Khutbah: Keajaiban dan Keutamaan Surat Al-Ashr

Nama eBook: Khutbah Jum’at: Keajaiban dan Keutamaan Surat Al-Ashr
Penyusun: Abu Muhammad Hammam al-Atsary

Kita memuji Allah ‘Azza wa Jalla serta bersyukur kepada-Nya, kemudian shalawat dan salam bagi Nabi kita tercinta Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, keluarga, sahabat, dan siapa saja yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari berbangkit.

Pada kehidupan dunia yang fana ini, tidak ada seorangpun yang menginginkan dirinya merugi, Akan tetapi, kebanyakan manusia lalai dari hal-hal yang dapat mengantarkannya menuju keberuntungan dan menjauhkannya dari kerugian, serta memberikan kebahagiaan yang hakiki dan menghilangkan kesedihan dalam mengarungi kehidupan yang penuh ujian dan cobaan.

Alloh telah menggambarkan kerugian yang akan dialami bani Adam kecuali bagi mereka yang bersungguh-sungguh menggapai, mengamalkan, dan mempertahankan hal-hal tersebut agar terus menyelimuti serta menyifati dirinya sampai ajal menjemputnya. Sebagaimana dalam firman-Nya:

وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ. ِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ.

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS. al-Ashr [103]: 1-3)

Demikianlah Allah ‘Azza wa Jalla telah menyatakan manusia semuanya adalah merugi kecuali orang-orang yang memenuhi kriteria sebagimana disebutkan pada ayat ke-tiga, bagaimanakah penjabaran kriteria tersebut, silahkan disimak khutbah ini…

Download:
Download PDF mirror Download PDF

Khutbah Jum’at: Sifat Munafik

Nama eBook: Khutbah Jum’at: Sifat Munafik
Penyusun: Ustadz Abu Kholid al-Atsari

Kita memuji Allah ‘Azza wa Jalla serta bersyukur kepada-Nya, kemudian shalawat dan salam bagi Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, keluarga, sahabat, dan siapa saja yang mengikuti mereka dengan baik hingga kiamat nanti.

Sungguh merupakan suatu hal yang tidak bisa kita pungkiri hari ini, kenyataan pahit telah terpampang jelas di hadapan kita, dimana kemungkaran, kemaksiatan, dan kemunafikan lelah menjamur di tubuh kaum muslimin. Sebagian di antara mereka (kaum muslimin) tidak lagi menghiraukan nasehat serta petuah yang telah diwasiatkan oleh Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya . Sebagiannya lagi nekat menerobos dan menerjang hukum-hukum Alloh ‘Azza wa Jalla hanya dengan dalih tidak selaras dengan akal dan pikiran manusia.

Maka ketahuilah wahai kaum muslimin, bahwasanya menerobos dan menerjang hukum-hukum Alloh dengan dalih tidak selaras dengan akal dan pikiran merupakan tanda-tanda kemunafikan. Allah Subhana wa Ta’ala berfirman:

وَوَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْاْ إِلَى مَا أَنزَلَ اللّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنكَ صُدُوداً

Apabila dikatakan kepada mereka : “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu. (QS. An-Nisaa’/4:61)

Merekalah musuh yang sangat berbahaya, berbaju Islam namun hati-hati mereka menginginkan kehancuran Islam, mereka lebih buruk dari kaum kafir, lebih berbahaya dari kaum kafir dan lebih pengecut dari kaum kafir.

Kita berdo’a dan berlindung kepada Allah yang Maha Kuasa, semoga kita terhindar dari sifat munafik….

Download:
Download PDF mirror Download PDF atau Download DJVU

Khutbah Jum’at: Meraih Ridho Ilahi Dengan Mendidik Buah Hati

Nama eBook: Meraih Ridho Ilahi Dengan Mendidik Buah Hati
Penulis: Ustadz Abdullah Zaen, Lc, MA حفظه الله

Alhamdulillah, kita memuji dan bersyukur kepada Allah Rabb semesta alam, kemudian shalawat dan salam  bagi Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga, sahabat, dan ummatnya yang mengikuti mereka dengan baik hingga suatu hari yang pasti.

