Yang Dibolehkan Dalam Ibadah Haji

Nama eBook: Hal-hal Yang Dibolehkan Ketika Haji
Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani  رحمه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Pada beberapa kesempatan terdahulu telah kita utarakan dengan penjang lebar tentang berbagai keyakinan dan amalan yang umum dilakukan kaum muslimin ketika haji padahal hal tersebut tidak dibolehkan dalam syari’at yang mulia ini, adapun kali ini kami posting kebalikan dari hal tersebut yakni hal-hal yang dihindari sebagian jama’ah haji padahal hal tersebut diperbolehkan yakni:

  1. Mandi dan menggosok-gosok kepala, meskipun tidak mimpi basah,
  2. Menggaruk-garuk kepala hingga sebagian rambut berguguran,
  3. Berbekam meskipun harus menggunduli rambut di bagian yang dibekam,
  4. Mencium wangi-wangian atau membuang patahan kuku,
  5. Bernaung di kemah, di bawah payung, atau dalam mobil,
  6. Boleh saja orang yang berihrom itu mengencangkan ikat pinggang di sarung [kain ihrom]-nya. Ia juga boleh mengikatnya bila perlu, boleh mengenakan cincin, jam tangan, dan kacamata.

Temukan penjelasan dan dalilnya pada eBook ini dan kita berdo’a kepada Allah yang Maha Suci Lagi Maha Tinggi agar mengeruniakan kepada kita ilmu yang bermanfaat dan diberi kekuatan untuk menjalankannya, amin…

Download:

 Download PDF atau Download Word

175 Kesalahan Dalam Ibadah Haji

Nama eBook: Bid’ah-Bid’ah Haji
Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani  رحمه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Telah kita posting berbagai kesalahan (baca: Bid’ah) dalam pelaksanaan ibadah haji dalam beberapa postingan, kemudian kami memandang baik untuk menggabungkannya dan dalam eBook ditambah perkataan penulis tentang sebab menjamurnya bid’ah, eBook ini berisi:

  1. Penjelasan penulis tentang bid’ah dan nasehat agar kita menjauhinya,
  2. Bid’ah-bid’ah sebelum ihrom,
  3. Bid’ah-bid’ah ihrom, talbiyah dan sejenisnya,
  4. Bid’ah-bid’ah thowaf,
  5. Bid’ah-bid’ah sa’i,
  6. Bid’ah-bid’ah di Arofah,
  7. Bid’ah-bid’ah di Muzdalifah,
  8. Bid’ah-bid’ah saat melempar jumroh,
  9. Bid’ah-bid’ah saat menyembelih dan mencukur rambut,
  10. Bermacam bid’ah termasuk bid’ah-bid’ah dalam thowaf wada’,
  11. Bid’ah-bid’ah di Madinah,
  12. Bid’ah-bid’ah di Baitul Maqdis.

Download:

 Download PDF atau Download Word

Kesalahan-Kesalahan Ketika Sa’i dan Wukuf

Nama eBook: Kesalahan-Kesalahan Ketika Sa’i dan Wukuf
Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani  رحمه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Sebelumnya telah kita ketengahkan kesalahan-kesalahan yang biasa dilakukan jama’ah haji sebelum berihrom, ketika berihrom, ketika bertalbiyah dan ketika thowaf, adapun pada eBook kali ini kita sajikan kesalahan-kesalahan ketika sa’i antara shofa dan marwa serta kesalahan-kesalahan ketika wukuf di arafah, diantara kesalahan tersebut ialah:

  1. Sengaja berwudhu untuk melakukan sa’i antara Shofa dan Marwa dengan keyakinan bahwa barangsiapa melakukan itu maka akan dituliskan tujuh puluh ribu derajat untuk setiap langkah kakinya,
  2. Naik ke bukit Shofa hingga menyentuhkan badan ke dinding,
  3. Melakukan sa’i empat belas putaran sehingga diakhiri di Shofa,
  4. Sholat dua rakaat setelah selesai sa’i,
  5. Terus melakukan sa’i antara Shofa dan Marwa sementara iqomat sudah dikumandangkan sehingga tidak ikut sholat beijamaah,
  6. Berwuquf di atas Gunung Arofah pada hari kedelapan pada jam tertentu untuk berjaga-jaga agar tidak salah menetapkan hilal,
  7. Menyalakan banyak lilin di malam Arofah di Mina,
  8. Berangkat ke Arofah sebelum waktu wuquf di pertengahan hari Arofah,
  9. Memasuki qubah yang ada di puncak bukit Rohmah yang disebut qubah Adam, sholat di situ bahkan berthowaf di sekelilingnya, seperti thowaf keliling Ka’bah,
  10. Sebagian haji beranjak dari Arofah sebelum terbenamnya matahari.

