Syaikhul Islam LAITS bin SA’AD

Nama eBook: Syaikhul Islam LAITS bin SA’AD AL-FAHMI
Penulis: Ustadz Abu Minhal, Lc حفظه الله

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan sahabatnya. Amma ba’du..

Kata syaikhul Islam bermakna orang-orang yang mengikuti Kitabullah dan Sunnah Nabi صلى الله عليه وسلم. Mereka ini terdepan dalam menguasai hukum-hukum dalam al-Qur‘an, versi-versi qira’ah-nya, sebab-sebab turunnya ayat, nasikh dan mansukh, mengamalkan ayat-ayat muhkamat dan mengimani ayat-ayat mutasyabihat. Mereka sosok-sosok yang telah memiliki kematangan dalam Bahasa Arab yang memudahkan mereka memahami ilmu-ilmu yang telah disebutkan. Mereka mengetahui ilmu-ilmu hadits dalam aspek isnad, mengamalkan apa yang harus diamalkan, meyakini kebenaran apa yang harus diyakini. Mereka mampu mengambil istimbath hukum dalam masalah ushul dan furu’ melalui al-Qur‘an dan Hadits, menjalankan kewajiban-kewajiban dari Allah عزّوجلّ, berkomitmen dengan apa yang diajarkan Allah dari dua sumber itu. Mereka orang-orang yang tawadhu di hadapan Allah Dzat Yang Maha Agung, takut terhadap ketergelinciran lisan. Mereka tidak mengklaim ‘ishmah (bebas dari kesalahan dan dosa). Mereka tidak bangga dengan penghormatan. Mereka tahu benar bahwa apa yang ilmu yang mereka dapatkan masih sedikit.

Banyak ulama yang disematkan gelar ini oleh ulama-ulama setelahnya, Imam Laits bin Sa’ad bin Abdur Rahman Abul Harits al-Fahmi al Mishri رحمه الله, maula Khalid bin Tsabit bin Zhahin termasuk salah seorang yang dikenal dengan gelar syaikhul Islam. Tokoh agama terkemuka pada masanya itu, hidup pada masa generasi ketiga umat Islam, Atba Tabi’iin. Terlahir di Qarqasyand, sebuah pedesaan sejauh 4 farsakh dari Mesir pada tahun 94 H.

Imam Ahmad bin Hambal رحمه الله mengatakan, “Laits adalah seorang tsiqah lagi tsabt”. Juga berkata, “Laits bin Sa’ad memiliki ilmu yang banyak dan hadits yang shahih”.

Yahya bin Bukair رحمه الله, salah seorang murid Laits bin Sa’ad mengatakan, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih sempurna dari Laits bin Sa’ad. Ia seorang ahli fiqih, lisannya fasih, menguasai al-Qur’an, Nahwu dan menghafal syair-syair, hadits dan baik dalam mengulang-ulang ilmu”. Yahya bin Bukair masih menghitung sisi keunggulan gurunya dengan jari-jarinya hingga mencapai sepuluh aspek. Akhirnya, ia berkata, “Aku belum pernah melihat orang seperti dia”.

Imam adz-Dzhahabi رحمه الله menyimpulkan pujian bagi beliau dengan berkata, “(Laits bin Sa’ad) seorang imam panutan, al-Hafizh (ahli hadits), Syaikul Islam, orang alim terkemuka dari Mesir.

Silahkan lebih lanjut menyimak eBook ini, dengan mengenal para ulama shalafus shaleh semoga keimanan kita makin kokoh dan bertambah, hingga tiba ajal menjemput, amin…

Download:
Download CHM atau Download ZIP dan Download PDF atau Download Word

Iklan

Bacaan Al-Qur’an Riwayat HAFSH ‘an ASHIM

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Bagi siapa pun yang mempelajari Al-Quran secara mendalam maka pasti ia pernah mendengar istilah Qira’at Sab’ah, atau Qira’at ‘Asyrah, yang kurang lebih bermakna tujuh atau sepuluh bacaan Al-Quran yang diakui dan memiliki sanad bersambung sampai kepada Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam. Biasanya, dalam kajian tentang qira’at ini akan muncul empat istilah kunci. Sebagian orang terkadang sukar membedakannya, dan kemudian tercampur-aduk begitu saja. Empat istilah tersebut adalah qira’ah, riwayah, thariq dan wajh.

