Meninggal di Lautan

Nama eBook: Meninggal di Lautan
Disusun oleh: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc حفظه الله

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Lautan memiliki urgensi dalam kehidupan manusia, dimana ia menjadi sarana berlayar bagi kapal-kapal yang membawa berbagai macam barang yang dibutuhkan manusia. Mereka berlayar di atas lautan berhari-hari bahkan berbulan-bulan lamanya. Allah عزّوجلّ memberikan kemudahan bagi kapal-kapal untuk membelah ombak lautan yang ganas dengan ujung depannya. Ini adalah salah satu nikmat yang Allah عزّوجلّ limpahkan kepada manusia yang wajib disyukuri.  Allah عزّوجلّ berfirman:

وَتَرَى الْفُلْكَ مَوَاخِرَ فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur. (QS. an-Nahl/16:14)

Perjalanan yang jauh ditempuh oleh kapal laut terkadang mengalami kejadian-kejadian yang tidak diinginkan, seperti meninggal dunia diatas perahu atau kapal, padahal terkadang kapal atau perahu tersebut tidak mendapatkan daratan dalam waktu yang lama, lalu bagaimana mengubur jenazah tersebut? dan apakah keutamaan mati tenggelam? silahkan simak eBook ini dan semoga bermanfaat, amin…

Download:
Download PDF atau Download Word

Shalat di Atas Perahu dan Kapal Laut

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيَّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أَمَّ بَعْدُ

Terkadang aktifitas mengharuskan seorang Muslim metewati lautan dengan perahu atau kapal laut. Apalagi di wilayah yang memiliki lautan lebih luas daripada daratannya, seperti wilayah Negara Indonesia. Sehingga terkadang keberadaannya dilautan memakan waktu yang cukup lama, bukan lagi dalam hitungan jam tapi terkadang berhari-hari di tengah laut bahkan suku laut di negeri kita ini ‘Indonesia’ benar-benar bertempat tinggal diatas perahu, padahal setiap Muslim diwajibkan shalat fardhu lima waktu sehari semalam dalam semua keadaannya.

Lalu bagaimanakah cara melakukan shalat [shalat fardhu dan sunnah] di atas perahu, dan bagaimanakah tentang kewajiban menghadap kiblat, maka temukan jawabannya dalam eBook ini…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word