 Download PDF atau Download Word

Kesalahan-Kesalahan di Madinah

Nama eBook: Kesalahan-Kesalahan di Madinah
Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani  رحمه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Alhamdulillah, telah selesai kita ketengahkan kesalahan-kesalahan yang biasa dilakukan jama’ah haji dalam pelaksanaan ibadah haji, selanjutnya pada kesempatan ini kita kemukan kesalahan-kesalahan di Madinah, diantara kesalahan tersebut ialah:

  1. Menitipkan pesan melalui haji dan para peziarah untuk disampaikan kepada Nabi صلى الله عليه وسلم,
  2. Menziarahi kuburan Nabi sebelum sholat di masjid Nabawi,
  3. Sengaja menghadap kuburan saat berdoa,
  4. Meletakkan tangan di atas jendela kamar tempat kuburan Rosululloh صلى الله عليه وسلم berada untuk memohon berkah, bahkan sebagian orang bersumpah, “Dengan kemuliaan di mana tangan ini ku letakkan pada jendela kamarnya, aku katakan, ‘Berikanlah syafaatmu, wahai Rosululloh!'”,
  5. Menciumi kuburan dan mengelus-ngelusnya atau setidaknya bagian yang dekat dengan kuburan baik kayu maupun sejenisnya,
  6. Menghadap ke arah kuburan Nabi yang mulia saat pertama kali masuk masjid atau keluar dari masjid, dan berdiri dengan khusyuk meski masih jauh dari kuburan itu,
  7. Seusai sholat membaca dengan keras ucapan berikut, “Assalamu ‘alaik ya Rosulalloh!”,
  8. Melakukan pendekatan diri kepada Alloh dengan menyantap kurma Ash-Shoihani di Roudhoh Syarifah antara mimbar dengan kuburan Nabi صلى الله عليه وسلم,
  9. Sebagian di antara mereka mengusap-usap dua pokok kurma tembaga yang diletakkan di masjid sebelah barat mimbar,
  10. Sebagian orang yang dikenal sebagai juru kunci mendiktekan kepada sebagian jamaah haji untuk membaca dzikir dan wirid di kamar atau jauh dari kamar khusus dengan suara keras, lalu mereka menirukannya dengan suara yang lebih keras lagi.

Download:

 Download PDF atau Download Word

Kesalahan Ketika Menyembelih, Mencukur dan Thowaf Wada’

Nama eBook: Kesalahan-Kesalahan Ketika Menyembelih, Mencukur dan Thowaf Wada’

Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani  رحمه الله

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Alhamdulillah, telah kita ketengahkan kesalahan-kesalahan yang biasa dilakukan jama’ah haji sebelum berihrom, ketika berihrom, ketika bertalbiyah dan ketika thowaf, kesalahan-kesalahan ketika sa’i antara shofa dan marwa, kesalahan-kesalahan ketika wukuf di arafah, kesalahan-kesalahan di Muzdalifah dan Ketika melempar jumroh,  dan dikesempatan ini kita ketengahkan pula kesalahan-kesalahan ketika Menyembelih, Mencukur dan Thowaf Wada’ serta lainnya, diantara kesalahan tersebut ialah:

  1. Tidak mau menyembelih hewan yang diwajibkan, tetapi menggantinya dengan uang untuk disedekahkan dengan anggapan bahwa daging sembelihan itu banyak berserakan di atas tanah, tidak bisa dimanfaatkan kecuali sedikit saja,
  2. Sebagian orang menyembelih untuk haji tamattu’ di Mekah, sebelum hari Nahr,
  3. Hanya menggunduli seperempat bagian kepala saja,
  4. Melakukan thowaf di seputar masjid tempat pelemparan jumroh,
  5. Mengikatkan sehelai kain di maqom dan mimbar untuk memohon dipenuhinya kebutuhan mereka,
  6. Menulis nama masing-masing di dinding Kakbah, bahkan menyarankan orang lain untuk melakukan hal yang sama,
  7. Memanggil orang yang sudah haji dengan sebutan “Haji”,
  8. Keluar dari Masjidilharom setelah thowaf Wada’ dengan cara berjalan mundur,
  9. Mencat rumah para jamaah haji dengan cat putih (kapur) serta mengukirnya dengan gambar-gambar (relief), serta menuliskan nama dan tanggal lahir haji yang bersangkutan.

