Hadits Tentang Jenis-Jenis Makanan

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَنْفَجْنَا أَرْنَبًا بِمَرِّ الظَّهْرَانِ فَسَعَى الْقَوْمُ فَلَغَبُوا فَأَدْرَكْتُهَا فَأَخَذْتُهَا فَأَتَيْتُ بِهَا أَبَا طَلْحَةَ فَذَبَحَهَا وَبَعَثَ بِهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِوَرِكِهَا أَوْ فَخِذَيْهَا فَقَبِلَهُ. رواه البــــــــــــخاري

Dari Anas bin Malik berkata: Kami mengejar seekor arnab (kelinci) di Marri Azh Zhahran, (ia lari) orang-orang berusaha keras (menangkapnya) dan akhirnya merasa letih. Sementara kemudian aku mampu mengejar dan menangkapnya. Aku menghampiri Abu Thalhah dan ia menyembelihnya. Kemudian iamembawakan Rasulullah dengan paha depan dan paha bagian belakangnya dan beliau menerimanya.

عَنْ أَسْمَاءَ قَالَتْ نَحَرْنَا فَرَسًا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَكـَلْنَاهُ. وفي رواية وَنَحْنُ فِي الْمـَدِينَةِ. رواه البخاري بل رواه الجماعة إلا أبا داود و الترمذي

Dari Asma` binti Abi Bakar Radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: “Kami pernah menyembelih seekor kuda pada masa Rasulullah dan kemudian kami memakan dagingnya.” Dalam riwayat lain: “Dan kami berada di Madinah”. (Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari, bahkan diriwayatkan oleh Al Jama’ah kecuali Abu Dawud dan At Tirmidzi).

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى قَالَ غَزَوْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَبْعَ غَزَوَاتٍ نَأْكُلُ الْـجَـَرادَ. رواه البخاري

Baca pos ini lebih lanjut

Kriteria Makanan Halal dan Haram Dalam Islam

Nama eBook: Kriteria Makanan Halal dan Haram
Penulis: Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawas, Lc, MA حفظه الله

Kita memuji Allah Azza wa Jalla dan bersyukur kepada-Nya, kemudian kita haturkan shalawat beserta salam kepada nabi kita Muhammad, para keluarga, sahabat dan umatnya yang mengikuti mereka dengan baik, amma ba’du

Di dalam Al-Quran Al-Karim Allah عزّوجلّ memerintahkan seluruh hamba-Nya yang beriman dan yang kafir agar mereka makan makanan yang baik lagi halal, sebagaimana firman-Nya:

يَاأَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi.” (QS. Al-Baqarah: 168).

Umumnya makanan yang sering dikonsumsi manusia ada dua jenis, yaitu:

  1. Makanan selain binatang (nabati), terdiri dari biji-bijian, tumbuh-tumbuhan, buah-buahan, benda-benda (roti, kue dan sejenisnya), dan yang berupa cairan (air dengan semua bentuknya)
  2. Binatang (hewani), yang terdiri dari binatang darat dan binatang air

Binatang darat ada dua macam:

  1. Jinak, yaitu semua hewan yang hidup di sekitar manusia dan diberi makan oleh manusia, seperti: hewan ternak (Onta, sapi, kambing, ayam, bebek, dan semisalnya).
  2. Liar, yaitu semua hewan yang tinggal jauh dari manusia dan tidak diberi makan oleh manusia, baik dia buas maupun tidak. Seperti: Singa, serigala, ayam hutan, kuda liar dan sejenisnya.

Binatang air juga terbagi dua macam:

  1. Binatang yang hidup di air yang jika dia keluar darinya akan segera mati, contohnya adalah ikan dan yang sejenisnya
  2. Binatang yang hidup di dua alam, seperti buaya dan kepiting.

Pertanyaannya dari sekian banyak makanan tersebut manakah makanan yang halal dan mana pula yang haram? karena sebagai seorang muslim makanan bukan sekedar pengisi perut dan penyehat badan saja, sehingga diusahakan harus sehat dan bergizi, tetapi di samping itu juga harus halal, temukan jawabannya dalam eBook ini dan semoga bermanfaat…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Makanan Acara Kematian

Nama eBook: Makanan Acara Kematian
Penyusun: Ustadz Aris Munandar حفظه الله

Pengantar:

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَعْفَرٍ قَالَ لَمَّا جَاءَ نَعْيُ جَعْفَرٍ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اصْنَعُوا لِأَهْلِ جَعْفَرٍ طَعَامًا فَإِنَّهُ قَدْ جَاءَهُمْ مَا يَشْغَلُهُمْ

Dari Abdullah bin Ja’far رضي الله عنهما, tatkala kabar kematian Ja’far رضي الله عنه sampai kepada Nabi صلى الله عليه وسلم, beliau bersabda, “Buatkan makanan untuk keluarga Ja’far karena saat ini ada sesuatu yang menyibukkan mereka.” (HR at-Tirmidzi no. 1014 dll. At-Tirmidzi menilai hadits ini sebagai hadits hasan.)

Setelah menyebutkan hadits tersebut imam Tirmidzi -semoga Allah merahmati beliau- berkata:

وَقَدْ كَانَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ يَسْتَحِبُّ أَنْ يُوَجَّهَ إِلَى أَهْلِ الْمَيِّتِ شَيْءٌ لِشُغْلِهِمْ بِالْمُصِيبَةِ وَهُوَ قَوْلُ الشَّافِعِيِّ

“Sebagian ulama menganjurkan agar ada suatu makanan yang dikirimkan kepada keluarga mayit karena saat ini mereka sibuk dengan musibah yang terjadi. Ini adalah pendapat al-lmam asy-Syafi’i.”

Namun dibanyak tempat dinegeri kita ini yang terjadi adalah kebalikannya, dimana diadakan acara di rumah keluarga mayit dan disertai makan-makan, semoga Allah azza wa jalla menunjuki kita kaum muslimin mengikuti sunnah utusan-Nya Muhammad  shallallahu alaihi wasallam, Amin…

Catatan: file CHM link pertama kami gabungkan dengan eBook sebelumnya yakni Ulama Syafi’iyyah VS Tahlilan, sedangkan CHM link mirror kami gabungkan dengan eBook hadits lainnya, semoga bermanfaat…

Download:

Download:
Download CHMmirror Download CHM atau Download PDF atau Download Word