Download:

 Download PDF atau Download Word

Kesalahan-Kesalahan Sebelum dan Ketika Ihrom

Nama eBook: Kesalahan-Kesalahan Sebelum dan Ketika Ihrom
Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani  رحمه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Berbagai kesalahan-kesalahan yang berhubungan dengan agama sudah sangat tersebar dan bahkan mendarah daging dan kadang seakan-akan itulah yang sesuai syariat agama, yang dinyatakan kesalahan dalam agama berpangkal pada beberapa masalah yang telah kita sebutkan sebelumnya (lihat link berikut), berikut akan disebutkan kesalahan-kesalahan dalam pelaksanaan haji saat sebelum ihrom dan ketika ihrom diantaranya:

  1. Sholat dua rakaat saat keluar untuk berhaji, di rakaat pertama membaca Al-Fatihah dan Al-Kafirun, sementara di rakaat kedua membaca Al-Ikhlash,
  2. Berdzikir dengan keras dan bertakbir ketika mengiringi jamaah haji dan saat menyambut kedatangan mereka,
  3. Azan saat melepas kepergian jamaah haji,
  4. Seorang lelaki berakad dengan seorang wanita yang sudah bersuami sementara ia tidak memiliki mahram untuk berhaji, sehingga terpaksa menumpang mahram kepada lelaki tersebut,
  5. Sholat safar dua rakaat setiap kali singgah di suatu tempat sambil berdoa, “Allohumma anzilni munzalam mubarokaw wa anta khoiru `l-munzilin”,
  6. Mengenakan terompah khusus untuk ihrom dengan ciri-ciri tertentu yang disebutkan dalam beberapa buku,
  7. Berhaji sambil membisu, tidak mau berbicara,
  8. Mengucapkan talbiyah secara berjamaah dan berirama,
  9. Mengunjungi gunung-gunung dan lokasi-lokasi sekitar Mekah, seperti Gunung Hira, gunung yang ada di Mina yang disinyalir merupakan lokasi Al-Fida, dan sejenisnya,
  10. Sengaja sholat di Masjid ‘Aisyah di Tan’im, dan lainnya.

Download:

 Download PDF atau Download Word

5 Pelajaran dari Ibadah Qurban dan Haji

Nama eBook: 5 Pelajaran dari Ibadah Qurban dan Haji
Penulis: Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal حفظه الله

Segala puji bagi Allah, pujian yang terbaik untuk-Nya. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari berbangkit. Amma ba’du:

Insya Allah sebentar lagi akan datang puncak pelaksanaan haji dan ibadah qurban 1437 H, kemudian apa saja pelajaran yang bisa kita ambil dari ibadah qurban dan haji? dalam eBook ini penulis -semoga Allah menjaganya- mensarikan lima pelajaran yang semoga bermanfaat bagi kita sekalian, yakni:

  1. Belajar Ikhlas
  2. Belajar Mengikuti Tuntunan Nabi
  3. Belajar untuk Sedekah Harta
  4. Belajar untuk Meninggalkan Larangan
  5. Belajar untuk Rajin Berdzikir

Silahkan menyimak uraian lima hal tersebut, dan kami berdo’a agar ibadah haji, ibadah qurban dan ibadah kita yang lainnya diterima disisi-Nya, amin…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Hikmah, Hukum dan Manfaat Haji

Nama eBook: Hikmah, Hukum dan Manfaat Haji
Penulis: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz رحمه الله

Pengantar:

Segala puji bagi Allah yang menguasai segala alam, balasan kebaikan bagi orang-orang yang bertaqwa, shalawat dan salam semoga terlimpa pada hamba dan Rasul-Nya, kekasih dan orang pilihan dari hamba-hamba-Nya Nabi Muhammad bin Abdullah, keluarganya, shahabatnya, orang yang meniti di atas jalannya serta orang-orang yang mengambil petunjuknya sampai hari akhir, Amma ba’du:

