Sebaik-Baik Manusia

  1. Beriman dan Beramal Shaleh

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُوْلَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. (QS. Al-Bayyinah/98: 7)

Pada ayat diatas kita ketahui bahwa sebaik-baik makhluk adalah orang-orang yang beriman dan beramal shalih.[1] Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga menyebutkan di dalam beberapa hadits tentang ciri manusia atau Mukmin yang terbaik. Di antara hadits-hadits tersebut yang bisa penulis sebutkan pada tulisan ini adalah dengan lafaz-lafaz sebagai berikut:

  1. Ingat Allah bila Melihatnya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ خِيَارَ عِنْدَ اللهِ مِنْ هَذِهِ الأُمَّةِ الَّذِيْنَ إِذَا رُؤُزا ذُكِرَ اللهُ –تَعَلَى-

Sesungguhnya sebaik-baik hamba di kalangan umat ini adalah yang apabila mereka dilihat maka Allah ‘Azza wa Jalla diingat?[2]

  1. Belajar dan Mengajarkan al-Qur’an

Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Tips Mendakwahi Orang Kafir

Nama eBook: Tips Mendakwahi Non Muslim
Penulis: Ustadz Abu Hafshah Abdurrahman al-Buthoni حفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Rabb sekalian alam yang telah memberikan berbagai nikmat yang terhingga kepada kita, kemudian shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarganya, sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari akhir.

Dalam eBook Dakwah telah kita sampaikan bahwa berdakwah itu sesuai kondisi, kemudian telah pula dijelaskan cara mendakwahi orang awam, mendakwahi pengikut hawa nafsu dan mendakwahi penguasa; maka dikesempatan yang mulia ini kita kketengahkan tips mendakwahi orang kafir.

Sebagaimana dikatakan penulis diawal eBook, Tujuan, materi, uslub, dan objek dakwah telah dijelaskan oleh Allah عزّوجلّ dalam ayat:

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

Ajaklah kepada jalan Rabbmu dengan hikmah, dan mau’izhah hasanah, dan mendebat mereka dengan cara yang baik. (QS an-Nahl [16]: 125)

Ajak kepada jalan Rabbmu” sebagai tujuan dakwah, “dengan hikmah” sebagai materi dan uslub dakwah sekaligus objek dakwah. Sebab hikmah adalah Kitab dan Sunnah maksudnya apabila seseorang mencari kebenaran dan siap menerimanya maka cukup disampaikan dalil firman Allah dan sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم kepadanya. “Mau’izhah hasanah” maksudnya ada orang yang mengetahui kebenaran tetapi terasa berat menerimanya maka perlu nasihat dengan cara yang baik yaitu disebutkan keutamaan amal shalih dan kejelekan menyelisihinya. “Debat dengan cara yang baik” maksudnya ada orang yang mengetahui kebenaran tetapi dia memiliki syubhat (kerancuan).

Demikianlah berdakwah kepada manusia baik muslim maupun kafir, dalam eBook ini penulis -semoga Allah menjaganya- menjelaskan berbagai hal yang diperhatian dalam mendakwahi orang kafir mulai dari kaidah yang harus dipegang para da’i, tugas da’i mendakwahi orang kafir yang mau masuk Islam dan membimbingnya setelah masuk Islam dan berbagai hal lainnya, semoga bermanfaat…

Download:
Download CHM
mirror Download ZIP dan Download PDF atau Download Word

Sikap Kepada Orang Awam

Nama eBook: Sikap Terbaik Terhadap Orang Awam
Penulis: Ustadz Yulian Purnama حفظه الله

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Dalam keseharian kita dalam berbagai lapangan kehidupan dan juga termasuk dalam hal agama, kita akan menemui orang yang awam, dalam hal ini kita hendaknya bersikap sebagaimana dalam hadits berikut:

عَنْ أَبِي بِشْرٍ جَعْفَرِ بْنِ أَبِي إِيَاسٍ، قَالَ: سَمِعْتُ عَبَّادَ بْنَ شُرَحْبِيلَ – رَجُلًا مِنْ بَنِي غُبَرَ – قَالَ: أَصَابَنَا عَامُ مَخْمَصَةٍ، فَأَتَيْتُ الْمَدِينَةَ، فَأَتَيْتُ حَائِطًا مِنْ حِيطَانِهَا، فَأَخَذْتُ سُنْبُلًا فَفَرَكْتُهُ وَأَكَلْتُهُ، وَجَعَلْتُهُ فِي كِسَائِي، فَجَاءَ صَاحِبُ الْحَائِطِ، فَضَرَبَنِي وَأَخَذَ ثَوْبِي، فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَخْبَرْتُهُ، فَقَالَ لِلرَّجُلِ :”مَا أَطْعَمْتَهُ إِذْ كَانَ جَائِعًا، أَوْ سَاغِبًا، وَلَا عَلَّمْتَهُ إِذْ كَانَ جَاهِلًا” ، فَأَمَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَرَدَّ إِلَيْهِ ثَوْبَهُ، وَأَمَرَ لَهُ بِوَسْقٍ مِنْ طَعَامٍ، أَوْ نِصْفِ وَسْقٍ

