Dunia Dalam Pandangan Seorang Muslim

Nama eBook: Dunia Menurut Pandangan as-Sunnah
Oleh: Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron حفظه الله

:الحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد

Dunia bagi kaum muslimin adalah sarana menuju kampung akhirat, karena itu mari kita perhatikan beberapa kaidah akan hal dunia di bawah ini:

  1. Jangan tertipu oleh dunia
  2. Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam lebih menyukai hidup sederhana dalam urusan dunia
  3. Orang mu’min hendaknya lebih menyukai kehidupan akhirat daripada dunia
  4. Dunia tempat balak dan fitnah
  5. Manusia rakus dunia
  6. Bahaya rakus urusan dunia
  7. Dunia bagi orang Islam seperti penjara
  8. Hindari Tabdzir
  9. Hidup sederhana
  10. Keindahan dunia berbahaya bagi yang tipis iman

Demikianlah secara ringkas akan dunia, silahkan baca eBook selengkapnya dan semoga bermanfaat….

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Iklan

Menangis dan Tertawa Menurut Sunnah

Nama eBook: Menangis dan Tertawa Menurut Sunnah
Penulis: Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron حفظه الله

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Telah berlalu sebelumnya bahasan tentang tangisan: yang disyariatkan dan yang dilarang ketika penulis menafsirkan ayat:

أَفَمِنْ هَذَا الْحَدِيثِ تَعْجَبُونَ. وَتَضْحَكُونَ وَلَا تَبْكُونَ. وَأَنتُمْ سَامِدُونَ. فَاسْجُدُوا لِلَّهِ وَاعْبُدُوا

“Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini? Dan kamu menertawakan dan tidak menangis. Sedangkan kamu melalaikannya? Maka bersujud-lah kepada Alloh dan sembahlah (Dia).” (QS. an-Najm [53]: 59-62)

Maka dikesempatan ini kami kompilasikan pula dengan topik kedua yakni Tertawa Sesuai Sunnah, sebagimana tangisan maka tertawa ada yang dibolehkan dan ada pula yang dilarang.

Rosululloh shollallohu ‘alahi wa sallam bersabda:

لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا وَلبَكَيْتُمْ كَثِيرًا

“Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (Shohih Bukhori 8/217)

Tentang tertawa dalam eBook ini dijelaskan banyak hal tentang bahaya sering tertawa, waspada terhadap tawa, penyanyi adalah penertawa al-Qur’an, kapan penertawa akan ditertawakan, tertawa yang boleh dan do’a menghapus kesalahan akibat tertawa, selamat menyimak…

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Memahami Agama: Pelindung Dari Fitnah

Nama eBook: Memahami Agama Garda Pelindung Dari Fitnah
Penulis: Syaikh Shalih Fauzan al-Fauzan حفظه الله

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang telah menganugerahkan kepada kita nikmat terbesar, yakni Nikmat Islam, disamping berbagai nikmat lainnya yang sangat besar yang wajib kita syukuri.

Namun perlu diingat bahwa ada rintangan dan halangan yang bisa menghadang manusia,  yang terkadang bisa mengeluarkannya dari pagar Islam. Ada banyak fitnah dahsyat yang menghadang manusia. Oleh karena itu, kita harus mengenali fitnah-fitnah tersebut; sebagaimana kita juga harus mengetahui jalan keluar dari fitnah-fitnah tersebut bila ia telah  menimpa.

Bertolak dari sinilah seorang Sahabat besar, Hudzaifah bin al-Yaman radhiyallahu ‘anhu mengatakan: “Orang-orang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya kepada Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam tentang keburukan. Karena khawatir kalau-kalau aku terjatuh ke dalamnya.”

Fitan adalah bentuk jamak dari kata fitnah. Maknanya adalah ujian dan cobaan agar dengan hal itu bisa terlihat benarnya iman atau justru ia memiliki sifat nifaq.

Sedangkan Paham agama, diistilahkan dengan sebutan al-fiqhu fi ad-din. Kata al-fiqh secara bahasa berarti memahami. Sedangkan secara syara’, fiqh adalah memahami hukum-hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala yang ada dalam Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam.

Jadi, mengetahui tentang Islam dan mengenalnya dengan seksama, mengetahui hukum-hukum dan rinciannya adalah perkara yang wajib. Kemudian juga (merupakan hal yang wajib) mengetahui perkara-perkara yang bisa memalingkan dari Islam, mengetahui hal-hal yang bisa menghalangi antara seorang hamba dengan Islam; atau penyakit-penyakit yang bisa melemahkan Islam dalam hatinya.

