Khutbah: Tidak Percaya Kaum Kafir

Nama eBook: Khutbah Jum’at: Menaruh Kepercayaan Kepada Kaum Kafir

ِAlhamdulillah, kita memuji dan bersyukur kepada Allah yang telah memberi kita berbagai nikmat yang sangat banyak lagi tak terhitung banyaknya, selanjutnya shalawat dan salam  bagi Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, keluarga, sahabat, dan mereka yang mengikuti mereka dengan baik hingga suatu hari kiamat.

Kaum kafirin dari golongan ahlul kitab dan musyrikin tidaklah pernah rela kepada kaum muslimin, Allah berfirman:

مَّا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَلاَ الْمُشْرِكِينَ أَن يُنَزَّلَ عَلَيْكُم مِّنْ خَيْرٍ مِّن رَّبِّكُمْ

Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Rabb-mu. (QS. Al-Baqarah/2: 105)

وَدَّ كَثِيرٌ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُم مِّن بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّاراً حَسَداً مِّنْ عِندِ أَنفُسِهِم مِّن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ

Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. (QS. Al-Baqarah/2: 105)

Hal inilah yang dibahas dalam khutbah ini dan semoga kaum muslimin menyatukan barisan diatas sunnah Rasulullah صلى الله عليه وسلم, dengannya akan hilanglah pandangan mulia dan kepercayaan kepada kaum kafirin…

Download:
Download PDF atauDownload PDF

Menghilangkan Kegelisahan

Nama eBook: Khutbah Jum’at: Menghilangkan Kegelisahan

ِAlhamdulillah, kita memuji Allah Azza wa Jalla serta bersyukur kepada-Nya, kemudian shalawat dan salam bagi Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, keluarga, sahabat, dan siapa saja yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kebangkitan…

Dunia yang fana ini, diwarnai dengan duka, nestapa dan keresahan. Manusia harus menapaki perjalanan terjal kehidupan dunia, sehingga penuh keluh, kesah dan resah. Allah Ta’ala berfirman:

ِنَّ الْإِنسَانَ خُلِقَ هَلُوعاً. إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعاً. وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعاً

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir (QS. Al-Ma’arij/70: 19-21)

Itulah realita keadaan manusia. Rasa takut, resah, tidak bisa bersabar, tidak mau berbagi, memang melekat pada diri manusia. Dan manusia akan selalu dihantui oleh berbagai perasaan ini. Bahkan sebagai pelampiasannya, ada yang mencari obat pengusir rasa takut dan gelisah ini, dengan minuman keras, narkoba, dan praktik-praktik yang diharamkan. Termasuk mendatangi para dukun, paranormal atau mempercayai ramalan zodiak, guna meraih ketenangan dan mengetahui nasib di masa depan. Wal ‘iyadzu billah. Namun bagi yang mau mengikuti petunjuk Allah Azza wa Jalla, ia tidak akan sengsara dan ia tidak akan larut dalam keresahan,

فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَى

Lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. (QS. Thaha/20: 123)

Demikian ringkasan khutbah kali ini, selamat menyimak…

Download:
Download PDF mirror Download PDF

Khutbah: Kiat Menyikapi Fitnah

Nama eBook: Khutbah Jum’at: Kiat Menyikapi Fitnah
Penyusun: Ustadz Abu Ubaidah as-Sidawi

Kita memuji Allah Azza wa Jalla serta bersyukur kepada-Nya, kemudian shalawat dan salam bagi Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, keluarga, sahabat, dan siapa saja yang mengikuti mereka dengan baik hingga kiamat nanti.

Sebagai umat akhir zaman kepada kita datang berbagai fitnah yang kadang samar bagi kebanyakan manusia akan halnya, apakah suatu persoalan itu baik atau buruk? benar ataukah malah salah? karena banyak sesuatu yang salah diakhir zaman ini dibungkus dengan sesuatu yang seolah-olah benar…

Banyak fitnah yang mendera kita mulai dari kepemimpinan, memberontak kepada pemimpin atau minimal demontrasi -yang katanya damai tapi mayoritas ujungnya adalah anarkis-, gerakan tafkir dan terorisme yang dibungkus dengan jorgan jihad dan banyak  fitnah lainnya.

Kita telah menyaksikan fitnah di Mesir dan sebagian negeri timur tengah, maksud hati dengan menumbangkan pemimpin yang katanya oteriter akan mendapat pemimpin yang demokratis, alih-alih berhasil yang terjadi malah kerusakan yang merata, kehancuran pada diri, harta dan kehormatan….