Secara ringkas bacaan Al-Quran yang dinisbatkan kepada seorang imam tertentu disebut qira’at, lalu apa yang dinisbatkan kepada seseorang yang menukil riwayatnya dari imam tersebut secara langsung disebut riwayat, kemudian apa yang disandarkan kepada orang lain yang meriwayatkan bacaan sesudah mereka disebut dengan thariq, sedangkan perbedaan-perbedaan yang mungkin ada di dalam riwayat dari satu orang imam tertentu dalam cara membaca kata atau ayat yang sama disebut dengan wajh.

Di Indonesia, bahkan di belahan dunia Islam, mayoritas kaum muslimin mambaca Al-Quran berdasarkan Riwayat Hafsh An ‘Ashim Min Thariqi Asy-Syathibiyyah, yakni Riwayat Hafsh dari Imam Ashim melalui jalur Asy-Syathibiyyah, dan ini dapat dilihat oleh kita sebagaimana telah diposting dalam kategori murottal.

Maka di sini bisa kita pahami bahwa Imam Hafsh adalah seorang rawi (perawi qira’at Al-Quran), sedangkan Imam ‘Ashim adalah seorang qari’ yang mana bacaan tersebut disandarkan kepadanya, dan Asy-Syathibiyah adalah pemilik thariq. Dan Thariq Asy-Syathibiyah ini telah disebutkan oleh Imam Asy-Syatibi dalam mandzumahnya yang bernama: “Hirzul Amani Wa Wajhut Tahani” yang mencakup sebanyak 1173 bait sya’ir. Namun mandzumah tersebut lebih dikenal dengan sebutan “Mandzumah  Asy-Syathibiyyah” yang dinisbatkan oleh para ulama qira’at kepada penulisnya, yakni Imam Asy-Syathibi.

Demikian secara ringkas isi eBook kita kali ini, didalamnya akan disebutkan dengan ringkas qira’at sab’ah, keistimewaan riwayat Hafsh ‘an Ashim, biografi Imam Ashim dan Imam Hafsh, selamat menyimak.

Download:
 Download PDF atau Download Word

Biografi al-Imam al-Hafizh al-Mufassir Ibnu Katsir

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Abu Al Mahasin Ad-Dimasyqi rahimahullah berkata di dalam Dzail Tadzkiratul Huffazh:

Ibnu Katsir adalah: Seorang syaikh, al imam, al alim, al hafizh, al mufid, tokoh kaliber. la adalah, Imaduddin Abu Fida Isma’il bin Umar bin Katsir bin Dhau’ bin Katsir bin Dzar’ Al Bashrawi, Ad-Dimasyqi, Asy-Syafi’i (bermadzhab Syafi’i).

la lahir di dusun Mijdal, termasuk bagian kota Bushra pada tahun 701, dan ayahnya adalah seorang pendakwah di kota tersebut.

Kemudian ia pindah ke Damaskus pada tahun 706 H. Ia menimba ilmu dari syaikh Burhanudin Al Fazari dan yang lainnya. Ia juga mendengar dari Ibnu Suwaid, Al Qasim, Ibnu Asakir, dan banyak lagi.

Ia juga menjalin hubungan keluarga (menjadi menantu) dengan al hafizh Al Mizzi, maka ia pun banyak meriwayatkan darinya, berfatwa, menelaah, dan berdiskusi dengannya. Ia sangat mumpuni dalam fikih, tafsir, nahwu, dan sangat mengerti tentang kondisi para perawi dan kritikus hadits.

