Ibadah dan Amalan yang Bermanfaat bagi Mayit

Nama eBook: Ibadah dan Amalan yang Bermanfaat bagi Mayit
Penulis: Mahmud Ghorib Asy-Syarbini

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيَّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أما بعد:

Ada amalan-amalan yang bisa memberikan manfaat kepada mayit setelah kematiannya, yang amalan itu bukan amalan orang lain, tetapi dari perbuatannya sendiri semasa hidupnya di alam dunia. Maka mengalir untuknya pahala dari amalan tersebut semasa hidupnya dan setelah kematiannya.

Sebelum wafatnya, manusia bisa melakukan sebagian amalan-amalan yang pahalanya bisa terus mengalir setelah kematiannya. Selain itu, orang yang masih hidup juga dapat memberikan manfaat kepada mayit dengan amalan-amalan yang dikerjakan untuk ditujukan kepada si mayit setelah kematiannya. Amalan-amalan yang bisa dilakukan sebelum kematian itu memungkinkan dan mampu dilakukan. Jika sedikit saja dia mengerahkan usaha, waktu atau harta, maka dia mampu untuk melakukannya. Sedangkan amalan-amalan yang dilakukan oleh orang lain setelah kematiannya, maka amalan-amalan itu tidak berada di tangannya, bisa jadi ada atau tidak ada. Oleh sebab itu penulis menyebutkan amalan-amalan yang berasal dari usahanya, bukan usaha orang lain, agar semua manusia segera mengamalkannya sebelum datang ajalnya, dengan harapan untuk memberikan manfaat bagi dirinya sendiri, tidak menyandarkan dirinya kepada manfaat dari orang lain setelah kematiannya.

Baca pos ini lebih lanjut

Hukum Bedah Mayat

FATWA
BEDAH MAYAT

Segala puji bagi Allah saja dan shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi terakhir Muhammad صلى الله عليه وسلم dan keluarga serta para pengikutnya.

Amma ba’du,

Majlis di Majma’ Fikih Islami dibawah Rabithah al-Alam al-lslami (Liga Muslim Dunia) dalam muktamarnya kesepuluh yang diadakan di Makkah Mukarramah dalam waktu dari hari Sabtu, 24 Shafar 1408 H atau 17 Oktober 1987 M sampai hari Rabu, 28 Shafar 1408 H atau 21 Oktober 1987 M telah meneliti permasalahan pembedahan mayat, dan setelah diskusi dan tukar pendapat memutuskan ketetapan sebagai berikut:

Berdasarkan dharurat yang dibutuhkan dalam pembedahan mayat dan pembedahan ini menjadi mashlahat yang mengalahkan mafsadat pelanggaran kemuliaan mayat manusia.

Majlis Majma’ fikih Islami dibawah lembaga Rabithah al-Alam al-lslami (Liga Muslim Dunia) menetapkan sebagai berikut:

Baca pos ini lebih lanjut