Diyat Pada Jinayah Anggota Badan

Nama eBook: Hukum Diyat Pada Jinayah Anggota Badan
Disusun oleh: Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid bin Mursidi

الحمد الله، وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Pada beberapa kesempatan yang telah lalu kita telah memposting tentang fikih jinayah, jenis-jenis pembunuhan, qishah dan diyat pada kasus pembunuhan, dan kini kita posting tentang hukum diyat pada jinayah anggota badan. Kita ketahui bersama hukum asal pelaku jinayah adalh qishah, akan tetapi, terkadang hukum asal ini (qishâsh) terhalang dengan beberapa mawâni’ (penghalang), sehingga al-jâni (pelaku jinâyah) diberi hukuman lain sebagai ganti rugi dari kerusakan yang ditimbulkan, yaitu diyat.

Adapun penghalang-penghalang qishah diantaranya:

  1. Al-Ubuwwah: maksudnya pelaku jinâyah adalah bapak dari korban tersebut,
  2. Yang bersangkutan (korban/wali korban) memberikan maaf dan rela dengan diyat,
  3. Tidak sekufu’
  4. Ketidaksengajaan (al-khata’) atau kasus syibhul ‘amdi (mirip disengaja),
  5. Tidak adanya mumâtsalah (sesuatu yang semisal/sebanding) antara pelaku dan korban [ini penghalang khusus bagi jinayah tidak sampai menyebabkan meninggal]

Pada jinâyah ma dûna nafs (non kematian) ini memiliki empat kategori diyat apabila qishâsh terhalang, yaitu:

  1. Diyat pada jinâyah yang berakibat hilangnya salah satu anggota badan
  2. Diyat pada jinâyah yang menimbulkan hilangnya suatu manfaat dari anggota badan.
  3. Diyat pada jinâyah yang berupa luka di kepala, wajah atau badan
  4. Diyat pada jinâyah yang mengakibatkan patah tulang.

Lihat perincian diyat jinayah anggota badan dalam eBook ini dan semoga dengan membaca eBook ini akan menambah kecintaan kita kepada syariat Islam….

Download:

Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDFatau Download Word

Iklan

Hukuman Kejahatan Dalam Islam

Nama eBook: Fikih HUDUD
Disusun oleh: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc حفظه الله

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Salah satu keistimewaan ajaran Islam adalah penegakan hudûd yang merupakan bentuk kesempurnaan rahmat dan kemurahan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada makhluknya.

Allah al-Hâkim (Yang Maha Bijaksana) senantiasa menjaga hak-hak manusia dan menjaga kehidupan mereka dari kezhaliman dan kerusakan. Syariat Islam pun ditetapkan untuk menjaga dan memelihara agama, jiwa, keturunan, akal dan harta yang merupakan adh-Dharûriyât al-Khamsu (lima perkara mendesak pada kehidupan manusia). Sehingga setiap orang yang melanggar salah satu masalah ini harus mendapatkan hukuman yang ditetapkan Syari’at dan disesuaikan dengan pelanggaran tersebut.

Hudûd adalah kosa kata dalam bahasa Arab yang merupakan bentuk jamâ’ (plural) dari kata had, ada yang menyatakan bahwa kata had berarti al-man’u (pencegah), sehingga dikatakan Hudûd Allah Azza wa Jallaa dalah perkara-perkara yang Allah Azza wa Jalla larang melakukan atau melanggarnya.

Menurut syar’i, istilah hudûd adalah hukuman-hukuman kejahatan yang telah ditetapkan oleh syara’ untuk mencegah terjerumusnya seseorang kepada kejahatan yang sama dan menghapus dosa pelakunya.

Hudûd meliputi beberapa jenis: Baca pos ini lebih lanjut

Tafsir Surat Al-Muthaffifiin

Nama eBook: Tafsir Surat Al-Muthaffifiin ( Orang-orang yang Curang )
Penulis: Imam Ibnu Katsir asy-Syafi’i رحمه الله

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ. الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ. وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ. أَلا يَظُنُّ أُولَئِكَ أَنَّهُمْ مَبْعُوثُونَ. لِيَوْمٍ عَظِيمٍ. يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ. كَلا إِنَّ كِتَابَ الْفُجَّارِ لَفِي سِجِّينٍ. وَمَا أَدْرَاكَ مَا سِجِّينٌ. كِتَابٌ مَرْقُومٌ. وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ. الَّذِينَ يُكَذِّبُونَ بِيَوْمِ الدِّينِ. وَمَا يُكَذِّبُ بِهِ إِلا كُلُّ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ. إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا قَالَ أَسَاطِيرُ الأوَّلِينَ. كَلا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ. كَلا إِنَّهُمْ عَنْ رَبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَمَحْجُوبُونَ. ثُمَّ إِنَّهُمْ لَصَالُو الْجَحِيمِ. ثُمَّ يُقَالُ هَذَا الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَ. كَلا إِنَّ كِتَابَ الأبْرَارِ لَفِي عِلِّيِّينَ. وَمَا أَدْرَاكَ مَا عِلِّيُّونَ. كِتَابٌ مَرْقُومٌ. يَشْهَدُهُ الْمُقَرَّبُونَ. إِنَّ الأبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ. عَلَى الأرَائِكِ يَنْظُرُونَ. تَعْرِفُ فِي وُجُوهِهِمْ نَضْرَةَ النَّعِيمِ. يُسْقَوْنَ مِنْ رَحِيقٍ مَخْتُومٍ. خِتَامُهُ مِسْكٌ وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ. وَمِزَاجُهُ مِنْ تَسْنِيمٍ. عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا الْمُقَرَّبُونَ. إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا كَانُوا مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا يَضْحَكُونَ. وَإِذَا مَرُّوا بِهِمْ يَتَغَامَزُونَ. وَإِذَا انْقَلَبُوا إِلَى أَهْلِهِمُ انْقَلَبُوا فَكِهِينَ. وَإِذَا رَأَوْهُمْ قَالُوا إِنَّ هَؤُلاءِ لَضَالُّونَ. وَمَا أُرْسِلُوا عَلَيْهِمْ حَافِظِينَ. فَالْيَوْمَ الَّذِينَ آمَنُوا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُونَ. عَلَى الأرَائِكِ يَنْظُرُونَ.هَلْ ثُوِّبَ الْكُفَّارُ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ.

Baca pos ini lebih lanjut