Semoga Allah ‘Azza wa Jalla menjadikan kita termasuk orang-orang yang sabar dan tegar dalam menghadapi berbagai fitnah terus menghempas.

Download:
Download PDF atau Download Word

Dampak Buruk dan Bahaya Kemunafikan

Nama eBook: Dampak Buruk dan Bahaya Nifak
Penulis: Syaikh Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Penyakit nifak menimbulkan beberapa pengaruh buruk yang sangat berbahaya dan membinasakan untuk pelakunya. Diantaranya adalah:

  1. Nifak akbar menyebabkan rasa takut dalam hati (lihat QS. At-Taubah/9:64)
  2. Nifak akbar mendatangkan laknat Allah عزّوجلّ, (lihat QS. At-Taubah/9:68)
  3. Nifak akbar (besar) menyebabkan pelakunya keluar dari Islam. Karena ia merahasiakan kekufuran namun menampakkan kebaikan, bahkan nifak ini lebih parah daripada kekufuran yang terang-terangan
  4. Nifak akbar tidak diampuni Allah عزّوجلّ bila pelakunya mati dalam keadaan tersebut. Karena ia lebih parah dari kufur yang terang-terangan, yang Allah عزّوجلّ sebutkan dalam firman-Nya dalam QS. An-Nisa’/4:168-169
  5. Nifak akbar menyebabkan pelakunya masuk neraka dan diharamkan atasnya surga, (lihat QS. An-Nisa’/4:140)
  6. Nifak akbar membuat pelakunya kekal di neraka. Ia tidak akan keluar dari neraka selamanya
  7. Nifak akbar menyebabkan Allah عزّوجلّ melupakan sang pelaku
  8. Nifak akbar menggugurkan semua amal kebaikan yang dilakukan pelaku kemunafikan ini
  9. Allah عزّوجلّ  memadamkan cahaya para pelaku nifak akbar pada Hari Kiamat
  10. Nifak akbar menyebabkan pelakunya terhalang dari doa kaum Mukminin dan terhalang dari shalat mereka saat ia mati
  11. Nifak akbar menyebabkan adzab di dunia dan akhirat
  12. Bila seseorang menampakkan nifak akbar, maka ia telah murtad dari Islam, sehingga menjadi halal darah serta hartanya dan berlaku padanya hukum-hukum seorang murtad. Hanya saja, apakah taubatnya diterima oleh hakim ataukah tidak, ini diperselisihkan secara lahiriyahnya. Sebab kaum munafik senantiasa menampakkan Islam; Adapun bila seorang munafik menyembunyikan nifak dan kekufurannya, maka darah dan hartanya tetap terjaga dikarenakan iman yang ia tampakkan. Dan Allah lah yang menangani perkara-perkara yang ada dalam hati seseorang
  13. Nifak akbar, bila seseorang menampakkan kekufurannya, maka ini mengharuskan adanya permusuhan antara pelakunya dengan kaum Mukminin. Maka kaum Mukminin tidak boleh memberikan loyalitas kepadanya, meski ia orang terdekatnya. Adapun bila ia tidak menampakkan kekufurannya, maka ia diperlakukan sesuai keadaan lahiriyahnya. Dan Allah yang menangani perkara hatinya
  14. Nifak ashghar (kecil) adalah nifak terkait amalan. Ia mengurangi dan melemahkan iman. Sehingga pelakunya dalam bahaya, terancam dengan adzab Allah عزّوجلّ
  15. Nifak kecil, pelakunya berada dalam bahaya, karena dikhawatirkan bisa mengantarkannya menuju nifak akbar.

Kita berlindung kepada Allah dari murka-Nya, dan dari semua bentuk nifak, baik yang kecil maupun yang besar. Dan kita memohon kepada Allah keselamatan dan ampunan di dunia dan akhirat.

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download Word atau Download PDF

Keutamaan Tauhid dan Bahaya Syirik

Nama eBook: Keutamaan Tauhid dan Bahaya Syirik
Penulis: Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawas, MA حفظه الله

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Tauhid, yaitu seorang hamba meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam Rububiyah (ketuhanan), Uluhiyah (ibadah), Asma` (nama-nama) dan Sifat-Nya.

