Sedekah Sunnah

Nama Ebook: Sedekah Sunnah
Penulis : Syaikh Muhammad bin Ibrahim at-Tuwayjiry

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Didalam Al-Qur’an kata-kata shadaqah (sedekah) boleh jadi berkonotasi sedekah wajib (zakat) ataupun sedekah sunnah, adapun pembahasan kali ini adalah berkaitan dengan sedekah sunnah yang dianjurkan kapan saja dan bersegera didalamnya.

Islam mengajak dan mendorong bersedekah sebagai kasih sayang kepada orang-orang yang lemah dan membantu orang-orang fakir, ditambah pahala yang diperoleh, berlipat gandanya, berakhlak dengan akhlak para nabi berupa bersedekah dan berbuat baik.

Sedekah adalah sunnah yang dianjurkan setiap waktu, dan sangat dianjurkan pada waktu dan kondisi:

  1. Waktu, seperti Bulan Ramadhan dan sepuluh (hari pertama dari) bulan Dzulhijjah.
  2. Kondisi-kondisi tertentu: waktu-waktu kebutuhan yang paling utama: bersifat tetap seperti musim dingin, atau kondisi darurat seperti terjadi kelaparan, atau kemarau dan semisal yang demikian itu. Dan sedekah paling utama adalah kepada karib kerabat yang menyembunyikan permusuhan

Banyak Ayat dan hadits yang menganjurkan bersedekah dan menyebutkan keutamaannya, diantaranya:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ :قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ وَلَا يَقْبَلُ اللَّهُ إِلَّا الطَّيِّبَ وَإِنَّ اللَّهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِينِهِ ثُمَّ يُرَبِّيهَا لِصَاحِبِهِ كَمَا يُرَبِّي أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ حَتَّى تَكُونَ مِثْلَ الْجَبَلِ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Barang siapa yang bersedekah sebutir kurma dari usaha yang baik (halal) dan Allah tidak menerima kecuali yang baik saja. Dan sesungguhnya Allah menerimanya dengan tangan kanan-Nya. Kemudian Dia mengembangkannya untuk pemiliknya sebagaimana seseorang dari kalian mengembangkan anak kudanya, hingga membesar seperti gunung.'” (HR. Bukhari no.1410 dan Muslim no.1014)

Simak pembahasannya lebih lanjut dalam eBook ini, kita berdo’a kepada Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang menjadikan kita hamba yang gemar bersedekah dan menjadi hamba yang penyayang…

Download:
Download CHM atau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Manfaat Jima’

Nama eBook: Manfaat Jima’
Penulis: Ustadz Ashim bin Musthofa حفظه الله

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجاً لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan di antara tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istrimu dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum berpikir. (QS. Ar-Rum/30:21)

Melakukan jima’ (hubungan badan) dengan pasangan yang sah akan mendatangkan berbagai manfaat dan kebaikan dan sekaligus menjauhkan seseorang dari keburukan-keburukan hubungan di luar nikah, eBook berikut membahas manfaat jima’ (berhubungan badan), dilaman muka ini kami sebutkan bahwa imam Ibnu Qayyim menyebutkan beberapa manfaat jima’ diantaranya:

  1. Menjaga kelangsungan keturunan (manusia) dan eksistensi bangsa manusia hingga angka yang Allah tetapkan di alam ini.
  2. Mengeluarkan cairan yang akan mendatangkan kemadharatan pada keadaan badan bila cairan itu tertahan
  3. Pemenuhan kebutuhan biologis, pencapaian kenikmatan dan menggapai kesenangan. Tujuan inilah yang akan dinikmati di surga, sebab di sana tidak ada kelahiran keturunan dan juga tidak ada sesuatu tertahan yang harus dikeluarkan.

Download:
 Download PDF atau Download Word

Wudhu’: Defenisi, Dalil dan Keutamaannya

Nama Ebook: Wudhu’: Defenisi, Dalil dan Keutamaannya
Penulis : Syaikh Fahd bin Abdurrahman asy-Syuwayyib

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فاغْسِلُواْ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُواْ بِرُؤُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَينِ

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki (QS. al-Maidah/5:6)

Wudhu’ secara bahasa, bila dibaca dengan dlammah wudhuu’u  (الوُضُوء) artinya adalah pekerjaan wudhu’, atau mengambil air wudhu. Bila dengan fath-hah wadhuu’u (الوَضُوء) artinya adalah air wudhu’, dan juga wudhu’ itu adalah mashdar dan terkadang yang dimaksudkan dari keduanya ialah air wudhu’. Dikatakan  “tawadla’tu lishaalati”  (تَوَضَّأْتُ لِلصَّلَاةِ)  artinya “aku berwudhu untuk shalat”.