Ia dipercaya memimpin majelis pengajian Ummu Shalih setelah Adz-Dzahabi.

Adz-Dzahabi menyebutkan di dalam Masudah Thabaqat Al Hufazh dan Al Mu’jam Al Mukhtash: Ia adalah seorang yang fakih (mumpuni dalam ilmu fikih), solid, muhaddits, pentahqiq, mufassir, pengkritik, dan memiliki beberapa karangan mushannaf yang sangat baik.

Diantara mushannaf-nya adalah:

  1. Kitab At-Takmil fi ma’rifati ats-tsiqat wa adh-dhu’afa wa al majahil. Ia menggabung antara kitab Tahdzib dan Al Mizan yang meliputi 5 jilid,
  2. Kitab Al Bidayah wa An-Nihayah yang meliputi 54 juz,
  3. Kitab Al Hadyu wa As-Sunan fi Ahadits Al Masanid wa As-Sunan di dalamnya ia menggabungkan antara hadits-hadits dari Musnad Imam Ahmad, Al Bazzar, Abu Ya’la, Ibnu Abu Syaibah, hingga kutub sittah (enam kitab hadits terkemuka)

Al Hafizh Imaduddin Ibnu Katsir mengabarkan kepadaku dengan membacanya, ia berkata, “Abu Abbas Ahmad bin Abu Thalib mengabarkan kepada kami, juga Ahmad Al Madzkur mengijazahkan kepadaku, ia berkata, “Abu Manja bin Latta mengabarkan kepadaku, ia berkata, Abu Al Waqt Ash-Shufi mengabarkan kepadaku, ia berkata, Al-Laits bin Sa’d meriwayatkan kepada kami dari Abu Zubair, dari Jabir radiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَدْخُلُ أَحَدٌ مِـمَّنْ بَايَعَ تَـحْتَ الشَّجَرَةِ النَّارَ

“Tidak seorang pun masuk neraka dari mereka yang ikut berbaiat di bawah pohon. ” HR. Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dari Qutaibah dari Al-Laits. (Al Ba’its Al Hatsits Syarh Ulum Al Hadits)

Download:

Download CHM atau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Aqidah Imam al-Humaidi

أصول السنة

الإِمَمْ أبي بكر الحميدي رحمه الله

Imam Al-Humaidi Rahimahullah berkata:

[Iman Kepada Takdir]

السُّنَّةُ عِنْدَنَا: أَنْ يُؤْمِنَ الرَّجُلُ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِهِ ، حُلْوِهِ وَمُرِّهِ ، وَأَنْ يَعْلَمَ أَنَّ مَا أَصَابَهُ لَـمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَهُ وَأَنَّ مَا أَخْطَأَهُ لَـمْ يَكُنْ لِيُصِيْبَهُ، وَأَنَّ ذَلِكَ كُلُّهُ قَضَاءٌ مِنَ اللهِ ـ عَزَّوَجَلَّ ـ

As-Sunnah (aqidah) menurut kami (ahli hadits) adalah seseorang beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk, yang manis maupun yang pahit, dan meyakini bahwa apa yang akan menimpanya tidak akan meleset dan apa yang meleset darinya tidak akan menimpanya. Semua itu adalah takdir Allah Azza wa Jalla.

[Iman Ucapan dan Perbuatan yang Bisa Bertambah dan Berkurang]

وَأَنَّ الْإِيـْمَانَ قَوْلٌ وَعَمَلٌ، يَزِيْدُ وَيَنْقُصُ، وَلَا يَنْفَعُ قَوْلٌ إِلَّا بِعَمَلٍ، وَلَا عَمَلٌ وَقَوْلٌ  إِلَّا بِنِيَّةٍ، وَلَا قَوْلٌ وَعَمَلٌ وَنَيَّةٌ إِلَّا بِسُنَّةٍ.

