Hukum-Hukum Seputar THOWAF

Nama eBook: Hukum-Hukum Seputar THOWAF
Penulis: Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal حفظه الله

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya, amma ba’du:

Thowaf secara bahasa berarti berputar mengelilingi sesuatu, seperti kita sebut pada thowaf keliling Ka’bah. Secara istilah, thowaf berarti berputar mengelilingi Baitul Harom (Ka’bah).

eBook kali ini secara khusus membahas seputar hukum-hukum yang berkaitan dengan thowaf, yang dibahas terdiri dari:

  1. Macam-macam Thowaf
  2. Hal-Hal yang Diwajibkan dalam Thowaf
  3. Sunnah-Sunnah Thowaf
  4. Perkara yang Dibolehkan Ketika Thowaf
  5. Yang Dilarang dan Dimakruhkan Ketika Thowaf
  6. Apakah Ada Thowaf Wada’ pada ‘Umroh?

Topik tersebut dibahas dengan singkat, padat dan semoga penuh manfaat, amin…

Download:
 Download PDF atau Download Wordatau Download Word

Iklan

Hadits Tentang Jenis-Jenis Makanan

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَنْفَجْنَا أَرْنَبًا بِمَرِّ الظَّهْرَانِ فَسَعَى الْقَوْمُ فَلَغَبُوا فَأَدْرَكْتُهَا فَأَخَذْتُهَا فَأَتَيْتُ بِهَا أَبَا طَلْحَةَ فَذَبَحَهَا وَبَعَثَ بِهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِوَرِكِهَا أَوْ فَخِذَيْهَا فَقَبِلَهُ. رواه البــــــــــــخاري

Dari Anas bin Malik berkata: Kami mengejar seekor arnab (kelinci) di Marri Azh Zhahran, (ia lari) orang-orang berusaha keras (menangkapnya) dan akhirnya merasa letih. Sementara kemudian aku mampu mengejar dan menangkapnya. Aku menghampiri Abu Thalhah dan ia menyembelihnya. Kemudian iamembawakan Rasulullah dengan paha depan dan paha bagian belakangnya dan beliau menerimanya.

عَنْ أَسْمَاءَ قَالَتْ نَحَرْنَا فَرَسًا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَكـَلْنَاهُ. وفي رواية وَنَحْنُ فِي الْمـَدِينَةِ. رواه البخاري بل رواه الجماعة إلا أبا داود و الترمذي

Dari Asma` binti Abi Bakar Radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: “Kami pernah menyembelih seekor kuda pada masa Rasulullah dan kemudian kami memakan dagingnya.” Dalam riwayat lain: “Dan kami berada di Madinah”. (Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari, bahkan diriwayatkan oleh Al Jama’ah kecuali Abu Dawud dan At Tirmidzi).

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى قَالَ غَزَوْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَبْعَ غَزَوَاتٍ نَأْكُلُ الْـجَـَرادَ. رواه البخاري

Baca pos ini lebih lanjut

Sebuah Ijtihad Tidak Bisa Dibatalkan Dengan Ijtihad Lain

Nama eBook: Sebuah Ijtihad Tidak Bisa Dibatalkan Dengan Ijtihad Lain
Penulis: Ustadz Ahmad Sabiq Abu Yusuf حفظه الله

الحمد الله، وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Alhamdulillah, pada kesempatan yang mulia ini kembali kita posting sebuah kaedah fikih yakni:

اَلْاِجْتِهَادُ لاَ يُنْقَضُ بِالْاِجْتِهَادِ

Sebuah Ijtihad Tidak Bisa Dibatalkan Dengan Ijtihad Lain

Ijtihad adalah mengerahkan usaha dan kemampuan untuk mengeluarkan hukum dari dalilnya (Al Qur’an dan As Sunnah).

Makna kaedah ini ialah apabila ada seorang mujtahid yang berijtihad dalam sebuah masalah ijtihadiyyah lalu dia sudah mengamalkan ijtihadnya tersebut, kemudian setelah itu nampaklah bagi dia kekuatan pendapat lainnya kemudian dia memilih pendapat tersebut, maka ijtihadnya yang kedua tidak bisa membatalkan ijtihadnya yang pertama.