Secara syari’at arti wudhu’ ialah menggunakan air yang suci untuk mencuci anggota-anggota tertentu yang sudah diterangkan dan disyariatkan Allah Subhanallahu wa Ta’ala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إذَا تَوَضَّأَ العَبْدُ الـمُسْلِمُ أَو الـمُؤمِنُ فَغَسَلَ وَجْهَهُ خَرَجَ مِنْ وَجْهِهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ نَظَرَ إِلَيْهَا بِعَيْنِهِ مَعَ الـمَاءِ أَو مَعَ آخِرِ قَطْرِ الـمَاءِ فإذا غَسَلَ يَدَيْهِ خَرَجَ مِن يَدَيْهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ كَانَ بَطَشَتْهَا يَدَاهُ مَعَ الـمَاءِ أو مَعَ آخِرِ قَطْرِ الـمَاءِ فإذا غَسَلَ رِجْلَيْهِ خَرَجَتْ كُلُّ خَطِيئَةٍ مَشَتْهَا رِجْلَاهُ مَعَ الـمَاءِ أو مَعَ آخِرِ قَطْرِ الـمَاءِ حَتَّى يَخْرُجَ نَقِيَّا مِنَ الذُّنُوبِ

Apabila seorang hamba muslim, atau hamba mukmin berwudhu maka (ketika) ia membasuh mukanya, keluarlah setiap dosa pandangan yang dilakukan matanya dari wajahnya bersama air atau bersama tetes air yang terakhir; Maka ketika ia mencuci kedua tangannya keluarlah setiap dosa yang telah dianiaya tangannya dari keduanya bersama air atau tetes air yang terakhir; Maka ketika ia mencuci kedua kakinya, keluarlah setiap dosa yang dilangkahkan kakinya bersama air atau tetes air terakhir sehingga ia keluar dalam keadaan bersih dari dosa.

Silahkan membaca eBook ini dengan mendownloadnya, semoga bermanfaat dan dapat memotivasi kita semakin dekat kepada Allah Ta’ala, amin…

Download:
Download CHM atau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Doa-Doa Menjenguk Orang Sakit

Nama eBook: Doa-Doa Rasulullah Ketika Menjenguk Orang Sakit
Penulis: Ustadz Ubu Minhal, Lc حفظه الله

Alhamdulillah, kita bertahmid memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya. Sholawat serta salam bagi nabi utusan-Nya Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarganya, para sahabatnya, dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari berbangkit.

Islam sangat memperhatikan terjalinnya hubungan yang baik lagi akrab antara sesama komponen umatnya seluruhnya. Hubungan yang baik itu akan berdampak sangat positif pada keutuhan dan kesatuan umat, dengan lenyapnya hal-hal yang berpotensi melemahkan ukhuwah Islamiyyah, seperti sifat hasad, saling benci, adu-domba dan lain-lain. Untuk tujuan mulia tersebut, banyak petunjuk Islam yang digariskan bagi umatnya agar mereka praktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

‘lyadatul maridh (menjenguk orang sakit) termasuk perkara yang dianjurkan oleh Nabi صلى الله عليه وسلم untuk dibiasakan oleh kaum Muslimin. Bahkan, aktifitas tersebut masuk kategori hak seorang Muslim atas sesama Muslim lain untuk ditunaikannya.

Kehadiran penjenguk baik dari karib-kerabat maupun teman-teman sejawat sangat berharga sekali bagi hati orang-orang yang sakit, Oleh karena itu, disyariatkan menjenguk orang sakit untuk berempati terhadap keadaan orang tersebut dan membantu meringankan apa yang mereka alami. Apalagi, bila para penjenguk datang dan mengungkapkan kata-kata yang menenangkan hatinya, memompa semangat hidupnya dan mengingatkannya tentang pahala dari Allah عزّوجلّ melalui penyakit yang dideritanya itu.

Selain itu, kata-kata menyenangkan di telinga orang yang sakit adalah doa-doa yang terlantunkan oleh lisan orang-orang yang menjenguk. Dan inilah [dalam eBook berikut] sebagian doa yang Rasulullah صلى الله عليه وسلم ucapkan bagi orang-orang sakit saat menjenguk mereka atau doa-doa yang Beliau anjurkan untuk diucapkan kepada orang yang sakit.

Semoga Allah عزّوجلّ menyembuhkan orang-orang sakit dari kalangan kaum Muslimin dan menetapkan bagi mereka kesehatan dan keselamatan, amin…

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Keutamaan Sholat

Nama eBook: Keutamaan SHALAT
Penulis: Syaikh Sa’id bin Ali Wahf al-Qahthani

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Shalat memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam. Dia adalah tiang agama juga batas pemisah antara keislaman dengan kekufuran dan kemunafikan. Oleh karena itu, Rasulullah صلى الله عليه وسلم memberikan perhatian ekstra terhadap masalah shalat. Beliau صلى الله عليه وسلم memberikan contoh pelaksanaan-nya secara detail, dari awal sampai akhir, dari takbir sampai salam.

