Jual Beli Berdasarkan Suka Sama Suka

Nama eBook: Jual Beli Itu Berdasarkan Atas Rasa Suka Sama Suka
Penulis: Ustadz Ahmad Sabiq Abu Yusuf حفظه الله

Alhamdulillah, kita memuji Allah Subhana wa Ta’ala dan bersyukur kepadan-Nya, kemudian shalawat dan salam bagi nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, kepada keluarganya, sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kemudian, amma ba’du:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّـمَا الْبَيْعُ عَنْ تَرَاضٍ

Dari Abu Sa’id Al Khudri berkata: Rosululloh bersabda “Sesungguhnya jual beli itu atas dasar suka sama suka.”

Hadits ini yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah 2/737 no: 2185 dari jalan Abu Said Al Khudri. Berkata Al Bushiri dalam Az Zawaid: Sanadnya shohih dan para perowinya terpercaya. Juga dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih Ibnu Majah: 1792 dan Irwa: 1283; dan dari hadits ini terambillah sebuah kaedah yakni:

إِنَّـمَا الْبَيْعُ عَنْ تَرَاضٍ

Jual Beli Itu Berdasarkan Atas Rasa Suka Sama Suka

Kaedah ini adalah sebuah kaedah umum yang menunjukkan bahwa semua bentuk transaksi yang dilaksanakan berdasarkan rasa suka sama suka maka itu diperbolehkan selagi tidak terdapat larangan dari Alloh عزّوجلّ dan Rosul-Nya, namun jika bertentangan dengan larangan dari Alloh عزّوجلّ dan Rosul-Nya meskipun dilaksanakan atas dasar suka sama suka maka itu jelas terlarang.

Silahkan baca eBook-nya yang didalamnya akan dijelaskan makna kaedah ini lebih lanjut dan juga pengecualian-pengecualian dari kaedah ini, semoga bermanfaat bagi kita semua, amin…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Iklan

Pengantar Ilmu Kaidah Fiqih

Nama eBook: Pengantar Tentang Kaidah Fiqih
Penulis: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf as-Sidawi حفظه الله

Alhamdulillah kita memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya, kemudian shalawat dan salam buat Nabi kita yang mulia Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari akhir, Amma ba’du:

Kaidah secara bahasa ‘fondasi dan dasar’, sedangkan fiqih secara bahasa ‘pemahaman’. Adapun secara istilah Kaidah fiqih artinya dasar-dasar syar’i yang mencakup luas cabang-cabang permasalahan fiqih untuk diketahui hukumnya.

Setiap kaidah fiqih bersumber dari al-Qur’an, hadits, ijma’ atau qiyas atau maqashid syari’ah (tujuan pokok syari’at).

Bila ditinjau dari luas dan sempitnya pembahasan dan permasalahan, terbagi menjadi tiga macam:

  1. Kaidah-kaidah besar
  2. Kaidah-kaidah tidak besar
  3. Kaidah-kaidah dalam satu bab saja

Demikianlah diantara hal yang diulas oleh penulis dalam eBook ini disamping bahasan lainnya, diakhir tulisan penulis menyebutkan dan membahas tujuan mempelajari kaidah fiqih diantaranya:

  1. Sebuah kaidah fiqhiyyah bisa digunakan untuk mengetahui banyak permasalahan fiqhiyyah yang tercakup dalam pembahasannya.
  2. Penguasaan kaidah fiqhiyyah akan sangat membantu seseorang di dalam memberikan sebuah hukum yang kontemporer dan belum pernah terjadi sebelumnya dengan cara yang mudah.
  3. Mengetahui keindahan syari’at Islam dan intisari syari’at.
  4. Agar ilmu fiqihnya kuat dan kokoh.

Silahkan baca eBook ini dan semoga iman kita semakin kokoh melihat begitu indahnya Islam yang mana tidak satupun permasalah yang tidak ada penjelasannya dalam syari’at…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Kaidah Fiqih: Pertengahan Dalam Ibadah

Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang dianugerahkan-Nya kepada kita, nikmat yang sangat banyak yang tiada dapat kita menghitungnya, kemudian shalawat dan salam teruntuk Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga dan para sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat, Amma ba’du:

Kaedah Fikih yang kita posting pada hari ini adalah:

الْعَدْلُ فِيْ الْعِبَادَاتِ مِنْ أَكْبَرِ مَقَاصِدِ الشَّارِعِ

Pertengahan dalam ibadah termasuk sebesar-besar tujuan syariat

Kaidah ini bermakna Ibadah adalah perkara yang wajib dikerjakan secara adil dan pertengahan. Karena berlebih-lebihan dalam ibadah termasuk pelanggaran yang dilarang oleh syari’at. Bahkan itu bisa menimbulkan rasa jenuh,terputus dari amalan, dan tidak istiqamah dalam mengerjakannya. Demikian pula, hal itu bisa mengakibatkan. gangguan terhadap badan dan kesehatan pelakunya.

