Dalil AKAL, FITRAH dan IJMA’ Tentang Sifat ‘ULUW Bagi ALLAH

Nama eBook: Dalil Akal, Fitrah dan Ijma’ Tentang Sifat ‘ULUW Bagi ALLAH
Penulis: Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, MA حفظه الله

Penulis -semoga Allah menjaganya- mengatakan diawal risalah…

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta, shalawat dan salam buat Nabi terakhir yang membawa peringatan bagi seluruh umat manusia, semoga shalawat dan salam juga terlimpahkan buat keluarga dan para sahabatnya serta orang-orang yang tetap berpegang teguh dengan petunjuk mereka sampai hari kiamat.

Para pembaca yang dirahmati Allah, pada kesempatan kali ini kita akan lanjutkan pembahasan seputar dalil-dalil tentang sifat ‘Uluw bagi Allah (Maha Tinggi dengan Zat-Nya di atas seluruh makhluk).

Bahasan ini akan terbagi pada tiga bagian:

Bagaian Pertama: Dalil Akal (Nalar/Rasio) tentang sifat ‘Uluw bagi Allah.
Bagian Kedua: Dalil Fitrah (Naluri) tentang sifat ‘Uluw bagi Allah.
Bagian Ketiga: Dalil Ijma’ tentang sifat ‘Uluw bagi Allah.

Semoga bermanfaat…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDF atau Download Word

Khutbah: Keutamaan dan Keistimewaan Akal

Puji dan syukur kepada Allah yang telah mengaruniakan berbagai nikmat yang tiada terkira kepada kita semua, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya radhiyallahu ‘anhum, yang merupakan ikutan kita untuk menuju kampung akhirat,  Amma ba’du:

Akal adalah nikmat paling agung pengaruhnya setelah nikmat iman. Semua bukti dan fakta menjadi saksi, bahwa wahyu Allah ta’ala dan akal manusia adalah selaras dan serasi.

Banyak nash syar’i yang menunjukkan keharusan menggunakan akal untuk bertafakkur, dalam rangka untuk mengenal Allah dan mentauhidkan-Nya dengan menunaikan konsekuensinya.

Tidak akan sempuma agama seseorang sampai akalnya sempµma. Akal tanpa agama akan sesat, dari beragama taripa akal adalah tangga menuju pemahaman yang salah dan perilaku buruk dan seringkali itu mencoreng wajah Islam yang murni!

Al-Hasan al-Bashri rahimahullah bila diberitahukan tentang seseorang yang shalih, ia akan bertanya, “Bagaimana akalnya? Agama seorang hamba tidak akan sempuma sama sekali hingga akalnya sempurna.”

Akal merupakan salah satu karunia di antara karunia Allah yang paling agung. Seseorang yang punya akal sehat akan bisa mengambil manfaat dari wejangan dan petunjuk al-Quran.

Sedangkan akal yang berobsesi dunia akan menjadi sumber petaka yang melahirkan problematika dalam semua bidang kehidupan. Ia adalah penyebab utama yang menjadikan banyak·orang enggan turut serta berjuang untuk agama ini. Dan akal yang tidak digunakan semestinya akan menyeret manusia ke dalam siksa neraka.

Betapa banyak orang yang dikatakan akalnya pandai dan cerdik namun tidak ada iman dihatinya, sebagimana sabda rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

أَنَّهُ يُقَالُ لِلرَّجُلِ: مَا أَجْلَدَهُ، مَا أَظْرَفَهُ، مَا أَعْقَلَهُ، وَمَا فِي قَلْبِهِ مِثَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ إِيـمَانٍ

Dikatakan kepada seseorang: betapa kuatnya dia, betapa cerdiknya dia, betapa pandai akalnya, padahal di dalam hatinya tidak ada·sedikitpun iman walau sebesar biji sawi. (HR. Bukhari dan Muslim)

Demikianlah tema yang akan dibahas dalam khutbah ini, selamat menyimak dan semoga kita dapat menggunakan akal kita menuju kampung asal yang kekal abadi…

Download:
Download PDF atau Download DJVU