Berdamai dan Boikot

Nama Ebook: Shulh (Berdamai) dan Hajr (Memboikot)
Penulis : Syaikh Muhammad bin Ibrahim at-Tuwayjiry

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga dan sahabatnya رضي الله عنهم

Shulh: adalah kesepakatan yang diperoleh dengannya menghilangkan persengketaan di antara dua orang yang bermusuhan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyari’atkan berdamai untuk menyatukan di antara dua orang yang bermusuhan dan menghilangkan perpecahan di antara keduanya. Dengan demikian, bersihlah jiwa dan hilanglah rasa dendam. Mendamaikan di antara manusia termasuk ibadah yang terbesar dan taat yang paling agung, apabila ia melaksanakannya karena mengharapkan ridha Allah ‘Azza wa Jalla.

Berdamai disyari’atkan di antara kaum muslimin dan orang-orang kafir, di antara orang-orang adil dan zalim, di antara suami istri saat berselisih pendapat, di antara tetangga, karib kerabat, dan teman-teman, di antara dua orang yang bermusuhan dalam persoalan selain harta, dan di antara dua orang yang bermusuhan dalam masalah harta.

Hajr adalah menghalangi manusia dari mendayagunakan hartanya karena sebab syar’i.

Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan menjaga harta dan menjadikan di antara sarana-sarana hal itu adalah hajr kepada orang yang tidak bisa mendayagunakan hartanya, seperti orang gila, atau dalam pendayagunaannya mengandung penyia-nyiaan harta seperti anak kecil, atau dalam pendayagunaannya mengandung pemborosan seperti orang bodoh, atau ia mendayagunakan sesuatu yang ada di tangannya yang membahayakan hak orang lain seperti orang bangkrut yang diberatkan oleh hutang-hutang. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyari’atkan hajr untuk memelihara harta mereka.

Simak pembahasannya dalam eBook ini lebih lanjut, semoga kita dapat mengilmuinya dan kepada Allah-lah kita memohon hidayah.

Download:
Download CHM atau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Memahami Agama: Pelindung Dari Fitnah

Nama eBook: Memahami Agama Garda Pelindung Dari Fitnah
Penulis: Syaikh Shalih Fauzan al-Fauzan حفظه الله

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang telah menganugerahkan kepada kita nikmat terbesar, yakni Nikmat Islam, disamping berbagai nikmat lainnya yang sangat besar yang wajib kita syukuri.

Namun perlu diingat bahwa ada rintangan dan halangan yang bisa menghadang manusia,  yang terkadang bisa mengeluarkannya dari pagar Islam. Ada banyak fitnah dahsyat yang menghadang manusia. Oleh karena itu, kita harus mengenali fitnah-fitnah tersebut; sebagaimana kita juga harus mengetahui jalan keluar dari fitnah-fitnah tersebut bila ia telah  menimpa.

Bertolak dari sinilah seorang Sahabat besar, Hudzaifah bin al-Yaman radhiyallahu ‘anhu mengatakan: “Orang-orang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya kepada Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam tentang keburukan. Karena khawatir kalau-kalau aku terjatuh ke dalamnya.”

Fitan adalah bentuk jamak dari kata fitnah. Maknanya adalah ujian dan cobaan agar dengan hal itu bisa terlihat benarnya iman atau justru ia memiliki sifat nifaq.

Sedangkan Paham agama, diistilahkan dengan sebutan al-fiqhu fi ad-din. Kata al-fiqh secara bahasa berarti memahami. Sedangkan secara syara’, fiqh adalah memahami hukum-hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala yang ada dalam Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam.

Jadi, mengetahui tentang Islam dan mengenalnya dengan seksama, mengetahui hukum-hukum dan rinciannya adalah perkara yang wajib. Kemudian juga (merupakan hal yang wajib) mengetahui perkara-perkara yang bisa memalingkan dari Islam, mengetahui hal-hal yang bisa menghalangi antara seorang hamba dengan Islam; atau penyakit-penyakit yang bisa melemahkan Islam dalam hatinya.