Tauhid merupakan kewajiban pertama yang Allah عزّوجلّwajibkan kepada umat manusia, dan sebaliknya larangan pertama yang Allah larang kepada mereka adalah syirik. Hal ini sebagaimana firman Allah عزّوجلّ:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ . الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, Padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah/2: 21-22)

Tauhid adalah jaminan keselamatan sedangkan syirik adalah jaminan kebinasaan, di dalam eBook ini penulis memaparkan beberapa keutamaan Tauhid dan Bahaya Syirik; dan diakhir tulisan penulis -semoga Allah menjaganya- berkata:

Setelah kita mengetahui betapa pentingnya perkara tauhid dan begitu bahayanya perbuatan syirik, maka kami mengajak kepada para da’i/mubaligh agar mengutamakan dalam da’wahnya perkara tauhid dan memperingatkan umat dari bahaya syirik. Sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلمdan para shahabat beliau, bahkan para rasul seluruhnya. Allah عزّوجلّberfirman:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُواْ اللّهَ وَاجْتَنِبُواْ الطَّاغُوتَ

“Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”. (QS. An-Nahl/16: 36)

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Jangan Ikuti Hawa Nafsu !

Nama eBook: Jangan Mengikuti Hawa Nafsu
Penulis: Ustadz Abu Ismail Muslim al-Atsari حفظه الله

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيَّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أما بعد

Secara bahasa, hawa nafsu adalah kecintaan terhadap sesuatu sehingga kecintaan itu menguasai hatinya. Kecintaan tersebut sering menyeret seseorang untuk melanggar hukum Allah عزّوجلّ. Oleh karena itu, hawa nafsu harus ditundukkan agar bisa tunduk terhadap syari’at Allah عزّوجلّ. Adapun secara istilah syari’at, hawa nafsu adalah kecondongan jiwa terhadap sesuatu yang disukainya sehingga keluar dari batas syari’at.

Orang yang mengikuti hawa nafsu tidak akan mementingkan agamanya dan tidak mendahulukan ridha Allah dan Rasul-Nya. Dia akan selalu menjadikan hawa nafsu menjadi tolok ukurnya.

Nabi صلى الله عليه وسلم sudah mengingatkan bahwa mengikuti hawa nafsu akan membawa kehancuran. Beliau صلى الله عليه وسلم bersabda :

ثَلاَثٌ مُهْلِكَاتٌ: شُحٌّ مُطَاعٌ وَهَوَى مُتَّبَعٌ وَإِعْجَابُ الـمَرْءِ بِنَفْسِهِ

“Tiga perkara yang membinasakan adalah: kebakhilan dan kerakusan yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan seseorang yang membanggakan dirisendiri.”

Demikian sekelumit dari isi eBook yang kita posting kali ini, selamat menyimak, dan semoga Allah selalu membimbing hati kita sehingga sellau mampu menundukkan hawa nafsu dengan sebaik-baiknya. Hanya Allah tempat memohon pertolongan.

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Bahaya Kebiasaan Berhutang

Nama eBook: Bahaya Kebiasaan Berhutang
Penulis: Ustadz Sa’id Yai Ardiansyah, Lc, MA حفظه الله

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad صلي الله عليه وسلم, keluarga, sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik. Amma Ba’du:

Islam adalah agama yang mulia. Islam telah mengatur seluruh permasalahan di dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk di dalamnya adalah permasalahan hutang-piutang. Islam tidak hanya membolehkan seseorang berhutang kepada orang lain, tetapi Islam juga mengatur adab-adab dan aturan-aturan dalam berhutang

Hukum asal dari berhutang adalah boleh (jaa-iz). Akan tetapi, banyak kaum muslimin yang menganggap remeh hutang ini. Mereka merasa nyaman dengan adanya hutang yang “melilit’ dirinya. Bahkan, sebagian dari mereka di dalam hidupnya tidak pernah sedetik pun ingin lepas dari hutang. Sebelum lunas pinjaman yang pertama, maka dia ingin meminjam lagi untuk yang kedua, ketiga dan seterusnya.

Padahal Rasulullah  selalu berlindung dari hutang sebagimana do’a beliau dalam shalat:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَفِتْنَةِ الْمَمَاتِ, اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ

Baca pos ini lebih lanjut

Bahaya Minuman Keras

Nama eBook: Bahaya Minuman Keras
Penulis: Ustadz Abu Ismail Muslim al-Atsari حفظه الله

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيَّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ :فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أما بعد:

Minuman keras atau Khamr adalah seluruh minuman yang memabukkan (minuman keras; miras). Khamr memiliki banyak keburukan, sehingga Nabi صلى الله عليه وسلم menyebutnya sebagai ummut khabaits (sumber atau induk semua kejelekan).