Mendidik anak-anak kita adalah sebuah kewajiban yang mesti kita prioritaskan agar mereka menjadi para hamba Allah, dengan mendidik anak-anak kita maka kita akan mendapat ridho Allah dan pahala yang terus mengalir dari amal sholeh anak-anak kita.

Berikut sebuah khutbah yang berisi sedikit tentang kiat dan hal-hal yang perlu dijadikan prioritas dalam mendidik anak:

Pertama: Tanamkanlah akidah yang lurus sejak dini;

Kedua: Biasakanlah anak mendirikan sholat lima waktu;

Ketiga: Didiklah anak untuk berakhlak mulia.

Temukan uraiannya dalam eBook Khutbah ini, dan kita berharap dengan usaha (ikhtiar) dan do’a anak-anak kita akan menjadi orang yang sholeh, amin…

Download:
Download PDF atau Download PDF

Khutbah: Kewajiban Kita Terhadap Al-Aqsha

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Perlu kita ketahui, bahwa Baitul Maqdis adalah qiblat pertama kaum Muslimin. Rasalullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat menghadap Baitul Maqdis di Mekkah selama 13 tahun; dan 17 bulan setelah beliau hijrah ke Madinah. Jelas sekali, ada keterkaitan kuat antara Masjidil Haram dengan Masjidil Aqsha. Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha adalah masjid yang pertama kali diasaskan di muka bumi, untuk beribadah dan mentauhidkan-Nya. Dalam hadits Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ مَسْجِدٍ وُضِعَ فِي الْأَرْضِ أَوَّلَ قَالَ الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ الْمَسْجِدُ الْأَقْصَى قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَهُمَا قَالَ أَرْبَعُونَ سَنَةً

“Ya Rasulallah!. Masjid apakah yang dibangun pertama kali?’ Beliau menjawab: ‘Masjidil Haram’. Aku bertanya lagi: ‘Lalu apa?’ Beliau menjawab: ‘Masjidil Aqsha’. Aku bertanya lagi: ‘Berapa rentang waktu antara keduanya?’ Beliau menjawab: ‘Empat puluh tahun'” (Muttafaq alaih)

Hanya ada tiga Masjid di muka bumi ini yang diperbolehkan menyengaja safar untuk beribadah didalammnya, salah satunya Masjidil Aqsha, Rasulullah bersabda:

لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ: الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِي هَذَا  وَمَسْجِدِ الْأَقْصَى

Tidak boleh menyengaja melakukan perjalanan (dengan tujuan ibadah) kecuali menuju ke tiga masjid: Masjidil Haram, Masjidku ini (Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsha. (Muttafaq alaih)

Setelah berabad-abad bumi Syam (termasuk Palestina) dimana Baitul Maqdis berdiri berada dibawah kekuasaan kaum muslimin, maka dimasa kita ini (karena kelemahan dan jauhnya kita dari Islam yang murni) kita diuji dengan dikuasainya negeri tersebut oleh para Zionis Yahudi, tentu kita tidak rela dengan hal ini, maka apakah kewajiban kita, simak khutbah Jum’at ini…

Download:
 Download PDF mirror  Download PDF

Khutbah: Kita dan Muslim Rohingnya

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيَّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أما بعد:

Nikmat tertinggi ialah nikmat Islam dan Sunnah, sebab itu kita mesti memegang teguh Islam ini dari sumbernya al-Qur’an dan Sunnah, begitu kita jauh darinya karena hawa dan makar musuh maka kelemahan melanda kita, kita pun menuai kehinaan.