Iman adalah ucapan dan perbuatan yang bisa bertambah dan berkurang, dan ucapan tidak bermanfaat tanpa perbuatan. Perbuatan dan ucapan tidak bermanfaat tanpa niat. Tidak bermanfaat ucapan, perbuatan, dan niat kecuali dengan As-Sunnah (aqidah yang benar).

[Memuji Seluruh Shahabat]

وَالتَّرَحُّمُ عَلَى أَصْحَابِ مـُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلْيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّهُمْ ، فَإِنَّ اللهَ ـ عَزَّوَجَلَّ ـ قَالَ: {وَالَّذِينَ جَاؤُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيـمَانِ} [الحشر: 10] فَلَنْ يُؤْمِنَ إِلَّا بِالإِسْتِغْفَارِ لَـهُمْ، فَمَنْ سَبَّهُمْ أَوْ تَنَقَّصَهُمْ أَوْ أَحَداً مِنْهُمْ فَلَيْسَ عَلَى السُّنَّةِ، وَلَيْسَ لَهُ فِي الْفَئِ حَقٌّ ، أَخْبَرَنَا بِذَلِكَ غَيْرِ وَاحِدٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ أَنَّهُ قَالَ: “قَسَّمَ اللهُ ـ تَعَالَى ـ الفَئِ فَقَالَ:  {لِلْفُقَرَاء الْمُهَاجِرِينَ الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِن دِيارِهِمْ} [الحشر: 8] ثُـمَّ قَالَ: {وَالَّذِينَ جَاؤُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا} الآية [الحشر: 10] فَمَنْ لَـمْ يَقُلْ هَذَا لَـهُمْ فَلَيْسَ مِـمَّنْ جَعَلَ لَهُ الْفَئُ “.

Baca pos ini lebih lanjut

Biografi Imam Barbahari

Nama eBook: Biografi Imam Barbahariy
Penyusun: Syaikh Kholid ar-Rodady

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Sungguh masalah Aqidah adalah suatu masalah yang amat besar dan penting diketahui setiap muslim, aqidah yang benar akan menentukan semua yang diperbuat didunia ini, apakah dinilai Allah Azza wa Jalla atau tidak.

Banyak dan sungguh banyak daripada ulama yang membahas masalah ini, salah satunya buku terkenal Syarhus Sunnah karya seorang imam, mujahid, tokoh ulama panutan lagi disegani dan pemuka ulama pada zamannya, Abu Muhammad Hasan bin Ali bin Kholaf Al Barbahariy rahimahullah.

Imam Al Barbahariy banyak bergaul dengan para ulama murid-murid imam Ahli sunnah Ahmad bin Hambal dan beliau banyak mengambil ilmu dari mereka dan kebanyakan mereka berasal dari Baghdad.

Karena keutamaannya dalam agama sehingga sebagian ulama menjadikan ia barometer seperti perkataan Abu Abdullah Al Faqih: “Jika ada orang yang berasal dari Baghdad senang terhadap Abul Hasan bin Basysyar dan Abu Muhammad Al-Barbahariy, ketahuilah dia termasuk Ahli sunnah.

Majlis ta’limnya dipenuhi dengan pengajian tentang ilmu hadits, atsar dan fikih yang dihadiri oleh para imam Ahli hadits dan fiqih.

Imam Adz Dzahabi asy-Syafi’i dalam kitab Al ‘Ibar berkata: “Dia seorang Ahli fikih dan tokoh panutan, ulama terkemuka dari kalangan madzhab Hambali di Iraq baik dalam pemikiran, kedudukan dan kebersihan hidupnya. Beliau memiliki posisi dan kedudukan yang sempurna.”

Ibnu Katsir asy-Syafi’i berkata: “Beliau seorang ulama yang zuhud, ulama Ahli fikih dari kalangan madzhab Hambali, sangatAhli dalam memberi nasihat dan sangat tegas dan keras terhadap Ahli bid’ah dan pelaku maksiat, serta sangat berwibawa dan disegani oleh orang alim dan orang awam.”

