Qasim bin Muhammad, Cucu Abu Bakar

Nama eBook: Qasim bin Muhammad, Cucu Abu Bakar ash-Shiddiq
Penulis: Ustadz Ubu Minhal, Lc حفظه الله

Alhamdulillah, kita memuji dan bersyukur kepada Allah Rabb sekalian alam. Sholawat dan salam bagi nabi utusan-Nya Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarganya, para sahabatnya, dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari yang pasti.

Generasi Tabi’in, yaitu generasi yang datang setelah Sahabat رضي الله عنهم dan bertemu dengan para Sahabat رضي الله عنهم, termasuk generasi yang dipuji oleh Rasulullah Muhammad صلى الله عليه وسلم. Beliau صلى الله عليه وسلم bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

Sebaik-baik manusia adalah masaku (yaitu masa para Sahabat), kemudian masa sesudah mereka (masa Tabi’in), kemudian masa setelah mereka (masa Tabiut Tabi’in). (HR. Al-Bukhari no.2652 dan Muslim no.2533 dari Sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه.)

Pada masa generasi Tabi’in, di Madinah ada sejumlah sosok ahli ilmu terdepan yang menjadi rujukan manusia dalam perkara-perkara agama. Karena berjumlah tujuh orang, maka dikenal dengan istilah Fuqaha Sab’ah (Tujuh Ahli Fiqih Ternama). Salah satu dari ketujuh orang yang berilmu tersebut adalah al-Qasim bin Muhammad bin Muhammad bin Abu Bakar ash-Shiddiq.

eBook ini adalah cuplikan kehidupan beliau hingga menjadi ulama umat ini, dan sedikit dari nasehat beliau yang kita berharap menjadi orang yang mau menerima nasehat, amin…

Download:
Download PDF atau Download Word

Iklan

Waki’ bin Jarrah: Profil Seorang Guru

Nama eBook: Waki’ bin Jarrah: Profil Seorang Guru
Penyusun: Ustadz Abu Faiz Sholahuddin حفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga dan sahabatnya.

Kembali kita mengetengahkan biografi seorang ulama besar dari golongan tabi’in yang menjadi rujukan para ulama dizamannya, beliaiu-lah al-Imam Waki’ bin Jarrah رحمه الله.

Waki’ bin Jarrah adalah imam dalam hadits dan tempat belajar para ulama hadits dari seentero negeri Islam, Imam Ishaq ibn Rahawaih menceritakan, “Hafalanku dan hafalannya Ibn al-Mubarak berat dan diupayakan. Adapun hafalannya Waki’ adalah murni. Beliau pernah berdiri bersandar dan menyampaikan sebanyak 700 hadist berdasarkan hafalannya.”

Baca pos ini lebih lanjut