Syaikh bin Baz diawal risalah setalah memuji Allah عزّوجلّ dan bershalawat untuk Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم mengatakan bahwa haji adalah syi’ar yang agung dimana padanya terdapat maslahat yang besar, saling mengenal dan tolong menolong dalam hal kebaikan, saling menasehati, tafaqquh fiddin, menegakkan kalimat Allah, mengesakan Allah, ikhlas dan lainnya yang merupakan maslahat serta manfaat besar yang tidak dapat dihitung, kemudian beliau berkata:

Dan di antara rahmat Allah عزّوجلّ, Dia mewajibkan haji bagi semua kaum muslimin di timur maupun barat. Kewajiban haji adalah umum bagi laki-laki, wanita, bangsa arab, bangsa asing, penguasa maupun rakyat dengan syarat mempunyai kemampuan, sebagaimana firman Allah عزّوجلّ:

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam” (QS. Ali Imran/3:97)

Kewajiban haji adalah sekali selama hidup. Sebagaimana hadits Rasulullah صلى الله عليه وسلم saat ditanya, ya Rasulullah, apakah haji itu wajib dilaksanakan setiap tahun? Beliau menjawab:

لَا وَلَوْ قُلْتُهَا لَوَجَبَتْ الْحَجُّ مَرَّةٌ فَمَا زَادَ فَهُوَ تَطَوُّعٌ

“Sekiranya saya katakan ya, maka pasti haji akan diwajibkan setiap tahun, namun kewajiban haji itu sekali dalam seumur hidup, siapa yang malaksanakannya lebih dari sekali, maka itu adalah sunnah”

Kemudian syaikh -semoga Allah merahmatinya- menyampaikan berbagai hal terutama hikmah, manfaat dan hukum ringkas seputar haji; semoga kaum muslimin yang akan melakukan haji tahun ini (1437 H) dan tahun-tahun berikutnya mendapat haji yang mabrur, amin…

Download:

Download PDFatau Download Word

Kain Ihram dan Mengingat Kematian

Nama eBook: Kain Ihram dan Mengingat Kain Kafan
Penulis: Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr حفظه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

eBook berikut adalah rangkain tulisan syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr dalam kitab beliau الحج وتهذيب النفوس ‘Haji dan Pendidikan Jiwa’, telah diposting sebelumnya ‘Haji dan Perbaikan Diri’, ‘Haji dan Memenuhi Panggilan Allah, Haji dan Taubat, Haji dan Dzikir, Haji dan Tawakkal’ dan berikut ‘Kain Ihram dan Mengingat Kain Kafan’.

Diantara nasehat dan pelajaran dari haji yaitu apabila seorang muslim telah sampai ke miqat -yang Rasulullah صلى الله عليه وسلم jadikan waktu tersebut untuk mulai berihram- orang yang berhaji kemudian melepaskan pakaiannya dan mengenakan izar untuk bagian bawah tubuhnya, dan rida’ untuk bagian atas tubuhnya tanpa menutup kepala [kain ihram]. Keadaan ini menyamakan semua jamaah haji, tidak ada perbedaan antara yang kaya dan yang  miskin, pemimpin ataupun rakyat jelata. Kesamaan pakaian ini mengingatkan kita pada kain kafan yang mana kita semua akan mengenakannya setelah meninggal. Semua melepaskan pakaiannya dan hanya mengenakan lembaran kain putih yang tidak ada bedanya antara si kaya dan si miskin.

Baca pos ini lebih lanjut

Haji dan Tawakkal

Nama eBook: Haji dan Tawakkal
Penulis: Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr حفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, kita memuji Allah ta’ala dan bersyukur kepada-Nya, kemudian shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarganya, sahabatnya dan pengikutnya yang baik hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut ini adalah eBook ‘Haji dan Tawakkal’ yang merupakan rangkaian kelima tulisan Syaikh Abdurrazzaq tentang ‘Haji dan Pendidikan Jiwa’ dimana sebelumnya telah kita posting ‘Haji dan Perbaikan Diri’, ‘Haji dan Memenuhi Panggilan Allah’, ‘Haji dan Taubat’ dan ‘Haji dan Dzikir’.

Sesungguhnya haji adalah perjalan yang penuh barakah dan agung menuju bumi yang terbaik lagi mulia untuk memenuhi panggilan Allah عزّوجلّ, memburu pahala-Nya, berharap untuk mendapatkan keagungan janji-Nya dan banyaknya balasan-Nya, serta pahala yang melimpah.