Contoh yang paling hangat; yang bisa kita jadikan sebagai bahan peringatan dan ibrah adalah  apa yang menimpa saudara kita Muslimin Rohingnya di Burma Myanmar. Eksistensi mereka bukan hanya ada semenjak puluhan tahun yang lalu, namun semenjak beberapa abad silam. Kaum Muslimin di sana dulu mempunyai Negara yang disebut dengan sebutan Arakan. Islam pun mulai tersebar di sana, hingga tersiar hingga daerah-.daerah sekitar. Dan mulailah kaum budha berbondong-bondong masuk ke agama Allah, terutama mereka yang di Burma. Dan ini membuat musuh Islam naik pitam. Merekapun akhirnya menyerang Arakan, membunuh para penduduknya. Mereka renggut para wanita Muslimah; mereka caplok Arakan dan dimasukkan ke dalam negeri mereka; Burma atau Myanmar sekarang. Jadilah Kaum Muslimin tertindas dan tersiksa.

Baca pos ini lebih lanjut

Khutbah: Jangan Meniru Orang Kafir

Allah Ta’ala telah mensyariatkan syariat yang sempurna, yang menyeru kepada setiap kebaikan, dan melarang semua bentuk keburukan bahkan melarang sesuatu yang bisa menyeret kepada keburukan. Maka ikutilah syariat ini, niscaya kebahagiaan abadi dan kemenangan akan diraih.

Karena itu kita mesti mengikuti syari’at islam dari semua sisi, tidak mencari dari luar Islam, tidak meniru mereka karena seseorang yang meniru suatu kaum, secara perlahan akan menyebabkan adanya kesesuaian dan kedekatan dengan orang yang ditiru, baik secara batin maupun fisik, meski berjauhan tempat dan waktu. Jadi, menyerupai kebiasaan dan hari-hari raya orang kafir, meskipun dalam porsi kecil, merupakan media yang bisa menularkan perilaku dan perangai mereka, Nabi shallallahu ‘alahi wasallam bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia adalah bagian dari mereka.” (HR. Abu Dawud, Shahih)

Inilah sebagian dari isi eBook khutbah Jum’at kali ini, mari kita ajak diri kita, keluarga kita, teman-teman kita dan masyarakat umumnya untuk kembali kedalam Islam secara kaffah.

Download:
Download PDF mirrorDownload PDF

Khutbah Idul Adha: Kesalahan dalam Ibadah Qurban

Nama eBook: Khutbah Idhul Adha: Kesalahan dalam Ibadah Qurban
Penulis: Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal حفظه الله

ِAlhamdulillah, kita memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya, Allah memberikan kita nikmat begitu banyak, yaitu sehat wal afiat, umur panjang, kesempatan untuk beribadah, lebih-lebih lagi rezeki batin yang Allah berikan berupa nikmat iman dan Islam. Shalawat dan salam bagi nabi kita, tauladan kita Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, para sahabatnya dan yang mengikuti mereka hingga akhir zaman.

Pada bulan Dzulhijjah tepatnya pada hari Nahr (10 dzulhijjah) kita disyariatkan untuk menyembelih sembelihan yang kita kenal dengan ibadah qurban. Dalam setiap ibadah dua hal yang menjadi tolak ukur diterimanya ibadah tersebut, pertama: ikhlas dan kedua: sesuai dengan petunjuk rasulullah.

Disamping dua kesalahan yakni tidak ikhlas dan tidak sesuai sunnah nabi, dalam ibadah kurban terdapat beberapa kesalahan lainnya diantaranya:

  1. Saling berbangga dan menyombongkan diri dalam hal qurban
  2. Sedekah dianggap lebih utama daripada berqurban
  3. Berqurban dianggap sekali seumur hidup saja
  4. Terlalu banyak pertimbangan untuk mengeluarkan uang untuk berqurban
  5. Menjual hasil qurban

Kesalahan-kesalahan tersebutlah yang dibahas dalam khutbah ini,  semoga kita terhindar darinya dan semoga ibadah kurban kita diterima disisi-Nya, amin..

