Khutbah: Kewajiban Kita Terhadap Al-Aqsha

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Perlu kita ketahui, bahwa Baitul Maqdis adalah qiblat pertama kaum Muslimin. Rasalullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat menghadap Baitul Maqdis di Mekkah selama 13 tahun; dan 17 bulan setelah beliau hijrah ke Madinah. Jelas sekali, ada keterkaitan kuat antara Masjidil Haram dengan Masjidil Aqsha. Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha adalah masjid yang pertama kali diasaskan di muka bumi, untuk beribadah dan mentauhidkan-Nya. Dalam hadits Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ مَسْجِدٍ وُضِعَ فِي الْأَرْضِ أَوَّلَ قَالَ الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ الْمَسْجِدُ الْأَقْصَى قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَهُمَا قَالَ أَرْبَعُونَ سَنَةً

“Ya Rasulallah!. Masjid apakah yang dibangun pertama kali?’ Beliau menjawab: ‘Masjidil Haram’. Aku bertanya lagi: ‘Lalu apa?’ Beliau menjawab: ‘Masjidil Aqsha’. Aku bertanya lagi: ‘Berapa rentang waktu antara keduanya?’ Beliau menjawab: ‘Empat puluh tahun'” (Muttafaq alaih)

Hanya ada tiga Masjid di muka bumi ini yang diperbolehkan menyengaja safar untuk beribadah didalammnya, salah satunya Masjidil Aqsha, Rasulullah bersabda:

لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ: الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِي هَذَا  وَمَسْجِدِ الْأَقْصَى

Tidak boleh menyengaja melakukan perjalanan (dengan tujuan ibadah) kecuali menuju ke tiga masjid: Masjidil Haram, Masjidku ini (Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsha. (Muttafaq alaih)

Setelah berabad-abad bumi Syam (termasuk Palestina) dimana Baitul Maqdis berdiri berada dibawah kekuasaan kaum muslimin, maka dimasa kita ini (karena kelemahan dan jauhnya kita dari Islam yang murni) kita diuji dengan dikuasainya negeri tersebut oleh para Zionis Yahudi, tentu kita tidak rela dengan hal ini, maka apakah kewajiban kita, simak khutbah Jum’at ini…

Download:
 Download PDF mirror  Download PDF

Iklan

Kesalahan-Kesalahan di Baitul Maqdis

Nama eBook: Kesalahan-Kesalahan di Baitul Maqdis
Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani  رحمه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Kesalahan-kesalahan ketika mendatangi kota Madinah telah kita posting sebelumnya dan pada kesempatan ini kita ketengahkan kesalahan-kesalahan ketika berziarah ke Baitul Maqdis, diantara kesalahan tersebut ialah:

  1. Sengaja menziarahi Baitul Maqdis bersamaan dengan menunaikan haji, bahkan sebagian menambahkan dengan doa, “Qoddasallohu hajjataka”,
  2. Berthowaf keliling qubbatu ‘sh-shokhroh (qubah batu besar), menyerupai thowaf keliling Ka’bah,
  3. Mengagung-agungkan qubbatu ‘sh-shokhroh tersebut dengan berbagai cara seperti mengusap-usapnya atau menciumnya, bahkan terkadang dengan membawa seekor domba untuk disembelih di tempat batu tersebut, berwuquf di situ seperti wuquf Arofah, mendirikan bangunan di atasnya dan berbagai cara pengagungan lainnya,
  4. Keyakinan bahwa barangsiapa berwuquf di Baitul Maqdis sebanyak empat kali, maka itu sama nilainya dengan haji,
  5. Mereka beranggapan bahwa di atas qubbatu ‘sh-shokhroh itu terdapat jejak kaki Nabi صلى الله عليه وسلم dan serban beliau. Bahkan ada yang berkeyakinan bahwa itu adalah jejak kaki Alloh عزّوجلّ,
  6. Keyakinan bahwa batu itu adalah tempat buaian Isa عليه السلام,
  7. Mereka berkeyakinan bahwa di tempat itu pulalah nanti akan ada Ash-Shiroth dan Al-Mizan. Demikian juga bahwa tembok yang dibangun antara surga dan neraka adalah tembok yang dibangun di bagian timur masjid,
  8. Mengagung-agungkan rantai yang ada di masjid itu atau tempat meletakkannya,
  9. Sholat di sisi kuburan Ibrohim عليه السلام,
  10. Berkumpul pada musim haji untuk bernyanyi dan menabuh rebana di Masjid Al-Aqsho.

Download:

 Download PDF atau Download Word