Dari Abu Bisyr Ja’far bin Abi Iyyas, ia berkata, aku mendengar ‘Abbad bin Syurahbil (seorang lelaki dari Bani Ghubar) berkata:

“Aku mengalami masa paceklik. Maka aku pun datang ke kota Madinah. Ketika itu aku sampai di salah satu kebun yang ada di Madinah. Kuraup kurmanya dan kumakan, dan sebagian kusimpan di bajuku. Lalu pemilik kebun datang. Ia memukulku dan mengambil bajuku. Aku pun datang kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Aku ceritakan kejadian tersebut. Maka Rasulullah pun berkata kepada pemilik kebun:

‘Mengapa engkau tidak beri makan orang ini jika memang ia kelaparan? Mengapa engkau tidak ajari ia jika memang ia tidak paham?‘

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam memerintahkan pemilik kebun mengembalikan pakaiannya dan memberikannya setengah atau satu wasaq kurma”.

Demikianlah agama ini mengajarkan semua sisi kehidupan dan petunjuk gai kita semua, hadits ini mempunyai banyak faidah yang disebutkan penulis, silahkan membacnya…

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Baca pula:
Mendakwahi Orang Awam

Berdakwah Sesuai Kondisi

Nama eBook: Berdakwah Sesuai Kondisi
Penulis: Ustadz Abu Hafshah Abdurrahman al-Buthoni حفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Rabb sekalian alam, kemudian shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarganya, sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari akhir.

Penulis berkata diawal risalah:

Sesungguhnya maksud utama dakwah adalah agar manusia menerima dakwahnya. Sementara itu, pada kenyataannya, banyak yang menolak dakwah bukan karena menolak kebenaran, melainkan karena uslub (metode) dai yang kurang baik atau karena kondisi penyampaian dakwah yang tidak tepat.

Sebagian dai hanya menyampaikan dakwah tanpa melihat uslub menyampaikannya dan bagaimana agar dakwahnya dapat diterima. Yang penting baginya melepas tanggung jawab dakwah, sedang dia tidak menyadari bahwa uslub yang baik termasuk tanggung jawabnya.

Baca pos ini lebih lanjut

Cara Dakwah Kepada Pengikut Hawa Nafsu

Nama eBook: Metode Dakwah Terhadap Pengikut HAWA NAFSU
Penulis: Ustadz Abu Hafshah Abdurrahman al-Buthoni حفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, kita bersyukur dan memuji Allah Rabb sekalian alam, shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم yang menjadi teladan bagi setiap muslim dalam segala sisi kehidupannya, beliau صلى الله عليه وسلم adalah teladan bagi setiap da’i yang menyeru kejalan Allah سبحانه و تعالى.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa mad’u (yang didakwahi) dalam Islam bermacam-macam. Ada yang muslim dan ada nonmuslim, sedangkan yang muslim terbagi menjadi dua golongan. Golongan pertama kaum “awam” yakni tidak mengetahui hukum syari’at. Golongan kedua “pengikut hawa nafsu” yakni mengetahui kebenaran tetapi menyelisihinya bahkan memusuhinya, maka uslub (metode) dalam mendakwahi golongan ini berbeda dengan uslub mendakwahi orang awam.

Telah terbit sebelumnya eBook metode mendakwahi orang awam dan pada kesempatan kali ini akan dijelaskan pula metode dakwah terhadap pengikut hawa nafsu.

Pengikut hawa nafsu adalah sebagimana firman Allah سبحانه و تعالى:

فَإِنْ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ

Jika mereka tidak memenuhi ajakanmu (wahai Muhammad) maka ketahuilah sesungguhnya mereka mengikuti hawa nafsu. (QS al-Qashash [28]: 50)

Semoga eBook ini membantu kita dalam menyebarkan dakwah yang haq lagi hanif ini ditengah zaman yang penuh fitnah ini, amin…

Download:
Download CHM
mirror Download CHM dan Download PDF atau Download Word

Tafsir Surat An-Naas

Nama Ebook: Tafsir Surat An-Naas
Penulis : Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

Pengantar:

Berikut ini adalah tafsir dari surat terakhir dari Al-Qur’an, sebuah surat yang agung, yang dengan membaca surat ini kita insya Allah akan dilindungi oleh Allah. Tafsir ini adalah tafsir ringkas yang bermanfaat ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin.

Download:
Download Word

Tulisan Terkait:
Keutamaan Al-Qur’an dan Membacanya
Tafsir Surat Al-Lahab
Tafsir Surat An-Nashr
Tafsir Surat Al-’Ashr
Tafsir Surat Al-Falaq dan An-Naas
Tafsir Surat Al-Ikhlas
Tafsir Ayat Kursi
Tafsir Surat Al-Kausar
Tafsir Bismillah
Tafsir Surat Al-Ma’un
Fatwa-fatwa Mengobati Penyakit Was-was