Ini semua menunjukkan pentingnya shalat dalam Islam. Harusnya ini sudah cukup sebagai motivasi bagi kita kaum Muslimin untuk selalu bersemangat dalam melaksanakan shalat. Terlebih jika kita memperhatikan berbagai keistimewaan shalat, maka tidak ada alasan Lagi bagi kita untuk bermalas-malasan dalam melaksanakannya.

Dalam eBook berikut kami hadirkan enambelas point dari keutamaan-keutamaan tersebut,  semoga semakin memicu semangat kita untuk terus mempelajari dan berusaha maksimal untuk melaksanakannya dengan sebaik mungkin.

Download:

Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDF atau Download Word

Hikmah, Hukum dan Manfaat Haji

Nama eBook: Hikmah, Hukum dan Manfaat Haji
Penulis: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz رحمه الله

Pengantar:

Segala puji bagi Allah yang menguasai segala alam, balasan kebaikan bagi orang-orang yang bertaqwa, shalawat dan salam semoga terlimpa pada hamba dan Rasul-Nya, kekasih dan orang pilihan dari hamba-hamba-Nya Nabi Muhammad bin Abdullah, keluarganya, shahabatnya, orang yang meniti di atas jalannya serta orang-orang yang mengambil petunjuknya sampai hari akhir, Amma ba’du:

Syaikh bin Baz diawal risalah setalah memuji Allah عزّوجلّ dan bershalawat untuk Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم mengatakan bahwa haji adalah syi’ar yang agung dimana padanya terdapat maslahat yang besar, saling mengenal dan tolong menolong dalam hal kebaikan, saling menasehati, tafaqquh fiddin, menegakkan kalimat Allah, mengesakan Allah, ikhlas dan lainnya yang merupakan maslahat serta manfaat besar yang tidak dapat dihitung, kemudian beliau berkata:

Dan di antara rahmat Allah عزّوجلّ, Dia mewajibkan haji bagi semua kaum muslimin di timur maupun barat. Kewajiban haji adalah umum bagi laki-laki, wanita, bangsa arab, bangsa asing, penguasa maupun rakyat dengan syarat mempunyai kemampuan, sebagaimana firman Allah عزّوجلّ:

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam” (QS. Ali Imran/3:97)

Kewajiban haji adalah sekali selama hidup. Sebagaimana hadits Rasulullah صلى الله عليه وسلم saat ditanya, ya Rasulullah, apakah haji itu wajib dilaksanakan setiap tahun? Beliau menjawab:

لَا وَلَوْ قُلْتُهَا لَوَجَبَتْ الْحَجُّ مَرَّةٌ فَمَا زَادَ فَهُوَ تَطَوُّعٌ

“Sekiranya saya katakan ya, maka pasti haji akan diwajibkan setiap tahun, namun kewajiban haji itu sekali dalam seumur hidup, siapa yang malaksanakannya lebih dari sekali, maka itu adalah sunnah”

Kemudian syaikh -semoga Allah merahmatinya- menyampaikan berbagai hal terutama hikmah, manfaat dan hukum ringkas seputar haji; semoga kaum muslimin yang akan melakukan haji tahun ini (1437 H) dan tahun-tahun berikutnya mendapat haji yang mabrur, amin…

Download:

Download PDFatau Download Word

Pengantar Ilmu Kaidah Fiqih

Nama eBook: Pengantar Tentang Kaidah Fiqih
Penulis: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf as-Sidawi حفظه الله

Alhamdulillah kita memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya, kemudian shalawat dan salam buat Nabi kita yang mulia Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari akhir, Amma ba’du:

Kaidah secara bahasa ‘fondasi dan dasar’, sedangkan fiqih secara bahasa ‘pemahaman’. Adapun secara istilah Kaidah fiqih artinya dasar-dasar syar’i yang mencakup luas cabang-cabang permasalahan fiqih untuk diketahui hukumnya.

Setiap kaidah fiqih bersumber dari al-Qur’an, hadits, ijma’ atau qiyas atau maqashid syari’ah (tujuan pokok syari’at).

Bila ditinjau dari luas dan sempitnya pembahasan dan permasalahan, terbagi menjadi tiga macam:

  1. Kaidah-kaidah besar
  2. Kaidah-kaidah tidak besar
  3. Kaidah-kaidah dalam satu bab saja

Demikianlah diantara hal yang diulas oleh penulis dalam eBook ini disamping bahasan lainnya, diakhir tulisan penulis menyebutkan dan membahas tujuan mempelajari kaidah fiqih diantaranya:

  1. Sebuah kaidah fiqhiyyah bisa digunakan untuk mengetahui banyak permasalahan fiqhiyyah yang tercakup dalam pembahasannya.
  2. Penguasaan kaidah fiqhiyyah akan sangat membantu seseorang di dalam memberikan sebuah hukum yang kontemporer dan belum pernah terjadi sebelumnya dengan cara yang mudah.
  3. Mengetahui keindahan syari’at Islam dan intisari syari’at.
  4. Agar ilmu fiqihnya kuat dan kokoh.