Barangsiapa yang keluar dari rumahnya untuk haji yang diniatkan untuk Rabb-nya dengan bertawakkal kepada-Nya dan menyerahkan segala urusannya kepada-Nya. Allah عزّوجلّ telah berfirman:

وَتَزَوَّدُواْ فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

“Berbekallah, dan Sesungguhnya Sebaik-baik bekal adalah takwa” [QS. Al-Baqarah [2]: 197]

Telah disebutkan sebab turunnya ayat ini adalah ketika ada sekelompok manusia keluar untuk haji tanpa membawa bekal, padahal tawakkal kepada Allah عزّوجلّ itu bersamaan dengan menjalankan sebab [usaha], Umar bin Khattab berkata kepada manusia yang tidak membawa bekal untuk haji “sesungguhnya orang yang bertawakkal itu yang membawa biji-bijian dari bumi dan bertawakkal kepada Allah عزّوجلّ”.

Download:
Download PDF atau Download Word

Haji dan Dzikir

Nama eBook: Haji dan Dzikir
Penulis: Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr حفظه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Berikut ini adalah eBook ‘Haji dan Dzikir’ yang merupakan rangkaian faidah, pelajaran, pendidikan jiwa dan hikmah ibadah haji, dimana sebelumnya telah kita posting ‘Haji dan Perbaikan Diri’, ‘Haji dan Memenuhi Panggilan Allah’, dan  ‘Haji dan Taubat’.

Allah عزّوجلّ telah mensyariatkan ibadah haji atas hamba-hamba-Nya untuk mengingat-Nya. Dzikir adalah tujuan dari haji, juga tujuan dari semua ketaatan. Ibadah tidak disyariatkan kecuali karena-Nya. Tidaklah seseorang mendekatkan diri kepada Allah سبحانه و تعالى kecuali dengan mengingat-Nya, dan ibadah haji seluruhnya adalah mengingat Allah جل جلا له. Allah عزّوجلّ berfirman:

فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّينَ.

Maka apabila kamu telah bertolak dari ‘Arafah, berdzikirlah kepada Allah di Masy’arilharam. dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan Sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar Termasuk orang-orang yang sesat. (QS. Al-Baqoroh [2]: 198)

Begitulah ibadah haji itu sebagai dzikir (mengingat) Allah عزّوجلّ, kita melihat dan melaksanakan ibadah dipenuhi ucapan dzikir, doa dan istigfar. Semoga Allah سبحانه و تعالى menjadikan kita semua termasuk dari orang-orang yang berdzikir dan menjauhkan kami dari kelalaian. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar do’a. Allah عزّوجلّ adalah tempat berharap, dan sebaik-baik penolong.

Download:
Download PDF atau Download Word

Haji dan Tobat

Nama eBook: Haji dan Taubat
Penulis: Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr حفظه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Telah kita posting sebelumnya eBook ‘Haji dan Perbaikan Diri’ dan ‘Haji dan Memenuhi Panggilan Allah’, dan di kesempatan ini kita ketengahkan eBook ‘Haji dan Taubat’.

Sesungguhnya haji adalah pintu yang memiliki keberkahan dari pintu-pintu taubat, tempat kembali kepada Allah عزّوجلّ, keluar dari dosa-dosa, dan membebaskan diri dari api neraka, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَنْ حَجَّ وَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

“Barangsiapa yang berhaji dan ia tidak melakukan keburukan dan kefasikan maka ia akan kembali seperti anak yang baru terlahir dari perut ibunya”. (HR. Bukhari: 1820 dan Muslim: 1350)

الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

“Umrah ke umrah yang selanjutnya menghapus dosa diantara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada ganjaran yang pantas baginya kecuali surga”. (HR. Muslim: 1349)

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللهُ فِيْهِ عَبْداً مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُوْ ثُمَّ يُبَاهِيْ بِهِمُ الْمَلَائِكَةَ فَيَقُوْلُ مَا أَرَادَ هَؤُلَاءِ

“Tidak ada suatu hari dimana Allah lebih banyak membebaskan hambanya dari api neraka dibandingkan dengan hari ‘Arofah. Sesungguhnya Dia mendekat (kepada hambanya) dan membanggakan diri kepada para Malaikat dan berfirman: Apakah yang mereka inginkan.” (HR. Muslim: 1348)

Demikianlah bahwa ibadah haji akan menghapuskan dosa, kami memohon kepada Allah سبحانه و تعالى untuk memberi taubat nashuha kepada kita semua, menerima taubat kami, membersihkan kita dari segala kesalahan, dan menerima doa kita, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Menjawab doa.

Download:
Download PDF atau Download Word