Berikut ini adalah khutbah yang menjelaskan kepada kita apa yang semestinya kita lakukan pada saat datang fitnah, semoga dapat kiranya kita aplikasikan, amin…

Download:
Download PDF mirror Download PDF atau Download DJVU

Khutbah Jum’at: Didik Keluargamu Menjaga Shalat

ِAlhamdulillah, kita memuji Azza wa Jalla, selanjutnya shalawat dan salam  bagi Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, keluarga, sahabat, dan mereka yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari berbangkit.

Kedudukan shalat sangatlah agung. Bila diperhatikan, banyak kelalaian berasal dari pihak orang tua. Masih ada orang tua yang menyia-nyiakan shalat. sehingga ia tidak bisa menjadi contoh baik untuk anak-anaknya. Sehingga anakanaknya tumbuh dengan melalaikan dan menyianyiakan shalat. Karena mereka tumbuh sesuai dengan didikan orang tua.

Sungguh, perilaku orang tua yang menyepelekan masalah shalat terhadap anak-anaknya, merupakan perilaku yang sangat buruk. Perhatikanlah ucapan Imam lbnu Qayyim Al -Jauziyyah rahimahullah yang mengkhususkan para bapak dalam masalah yang sangat penting ini. Beliau berkata: “Barangsiapa tidak memperhatikan untuk mengajarkan hal bermanfaat kepada anaknya, namun justru ia meninggalkannya begitu saja, maka sungguh ia telah berbuat sangat buruk sekali kepada sang anak. Yang sering terjadi, rusaknya anak disebabkan karena orang tua, yang tidak memperhatikan mereka, dan tidak mengajarkan kepada mereka kewajibankewajiban dan sunnah-sunnah agama. Para bapak telah menyia-nyiakan mereka saat kecil. Sehingga sang anak tidak bisa bermanfaat bagi dirinya, dan juga tidak bisa memberi manfaat kepada orangtua mereka di saat dewasa.”

Baca pos ini lebih lanjut

Agar Tidak Serumah Dengan Setan

Nama eBook: Khutbah Jum’at: Agar Tidak Serumah Dengan Syaitan
Penulis: Ustadz Abdullah Zaen, Lc, MA حفظه الله

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

ِSemua orang ingin memiliki rumah yang tenteram dan nyaman. Sayangnya, dalam usaha mewujudkan keinginan ini, kebanyakan orang baru sekedar melakukan hal-hal yang bersifat duniawi. Yakni dengan mendirikan bangunan yang megah dan melengkapinya dengan berbagai fasilitas penunjang. Selama tidak berlebihan, sebenarnya itu boleh saja. Namun yang memprihatinkan, mereka lupa bahwa inti kenyamanan dan ketentraman rumah sebenarnya justru bersumber dari ketenangan hati penghuninya. Yang itu akan dicapai manakala mereka rajin beribadah dan memanfaatkan tempat tinggalnya untuk hal-hal yang diridhai Allah Tabaraka wa Ta’ala.

Apa saja yang perlu kita lakukan di rumah kita, supaya tempat tinggal kita nyaman dan damai? Juga agar rumah kita tidak menjadi tempat favorit para syaitan? Di antara yang perlu kita perhatikan adalah:

Pertama: Mengucapkan salam sebelum masuk rumah
Kedua: Mengucapkan basmalah saat masuk rumah
Ketiga: Mengucapkan basmalah saat masuk rumah
Keempat: Memakmurkan rumah dengan ibadah dan membaca al-Qur’an

Simak lebih lanjut khutbah ini, temukan dalil dan penjelasan yang disampaikan penulis dan semoga rumah-rumah kita menjadi taman tempat tinggal yang indah, amin…

Download:
Download PDF atau Download DJVU

Khutbah: Wasiat Untuk Umat

Nama eBook: Khutbah Jum’at: Wasiat Untuk Umat

ِAlhamdulillah, kita memuji Allah Azza wa Jalla serta bersyukur kepada-Nya, kemudian shalawat dan salam bagi Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, keluarga, sahabat, dan siapa saja yang mengikuti mereka dengan baik hingga kiamat nanti.

عَنْ تَمِيمٍ الدَّارِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: الدِّينُ النَّصِيحَةُ! قُلْنَا: لِمَنْ؟ قَالَ: لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ.

