Kewajiban Orang Sakit

Nama eBook: Hal-Hal yang Diwajibkan Atas Orang yang Sedang Sakit
Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani  رحمه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Seorang muslim walau sedang sakit mempunyai kewajiban-kewajiban yang mesti ia laksanakan, dalam eBook ini tidak akan dibahas tentang kewajiban ibadah yang memang mesti kita laksanakan seperti bersuci dan sholat, atau berupaya mengobati sakitnya, namun adalah perkara-perkara yang lebih khusus yang mestinya diamalkan setiap orang yang sakit diantaranya:

  1. Bagi orang yang sedang sakit, hendaknya ia rela dengan apa yang telah menjadi ketentuan Allah عزّوجلّ. Ia juga harus berlaku sabar atas apa yang telah ditakdirkan-Nya, dan hendaknya berbaik sangka terhadap Rabb-nya,
  2. Orang yang tengah sakit hendaknya selalu dalam kondisi antara takut dan penuh pengharapan (harap-harap cemas). Merasa takut akan azab Allah akibat dosa yang dilakukannya, dan mengharap akan rahmat-Nya,
  3. Bagaimanapun parah sakitnya, seseorang dilarang untuk mengharapkan kematian, namun boleh berdo’a,
  4. Apabila ada kewajiban-kewajiban yang harus ditunaikan hendaklah ia segera tunaikan kepada pemilik-pemiliknya bila hal itu mudah dilakukan. Namun bila tidak, hendaknya ia berwasiat mengenai hal itu,
  5. Hendaklah menyegerakan untuk berwasiat,
  6. Wajib baginya berwasiat (tentang harta) untuk para kerabat yang tidak mewarisinya,
  7. Ia berhak berwasiat dengan sepertiga hartanya dan tidak boleh lebih dari itu. Bahkan lebih afdal kurang dari sepertiga,
  8. Hendaklah seseorang ketika berwasiat disaksikan oleh dua orang muslim yang adil (dapat dipercaya),
  9. Adapun memberikan wasiat (tentang harta) kepada kedua orang tua dan kerabat yang menjadi ahli waris tidaklah diperbolehkan,
  10. Diharamkan bagi seseorang mewasiatkan sesuatu yang berdampak negatif atau membuat mudarat,
  11. Wasiat yang ada unsur kezalimannya adalah batil dan tertolak,
  12. Mengingat kebanyakan orang, khususnya pada masa sekarang, melakukan berbagai bid’ah dalam ajaran agama, terlebih dalam masalah jenazah, maka sudah merupakan keharusan seorang muslim untuk mewasiatkan kelak mayatnya diurus dan dikebumikan sesuai dengan ajaran Rasulullah صلى الله عليه وسلم.

Silahkan simak dalil dan penjabarannya dalam eBook-nya, dan semoga kita meninggal dalam agama Allah dan diatas sunnah Nabi-Nya, amin…

Download:

 Download PDF atau Download Word

Apakah Hutang Menghalangi Kewajiban Zakat?

Nama eBook: Apakah Hutang Menghalangi Kewajiban Zakat?
Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc حفظه الله

الحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد، أما بعد:

Salah satu syarat harta yang wajib dizakati adalah dimiliki secara penuh. Artinya bahwa seseorang memiliki harta tersebut secara penuh, tidak ada pihak lain yang bersyarikat dalam harta itu sehingga dia bebas menggunakan harta itu tanpa ada yang menghalanginya.

Permasalahan muncul pada harta hutang yang di satu sisi seseorang dapat menggunakannya secara bebas karena sudah menjadi miliknya, namun di sisi lain ada kewajiban mengembalikan kepada orang yang berpiutang, sehingga seakan-akan ada dua kepemilikan terhadap harta hutang itu. Apalagi saat ini, banyak sekali orang yang mengembangkan proyek bisnis dengan hutang yang muncul dari transaksi bisnis yang bisa berefek kepada pembayaran zakat.

