Warga Negara Baik Melahirkan Penguasa yang Baik

WARGA NEGARA BAIK MELAHIRKAN PENGUASA YANG BAIK
:: Redaksi Majalah As-Sunnah ::

Pemimpin yang bersih, jujur, amanah, cerdas, tegas, bersahaja, merakyat dan lain sebagainya tentu menjadi dambaan semua orang yang mengharapkan masa depan yang baik. Ini sudah pasti, namun untuk mewujudkannya bukan hal mudah. Islam sangat menghargai pemimpin yang adil. Pemimpin adil adalah satu diantara tujuh golongan yang mendapatkan naungan Arsy Allah di saat tidak ada naungan sama sekali dari terik sinar matahari yang panas membakar, kecuali naungan Arsy tersebut, Rasulullah صلى الله عليه وسلم menyebutkan bahwa di antara tujuh golongan yang mendapatkan naungan Arsy Allah عزّوجلّ di Hari Kiamat kelak adalah pemimpin yang adil.

Sampai disini, semua sepakat dan menginginkan keadilan pemimpin yang mendatangkan kebaikan untuk Negara dan rakyat yang dipimpinnya. Lalu timbul pertanyaan besar dalam hati, bagaimanakah mewujudkannya? Para Ulama Rabbani mengingatkan bahwa jika kita menginginkan pemimpin yang baik, maka kita harus memulai perbaikan itu dari diri kita dan masyarakat, sebab ada satu kaidah yang sudah baku dan terbukti dalam sejarah, “Sebagaimana keadaan kalian, begitulah keadaan pemimpin kalian.”

Sebagai insan yang beriman kepada Allah عزّوجلّ dan Rasul-Nya, kita berkewajiban mengikuti petunjuk Rasulullah صلى الله عليه وسلم karena kita yakin bahwa Allah satu-satunya Dzat Yang Memutuskan dan Pemberi taufik. Barangsiapa menyimpang dari jalan Nabi-Nya, maka tidak akan beruntung selamanya.

Baca pos ini lebih lanjut

10 Faedah Tentang Qowa’id Fiqhiyyah

Nama eBook: 10 Faedah Tentang Qowa’id Fiqhiyyah
Penulis: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi خفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, kemudian sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad صلي الله عليه وسلم, keluarga dan sahabatnya رضي الله عنهم dan yang mengikuti mereka hingga akhir zaman. Kembali kita posting eBook seri Fawaid yang berjudul 10 Faedah Tentang Qowa’id Fiqhiyyah, kami kutipkan dilaman muka ini fawaid ke-1 dan ke-3:

Fawaid 1: Bila Kaidah Melawan Dalil

Al-Hafizh Ibnu Qoyyim al-Jauziyah رحمه الله pernah mengatakan sebuah ucapan yang patut dicatat dengan tinta emas:

أَمَّ أَنْ نُقَعِّدَ قَاعِدَةً وَنَقُولُ: هَذَا هُوَ الأَصْلُ ثُـمَّ نَرُدُّ السُّنَّةَ لِأَجْلِ تِلْكَ الْقَاعِدَةِ، فَلَعَمْرَ اللهِ لَهـَدْمُ أَلْفِ قَاعِدَةٍ لَـمْ يُؤَصِّلْهَا اللهُ وَرَسُولُهُ أَفْرَضُ عَلَيْنَا مِنْ رَدِّ حَدِيْثٍ وَاحِدٍ

Baca pos ini lebih lanjut

Kaidah Fiqih Seputar Puasa

Nama eBook: Kaidah Fiqih Seputar Puasa
Penulis: Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf حفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah buat Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga dan sahabatnya رضي الله عنهم dan yang mengikuti mereka hingga akhir zaman. Amma ba’du…

Secara Umum Kaidah Fiqih adalah sebuah kaidah yang mencakup berbagai bab dan permasalahan fiqih, seperti kaidah  ‘Hukum asal adat istiadat adalah mubah sampai datang dalil yang mengharamkannya’, Namun, ada beberapa kaidah yang hanya membahas satu masalah saja, diantaranya adalah kaidah-kaidah yang berhubunga dengan puasa yaitu:

  1. Baca pos ini lebih lanjut

Fiqih Ziarah Madinah

Nama ebook: Fiqih Ziarah Madinah
Penulis: Abu Ibrohim Muhammad Ali AM خفظه الله

Pengantar:

Jama’ah haji Indonesia dalam menjalankan ritual ibadah haji selalu menyempatkan diri berziarah ke kota Madinah, 1 dari 2 tanah haram, kota yang baik sebagaimana Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda:

إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى سَمَّى الْمَدِينَةَ طَابَةَ

“Sesungguhnya Alloh Ta’ala menamai kota Madinah dengan nama ‘Thobah’ (kota yang baik)”
Baca pos ini lebih lanjut