Semoga Allah ‘Azza wa Jalla menjadikan kita termasuk orang-orang yang sabar dan tegar dalam menghadapi berbagai fitnah terus menghempas.

Download:
Download PDF atau Download Word

eBook Word IbnuMajjah Part IX

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على رسوله محمد، وعلى آله وأصحابه أجمعين، أما بعد:

Alhamdulillah, pada kesempatan ini kita posting link download eBook-eBook Islam dalam format Word (DOC) bagian kesembilan yang mana sebelumnya telah diposting pada Blog kita ini, semoga bermanfaat…

No Nama eBook
Download
1 Misteri Syekh Siti Jenar Klik untuk Download
2 Homoseks Dosa yang Lebih Besar Dari Zina Klik untuk Download
3 Ibadah dan Amalan yang Bermanfaat Bagi Mayit Klik untuk Download
4 Kaidah Fikih: Niat Lebih Utama Daripada Amalan Klik untuk Download
5 Nama Allah: Al-Ahad dan Al-Wahid Klik untuk Download
6 Tafsir Surat Al-Buruuj Klik untuk Download
7 Bahaya Minuman Keras Klik untuk Download
8 Kaidah Sunnah Tarkiyyah Klik untuk Download
9 Keutamaan Membaca dan Merenungkan Ayat Al-Kursi Klik untuk Download
10 Pendidikan Nabi Tidak Dibatasi Ruang dan Waktu Klik untuk Download
11 Fiqih Syari’ah Seputar BAYI KEMBAR Klik untuk Download
12 Biografi Imam Sufyan ats-Tsauri Klik untuk Download
13 Memaksimalkan Ibadah di Bulan yang Penuh Berkah Klik untuk Download
14 Optimalkan Ibadah di Bulan Sya’ban Klik untuk Download
15 Tayammum = Wudhu dan Mandi Klik untuk Download
16 Doa dan Dzikir Seputar Puasa Serta Syarahnya Klik untuk Download
17 Doa dan Dzikir Seputar Puasa Klik untuk Download
18 Ensiklopedi Amalan Setiap Bulan Klik untuk Download
19 Cinta Sejati untuk Sang Nabi Klik untuk Download
20 Doa dan Dzikir Seputar Hujan Klik untuk Download

 

Hukuman Bagi Pencuri Dalam Islam

Nama Ebook: Had Sariqah (Hukuman Pencuri)
Penulis : Syaikh Muhammad bin Ibrahim at-Tuwayjiry

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Mencuri adalah mengambil harta terjaga milik orang lain, tanpa syubhat padanya, pada tempatnya yang dikhususkan, dengan takaran khusus, dengan cara sembunyi-sembunyi.

Hukum mencuri: Haram, dan dia termasuk dari dosa-dosa terbesar.

Islam memerintahkan untuk menjaga harta, mengharamkan dari mengganggunya, maka Islam melarang pencurian, pengambilan paksa, mengambil semaunya ataupun mencopetnya; karena ini termasuk dari memakan harta orang lain dengan batil.

Seorang pencuri dibebani dua hak: hak khusus, yaitu harta yang dia curi jika ada, atau yang semisalnya maupun harganya jika dia rusak, baginya juga hak umum, yaitu hak Allah Ta’ala dengan memotong tangannya ketika syarat-syaratnya telah lengkap, atau dengan menta’zirnya ketika persyaratannya tidak lengkap.

Apabila telah diputuskan pemotongan, maka tangan kanannya yang dipotong pada batas pergelangannya, lalu dimasukkan kedalam minyak mendidih atau apa saja yang bisa menghentikan keluarnya darah, baginya juga untuk mengembalikan apa yang telah dia curi dari harta atau menghadirkan pengganti kepada pemiliknya. Syafa’at diharamkan dalam had pencurian jika hal tersebut telah sampai kepada hakim.

Nishab pencurian: Seperempat dinar dari emas atau lebih, ataupun lainnya yang harganya sebanding dengan seperempat dinar.

