Khutbah Idhul Fithri: Cara Meraih Kebahagian

Nama eBook: Khutbah Idhul Fithri: Cara Meraih Kebahagian

ِAlhamdulillah, kita memuji Allah Azza wa Jalla serta bersyukur kepada-Nya, kemudian shalawat dan salam bagi Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, keluarga, sahabat, dan mereka yang mengikuti mereka dengan baik hingga kiamat nanti.

Realita yang melanda kaum muslimin saat ini berupa kesengsaraan, krisis, ketertindasan dan berbagai keburukan lainnya, penyebabnya adalah tidak lain menjauhnya kaum muslimin dari al-Qur’an dan petunjuk nabi Shallallahu alaihi wa sallam.

Sungguh, solusi terbaik untuk memperbaiki realita umat Islam saat ini adalah dengan memegang teguh ajaran Islam yang murni. Yaitu Islam yang dipelajari oleh para Shahabat dari Rasulullah. Islam yang telah diterapkan oleh para Shahabat dalam semua sisi kehidupan mereka. Islam yang mencakup tatanan kehidupan yang sempurna dan undang-undang perbaikan yang paripurna sehingga menjadi penerang jalan bagi umat manusia di seluruh dunia. Islam inilah yang membuat kaum Muslimin menjadi kuat, disegani, membawa obor penerang yang menyinari dunia dengan keselamatan, kebaikan, rahmat, keadilan, kemajuan dan kemakmuran.

Oleh karena itu, seluruh umat Islam, baik penguasa ataupun rakyat wajib tunduk kepada Allah, merendahkan diri dihadapan-Nya serta patuh terhadap syariat-syari’at-Nya. Itulah kunci keamanan dan satu-satu jalan meraih kejayaan, keamanan, ketentraman dan kebahagian.

Demikianlah kira-kira isi ringkas khutbah Idhul Fithri kali ini yang diangkat dari Khutbah Idul Fithri yang disampaikan di Masjid Nabawi di Madinah al-Munawwrah oleh DR. Husein Alu Syaikh pada tanggal 1 Syawal 1435 H dengan judul as-Sabilul Wahid Ii Tahqiq as-Sa’adah, selamat menyimak

Download:
Download PDF atau Download DJVU

Agar Lebih Dicintai Allah

Nama eBook: Agar Lebih Dicintai Allah
Penulis: Syaikh Abdur Rohman bin Nasir As-Sa’di  رحمه الله

Pengantar:

Segala Puji Bagi Allah Rabb semesta Alam. Kemudian shalawat dan salam kepada Nabi kita yang mulia Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga dan sahabatnya serta yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.

Tiada dari kita yang tidak menginginkan agar Allah ta’ala mencintai kita, untuk mencapai cinta ilahi tentulah kita harus menjalankan sebab-sebab-nya, salah satunya pada hadits berikut:

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ. احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ، وَلَا تَعْجَزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا، وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ. فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

“Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada seorang mukmin yang lemah, namun pada masing-masingnya terdapat kebaikan. Bersemangatlah untuk meraih apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan bersikap lemah. Apabila sesuatu menimpamu janganlah berkata, ‘Seandainya dahulu aku berbuat demikian niscaya akan begini dan begitu.’ Akan tetapi katakanlah, ‘Itulah ketetapan Allah dan terserah Allah apa yang dia inginkan maka tentu Dia kerjakan.’ Dikarenakan ucapan ’seandainya’ itu akan membuka celah perbuatan syaitan.” (HR. Muslim)

Inilah penjelasan singkat penuh manfaat dari hadits tersebut, yang InsyaAllah kita dapat menghayati dan mengamalkannya kita akan dapat mencapai cinta Allah ta’ala, amin..

Download:
Agar Lebih Dicintai Allah

Download PDFatauDownload WordmirrorDownload PDFatauDownload Word