Download:
Download PDF Versi AsliDownload PDF atauDownload Word

Khutbah Idul Adha: Belajar dari Ibadah Qurban dan Haji

Nama eBook: Khutbah Idhul Adha: Belajar dari Ibadah Qurban dan Haji
Penulis: Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal حفظه الله

ِAlhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah atas nikmat dan karunia yang telah Allah berikan pada kita. Allah masih memberikan kita nikmat sehat, umur panjang, kesempatan serta islam dan iman. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita, Nabi besar, Nabi agung, Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai panutan dan suri tauladan kita, begitu pula pada keluarga dan sahabatnya serta yang mengikuti beliau dengan baik hingga akhir zaman.

Kita telah berada pada bulan Dzulhijjah 1438 H (saat tulisan ini diposting) yang mana sebentar lagi kita akan merayakan Idhul Adha, ada dua ibadah yang kita temui pada perayaan Idul Adha, yaitu ibadah qurban dan ibadah haji.

Pada kesempatan ini penulis -semoga Allah menjaganya- menyampaikan khutbah beberapa hal yang bisa kita gali dari ibadah qurban dan juga ada beberapa pelajaran dari ibadah haji yang dijalankan oleh saudara-saudara kita di tanah suci, selamat menyimak…

Download:
Download PDF Versi AsliDownload PDF atauDownload Word

Khutbah: Agama Memperbaiki Masyarakat

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيَّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أما بعد:

Nanti orang-orang yang mengikuti syaitan akan menyesal. Mereka mengatakan sekiranya saja kami dulu mau mendengar atau memahami seruan Allah, tentu kami tidak akan menjadi penghuni neraka.

Diantara propaganda syaitan dari golongan jin dan manusia adalah mencegah manusia dari agama ini, mereka menggambarkan Islam sebagai agama yang buruk dan keras; Sebagai agama yang sempit dan mengekang kebebasan; Yang menghalangi kemajuan dan kemakmuran; Agama yang tidak sejalan dengan perkembangan zaman; dan lain-lain,

Demikianlah diantara polesan syaitan, agar kita tidak lagi antusias kepada agama ini, Agar kita  tidak lagi berpegang kepada agama ini. Padahal seorang yang berakal dan obyektif,akan mendapati agama ini bersih dari segala tuduhan ini.

Untuk itu marilah kita lihat sekelumit keindahan Islam, yang akan mewujudkan perbaikan dan kebaikan, bagi personil maupun masyarakat secara umum…

Download:
Download PDF mirror Download PDF

 

Khutbah: Bahaya Menghina Agama

ِAlhamdulillah, kita memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya yang telah memberi kita berbagai nikmat yang sangat banyak lagi tak terhitung banyaknya, kemudian shalawat beserta salam  bagi Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, keluarga, sahabat, dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.

Dewasa ini banyak manusia termasuk kaum -yang mengaku ia seorang muslim- memperolok-olok dan menghina agama islam; dan banyak pula dari kaum -yang mengaku ia seorang muslim- membela para penghina agama islam; lihatlah kisah berikut:

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kembali dari Perang Tabuk, di mana beliau dan juga para sahabat mendapatkan cobaan yang berat, salah seorang munafik berkata di suatu majlis mereka, “Tidak pernah kami melihat seperti ahli Quran kita! Mereka itu orang yang paling rakus perutnya, paling dusta lidahnya, dan paling pengecut tatkala berjumpa musuh!” Lalu seseorang di dalam majlis tersebut berkata, “Engkau dusta! Akan tetapi engkau ini adalah seorang munafik! Sungguh, akan aku beritahukan hal ini kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam” Namun wahyu telah mendahului kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dan turunlah ayat al-Quran berkenaan dengan hal itu. Orang yang melecehkan tersebut pun datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, meminta maaf atas hal tersebut. Namun Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sama sekali tidak melihat atau menoleh kepada orang tersebut. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam hanya sekedar mengucapkan,

أَبِاللّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ. لاَ تَعْتَذِرُواْ قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ

Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman… (QS. At-Taubah/9: 65-66)

Semoga kaum muslimin kembali dan masuk kepada agamanya secara kaffah (menyeluruh), meningkatkan rasa kasih sayang diantara mereka dan keras terhadap kafirin…

Download:
Download PDF mirrorDownload PDF