Demikianlah sekelumit kadungan eBook kita kali ini, Insya Allah banyak poin lain yang dibahas pada eBook ini, silahkan download dan membacanya…

Download:
Download CHM atau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Hukum-Hukum Haji dan Umroh

Nama Ebook: Hukum-Hukum Haji dan Umroh
Penulis : Syaikh Muhammad bin Ibrahim at-Tuwayjiry

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Yang paling utama bagi orang yang melaksanakan haji adalah melaksanakan secara berurutan segala amalan haji di hari raya, yaitu hari ke sepuluh Dzulhijjah, seperti yang berikut ini: melontar jumrah aqabah, kemudian menyembelih hadyu, kemudian mencukur atau bergundul, kemudian thawaf, kemudian sa’i, dan inilah yang sunnah. Jika ia mendahulukan sebagiannya atas yang lain, maka tidak ada dosa atasnya, seperti mencukur sebelum menyembelih, atau thawaf sebelum melontar jumrah (aqabah) dan semisal yang demikian itu.

Sunnah bagi yang melaksanakan haji agar melaksanakan thawaf ziarah (ifadhah) di hari raya. Dan boleh baginya menundanya sampai hari-hari tasyriq, hingga akhir bulan Dzulhijjah, dan tidak boleh menundanya hingga di luar Bulan Dzulhijjah kecuali karena uzur.

Apabila ia berangkat dari Arafah ke Muzdalifah dan tertahan karena uzur seperti berdesakan dan khawatir keluar waktu shalat Isya, maka ia melaksanakan shalat ‘Isya di jalan.

Barang siapa yang melontar batu sekaligus, maka terhitung satu lontaran dan ia melengkapi enam lontaran yang tersisa.

Yang paling utama bagi yang berhaji adalah melontar semua jumrah di hari-hari tasyriq setelah gelincir matahari di siang hari. Jika ia khawatir karena berdesakan, ia melontarnya di sore hari.

Apabila perempuan haid atau nifas sebelum thawaf ziarah (ifadhah), maka ia tidak boleh thawaf hingga suci, dan ia tetap berada di Makkah hingga mandi, kemudian thawaf. Jika ia bersama jamaah yang tidak bisa menunggunya dan ia tidak mampu tinggal di Makkah, maka ia boleh berbalut dengan kain (softek atau semisalnya) dan thawaf, karena bersifat dharurat, dan Allah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak membebankan kepada suatu jiwa kecuali dalam batas kemampuannya.

Demikian sekelumit hukum-hukum dalam pelaksanaan haji, banyak hukum lainnya yang dijelaskan penulis, silahkan simak dengan mendownload eBook-nya..

Download:
Download CHM atau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Tafsir Juz 28, 28 dan 30 Plus Hal-Hal Penting Bagi Seorang Muslim

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Dalam kesempatan berbahagia ini kami men-share sebuah eBook ‘Tafsir Sepersepuluh  Akhir Al-Qur’an (Juz 28,29 dan 30) dan disertai Hukum-hukum Penting Bagi Seorang Muslim’, adapun isi ebook ini adalah:

Mukaddimah
Keutamaan Membaca Al-Qur’an
Tafsir Al-Qur’an Al-Karim Juz 28-30
Aqidah
Amalan-amalan Hati
Dialog Santai
Dua Kalimat Syahadat
Pembatal-Pembatal Keislaman
Thaharah
Hukum-hukum Yang Berkaitan Dengan Kewanitaan
Shalat
Zakat
Puasa
Haji
Aneka Masalah
Ruqyah Syar’iyah
Doa
Perniagaan yang menguntungkan
Amalan Yang Berpahala Besar
Perkara-perkara yang dilarang
Perjalanan Abadi
Tata Cara wudhu
Tata Cara Shalat
llmu Menuntut Pengamalan

Download:
 Download PDF mirror  Download PDF

Aturan al-Qur’an Dalam Masalah Harta

Nama eBook: Aturan al-Qur’an Dalam Masalah Harta
Penyusun: Syaikh Abu Bakr al-Jazair

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Dalam kesempatan yang mulia ini kami membagikan eBook tentang pengelolaan harta dalam al-Qur’an, Syaikh Abu Bakr al-Jazair ketika menafsirkan ayat ke-5 dalam surat an-Nasa’ menyebutkan ada tiga ayat dalam al-Qur’an yang mengatur masalah harta, ayat tersebut adalah:

