Hukum-Hukum Seputar Nifas

Nama eBook: Hukum-Hukum Seputar Nifas
Penulis: Ustadz Abu Aniisah Syahrul Fatwa bin Lukman حفظه الله

Alhamdulillah, kita memuji Allah yang Maha Suci lagi Maha Tinggi dengan selalu bersyukur kepada-Nya, kemudian shalawat dan salam untuk nabi dan teladan kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, begitu pula untuk keluarga, sahabat dan yang mengikutinya hingga akhir zaman, amma ba’du:

Pada eBook kali ini, akan kita kupas secara singkat fiqih seputar nifas dan hal-hal yang berhubungan dengannya, karena banyak kesalah-pahaman beredar dimasyarakat berkenaan darah nifas.

Nifas secara bahasa makna-nya adalah melahirkan. Secara terminologi syari’at nifas adalah darah yang keluar dari rahim karena melahirkan.

Menurut pendapat yang lebih kuat, tidak ada batasan minimal untuk nifas. Sementara itu, batasan maksimal nifas adalah 40 hari. Jika seorang wanita yang nifas telah suci sebelum 40 hari maka dia dihukumi sebagai wanita yang suci, sehingga wajiblah dia segera mandi dan mengerjakan kewajiban-kewajiban ibadah seperti biasanya. Adapun bila darah terus mengalir setelah lewat 40 hari, maka darah yang keluar lebih dari 40 hari disebut darah penyakit.

Hukum-hukum yang berkaitan dengan nifas pada dasarnya sama dengan hukum-hukum haid. Karena darah nifas adalah darah haid yang tertahan keluarnya selama waktu kehamilan; ada beberapa perbedaan darah haid dan nifas yang selanjutnya akan dibahas dalam eBook ini, juga berhubungan dengan darah yang keluar setelah keguguran, melahirkan dengan operasi dan bahasan lainnya yang sangat penting diketahui terutama bagi para kaum wanita, selamat menyimak….

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Operasi Ganti Kelamin dalam Tinjauan Islam

Nama eBook: Hukum Operasi Ganti Kelamin
Penulis: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi حفظه الله

Diawal eBook penulis berkata:

Sesungguhnya Allah عزّوجلّ telah menciptakan manusia dengan bentuk sebaik-baiknya dan menjadikan di antara mereka ada yang pria dan ada yang wanita. Semua itu terjadi dengan keadilan dan hikmah-Nya. Allah عزّوجلّ berfirman:

لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ . أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا وَيَجْعَلُ مَنْ يَشَاءُ عَقِيمًا إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ

Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Mahakuasa. (QS al-Sy?r? [42]: 49–50)

Baca pos ini lebih lanjut