Biografi Imam Ahmad

Nama eBook: Biografi Imam Ahmad bin Muhammad bin Hambal
Penulis: Walid bin Muhammad Nubaih

Alhamdulillah, kita bersyukur dan memuji Allah ta’ala dengan pujian yang mana lisan kita selalu memuji-Nya, selanjutnya sholawat dan salam bagi Rasulullah Muhammad bin Abdillah, kepada keluarganya, sahabatnya dan yang mengikuti sunnah mereka hingga akhir zaman. Amma ba’du:

Allah memelihara dan menjaga agama ini dengan memunculkan orang-orang yang mentajdid agama-Nya dan menjaga atsar-atsar Rasul-Nya serta mengibarkan panji-panji Sunnah. Dia azza wa jalla telah menentukan insan-insan terpilih yang ‘udul (terpercaya) yang menghidupkan Sunnah Nabi shallallahu alaihi wasallam, membela dan menyebarkannya di tengah umat. Mereka menjadi pelita yang menerangi jalan umat, dan menyinari hati kaum Muslimin dengan ilmu yang diwariskan, nasehat yang disampaikan, akhlak mulia yang dipraktekkan, dan ibadah yang ditekuni.

Salah satu atu dari mereka tersebut yakni Imam Ahmad yang seluruh umat sepakat dengan ilmu dan kemuliannya.

Nama beliau Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal bin Asas bin Idris bin ‘Abdullah bin Hajyan bin ‘Abdullah bin Anas bin ‘Auf bin Qasith bin Mazin bin Syaiban bin Dzahal Tsa’labah bin Akabah bin Sha’ab bin ‘Ali bin Bakar bin Muhammad bin Wa’il bin Qasith bin Afshiy bin Damiy bin Jadhah bin Asad bin Rabi’ah bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan. Beliau lebih dikenal dengan Ahmad bin Hanbal (dinisbatkan kepada kakeknya) dan setelah beliau memiliki putra maka lebih dikenal dengan kun-yah beliau yakni Abu ‘Abdillah.

Beliau adalah salah satu dari 4 imam madzhab, yang madzhab beliau dikenal dengan madzhab Hanbali (Hanabilah), beliau adalah ahli hadits dan bahkan guru para ahli hadits dan seorang yang faqih; beliau adalah iman Ahlus Sunnah.

Tidak terhitung pujian para ulama kepadanya, berkata seorang Ahli Hadits terkemuka dan ternama, Imam Ali al-Madini, “Semoga Allah عزّوجلّ memelihara Ahmad bin Hanbal, karena ia pada hari ini menjadi hujjah Allah عزّوجلّ atas segenap makhluk-Nya.”

Imam al-Khatib al-Bagdadi meriwayatkan dari Imam Ali al-Madini juga bahwa ia berkata, “Sungguh Allah telah memuliakan/menolong agama ini dengan dua orang imam dan tidak ada yang ketiga, yaitu dengan Abu Bakar ash-Shiddiq pada hari riddah (terjadi murtad massal), dan dengan Ahmad bin Hambal pada hari mihnah (fitnah yang mana dipaksakan oleh pemerintah untuk meyakini bahwa al-Qur’an adalah makhluk).

Karena keteguhan imam Ahmad dalam menyatakan bahwa Al-Qur’an adalah Kalamullah bukan makhluk, maka beliau mendapat siksaan yang sangat keras, namun berkat kekuatan dan ketabahannya maka beliau dapat melewatinya hingga badai fitnah tersebut pergi.

Demikian sekelumit yang sebagian dipaparkan dalam eBook yang singkat ini, semoga Allah merahmati imam Ahmad bin Hanbal dan meninggikan derajatnya, dan semoga kita dikumpulkan bersama beliau bersama para nabi, para shiddiqin, para syuhada dan orang-orang yang shaleh, amin..

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Imam Syafi’i dan Dzikir Berjama’ah

الحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد

Alhamdulillah, dengan pertolongan Allah yang Mahaperkasa dan Mahamendengar yang Dia dekat dengan hamba-Nya…Karena Allah dekat dengan hamban-Nya dan Mahamendengar maka Ia memerintahkan hamba-Nya berdo’a dan berdzikir dengan suara yang lembut dan tidak mengeraskannya, Ia Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

ادْعُواْ رَبَّكُمْ تَضَرُّعاً وَخُفْيَةً إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut, Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (QS. Al A’raf/7: 55)

وَاذْكُر رَّبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعاً وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالآصَالِ وَلاَ تَكُن مِّنَ الْغَافِلِينَ

Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, di waktu pagi dan petang, dan dengan tidak mengeraskan suara, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. (QS. Al A’raf/7: 205)

Baca pos ini lebih lanjut

Ulama Syafi’iyyah VS Tahlilan

Nama eBook: Ulama Syafi’iyyah VS Tahlilan
Penulis: Ustadz Abu Ubaidah Mukhtar as-Sidawi خفظه الله

Pengantar:

Istilah “tahlilan” atau “slametan” sudah sangat populer di telinga kita semua, lantaran sudah menjadi adat istiadat klasik dan tradisi mayoritas kaum muslimin termasuk negeri Indonesia Raya ini, baik pedesaan maupun perkotaannya. Ritual yang satu ini seakan sudah mendarah daging dan menjadi prevalensi (kelaziman) yang mengikat masyarakat tatkala tertimpa musibah kematian sehingga sangat jarang keluarga yang tidak menyelenggarakan ritual ini karena takut diasingkan masyarakatnya.

Ironinya, mereka menganggap ritual ini merupakan salah satu bentuk ibadah. Mereka juga mencuatkan opini publik bahwa ritual ini adalah ciri khas penganut madzhab Syafi’i.

Benarkah demikian…sama sekali tidak bahkan bertolak belakang dengan para ulama madzhab Syafi’iyah dimana mereka mengingkari dengan tegas ritual semacam ini dengan bebagai variasinya…apa iya?!

Ya..itu benar lihatlah perkataan para ulam Syafi’iyyah berikut:

1. Imam Syafi’i berkata:

“Dan saya membenci berkumpul-kumpul (dalam kematian) sekalipun tanpa diiringi tangisan karena hal itu akan memperbaharui kesedihan dan memberatkan tanggungan (keluarga mayit) serta berdasarkan atsar (hadits) yang telah lalu. “

2. Imam Nawawi mengutip perkataan Imam Ibnu Shabbagh:

“Adapun apabila keluarga mayit membuatkan makanan dan mengundang manusia untuk makan-makan, maka hal itu tidaklah dinukil sedikit pun bahkan termasuk bid’ah, bukan sunnah.”

Baca pos ini lebih lanjut

CADAR: Madzhab RI, NU & Ulama Syafi’iyah

Nama eBook: CADAR: Madzhab RI, NU dan Ulama Syafi’iyah
Penulis: Ustadz Aris dan M.A Tuasikal حفظهما الله

Puja dan puji bagi Allah semata, kemudian shalwat dan salam bagi Rasulullah صلى الله عليه وسلم , bagi keluarganya, sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir masa.

eBook ini kami kutip dari tulisan Ustadz Aris baik dimajalah al-Furqon maupun di wesite beliau, sedangkan ‘Ulama Besar Syafi’iyah Bicara Hukum Cadar’ adalah tulisan sahabat dan Murid Ustadz Aris yakni Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal di web beliau.

Kami compile eBook ini bukan mendebatkan akan wajib atau sunnahnya bercadar, namun sebagai bantahan dan peringatan bagi kita semua bahwa cadar adalah disyari’atkan dalam agama ini (terlepas dari khilaf akan wajibnya) dan agar kita menahan mulut dan hati dari pelecahan, cacaian dan hinaan kepada syari’at Islam ini, padahal kita mengaku Islam, mengaku orang Indonesia, mengaku bermadzhab Syafi’i dan atau orang NU, ingatlah siksa Allah sangat Pedih. Semoga Allah mengampuni kita dan Ia Maha Pegampun lagi Maha Penerima Tobat…

Download:
CADAR: Madzhab RI, NU & Ulama Syafi’iyah

Download CHM atau Download ZIPmirrorDownload CHM atau Download ZIP

Madzhab Syafi’i

Alhamdulillah, kita memuji Allah عزّوجلّ dalam setiap kesempatan dan shalawat beserta salam bagi utusan-Nya Muhammad صلي الله عليه وسلم, keluarganya, sahabatnya dan yang mengikuti mereka hingga akhir zaman..

Allah عزّوجلّ telah menakdirkan agama ini akan dijaga oleh para ulama di setiap zaman, diantara para ulama tersebut adalah para ulama madzhab Syafi’i, umat Islam Indonesia sebagian besarnya mengaku bermadzhab Syafi’i…tetapi sayang jangankan mengetahui ajaran mereka dalam masalah pokok dan cabang, nama imam Syafi’i رحمه الله saja yang mereka menisbatkan diri kepada madzhabnya tidak mereka ketahui..

Dari yang kami kemukakan diatas, Baca pos ini lebih lanjut