1.  Firman Allah عزّوجلّ:

وَلاَ تُؤْتُواْ السُّفَهَاء أَمْوَالَكُمُ الَّتِي جَعَلَ اللّهُ لَكُمْ قِيَاماً وَارْزُقُوهُمْ فِيهَا وَاكْسُوهُمْ وَقُولُواْ لَهُمْ قَوْلاً مَّعْرُوفاً

Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (QS. An-Nisa’/4:5)

  1. Firman Allah عزّوجلّ:

وَلاَ تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَى عُنُقِكَ وَلاَ تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُوماً مَّحْسُوراً

Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal. (QS. Al-lsra’/17:29)

  1. Firman Allah عزّوجلّ:

وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَاماً

Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (puta) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. (QS. Al-Furqan/25:67)

Selamat membaca dan dalam pembahasannya, beliau juga menerangkan mufradat, makna ayat, korelasi dengan ayat sebelumnya, hukum-hukum dalam ayat surat an-Nisa’ tersebut dan pelajaran penting darinya…

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Muzara’ah dan Musaqah

Nama eBook: Muzara’ah dan Musaqah
Penulis: Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيَّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أما بعد:

Al-Muzara’ah menurut bahasa adalah muamalah terhadap tanah dengan (imbalan) sebagian apa yang dihasilkan darinya.

Sedangkan yang dimaksud di sini adalah memberikan tanah kepada orang yang akan menggarapnya dengan imbalan ia memperoleh setengah dari hasilnya atau yang sejenisnya.

Dalilnya ialah:

عَامَلَ أَهْلَ خَيْبَرَ بِشَطْرِ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا مِنْ ثَمَرٍ أَوْ زَرْعٍ

“Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh penduduk Khaibar untuk menggarap tanah di Khaibar dan mereka mendapat setengah dari hasil buminya berupa buah atau hasil pertanian.” (Muttafaq ‘alaih)

Adapun Al-Musaqah yaitu menyerahkan pohon tertentu (seperti kurma-pent.) kepada orang yang akan mengurusinya (dengan imbalan) ia mendapatkan bagian tertentu (pula) dari buahnya, seperti setengah atau sejenisnya.

Dalilnya ialah:

قَالَتِ اْلأَنْصَارُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اقْسِمْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ إِخْوَانِنَا النَّخِيلَ، قَالَ: لاَ فَقَالُوا تَكْفُونَا الْمَئُونَةَ وَنَشْرَكْكُمْ فِي الثَّمَرَةِ قَالُوا: سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا

“Orang-orang Anshar berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ‘bagilah pohon kurma antara kami dan sahabat-sahabat kami’. Beliau menjawab, ‘Tidak.’ Maka Rasulullah bersabda, ‘Kami yang merawatnya dan kami bagi buahnya bersama kalian.’ Maka, mereka menjawab, ‘Kami mendengar dan kami taat.’” (HR. Bukhari)

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Kaedah: Perantara Mempunyai Hukum Tujuannya

Nama eBook: Kaedah: Perantara Mempunyai Hukum Tujuannya
Penulis: Ustadz Ahmad Sabiq Abu Yusuf حفظه الله

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيَّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أما بعد:

Pada pertemuan yang mulia ini akan kita sampaikan sebuah kaedah yang masyhur yakni:

اَلْوَسَائِلُ لَـهَا أَحْكَامُ الْـمَقَاصِدِ

Perantara Mempunyai Hukum Tujuannya.

Terpecah dari kaedah ini beberapa kaedah lainnya yaitu:

مَا لَا يَتِمُّ الْوَاجِبُ إِلَّا بِهِ فَهُوَ وَاجِبٌ

Sebuah perbuatan wajib yang tidak mungkin dikerjakan kecuali dengan mengerjakan sesuatu lainnya, maka sesuatu lainnya tersebut pun dihukumi wajib.

مَا لَا يَتِمُّ الْـحَرَامُ إِلَّا بِهِ فَهُوَ حَرَامٌ

Baca pos ini lebih lanjut