Tawassul: Masyru’ dan Mamnu’

اَلْـحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَلَـمــــــيْنَ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رُسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَـــعـــــيْـــنْ…أَمَّ بَعْدُ:

Sesungguhnya bagi orang yang membaca sejarah Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam akan mengetahui bahwa beliau diutus pada kaum yang kebanyakan mereka itu ghuluw (berlebih-lebihan) terhadap kecintaan orang-orang shalih yang sudah meninggal. Bahkan ghuluw mereka itu dapat mengeluarkannya dari agama leluhur mereka yaitu Ibrahim ‘alaihis salam.

Hingga akhirnya mereka menjadikan para orang shalih tersebut patung-patung serta kuburan yang dibangun dan mereka memohon dengan perantaraan mereka yang telah meninggal tersebut kepada Allah Ta’ala.

Allah dan Rasul-Nya mengkafirkan mereka dan menyeru mereka agar hanya meminta dan memohon kepada Allah semata, qadarullah kesyirikan dengan bertawassul kepada orang yang sudah meninggal telah terjadi pula di seentero penjuru negeri Islam, tak bisa diingkari inilah salah satu penyebab mundurnya umat bahkan kesyrikan mereka lebih nyata -kita berlingdung kepada Allah dari yang demikian-.

eBook ini akan menjelaskan Tawassul yang tertolak dengan menyampaikan argumen dari dakwah Rasulullah kepada kaum jahiliyyah dan membandingkannya denga keadaan sekarang; disamping itu penulis (Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Al Juhani) menjelaskan Tawassul yang diajarkan oleh syari’at Islam yang murni ini, selamat menyimak..

Download:
Download CHM atau Download ZIP dan Download PDF atau Download Word

Versi Asli:
Download PDF atau Download DJVU

Yang Dibolehkan Dalam Ibadah Haji

Nama eBook: Hal-hal Yang Dibolehkan Ketika Haji
Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani  رحمه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Pada beberapa kesempatan terdahulu telah kita utarakan dengan penjang lebar tentang berbagai keyakinan dan amalan yang umum dilakukan kaum muslimin ketika haji padahal hal tersebut tidak dibolehkan dalam syari’at yang mulia ini, adapun kali ini kami posting kebalikan dari hal tersebut yakni hal-hal yang dihindari sebagian jama’ah haji padahal hal tersebut diperbolehkan yakni:

  1. Mandi dan menggosok-gosok kepala, meskipun tidak mimpi basah,
  2. Menggaruk-garuk kepala hingga sebagian rambut berguguran,
  3. Berbekam meskipun harus menggunduli rambut di bagian yang dibekam,
  4. Mencium wangi-wangian atau membuang patahan kuku,
  5. Bernaung di kemah, di bawah payung, atau dalam mobil,
  6. Boleh saja orang yang berihrom itu mengencangkan ikat pinggang di sarung [kain ihrom]-nya. Ia juga boleh mengikatnya bila perlu, boleh mengenakan cincin, jam tangan, dan kacamata.

Temukan penjelasan dan dalilnya pada eBook ini dan kita berdo’a kepada Allah yang Maha Suci Lagi Maha Tinggi agar mengeruniakan kepada kita ilmu yang bermanfaat dan diberi kekuatan untuk menjalankannya, amin…

Download:

 Download PDF atau Download Word

Wanita yang Haram Dinikahi

Nama eBook: Yang Haram Untuk Dinikahi
Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi حفظه الله

Pengantar:

الْحَمْدُ لِلَّهِ وَ كَفَى وَالصَّلاَةُ والسَّلاَمُ عَلَى النَّبِيِّ الْـمُصْطَفَى وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ، أَمَّ بَعْدُ

Disyaratkan bagi wanita yang akan dinikahi oleh seorang laki-laki untuk tidak termasuk dari dia yang diharamkan atasnya.

Wanita yang diharamkan terbagi menjadi dua,

A. Wanita yang diharamkan untuk selamanya, ini terbagi menjadi tiga:

  1. Diharamkan berdasarkan nasab, mereka adalah: ibu dan keatasnya, putri dan kebawahnya, saudari, saudari ayah, saudari ibu, putrinya saudara dan putrinya saudari.
  2. Diharamkan berdasarkan susuan, apa yang diharamkan berdasarkan susuan sama dengan apa yang diharamkan berdasarkan nasab, setiap wanita yang haram berdasarkan nasab maka diapun sama hukumnya dengan apa yang ada pada susuan, kecuali ibu saudara dan saudari anak dari satu susuannya, keduanya tidak haram baginya. Susuan yang mengharamkan: lima kali susuan atau lebih ketika masih bayi dibawah umur dua tahun.
  3. Diharamkan berdasarkan mushoharoh, mereka adalah: ibunya isteri (mertua), putrinya isteri dari suami lain jika dia telah berhubungan dengan ibunya, isterinya ayah dan isterinya putra.

B. Wanita yang diharamkan pada waktu terbatas, mereka adalah: Baca pos ini lebih lanjut

Berdo’a Dengan Nama dan Sifat Allah

Nama eBook: Tawassul Dengan Nama-nama dan Sifat-sifat Allah Ta’ala
Penulis: Ustadz Abul Jauzaa حفظه الله

Alhamdulillah, kita bersyukur dan memuji Allah Tabaraka wa Ta’ala atas segala nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita, Shalawat dan Salam teruntuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alihi wasallam yang merupakan panutan kita yang menginginkan kehidupan akhirat dan perjumpaan dengan Allah Azza wa Jalla.

Salah satu tawassul yang disyari’atkan dalam Islam adalah tawassul dengan nama-nama dan sifat-sifat Allah ta’ala. Tawassul jenis ini ‘tidak terlalu populer’ di sebagian kalangan, padahal tawassul ini justru merupakan tawassul yang paling sering dilakukan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, Adapun dalilnya antara lain adalah firman Allah ta’ala:

وَلِلَّهِ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا

“Hanya milik Allah asmaulhusna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama Allah yang indah (al-asmaaul-husnaa) itu” (QS. Al-A’raaf/7:180)

Al-Kalaabaadziy rahimahullah berkata mengomentari ayat di atas: “Apabila Allah diseru dengan nama-nama-Nya dan dipuji dengan sifat-sifat-Nya, niscaya akan dikabulkan” (Bahrul-Fawaaid, hal. 34).

Berikut, dalam eBook ini akan dijelaskan dalil dan contoh-contoh do’a Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam dengan bertawassul kepada nama-nama dan sifat-sifat Allah Tabaraka wa Ta’ala…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word