Dari Tamim Ad-Daari radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Agama itu adalah nasihat.” Kami bertanya, “Nasihat untuk siapa ya Rasulullah?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Nasihat untuk Allah, kitab-Nya, rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin, dan kaum muslimin semua” (HR. Muslim)

Berikut ini adalah khutbah yang mewasiatkan kepada kita semua berupa pesan dan nasihat terhadap berbagai persoalan di zaman yang penuh fitnah ini, semoga dapat kiranya kita amalkan kandungan khutbah ini, amin…

Download:
Download PDF mirror Download PDF atau Download DJVU

Khutbah: Keutamaan dan Keistimewaan Akal

Puji dan syukur kepada Allah yang telah mengaruniakan berbagai nikmat yang tiada terkira kepada kita semua, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya radhiyallahu ‘anhum, yang merupakan ikutan kita untuk menuju kampung akhirat,  Amma ba’du:

Akal adalah nikmat paling agung pengaruhnya setelah nikmat iman. Semua bukti dan fakta menjadi saksi, bahwa wahyu Allah ta’ala dan akal manusia adalah selaras dan serasi.

Banyak nash syar’i yang menunjukkan keharusan menggunakan akal untuk bertafakkur, dalam rangka untuk mengenal Allah dan mentauhidkan-Nya dengan menunaikan konsekuensinya.

Tidak akan sempuma agama seseorang sampai akalnya sempµma. Akal tanpa agama akan sesat, dari beragama taripa akal adalah tangga menuju pemahaman yang salah dan perilaku buruk dan seringkali itu mencoreng wajah Islam yang murni!

Al-Hasan al-Bashri rahimahullah bila diberitahukan tentang seseorang yang shalih, ia akan bertanya, “Bagaimana akalnya? Agama seorang hamba tidak akan sempuma sama sekali hingga akalnya sempurna.”

Akal merupakan salah satu karunia di antara karunia Allah yang paling agung. Seseorang yang punya akal sehat akan bisa mengambil manfaat dari wejangan dan petunjuk al-Quran.

Sedangkan akal yang berobsesi dunia akan menjadi sumber petaka yang melahirkan problematika dalam semua bidang kehidupan. Ia adalah penyebab utama yang menjadikan banyak·orang enggan turut serta berjuang untuk agama ini. Dan akal yang tidak digunakan semestinya akan menyeret manusia ke dalam siksa neraka.

Betapa banyak orang yang dikatakan akalnya pandai dan cerdik namun tidak ada iman dihatinya, sebagimana sabda rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

أَنَّهُ يُقَالُ لِلرَّجُلِ: مَا أَجْلَدَهُ، مَا أَظْرَفَهُ، مَا أَعْقَلَهُ، وَمَا فِي قَلْبِهِ مِثَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ إِيـمَانٍ

Dikatakan kepada seseorang: betapa kuatnya dia, betapa cerdiknya dia, betapa pandai akalnya, padahal di dalam hatinya tidak ada·sedikitpun iman walau sebesar biji sawi. (HR. Bukhari dan Muslim)

Demikianlah tema yang akan dibahas dalam khutbah ini, selamat menyimak dan semoga kita dapat menggunakan akal kita menuju kampung asal yang kekal abadi…

Download:
Download PDF atau Download DJVU

Khutbah Idhul Fithri: Cara Meraih Kebahagian

Nama eBook: Khutbah Idhul Fithri: Cara Meraih Kebahagian

ِAlhamdulillah, kita memuji Allah Azza wa Jalla serta bersyukur kepada-Nya, kemudian shalawat dan salam bagi Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, keluarga, sahabat, dan mereka yang mengikuti mereka dengan baik hingga kiamat nanti.

Realita yang melanda kaum muslimin saat ini berupa kesengsaraan, krisis, ketertindasan dan berbagai keburukan lainnya, penyebabnya adalah tidak lain menjauhnya kaum muslimin dari al-Qur’an dan petunjuk nabi Shallallahu alaihi wa sallam.

Sungguh, solusi terbaik untuk memperbaiki realita umat Islam saat ini adalah dengan memegang teguh ajaran Islam yang murni. Yaitu Islam yang dipelajari oleh para Shahabat dari Rasulullah. Islam yang telah diterapkan oleh para Shahabat dalam semua sisi kehidupan mereka. Islam yang mencakup tatanan kehidupan yang sempurna dan undang-undang perbaikan yang paripurna sehingga menjadi penerang jalan bagi umat manusia di seluruh dunia. Islam inilah yang membuat kaum Muslimin menjadi kuat, disegani, membawa obor penerang yang menyinari dunia dengan keselamatan, kebaikan, rahmat, keadilan, kemajuan dan kemakmuran.