Dengan kasih sayang-Nya, Allah عزّوجلّ memerintahkan kebaikan dan melarang keburukan. Termasuk keburukan yang dilarang oleh Allah عزّوجلّ adalah minum khamr.

Allah عزّوجلّ berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأنْصَابُ وَالأزْلامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ. إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuotan syaitan, maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu di dalam (meminum) khomr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka tidakkah kamu berhenti (dari mengerjakan perbuatan itu)?! (QS. Al-Maidah/5: 90-91)

Silahkan menyimak eBook ini lebih lanjut dan kita berdo’a kepada Allah عزّوجلّ agar kiranya kita dan keturunan kita terhindar dari khamr dan yang sejenis bahkan lebih jelek darinya yakni NARKOBA, amin…

Download:
 Download PDF atau Download Word

Waspadalah Terhadap Perangkap Riya..!

Nama eBook: Waspadalah Terhadap Perangkap Riya..!
Penulis: Syaikh Husain bin Audah al-Awayisyah حفظه الله

Pengantar:

Allah azza wa jalla memerintahkan beribadah dengan Ikhlas kepada-Nya:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

“Padahal mereka tidak disuruh, kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat ; dan yang demikian itulah agama yang lurus” (QS. Al-Bayyinah/98: 5)

dan dilarang melakukan syirik dan Riya’, Riya sebagimana dalam al-Qur’an dan Terjemahnya versi Depag RI ialah melakukan sesuatu amal perbuatan tidak untuk mencari keridhaan Allah akan tetapi untuk mencari pujian atau kemasyhuran di masyarakat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

لَأَخْوَفُ مَا أَخْوَفُ عَلَيْكُمْ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ،فَسُئِلَ عَنْهُ؟ فَقَالَ: الرِّيَاءُ

Sesuatu yang paling aku takutkan (menimpa) kamu adalah Syirik Ashghar. Lalu beliau ditanya tentang (Syirik Ashghar), beliau menjawab: (Ia adalah) Riya'”. (HR. Ahmad, Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)

bahkan pada hari Kiamat, ketika memberi balasan manusia atas perbuatannya, Allah berfirman, “Pergilah kalian kepada orang-orang yang kalian tujukan amalanmu kepada mereka di dunia. Lihatlah, apakah engkau dapati balasan di sisi mereka?!

Karena hal tersebut maka waspadalah kita terhadap riya’, dan penulis dalam eBook ini akan menyebutkan contoh-contoh riya’ dan hal-hal yang tidak termasuk riba, semoga hati kita diteguhkan dalam ikhlas dan terjauh dari riya’, amin…

Download:

Download CHMmirror Download CHMatau Download Word atau Download PDF

Kaidah Fikih: Tidak Boleh Membahayakan

Nama eBook: Kaidah Fikih: Tidak Boleh Berbuat Sesuatu yang Membahayakan
Penulis: Ustadz Ahmad Sabiq Abu Yusuf خفظه الله

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta, shalawat dan salam buat Nabi terakhir yang membawa peringatan bagi seluruh umat manusia, semoga shalawat dan salam juga terlimpahkan buat keluarga dan para sahabatnya serta orang-orang yang tetap berpegang teguh dengan petunjuk mereka sampai hari kiamat, Amma ba’du:

Nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم  bersabda:

لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَا رَ

Tidak Boleh Berbuat Sesuatu yang Membahayakan

Dari Lafadz hadits tersebut diambillah kaidah fikih yang didalamnya masuk berbagai masalah yang tidak terhitung, tidaklah berlebihan bila kedudukan kaidah ini disebutkan: “bahwasanya kaedah ini mencakup separoh agama islam, karena syariat islam dibangun atas dua hal yaitu mendatangkan kemaslahatan dan menghilangkan kemadlorotan, dan kaedah ini mencakup semua bentuk kemadlorotan harus dihilangkan.”

Kaidah fikih yang besar ini paling tidak mempunyai 5 cabang kaidah fikih yakni:

Kaedah Pertama:

الضَرَرُ يُدْفَعُ بِقَدْرِ الْإِمْكَانِ

Sesuatu yang membahayakan harus diantisipasi semampunya

Kaedah Kedua:

الضَرَرُ يُزَالُ

Sesuatu yang membahayakan itu harus dihilangkan

Baca pos ini lebih lanjut