Demikian sekilas beliau dan pujian ulama terhadapnya, semoga kedepan dapat kita posting tulisan beliau Syarhus Sunnah, amin…

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Lum’atul I’tiqad: Aqidah Ahlus Sunnah

Nama eBook: Lum’atul I’tiqad
Penyusun: Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi رحمه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Lum’atul I’tiqad al-Hadi ila Sabilir Rasyad (لمعة الاعتقاد الهادي إلى سبيل الرشاد) “Bekal Keyakinan yang Membimbing ke Jalan Petunjuk” yang disusun oleh Imam Muwaffiquddin al-Allamah al-Alim Abu Muhammad ‘Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah al-Maqdisi termasuk jajaran matan aqidah yang banyak dikaji maupun disyarah oleh para ulama karena ringkas dan selamat. Kitab ini membahas beberapa pokok masalah aqidah terutama cara yang benar memahami sifat-sifat Allah, isi eBook ini ialah:

  1. Biografi Penulis
  2. Muqaddimah Penulis
  3. Wajib Beriman Kepada Kabar al-Qur`an dan Hadits Shahih Tentang Sifat
  4. Pendapat Imam Ahmad Tentang Sifat Allah
  5. Pendapat Imam asy-Syafi’i Tentang Sifat Allah
  6. Pendapat Salaf dan Khalaf Tentang Sifat Allah
  7. Pendapat Ibnu Mas’ud dan ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz Tentang Sifat Allah
  8. Pendapat al-Auzai Tentang Sifat dan Sanggahan al-Adrami Kepada Ahli Bid’ah
  9. Ayat dan Hadits Tentang Sifat Allah
  10. Allah Berbicara dengan Kalam Qadim
  11. Al-Qur`an Adalah Kalamullah
  12. Kaum Mukminin Melihat Rabb Mereka di Hari Kiamat
  13. Qadha dan Qadar
  14. Hakikat Iman
  15. Mengimani Semua Kabar dari Rasulullah
  16. Kedudukan Rasulullah dan Para Shahabatnya
  17. Tidak Suka Memvonis Surga dan Neraka
  18. Wajib Mencintai Para Shahabat
  19. Wajib Taat Kepada Penguasa Muslim Meski Kejam
  20. Wajib Menjauhi Ahli Bid’ah.

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Biografi Syaikh Hamud at-Tuwaijiri

Nama eBook: Biografi Syaikh Hamud bin Abdullah at-Tuwaijiri
Penyusun: Abu Aisyah

Alhamdulillah, kita bersyukur dan memuji Allah ta’ala dengan pujian yang mana lisan kita selalu basah memuji-Nya, selanjutnya sholawat dan salam bagi nabi kita Muhammad, kepada keluarganya, sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman. Amma ba’du:

Dikesempatan yang mulia ini kita ketengahkan biografi salah seorang imam dakwah kepada Allah pada abad ini, yakni Syaikh al-Allamah al-Muhaddits al-Faqih Hamud bin Abdullah bin Hamud bin Abdur Rahman at-Tuwaijiri, dari Alu Jabbarah, pecahan dari kabilah Anazah Arabiyah yang masyhur.

Beliau رحمه الله dilahirkan pada tahun 1334 H di kota Majma’ah, ibukota negeri Sudair, Saudi Arabia, dalam lingkungan keluarga yang dikenal dengan keilmuan dan keutamaan mereka.

Beliau رحمه الله mulai belajar dasar-dasar baca tulis dan al-Qur’an kepada Syaikh Ahmad ash-Sha’igh. Sebelum usia 11 tahun, beliau telah hafal al-Qur’an; pada usia yang sangat dini beliau telah mempelajari ringkasan-ringkasan kitab-kitab ilmiah dalam bidang tauhid, hadits, fiqh, fara’idh, dan nahwu.