Apabila kita memiliki harta tapi juga memiliki hutang, apakah hutang tersebut berpengaruh dalam zakatnya? temukan jawabannya dalam eBook berikut…

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Hak-Hak Jalan

Nama eBook: Hak-Hak Jalan
Penulis: Ustadz Abu Humaid Arif Syarifuddin حفظه الله

Alhamdulilah, shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Islam adalah ajaran paripurna yang mengajarkan kepada umatnya tentang berbagai aspek kehidupan, termasuk yang berkaitan dengan hak-hak jalan dan adab-adab ketika duduk-duduk di tempat-tempat yang biasa dilewati oleh khalayak manusia, hal ini sekaligus menunjukan, kebaikan dan keindahan ajaran Islam, yakni apabila hal-hal tersebut diamalkan oleh manusia, niscaya akan mendatangkan kedamaian dan ketentraman dalam kehidupan mereka di dunia, adab tersebut sebagaimana disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْفِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُم مِّنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىكَثِيرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَاإِيَّاكُمْ وَالْجُلُوسَ عَلَى الطُّرُقَاتِ، فَقَالُوا: مَا لَنَا بُدٌّ إِنَّمَا هِيَ مَجَالِسُنَا نَتَحَدَّثُ فِيهَا، قَالَ: فَإِذَا أَبَيْتُمْ إِلَّا الْمَجَالِسَ فَأَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهَا، قَالُوا: وَمَا حَقُّ الطَّرِيقِ، قَالَ: غَضُّ الْبَصَرِ وَكَفُّ الْأَذَى وَرَدُّ السَّلَامِ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ

“Janganlah kalian duduk-duduk di (tepi) jalanan,” mereka (para sahabat) berkata, “Sesungguhnya kami perlu duduk-duduk untuk berbincang-bincang.” Beliau berkata, “Jika kalian tidak bisa melainkan harus duduk-duduk, maka berilah hak jalan tersebut,” mereka bertanya, “Apa hak jalan tersebut, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, [1] “Menundukkan (membatasi) pandangan, [2] tidak mengganggu (menyakiti orang), [3] menjawab salam, [4] memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca pos ini lebih lanjut

Mari Sholat Berjama’ah

Nama eBook: Sholat Berjama’ah
Penyusun: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi حفظه الله

Pengantar:

Allah عزّوجلّ berfirman tentang pensyariatan Sholat Khouf (dalam keadaan takut):

وَإِذَا كُنتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلاَةَ فَلْتَقُمْ طَآئِفَةُ مِّنْهُم مَّعَكَ وَلِيَأْخُذُوا أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا فَلْيَكُونُوا مِن وَرَآئِكُمْ وَلْتَأْتِ طَآئِفَةٌ أُخْرَى لَمْ يُصَلُّوا فَلْيُصَلُّوا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ

Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat bersamamu) sujud (telah menyempurnakan satu rakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum shalat, lalu shalatlah mereka denganmu. (QS. An Nisa’/4: 102)

 Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِحَطَبٍ فَيُحْطَبَ ثُمَّ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَيُؤَذَّنَ لَهَا ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيَؤُمَّ النَّاسَ ثُمَّ أُخَالِفَ إِلَى رِجَالٍ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku berkeinginan untuk memerintahkan dengan kayu bakar lalu dibakar, kemudian aku memerintahkan agar adzan dikumandangkan. Lalu aku juga memerintah seorang untuk mengimami manusia, lalu aku berangkat kepada kaum laki-laki (yang tidak shalat) dan membakar rumah-rumah mereka.” (HR. Bukhari 644 dan Muslim 651)

Dengan kedua dalil tersebut maka para ulama menyebutkan akan wajibnya sholat berjama’ah. Syariat sholat berjam’ah bagi laki-laki disepakati oleh para ulama, Imam an-Nawawi asy-Syafi’i berkata: “Shalat berjamaah diperintahkan berdasarkan hadits-hadits yang shahih dan masyhur serta ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin. (AlMajmu’ 4/84)”

Sebuah ucapan yang sering kita dengar, “Masalah ini kan diperselisihkan para ulama, kenapa kita mesti ngotot. Bukankah kita harus toleran dan berlapang dada dalam masalah khilafiyah?! Kami katakan, “Kalimatul Haq urida biha bathil (Ucapan benar tapi dimaksudkan untuk kebatilan” bukankah alasan di atas hanya untuk……………. Tahukah anda maksud mereka di balik itu?! Sesungguhnya mereka hanya ingin lari dari shalat berjamaah.