Silahkan baca eBook ini dan semoga iman kita semakin kokoh melihat begitu indahnya Islam yang mana tidak satupun permasalah yang tidak ada penjelasannya dalam syari’at…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Nama Allah: Al-Fattah

Nama eBook: Syarah Nama Allah al-Fattah
Penyusun: Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, MA خفظه الله

Pengantar:

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta, shalawat dan salam buat Nabi terakhir yang membawa peringatan bagi seluruh umat manusia, semoga shalawat dan salam juga terlimpahkan buat keluarga dan para sahabatnya serta orang-orang yang tetap berpegang teguh dengan petunjuk mereka sampai hari kiamat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala memiliki nama-nama yang sangat mulia dan indah. Kemuliaan dan keindahan tersebut ditinjau dari dua segi, yaitu segi lafazh dan segi maknanya. Makna dari nama-nama Allah Subhanahu wa Ta’ala tersebut menunjukkan sifat Allah yang Maha Sempurna. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Baca pos ini lebih lanjut

10 Faedah Tentang Ushul Fiqih

Nama eBook: 10 Faedah Tentang Ushul Fiqih
Penulis: Ustadz Abu Ubaidah as-Sidawi حفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, selanjutnya shalawat dan salam bagi Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dan juga kepada keluarga, sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga suatu yang pasti, amma ba’du

Dikesempatan yang mulia ini kami ketengahkan Fawaid tentang Ushul Fiqiih, dihalaman muka ini kami sampaikan 2 faedah:

Fadah 3. Apa Itu Makruh

Makruh secara bahasa adalah setiap yang dibenci. Alloh berfirman:

وَلَكِنْ كَرِهَ اللَّهُ انْبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ

Tetapi Alloh tidak menyukai keberangkatan mereka, Maka Alloh melemahkan keinginan mereka. (QS. at-Taubah [9]: 46)

Ketahuilah bahwa lafadz “makruh” menurut al-Qur’an dan Sunnah serta lisan salaf maksudnya adalah haram. Bukan seperti istilah orang-orang belakangan yaitu larangan yang bila ditinggalkan dapat pahala dan bila dikerjakan maka tidak berdosa. Hal itu sesuai dengan definisi secara bahasa, karena haram juga dibenci oleh Alloh dan Rosul-Nya. Alloh عزّوجلّ berfirman setelah menyebutkan hal-hal yang diharamkan:

كُلُّ ذَلِكَ كَانَ سَيِّئُهُ عِنْدَ رَبِّكَ مَكْرُوهًا

Semua itu kejahatannya amat dibenci di sisi Robb-mu. (QS. al-Isro'[17]: 38)

Baca pos ini lebih lanjut

Buah-Buah Indah Mengikuti Sunnah

Nama eBook: Buah-Buah Indah Mengikuti Sunnah
Penulis: Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah, Lc حفظه الله

Pengantar:
Pada Muqoddimah penulis berkata:

Ittiba’ (mengikuti) sunnah Rasulullah صلى الله عليه وسلم merupakan perkara yang besar dan agung yang membutuhkan bukti dan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Allah Subhanahu telah memerintahkan setiap muslim agar me-ngambil apa yang diperintahkan Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan meninggalkan apa yang beliau larang darinya. Demikian juga Allah menyatakan bahwa barangsiapa yang menaati Rasul berarti ia telah menaati Allah.

Begitu banyak nash-nash yang menunjukkan bagaimana semestinya sikap seorang muslim menempatkan sunnah Rasulullah صلى الله عليه وسلم, yaitu wajib mengambilnya dan menjadikan sunnah tersebut sebagai pedoman dalam melangkah dan melakukan ketaatan kepada Allah عزّوجلّ.

Ketahuilah! Siapa saja dari umat Rasulullah صلى الله عليه وسلم, yang berupaya untuk senantiasa mengikuti dan menaati beliau عزّوجلّ dengan ikhlas serta menjadikan-nya sebagai suri teladan dalam kehidupan sehari-hari, maka sungguh ia akan mendapatkan sekian banyak keutamaan yang dijanjikan oleh Allah عزّوجلّ dan Rasul-Nya.

Insya Allah, di dalam bahasan kali ini akan kami sebutkan sebagian keutamaan-keutamaan ittiba’ kepada sunnah.

Selamat menyimak…

Download
Silahkan Download via:

IbnuMajjah.Com