Beliau belajar kepada para ulama dan mendapatkan ijazah dari mereka, selanjutnya ia dipercaya sebagai qadhi, namun akhirnya beliau mengundurkan diri.

Beliau menyibukkan diri dengan ilmu. Beliau banyak menulis kitab-kitab yang bermanfaat bagi kaum muslimin. Beliau tekankan penulisan beliau pada masalah-masalah terlarang yang banyak dilakukan oleh manusia, atau pada syubhat-syubhat di masyarakat dan perkara-perkara baru yang diada-adakan. Beliau jelaskan dengan dalil-dalil kuat dan argumen-argumen yang gamblang sehingga bisa diterima dan memberi manfaat yang besar kepada setiap pembaca tulisan beliau.

Beliau begitu gigih dalam membela sunnah dan meluruskan penyimpangan-penyimpangan orang yang menyeleweng dari jalan Alloh. Beliau bantah penyelewengan tersebut dengan pena sebagai pembelaan terhadap Sunnah Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan aqidah shahihah, aqidah Ahli Sunnah wal Jama’ah, kadang-kadang beliau sebarkan bantahan-bantahan tersebut ke media cetak dalam dan luar negeri Saudi.

Demikian sekelumit biografi syaikh, beliau wafat di Riyadh tanggal 5 Jumada Tsaniyah tahun 1413 H dan dimakamkan di pekuburan Nasim, Riyadh. Semoga Alloh meridhainya dan menempatkannya dalam keluasan jannah-Nya, amin…

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Urwah bin Zubair bin Awwam

Nama eBook: Urwah bin Zubair رحمه الله
Penyusun: Ustadz Abu Faiz Sholahuddin حفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, kita memuji dan bersyukur kepada Allah Rabb sekalian alam. Sholawat dan salam bagi nabi utusan-Nya Muhammad, keluarganya, para sahabatnya, dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kemudian.

Pada zaman tabi’in (murid para sahabat) dikota madinah terkenal sebutan fuqoha as-sab’ah (tujuh tokoh fiqih terkemuka kota Madinah), dan posting kita kali ini memuat biografi salah satu dari mereka yakni Abu Abdillah al-Madani al-Faqih Urwah bin Zubair bin Awwam bin Khuwailid bin Asad bin Abdil Uzza bin Qushoy al-Qurosyi al-Asadi.

Ayah beliau, Zubair bin Awwam رضي الله عنه, adalah salah satu sahabat dekat dan pilihan Rosululloh صلى الله عليه وسلم. Zubair رضي الله عنه merupakan orang yang pertama kali menghunuskan pedangnya untuk Islam dan beliau adalah salah satu dari sepuluh sahabat yang diberi kabar gembira dengan surga (asyroh al-mubasyarina bil Jannah).

Sementara itu, ibu beliau adalah Asma’ binti Abi Bakr رضي الله عنها, seorang shohabiyah terkemuka yang telah populer menyandang gelar dzatu nithoqoin, bibi Urwah bin Zubair adalah Ummul Mukminin Aisyah رضي الله عنها, kekasih tercinta dari orang yang paling ia cintai (Nabi Muhammad  صلى الله عليه وسلم) melebihi cintanya kepada keluarganya bahkan kepada dirinya sendiri. Tatkala sang bibi tersebut harus meninggalkannya maka beliau sendirilah yang turun ke kuburnya dan meratakan liang lahat dengan kedua tangannya.

Baca pos ini lebih lanjut

Imam Ibnu Jarir ath-Thabari

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang Maha Pengasih kepada semua makhluknya, Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga dan sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.

Imam Ibnu Jarir asy-Syafi’i rahimahullah sudah merupakan sosok yang amat dikenal oleh umat Islam sebagai pakar ilmu tafsir, bahkan predikat sebagai imam para ahli tafsir melekat pada beliau.