Dengarkan ucapan imam an-Nawawi yang beliau adalah Imam besar dalam Madzhab Syafi’i (orang Indonesia menyandarkan kepada madzhab Syafi’i) berikut: “Tidak ada rukhsah (keringanan) dalam meninggalkan jama’ah, baik kita katakan sunnah atau wajib/fardhu kifayah kecuali karena udzur umum atau khusus.” (Raudhah Tholibin I/344 oleh Imam Nawawi asy-Syafi’i)

Semoga dengan membaca keterangan dalam eBook ini akan lebih memantapkan hati kita umat muslim memakmurkan Masjid-masjid diseluruh nusantara ini, amin…

Download:

Download CHMatau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Baca pula: Sholat Khauf

Wajibnya Mengikuti Rasulullah

Nama eBook: Wajibnya Ittiba’ Kepada Rasûlullâh صلى الله عليه وسلم Sebagai Perwujudan Syahadatain
Penulis: Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas حفظه الله

Pengantar:

Kita bersyukur kepada Allâh Ta’âla atas segala nikmat yang telah dikaruniakan kepada kita. Nikmat yang Allâh Ta’âla karuniakan kepada kita sangat banyak dan tidak dapat kita hitung, shalawat dan salam teruntuk nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga dan sahabatnya amma ba’du:

Setiap orang yang meyakini Islam sebagai agamanya, pada hakikatnya telah menyatakan persaksian dan pengakuannya dengan dua kalimat syahadat:

أشهد أن لا إله الله إلا الله وأشهد أن محمد رسول الله

Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allâh, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allâh.

Syahadat لا إله الله إلا الله ialah persaksian hanya Allah سبحانه و تعالى saja yang berhak diibadahi dengan benar tanpa menyekutukannya dengan apa dan siapapaun, dan inilah hakikat diciptakannya manusia:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Baca pos ini lebih lanjut

Petunjuk Nabi Bagi yang Berhutang

Nama eBook: Petunjuk Rasulullah Bagi yang Berhutang
Penulis: Ustadz Nur Kholis bin Kurdian حفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, kita bersyukur dan memuji Allah Rabb sekalian alam, selanjutnya shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم yang memberikan kita petunjuk dalam semua hal termasuk dalam berhutang dan membayarnya.

Pada dasarnya, hukum berhutang adalah mubah (boleh). Meskipun demikian, Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengajarkan kepada kita doa untuk berlindung dari lilitan hutang.

Penulis -semoga Allah menjaganya- menyebutkan doa tersebut dan menjelaskan bahwa hutang tidak dapat diampuni oleh Allah bahkan jika iapun mati syahid.

Selanjutnya penulis menjelaskan dengan singkat empat petunjuk nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم dalam berhutang agar kita selamat di dunia dan akhirat.

“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.”

Download:
Download PDF atau Download Word

5 Adab Wajib Bagi Wanita

Nama eBook: 5 Adab Wajib Bagi Kaum Wanita
Penulis: Ustadz Abu Ammar al-Ghoyami خفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, kita memuji Allah dengan pujian yang banyak, baik lagi penuh berkah. Shalawat dan salam bagi Rasulullah صلى الله عليه وسلم, keluarganya, sahabatnya dan yang mengikuti mereka hingga akhir zaman, amma ba’du:

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan adalah setara dalam pandangan syari’at, karena wanita adalah saudara kandung kaum laki-laki. Karena hal tersebut seluruh syari’at Alloh yang dijelaskan di dalam al-Qur’an maupun as-Sunnah wajib ditunaikan perintah-perintahnya dan wajib ditinggalkan larangan-larangannya oleh dua jenis manusia tersebut. Kecuali bila memang ada syari’at tertentu yang dikhususkan oleh Alloh atau oleh Rosululloh صلى الله عليه وسلم bagi setiap jenis tersebut secara tersendiri.

Berikut ini adalah eBook yang menguraikan beberapa perintah serta larangan dalam al-Qur’an yang khusus bagi kaum wanita. Dan perlu diingat bahwa yang akan diuraikan di sini bukan keseluruhan perintah maupun larangan yang terdapat di dalam al-Qur’an, namun hanya sebagiannya saja. Semoga yang hanya sebagian ini banyak bermanfaat bagi saudari-saudari kita kaum wanita muslimah. Amin

Download:
5 Adab Wajib Bagi Wanita

Download CHM atau Download ZIP

Tulisan terkait:
Peran Wanita Dalam Islam
Wanita-wanita Pengukir Sejarah Islam
Kisah Wanita-wanita Teladan
Wanita dan Thaharah
Hukum Haid, Nifas dan Istihadhah