Oleh karena itu, seluruh umat Islam, baik penguasa ataupun rakyat wajib tunduk kepada Allah, merendahkan diri dihadapan-Nya serta patuh terhadap syariat-syari’at-Nya. Itulah kunci keamanan dan satu-satu jalan meraih kejayaan, keamanan, ketentraman dan kebahagian.

Demikianlah kira-kira isi ringkas khutbah Idhul Fithri kali ini yang diangkat dari Khutbah Idul Fithri yang disampaikan di Masjid Nabawi di Madinah al-Munawwrah oleh DR. Husein Alu Syaikh pada tanggal 1 Syawal 1435 H dengan judul as-Sabilul Wahid Ii Tahqiq as-Sa’adah, selamat menyimak

Download:
Download PDF atau Download DJVU

Kejujuran Membawa Keselamatan Dunia dan Akhirat

Nama eBook: Khutbah Jum’at: Kejujuran Membawa Keselamatan Dunia dan Akhirat

ِAlhamdulillah, kita memuji serta bersyukur kepada Allah Azza wa Jalla, kemudian shalawat dan salam  bagi Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, keluarga, sahabat, dan mereka yang mengikuti mereka dengan baik hingga kiamat nanti.

Kejujuran akan membawa ke surga dan berbohong akan membawa ke neraka, kejujuran akan membawa keselamatan, namun kejujuran sekarang ini menjadi barang yang langka, mungkin karena kadang kejujuran akan membawa kepada situasi yang pahit pada awalnya…

Namun seorang muslim mesti menetapi kejujuran mesti pahit, dalam khutbah ini akan disebutkan kejujuran sahabat yang mulia Ka’ab bin Malik dan kedua temannya yang tidak ikut perang karena lalai…

Sebab kejujuran mereka, maka mereka diasingkan dan tidak boleh diajak bicara, bahkan sampai mereka diperintahkan menjauhi istri-istri mereka, setelah pemboikotan itu berlangsung selama lima puluh hari, kabar gembira dari langit pun datang. Akhirnya Allah memberikan ampunan-Nya kepada mereka dan menjadikan mereka teladan dalam kejujuran. Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَعَلَى الثَّلاَثَةِ الَّذِينَ خُلِّفُواْ حَتَّى إِذَا ضَاقَتْ عَلَيْهِمُ الأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ وَضَاقَتْ عَلَيْهِمْ أَنفُسُهُمْ وَظَنُّواْ أَن لاَّ مَلْجَأَ مِنَ اللّهِ إِلاَّ إِلَيْهِ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوبُواْ إِنَّ اللّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَكُونُواْ مَعَ الصَّادِقِينَ

dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa merekapun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. (QS. at-Taubah/9:118-119)

Download:
Download PDF atau Download DJVU

Khutbah Jum’at: Islam Agama Ilmu

Nama eBook: Khutbah Jum’atIslam Agama Ilmu
Penulis: Ustadz Abdullah Zaen, Lc, MA حفظه الله

ِAlhamdulillah, kita memuji serta bersyukur kepada Allah Azza wa Jalla, kemudian kita sampaikan shalawat dan salam  bagi Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, keluarga, sahabat, dan mereka yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari yang dijanjikan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan Rasulnya-Nya Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam untuk berdoa:

رَّبِّ زِدْنِي عِلْماً

Ya Rabb-ku tambahkanlah kepadaku ilmu. (QS. Thaha/20:114)

Ayat ini dan semisalnya dalam al-Qur’an yang memotivasi kita untuk menuntut ilmu Agama ini, menunjukkan bahwa Islam ditegakkan dengan ilmu dan pemahaman yang benar tentangnya. Dengan ilmu Dien Allah memuliakan suatu kaum dan merendahkan kaum lainnya.

Disamping menjelaskan keutamaan ilmu dien, dalam khutbah ini disebutkan kisah-kisah orang yang secara lahiriah rendah derajatnya namun menjadi tinggi sebab keilmuannya, dan mengajak kaum muslimin dan para pemangku kebijakan untuk memperhatikan dan memajukan pendidikan agama untuk kita dan anak cucu kita dikemudian hari.

Download:
Download PDF atau Download DJVUatauDownload PDF