Beliau adalah Muhammad bin Jarir bin Yazid bin Katsir Abu Ja’far ath-Thabari. Berasal dari Amul, sebuah kota terbesar di wilayah Thabaristan. Dilahirkan pada tahun 224 H

Ada banyak Ulama yang menjadi tempat beliau mendalami ilmu syar’i. Sebut saja, Ahmad bin Mani’, Muhammad bin al-Mustanna, Bundar, ‘Amr bin ‘Ali al-Fallas, Ya’qub ad-Dauraqi, dan Ulama lainnya yang berasal dari negeri Syam, Irak dan Mesir.

Al-Imam Al-Khathib al-Baghdadi (wafat tahun 463 H) dalam kitab Tarikh Baghdad menyatakan “Ath-Thabari adalah seorang ulama paling terkemuka yang pernyataannya sangat diperhitungkan dan pendapatnya dijadikan sandaran, karena keluasan pengetahuan dan kelebihannya. la menguasai berbagai disiplin ilmu yang tidak ada seorang pun yang menyamainya di masa itu”.

Adz-Dzahabi rahimahullah menyanjungnya dengan berkata, “(lbnu Jarir) seorang yang tsiqah (terpercaya), benar, seorang hafizh, pemimpin dalam ilmu tafsir, imam panutan dalam bidang fikih, ijma’ dan perbedaan pendapat, ahli yang berilmu luas dalam bidang tarikh dan sejarah hidup manusia, menguasai ilmu qira’ah dan bahasa (Arab)”.

Beliau adalah pakar dalam berbagai disiplin ilmu dan ia dikenal bermadzhab Syafi’i, dengan tulisannya diketahui pandangan beliau bahwa beliau berdiri pada madzhab ahlus sunnah. Beliau bersikap tegas kepada sekte Syi’ah yang menghina dan mengakafirkan sahabat terutama Abu Bakar dan Umar radhiyallahu ‘anhuma, suatu ketika, terjadi perbincangan antara Ibnu Jarir dan Ibnu Shalih al-A’lam tentang ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. Kemudian Ibnu Jarir bertanya kepada Ibnu Shalih al-A’lam, “Orang yang berkata Abu Bakar dan Umar bukanlah imam panutan dalam kebaikan, menurutmu, ia bagaimana?”. la menjawab, “Seorang ahli bid’ah”. Mendengar itu, Ibnu Jarir berkata untuk meluruskan jawaban tersebut, “Hanya disebut ahli bid’ah, hanya disebut ahli bid’ah?!. Orang itu dihukum bunuh”.

Semoga kita menjadi seorang muslim yang mengagungkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mencintai ahlut bait beliau dan para sahabatnya, amin…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atauDownload Word

Imam An-Nasa’i

Nama eBook: Al-Imam An-Nasa’i رحمه الله
Penyusun: Ustadz Abu Faiz Sholahuddin حفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, kita memuji dan bersyukur kepada Allah Rabb sekalian alam. Sholawat dan salam bagi nabi utusan-Nya Muhammad, keluarganya, para sahabatnya, dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kemudian.

Telah kita posting sebelumnya biografi para ulama hadits khususnya penulis kutubus sittah, seperti Imam Bukhari, Imam Muslim dan Imam Abu Dawud, pada kesempatan ini kami posting pula salah satu penulis kitab ‘Sunan’ yakni Imam an-Nasa’i.

Nama lengkap beliau adalah Abu Abdirrahman Ahmad ibn Syu’aib ibn Aliy ibn Sinan ibn Bahr al-Khurasani atau yang lebih dikenal dengan sebutan al-Imam an-Nasa’i.

Nama beliau “an-Nasa’i” adalah nisbah (penggolongan) kepada Nasa’, yaitu sebuah kota yang ada di negeri Khurasan. Beliau lahir pada tahun 214 H, dan ada yang mengatakan beliau lahir pada tahun 215 H di kota Nasa’.

Beliau adalah seorang yang sangat berwibawa, berwajah tampan, berkulit putih, dan sebagian rambutnya beruban.

Baca pos ini lebih lanjut