Mulia Dengan Tawadhu’

Segala puji bagi Alloh, Rabb semesta alam, sholawat dan salam buat Nabi kita Muhammad, semoga selawat dan salam juga terlimpahkan buat keluarga dan para sahabatnya serta orang-orang yang tetap berpegang teguh dengan petunjuk mereka sampai hari berbangkit. Amma ba’du,

مَا مِنْ آدَمِيْ إِلاَّ فِيْ رَأْسِهِ حَكَمَةٌ بِيَدِ مَلَكٍ فَإِذَا تَوَاضَعَ قِيْلَ لِلْمَلَكِ ارْفَعْ حَكَمَهُ وَإِذَا تَكَبَّرَ قِيْلَ لِلْمَلَكِ ضَعْ حَكَمَهُ

“Tidak ada seorang bani Adam kecuali ada dikepalanya hakamah (seperti tali kekang kuda) ditangan seorang malaikat. Jika dia bertawadhu’ (rendah hati) maka dikatakan kepada malaikat tersebut: angkat hakamahnya dan jika sombong dikatakan kepada malaikat tersebut: pakaikan hakamahnya”.

Hadits ini diriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu  ‘anhuma oleh Imam ath Thabraniy rahimahullah dalam al Mu’jam al Kabir 3/182/1. Pada sanadnya ada Ali bin Zaid bin Jud’an seorang perawi yang memiliki sedikit kelemahan dalam hafalannya, sebagian ulama masih menganggap baik atau hasan haditsnya. Demikian juga al Hakim rahimahullah  meriwayatkan hadits ini dengan sanad yang sama dalam al Mustadrak 2/591. Adz Dzahabiy rahimahullah berkata: “Sanadnya baik”. Al Haitsamiy rahimahullah dalam Majma’ Zawa’id 8/82 berkata: “Diriwayatkan oleh at Thabraniy dan sanadnya hasan”. Demikian juga Imam al Mundziriy rahimahullah  dalam at Targhib 4/16 menghasankan sanad hadits ini. Al Uqailiy rahimahullah dalam adh Dhu’afa’ no. (427), Ibnu Adi rahimahullah dalam al Kamil 2/322 dan adh Dhiya’ rahimahullah dalam al Muntaqa Min Masmu’atihi Bi Marw meriwayatkan dari al Minhal bin Kholifah dari Ali bin Zaid bin Jud’an dari Said bin al Musayyib dari sahabat Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu . Syaikh al-Albani rahimahullah menilai hadits ini sebagai hadits hasan lighairihi dalam kitab Shahih At-Targhib Wa Tarhib no. 2895 dan Silsilah Ahadits Shahihah no, 538.

Silahkan simak lebih lanjut tentang syarah hadits ini yang didalamnya akan dijelaskan kosa kata hadits, penjabaran hadits ini, makna dan hakekat tawadhu’, larangn bersikap sombong dan faedah-faedah dalam hadits ini…

Download:
Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDF atau Download Word

Sikap Kita Terhadap Para Sahabat

Nama eBook: Sikap Kita Terhadap Para Sahabat
Penulis: Syaikh Abdurrozzaq bin Abdul Muhsin al-Badr خفظه الله

Pengantar:

Sesungguhnya Allah عزّوجلّ mengabarkan bahwa Allah سبحانه و تعالى telah ridha kepada para Sahabat dan mereka pun ridha kepada Allah عزّوجلّ. Allah سبحانه و تعالى berfirman:

وَالسَّابِقُونَ الأوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. (QS. at-Taubah [9]: 100)

Dalam ayat yang mulia tersebut Allah سبحانه و تعالى menyebutkan bahwa yang Ia ridha-i adalah Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka…dan kemudian dilanjutan ayat disebutkan bagi merekalah surga.

Namun sikap manusia kadang malah menghinakan, meremehkan bahkan mengkafirkan para sahabat seperti kaum Syiah dan orang-orang sok ulama zaman ini seperti JIL, untuk terhindar dari semua hal tersebut bacalah eBook ini  ‘Beginilah Seharusnya Sikap Kita Terhadap Para Sahabat

Download:
Beginilah Seharusnya Sikap Kita Terhadap Para Sahabat

Download CHM atau Download ZIP mirror Download CHM atau Download ZIP