Akan tetapi masalah ini hanya berlaku bagi sebuah masalah ijtihadiyyah, yaitu sebuah masalah yang tidak ada nash yang shorih dan shohih padanya atau sebuah masalah yang dalil-dalil-nya kelihatannya saling bertentangan, sehingga para ulama’ banyak berselisih pendapat. Adapun kalau sebuah masalah itu nashnya sangat jelas dan gamblang tidak ada kemungkinan pemahaman lainya, maka bukan masuk dalam kaedah ini.

Dari sini maka masalah ijtihadiyyah ini bisa dibagi menjadi tiga macam, yaitu:

  1. Masalah yang tidak ada dalil yang jelas (dhonniyyah).
  2. Masalah yang telah diputuskan oleh hakim sebelumnya dan dalam koridor ijtihadiyyah.
  3. Masalah taharri (usaha mencari yang paling benar dari berbagai kemungkinan yang juga mungkin benar)

Simak kaedah ini dengan baik,  dan janganlah kita tertipu oleh banyak slogan ini masih dalam ranah ijtihad yang didengungkan para musuh islam baik memakai baju islam maupun tidak, semoga kita terhindar dari fitnah akhir zaman ini, amin…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Sedekah: Keutamaan dan Variannya

Nama eBook: Sedekah: Keutamaan dan Variannya
Disusun oleh: Ali bin Muhammad ad-Dihami

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah atas utusan yang paling mulia, nabi kita Muhammad, dan atas keluarga serta segenap sahabatnya. Amma ba’du:

Sedekah mempunyai keutamaan yang agung, yang sebagian diantaranya terus bermanfaat walau penginfaknya sudah wafat, sebagaimana dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila seorang manusia meninggal dunia terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara, (yaitu) sedekah jariyah, atau ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yang senantiasa mendoakannya.” (HR. Muslim)

Banyak keutamaan sedekah yang lain sebagaimana dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

إِنَّ صَدَقَةَ السِّرِّ تُطْفِيءُ غَضَبَ الرَّبِّ

“Sesungguhnya sedekah yang tersembunyi, (dapat) meredam murka Allah Ta’ala” (Shahih at-Targhib)

كُلُّ امْرِئٍ فِي ظِلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ النَّاسِ

“Setiap orang berada di bawah naungan amalan sedekahnya, hingga digelar pengadilan di antara manusia” (HR. Bukhari dan Muslim).

Masih banyak keutamaan sedekah lainnya yang diulas oleh penulis secara detil dengan menyertakan dalil dari Kitab dan Sunnah, kemudian ia menjelaskan sedekah-sedekah yang paling utama dan ditutup dengan jenis-jenis dari sedekah jariyah, mari kita simak dan semoga kita adalah orang yang mampu bersedekah setiap harinya, amin…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDFatau Download Word

Siksa Neraka

Nama eBook: Siksa Neraka
Penulis: Muhammad Ahmad al-’Amari

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Salah satu pokok aqidah Islam adalah percaya akan adanya Surga dan Neraka dan keduanya telah ada sekarang. Adapun surga adalah tempat yang disediakan bagi orang-orang yang beriman yang tidak menyekutukan Rabb-nya didalamnya terdapat kenikmatan yang tak dapat dikhayalkan dan digambarkan, Adapun penghuni neraka, maka cukup satu sifat yang menggambarkan betapa ngerinya neraka, yang merupakan seburuk-buruk tempat untuk menetap dan tinggal, firman Allah Azza wa Jalla:

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَاماً. إِنَّهَا سَاءتْ مُسْتَقَرّاً وَمُقَاماً

“Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan Kami, jauhkan adzab Jahanam dari kami, Sesungguhnya adzabnya itu adalah kebinasaan yang kekal”. Sesungguhnya Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman”.  (QS. al-Furqaan/25: 65-66)

Dalam eBook ini penulis memaparkan beberapa jenis siksa neraka yang mengerikan -kita berlindung kepada Allah darinya- yang adzabnya tiada terkira perihnya dan didalamnya tidak mati dan tidak pula hidup…

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word