Tafsir Surat An-Naazi’aat

Nama eBook: Tafsir Surat An-Naazi’aat (Malaikat-Malaikat yang Mencabut)
Penulis: Imam Ibnu Katsir asy-Syafi’i رحمه الله

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. وَالنَّازِعَاتِ غَرْقًا. وَالنَّاشِطَاتِ نَشْطًا. وَالسَّابِحَاتِ سَبْحًا. فَالسَّابِقَاتِ سَبْقًا. فَالْمُدَبِّرَاتِ أَمْرًا. يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُ. تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ. قُلُوبٌ يَوْمَئِذٍ وَاجِفَةٌ. أَبْصَارُهَا خَاشِعَةٌ. يَقُولُونَ أَئِنَّا لَمَرْدُودُونَ فِي الْحَافِرَةِ. أَئِذَا كُنَّا عِظَامًا نَخِرَةً. قَالُوا تِلْكَ إِذًا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌ. فَإِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَاحِدَةٌ. فَإِذَا هُمْ بِالسَّاهِرَةِ. هَلْ أتَاكَ حَدِيثُ مُوسَى. إِذْ نَادَاهُ رَبُّهُ بِالْوَادِي الْمُقَدَّسِ طُوًى. اذْهَبْ إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى. فَقُلْ هَلْ لَكَ إِلَى أَنْ تَزَكَّى. وَأَهْدِيَكَ إِلَى رَبِّكَ فَتَخْشَى. فَأَرَاهُ الآيَةَ الْكُبْرَى. فَكَذَّبَ وَعَصَى. ثُمَّ أَدْبَرَ يَسْعَى. فَحَشَرَ فَنَادَى. فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الأعْلَى. فَأَخَذَهُ اللَّهُ نَكَالَ الآخِرَةِ وَالأولَى. إِنَّ فِي ذَلِكَ لَعِبْرَةً لِمَنْ يَخْشَى. أَأَنْتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاءُ بَنَاهَا. رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا. وَأَغْطَشَ لَيْلَهَا وَأَخْرَجَ ضُحَاهَا. وَالأرْضَ بَعْدَ ذَلِكَ دَحَاهَا. أَخْرَجَ مِنْهَا مَاءَهَا وَمَرْعَاهَا. وَالْجِبَالَ أَرْسَاهَا. مَتَاعًا لَكُمْ وَلأنْعَامِكُمْ. فَإِذَا جَاءَتِ الطَّامَّةُ الْكُبْرَى. يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الإنْسَانُ مَا سَعَى. وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِمَنْ يَرَى. فَأَمَّا مَنْ طَغَى. وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا. فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى. وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى. فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى. يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا. فِيمَ أَنْتَ مِنْ ذِكْرَاهَا. إِلَى رَبِّكَ مُنْتَهَاهَا. إِنَّمَا أَنْتَ مُنْذِرُ مَنْ يَخْشَاهَا. كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا.

Demi (Malaikat-Malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras, dan (Malaikat-Malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut, dan (Malaikat-Malaikat) yang turun dari langit dengan cepat, dan (Malaikat-Malaikat) yang mendahului dengan kencang, dan (Malaikat-Malaikat) yang mengatur urusan (dunia). (Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama menggoncangkan alam, tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua. Hati manusiapada waktu itu sangat takut, pandangannya tunduk. (Orang-orang kafir) berkata: “Apakah kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan yang semula?” Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang-belulang yang hancur lumat? Mereka berkata: “Kalau demikian, itu adalah suatupengembalian yang merugikan.” Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah dengan satu kali tiupan saja, maka dengan serta merta mereka hidup kembali dipermukaan bumi. Sudahkah sampai kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa, Tatkala Rabb-nya memanggilnya di lembah suci, yaitu lembah Thuwa; Pergilah kamu kepada Fir’aun, susungguhnya dia telah melampaui batas, dan katakanlah (kepada Fir’aun): “Apakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan).” Dan kamu akan kupimpin kejalan Rabb-mu agar kamu takut kepada-Nya. Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar. Tetapi Fir’aun mendustakan dan mendurhakai. Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa), maka ia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya. (Seraya) berkata: “Akulah Rabb-mu yang paling tinggi.” Maka Allah mengadzabnya dengan adzab di akhirat dan adzab di dunia. Sesungguhnyapada yang demikian itu terdapatpelajaran bagi orangyang takut (kepada Rabb-nya). Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya, Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya, dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang. Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. la memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya. Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh, (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu. Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari Kiamat) telah datang. Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya, dan diperlihatkan Neraka dengan jelas kepadasetiap orang yang melihat. Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya Nerakalah tempat tinggalnya). Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabb-nya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. maka sesungguhnya Surgalah tempat tinggal(nya). (Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentanghari berbangkit, kapankahterjadinya?’ Siapakah kamu (sehingga) dapat menyebutkan (waktunya)? Kepada Rabb-mulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya). Kamu hanya memberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari berbangkit). Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore ataupagi. (QS. An-Naazi’aat/79: 1-46)

Selamat menyimak tafsir surat An-Naazi’aat, semoga kita dapat mentadabburinya serta menambah ketaqwaan kita, amin…

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Iklan

Imam Abu Hatim ar-Razi

Nama eBook: Abu Hatim ar-Razi رحمه الله: Peneliti Cacat Hadits
Penyusun: Ustadz Abu Faiz Sholahuddin حفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, kita memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya atas segala nikmat yang dianugerahkan kepada kita, selanjutnya shalawat dan salam kepada  Rasulullah صلى الله عليه وسلم, para Istri beliau, sahabat dan para ulama dan pengikut mereka dengan baik hingga hari berbangkit.

Sunnah Rasulullah صلى الله عليه وسلم adalah tolak ukur seorang muslim dalam menjalankan kehidupannya di dunia ini agar mendapat bekal untuk kehidupan akhirat, sunnah nabi yang dimaksud didini adalah yang betul-betul berasal dari beliau صلى الله عليه وسلم, bukan amalan yang berasal dari hadits dhaif apatahlagi dhaif sekali dan palsu.

Hadits dhaif dan palsu yang diada-adakan manusia sangatlah berbahaya bagi kehidupan beragama seorang muslim, bagaimana tidak.. akibat hadits dhaif dan palsu ia mengamalkannya sepanjang hayatnya namun ia tidak menuai hasil yang baik, untuk memisahkan hadits yang shahih dari yang dhaif bangkitlah para ulama menekuninya diantaranya ialah imam yang terkenal dalam hal ini (peneliti cacat hadits) yaitu Imam Abu Hatim ar-Razi.

Beliau adalah al-Hafizh Abu Hatim ar-Razi Muhammad ibn Idris ibn al-Mundzir ibn Dawud ibn Mihran al-Handhali. Beliau lahir pada tahun 195 H.

Beliau seorang pakar/ahli hadits terkemuka yang sangat populer tentang keahliannya dalam meneliti illah (kecacatan) pada sebuah hadits, bagaikan seorang dokter spesialis yang biasa mendiagnosis penyakit rumit pasiennya, silahkan simak biografi beliau……

Download:

Download CHM atau Download ZIP dan Download Word atau Download PDF