Keadilan dan pertengahan adalah ciri menonjol dari agama Islam dan umatnya. Allah عزّوجلّ telah mengkhususkan umat ini dengan syariat yang paling sempurna dan manhaj yang paling lurus. Maka umat Islam senantiasa berada di posisi pertengahan dalam setiap perkara dan setiap sisi kehidupahnya.

Banyak dalil yang menunjukkan dasar kaidah ini, diantaranya:

عَنْ بُرَيْدَةَ الأَسْلَمِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: عَلَيْكُمْ هَدْيًا قَصِدًا فَإِنَّهُ مَنْ يُشَادَّ هَذَا الدِّنَ يَغْلِيْهُ

Dari Buraidah al-Aslami رضي الله عنه, ia berkata, “Rasulullah صلى الله عليه وسلم telah bersabda, “Hendaklah kalian mengikuti petunjukdan beramal sewajarnya (tidak berlebih-lebihan). Sesungguhnya barangsiapa yang memperberat diri dalam agama ini pasti dia akan kalah”

Silahkan simak eBook ini lebih lanjut…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Dibenci Mendahulukan Orang Lain dalam Ibadah

Segala puji bagi Alloh Ta’ala Rabb semesta alam yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, dan yang telah mengutus Nabi-Nya صلى الله عليه وسلم dengan al-Qur’an dan sunnahnya, sehingga tegaklah Islam ini dengan berbagai pokok dan landasan serta kaidah-kaidah dalam segala aspeknya. Shalawat dan salam bagi nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dan juga kepada keluarga, sahabatnya serta setiap orang yang mengikuti sunnahnya hingga akhir zaman, amma ba’du

Umat Islam adalah umat yang merindukan akhirat dan meletakkannya didepan serta meletakkan dunia dibelakang. Inilah salah satu kaedah yang membuktikan hal itu:

الإِيْثَارُ فِي الْقُرَبِ مَكْرُوْهٌ وَفِي غَيْرِهَا مَحْبُوْبٌ

Mendahulukan orang lain dalam masalah ibadah, DIBENCI.
Namun dalam masalah lainnya, DISUKAI.

Dalam eBook ini akan dijelaskan dengan menyertakan contoh dari kisah para sahabat Nabi صلى الله عليه وسلم yang merupakan manusia terbaik dari umat ini.

Kemudian sebagaimana maksud kami untuk mencompile eBook Kaidah Fiqh (versi CHM) dalam sebuah eBook maka dikesempatan ini kami tambahkan eBook 10 Faedah tentang Qowa’id Fiqhiyyah oleh Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi حفظه الله, dengan demikian eBook ini memuat 11 judul.

Semoga usaha ini mendapat keberkahan dari Allah Ta’ala, Amin…

Download:
Dibenci Mendahulukan Orang Lain dalam Ibadah

Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDF mirror  Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDF

10 Kaidah Istiqomah

Nama eBook: 10 Kaidah Istiqomah
Penulis: Syaikh Abdurrozzaq al-Abbad al-Badr حفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah kita bertahmid kepada Allah ta’ala. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga dan sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.

eBook ini membahas berbagai hal yang berkaitan dengan masalah istiqomah, dan pembahasan tentang istiqomah adalah pembahasan yang sangat penting dan memiliki kedudukan yang besar. Oleh karena itu setiap dari diri kita harus selalu memperhatikannya dan memberikan porsi yang besar dan kesungguhan serta penjagaan. Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ. أُوْلَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاء بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Baca pos ini lebih lanjut

Tiga Landasan Utama

Nama ebook: Tiga Landasan Utama
Penulis: Syaikh al-Imam Muhammad bin Abdul Wahab رحمه الله
Format File: chm, ukuran file: 66,4 kb , download disini

Pengantar:

Kemurnian Aqidah dengan mengenal sumbernya yang murni adalah Syarat Mutlak dari diterimanya Ibadah oleh Allah. Berikut ini adalah tulisan Seorang Imam Pembaharu Islam ‘Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab’ dalam Tiga Masalah Utama yang menjadi landasan Agama ini.

Diawal tulisan beliau berkata:
Saudaraku,
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada anda.
Ketahuilah, bahwa wajib bagi kita untuk mendalami empat masalah, yaitu:

  1. Ilmu, yaitu mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya dan mengenal agama Islam berdasarkan dalil-dalilnya.
  2. Amal, yaitu menerapkan ilmu ini.
  3. Da’wah, yaitu mengajak orang lain kepada ilmu ini.
  4. Sabar, yaitu tabah dan teguh dalam mengahadapi segala rintangan dalam menuntut ilmu, mengamalkan dan berdakwah kepadanya.

Baca pos ini lebih lanjut