Hukuman Bagi PEMBERONTAK

Nama Ebook: HAD AHLUL BAGHYI (PEMBERONTAK)
Penulis : Syaikh Muhammad bin Ibrahim at-Tuwayjiry

Segala puji hanyalah milik Allâh Rabb Semesta Alam. Sholawat dan Salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad  keluarga dan sahabat beliau serta orang-orang yang mengikuti mereka, amma ba’du:

Bughot: Mereka adalah suatu kaum yang memiliki kekuatan dan perintah, mereka memisahkan diri dari Imam dengan pendapat atau landasan yang menyimpang, mereka ingin menjatuhkan atau menyelisihinya serta mematahkan tongkat ketaatannya darinya.

Berdirinya Imamah termasuk suatu kewajiban terbesar dalam agama ini, bermaksiat serta memisahkan diri darinya termasuk hal yang diharamkan, walaupun pemimpin seorang yang melenceng dan berbuat kedzoliman, selama dia belum mengamalkan amalan yang menjadikannya kafir disisi kita sesuai dengan petunjuk Allah, baik diangkatnya dia menjadi Imam berdasarkan ijma’ kaum Muslimin, atau di tunjuk oleh Imam sebelumnya, atau dengan ijtihadnya ahlul hilli wal ‘aqdi, ataupun juga dengan paksaannya terhadap masyarakat sehingga mereka tunduk terhadapnya dan membiarkannya menjadi Imam. Seorang Imam tidak boleh dijatuhkan karena mengerjakan perbuatan orang-orang fasik, selama itu tidak mengerjakan amalan yang menjadikannya kafir disisi kita, sesuai dengan petunjuk Allah.

Seorang Imam wajib untuk menjaga negara Islam, memelihara agama, melaksanakan hukum-hukum Allah, menegakkan hudud, menjaga perbatasan, mengumpulkan sedekah, memerintah dengan adil, berjihad melawan musuh, berdakwah kepada Allah dan menyebarkan Islam.

Seluruh rakyat wajib untuk menta’ati Imam (pemimpin) selama ia tidak menyuruh bermaksiat kepada Allah.

Baca selengkapnya eBook ini dimana didalamnya akan dibahas bagimana Imam memperlakukan para pemberontak, bagaimana pula bila terjadi peperangan antara kedua belah pihak dan pembahasan lainnya, selamat membaca…

Download:
Download CHM atau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Warga Negara Baik Melahirkan Penguasa yang Baik

WARGA NEGARA BAIK MELAHIRKAN PENGUASA YANG BAIK
:: Redaksi Majalah As-Sunnah ::

Pemimpin yang bersih, jujur, amanah, cerdas, tegas, bersahaja, merakyat dan lain sebagainya tentu menjadi dambaan semua orang yang mengharapkan masa depan yang baik. Ini sudah pasti, namun untuk mewujudkannya bukan hal mudah. Islam sangat menghargai pemimpin yang adil. Pemimpin adil adalah satu diantara tujuh golongan yang mendapatkan naungan Arsy Allah di saat tidak ada naungan sama sekali dari terik sinar matahari yang panas membakar, kecuali naungan Arsy tersebut, Rasulullah صلى الله عليه وسلم menyebutkan bahwa di antara tujuh golongan yang mendapatkan naungan Arsy Allah عزّوجلّ di Hari Kiamat kelak adalah pemimpin yang adil.

Sampai disini, semua sepakat dan menginginkan keadilan pemimpin yang mendatangkan kebaikan untuk Negara dan rakyat yang dipimpinnya. Lalu timbul pertanyaan besar dalam hati, bagaimanakah mewujudkannya? Para Ulama Rabbani mengingatkan bahwa jika kita menginginkan pemimpin yang baik, maka kita harus memulai perbaikan itu dari diri kita dan masyarakat, sebab ada satu kaidah yang sudah baku dan terbukti dalam sejarah, “Sebagaimana keadaan kalian, begitulah keadaan pemimpin kalian.”

Sebagai insan yang beriman kepada Allah عزّوجلّ dan Rasul-Nya, kita berkewajiban mengikuti petunjuk Rasulullah صلى الله عليه وسلم karena kita yakin bahwa Allah satu-satunya Dzat Yang Memutuskan dan Pemberi taufik. Barangsiapa menyimpang dari jalan Nabi-Nya, maka tidak akan beruntung selamanya.

Baca pos ini lebih lanjut

Mendakwahi Para PEMIMPIN

Nama eBook: Mendakwahi Para PEMIMPIN
Penulis: Ustadz Abu Hafshah Abdurrahman al-Buthoni حفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Rabb sekalian alam, shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم yang menjadi teladan bagi setiap da’i yang menyeru kejalan Allah سبحانه و تعالى.

Dakwah” adalah mengajak umat manusia kepada jalan Allah عزّوجلّ agar manusia mengikuti ajaran-Nya. Sementara itu, hati manusia berat menerima kebenaran, bahkan sebaliknya, kebatilan sangat ringan di hati mereka. Oleh sebab itu, seorang da’i harus memperhatikan objek dakwah dan uslub (metode) yang dipakai supaya beratnya kebenaran tidak ditambah dengan beratnya uslub.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa mad’u (yang didakwahi) dalam Islam bermacam-macam. Ada yang muslim dan ada nonmuslim, sedangkan yang muslim ada kaum “awam” dan ada “pengikut hawa nafsu” kemudian ada rakyat dan ada pemimpin. Lihatlah cara rasulullah mendakwahi para pembesar:

“Dari Muhammad hamba Allah dan Rasul-Nya kepada Heraqlu pemimpin Romawi. Keselamatan bagi yang mengikuti hidayah. Masuklah Islam, kamu akan selamat. Masuklah Islam, Allah akan memberimu pahala dua kali (karena imannya kepada Nabi Isa عليه السلام dan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم). Dan jika engkau berpaling maka dosa seluruh rakyatmu engkau tanggung.” (HR al-Bukhari)

Dalam surat dakwah tersebut rasulullah berdakwah bil hikmah bukan dengan cara kasar dan teror, semoga eBook ini membantu kita dan saudara kita yang telah tersalah dalam menyikapi dakwah kepada pemimpin kaum muslimin, amin…

Download:
Download CHM
mirror Download ZIP dan Download PDF atau Download Word

Biografi Kholifah Umar bin Abdul Aziz

Nama eBook: Kholifah Umar bin Abdul Aziz
Penulis: Ustadz Abu Faiz al-Atsari حفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, kemudian shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad صلي الله عليه وسلم, kepada keluarganya, sahabatnya dan yang mengikuti mereka hingga akhir zaman. Amma ba’du.

Sungguh kita semua mendambakan pemimpin yang baik, yang membawa rakyatnya menuju ridho Ilahi dan juga mensejahterakan rakyatnya. Salah satu pemimpin yang mewujudkan hal itu dalam sejarah Islam adalah Kholifah yang mulia, seorang ulama, tabi’in yang mulia Umar bin Abdul Aziz رحمه الله.

Sungguh pujian untuknya akan terus mengalir dari para ulama dari dahulu sampai ulama yang akan datang, Imam Ahmad رحمه الله menyebutkan beliau (Umar bin Abdul Aziz) adalah Mujaddid dalam 100 pertama.

Beliau adalah pemimpin yang zuhud dan sangat takut dengan Rabb-nya, lihatlah perkataannya kepada istrinya “Wahai Fathimah, sesungguhnya aku sedang memikirkan nasib umat Muhammad صلي الله عليه وسلم, aku sedang memikirkan nasib si miskin yang kelaparan, si sakit yang merintih, Baca pos ini lebih lanjut