Hukum Perayaan HAUL

Nama eBook: Hukum Perayaan HAUL
Penulis: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf as-Sidawi حفظه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Penulis -semoga Allah menjaganya- diawal eBook berkata:

Di tanah air Indonesia ini, perayaan haul seorang syaikh, wali, sunan, kiai, habib, atau tokoh lainnya bukanlah hal yang asing bagi kebanyakan kita. Di pinggir-pinggir jalan sering dipajang spanduk bertuliskan “Hadirilah acara peringatan haul Syaikh—fulan—yang ke—sekian kalinya.”

Acara haul sudah merupakan upacara ritual seremonial yang biasa dilakukan oleh umumnya masyarakat Indonesia untuk memperingati hari kematian seseorang. Awalnya, acara ini biasanya diselenggarakan setelah proses penguburan, kemudian berlanjut setiap hari sampai hari ke-7. Lalu diselenggarakan lagi pada hari ke-40 dan ke-100. Untuk selanjutnya acara tersebut diadakan tiap tahun di hari kematian si mayit atau yang masyhur dikenal dengan “haul” yang berarti “tahun” dalam bahasa Arab.

Perayaan haul dengan berbagai variasi acaranya cukup memukau banyak kalangan, dihadiri oleh para tokoh agama dan petinggi daerah. Masyarakat pun berjubel-jubel antusias menghadirinya dengan berbagai macam keyakinan dan tujuan hingga tanpa disadari acara ini seakan menjadi suatu kelaziman. Konsekuensinya, bila ada yang tidak menyelenggarakan acara tersebut berarti telah menyalahi adat dan akibatnya diasingkan dari masyarakat. Bahkan, lebih jauh lagi, acara tersebut seolah-olah membangun opini muatan hukum yaitu sunnah atau wajib dikerjakan, dan sebaliknya bid’ah dan salah bila ditinggalkan.

Hal yang sangat mengherankan adalah kurangnya usaha banyak orang untuk mencari kebenaran tentang status hukum perayaan ini ditinjau dari sudut pandang syari’at Islam yang mulia. Oleh karena itu, penting sekali adanya penjelasan secara ilmiah dan komprehensif tentang masalah yang menjadi pro dan kontra ini sehingga tidak menyisakan celah-celah perdebatan dan keraguan pada masyarakat kaum muslimin tentang hakikat perayaan ini. Berikut ini adalah usaha sederhana untuk mengupas masalah ini. Semoga bermanfaat…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download Word atau Download PDF

Iklan

Makanan Acara Kematian

Nama eBook: Makanan Acara Kematian
Penyusun: Ustadz Aris Munandar حفظه الله

Pengantar:

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَعْفَرٍ قَالَ لَمَّا جَاءَ نَعْيُ جَعْفَرٍ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اصْنَعُوا لِأَهْلِ جَعْفَرٍ طَعَامًا فَإِنَّهُ قَدْ جَاءَهُمْ مَا يَشْغَلُهُمْ

Dari Abdullah bin Ja’far رضي الله عنهما, tatkala kabar kematian Ja’far رضي الله عنه sampai kepada Nabi صلى الله عليه وسلم, beliau bersabda, “Buatkan makanan untuk keluarga Ja’far karena saat ini ada sesuatu yang menyibukkan mereka.” (HR at-Tirmidzi no. 1014 dll. At-Tirmidzi menilai hadits ini sebagai hadits hasan.)

Setelah menyebutkan hadits tersebut imam Tirmidzi -semoga Allah merahmati beliau- berkata:

وَقَدْ كَانَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ يَسْتَحِبُّ أَنْ يُوَجَّهَ إِلَى أَهْلِ الْمَيِّتِ شَيْءٌ لِشُغْلِهِمْ بِالْمُصِيبَةِ وَهُوَ قَوْلُ الشَّافِعِيِّ

“Sebagian ulama menganjurkan agar ada suatu makanan yang dikirimkan kepada keluarga mayit karena saat ini mereka sibuk dengan musibah yang terjadi. Ini adalah pendapat al-lmam asy-Syafi’i.”

Namun dibanyak tempat dinegeri kita ini yang terjadi adalah kebalikannya, dimana diadakan acara di rumah keluarga mayit dan disertai makan-makan, semoga Allah azza wa jalla menunjuki kita kaum muslimin mengikuti sunnah utusan-Nya Muhammad  shallallahu alaihi wasallam, Amin…

Catatan: file CHM link pertama kami gabungkan dengan eBook sebelumnya yakni Ulama Syafi’iyyah VS Tahlilan, sedangkan CHM link mirror kami gabungkan dengan eBook hadits lainnya, semoga bermanfaat…

Download:

Download:
Download CHMmirror Download CHM atau Download PDF atau Download Word