Dengan dipostingnya eBook ini, maka telah selesai kita ketengahkan kesalahan-kesalahan dalam pelaksanaan ibadah haji, Insya Allah akan kita posting pula kesalahan-kesalahan ziarah Masjid Nabawi dan Baitul Maqdis…

Download:

 Download PDF atau Download Word

Kesalahan Di Muzdalifah dan Ketika Melempar Jumroh

Nama eBook: Kesalahan-Kesalahan Di Muzdalifah dan Ketika Melempar Jumroh

Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani  رحمه الله

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Sebelumnya telah kita ketengahkan kesalahan-kesalahan yang biasa dilakukan jama’ah haji sebelum berihrom, ketika berihrom, ketika bertalbiyah dan ketika thowaf, kesalahan-kesalahan ketika sa’i antara shofa dan marwa serta kesalahan-kesalahan ketika wukuf di arafah, selanjutnya kita ketengahkan pula kesalahan-kesalahan di Muzdalifah dan Ketika melempar jumroh, diantara kesalahan tersebut ialah:

  1. Tergesa-gesa saat beranjak dari Arofah ke Muzdalifah,
  2. Mandi untuk menginap di Muzdalifah,
  3. Tidak segera melaksanakan sholat Maghrib saat tiba di Muzdalifah, namun justru sibuk mengumpulkan kerikil,
  4. Selalu melakukan doa secara berkesinambungan bila sampai di Muzdalifah, yakni doa berikut, “Allohumma inna hadzihi  muzdalifah, jama’ta fiha alsinatan mukhtalifah, nas’aluka hawaija mu’tanifah”,
  5. Mencuci kerikil dahulu sebelum dilemparkan,
  6. Bertasbih atau mengucapkan dzikir lain ketika melempar jumroh, bukan bertakbir,
  7. Melakukan tata cara khusus dalam melempar jumroh. Sebagian di antara mereka melakukan cara dengan meletakkan ujung jari jempol kanannya di atas jari telunjuk, lalu meletakkan kerikil di atas jempol tersebut seperti membentuk angka tujuh puluh, baru melemparnya. Sebagian lagi membentuk lingkaran dengan jari telunjuknya dan meletakkan di sendi jari jempol seperti membentuk angka 10,
  8. Melempar jumroh dengan sandal.

Download:

 Download PDF atau Download Word

Kesalahan-Kesalahan Ketika Sa’i dan Wukuf

Nama eBook: Kesalahan-Kesalahan Ketika Sa’i dan Wukuf
Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani  رحمه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Sebelumnya telah kita ketengahkan kesalahan-kesalahan yang biasa dilakukan jama’ah haji sebelum berihrom, ketika berihrom, ketika bertalbiyah dan ketika thowaf, adapun pada eBook kali ini kita sajikan kesalahan-kesalahan ketika sa’i antara shofa dan marwa serta kesalahan-kesalahan ketika wukuf di arafah, diantara kesalahan tersebut ialah:

  1. Sengaja berwudhu untuk melakukan sa’i antara Shofa dan Marwa dengan keyakinan bahwa barangsiapa melakukan itu maka akan dituliskan tujuh puluh ribu derajat untuk setiap langkah kakinya,
  2. Naik ke bukit Shofa hingga menyentuhkan badan ke dinding,
  3. Melakukan sa’i empat belas putaran sehingga diakhiri di Shofa,
  4. Sholat dua rakaat setelah selesai sa’i,
  5. Terus melakukan sa’i antara Shofa dan Marwa sementara iqomat sudah dikumandangkan sehingga tidak ikut sholat beijamaah,
  6. Berwuquf di atas Gunung Arofah pada hari kedelapan pada jam tertentu untuk berjaga-jaga agar tidak salah menetapkan hilal,
  7. Menyalakan banyak lilin di malam Arofah di Mina,
  8. Berangkat ke Arofah sebelum waktu wuquf di pertengahan hari Arofah,
  9. Memasuki qubah yang ada di puncak bukit Rohmah yang disebut qubah Adam, sholat di situ bahkan berthowaf di sekelilingnya, seperti thowaf keliling Ka’bah,
  10. Sebagian haji beranjak dari Arofah sebelum terbenamnya matahari.

Download:

 Download PDF atau Download Word