Kamus Istilah Islam Edisi Keenam

Khazanah Istilah
Syaikh Fahd bin Abdurrahman asy-Syuwayyib

eBook ini berisi penjelasan tentang istilah-istilah dari bahasa Arab yang sering dijumpai dalam literatur sya’ri. Pada edisi ini kami (Ibnu Majjah) mengutipnya dari terjemahan buku Sifat Wudlu’ Nabi Shallalahu ‘Alaihi Wassalam karya Fahd bin Abdurrahman asy-Syuwayyib dengan penerjemah Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Cet. IV 1423H/2002M, terbitan Penerbit Darul Qalam, Jakarta. Kami mengutip perkataan penulis dan catatan kaki penerjemah. Semoga bermanfaat.

No Kata Penjelasan atau persamaan
 1.

الوُضُوء

Wudlu’

  • Secara bahasa, bila dibaca dengan dlammah wudluu’u  (الوُضُوء) artinya adalah pekerjaan wudlu’, atau mengambil air wudlu. Bila dengan fath‐hah wadluu’u (الوَضُوء) artinya adalah air wudlu’, dan juga wudlu’ itu adalah mashdar dan terkadang yang dimaksudkan dari keduanya ialah air wudlu’. Dikatakan  “tawadla’tu lishaalati”  (تَوَضَّأْتُ لِلصَّلَاةِ)  artinya “aku berwudlu untuk shalat”.
  • Secara syari’at arti wudlu’ ialah menggunakan air yang suci untuk mencuci anggota‐anggota tertentu yang sudah diterangkan dan disyariatkan Allah Subhanallahu wa Ta’ala.
  • Wudhu’ adalah salah satu syarat sah shalat.
 2.

الرِبَاط

Ribath

  • Ribath, asal maknanya ialah tetap di pos penjagaan untuk menghadapi musuh.
  • Yang dimaksud dengan amal‐amal yang disebutkan dalam hadits tentang keutamaan berwudhu’ (HR. Muslim dari Abu Hurairah) seperti ribath (perjuangan yang sempurna), karena dia dapat mencegah dirinya dari mengikuti hawa nafsu. Ada yang berpendapat, maknanya ialah ganjaran seperti ganjaran orang yang berjuang di pos penjagaan. (lihat, Hasyiyah Shahih Muslim 1:151)..
 3.

Tauru

Tauru (التَّوْر) artinya bejana kecil yang dipakai untuk berwudlu’
 4. Mud Mud (مُدّ) adalah satu jenis takaran yang isinya kurang lebih 6 ons atau sepenuh cidukan dua tapak tangan yang sedang.
 5. Sha’

1 sha’ = 4 mud; 1 mud = ukuran 1 1/3 rithl. Dinamakan demikian karena air yang diambil sepenuh kedua telapak tangan manusia.

 6. Niat
  • Niat artinya menyengaja dan kesungguhan hati untuk mengerjakan ibadah karena melaksanakan perintah Allah Subhanallahu wa Ta’ala dan perintah Rasul‐Nya.
  • Niat adalah salah 1 (satu) dari 2 (dua) syarat sebuah ibadah diterima, adapun syarat yang kedua adalah sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
 7. Madlmadlah Madlmadlah (مَضْمُضَة) artinya adalah berkumur‐kumur.
 8. Istinsyaq Istinsyaq (إِسْتَنْشَقَ) memasukkan air ke dalam hidung lalu menghirupnya dengan sekali nafas sampai ke dalam hidung yang paling ujung
 9 Istintsaar
  • Sedangkan Istintsaar (إِسْتَنْثَرَ) artinya mengeluarkan (menyemburkan air dari hidung sesudah menghirupnya.
  • Dalam berwudhu’ sunnahnya berkumur-kumur dan istinsyaq diambil dengan satu cidukan dan dilakukan tiga kali.
  • Istinsyaq dilakukan dengan tangan kanan dan Istintsaar dilakukan dengan tangan kiri.
 10. Siwak
  • Siwak dapat diartikan kayu yang biasa dipakai untuk membersihkan mulut (gigi). Siwak seperti miswak dan jamaknya adalah (سُوكٌ). Siwak itu asalnya dari pohon Arak, yaitu pohon yang terkenal (di daerah Hijaz) yang dahannya biasa dipakai untuk bersiwak.
  • Kata Imam Shan’ani: “Pengertian siwak menurut istilah, yaitu sejenis kayu (arak/sugi), maka yang mereka maksudkan ialah setiap alat yang dapat menghilangkan perubahan bau mulut seperti penyeka kotoran yang kesat dan jari yang kotor, dan yang terbaik adalah kayu Arak” (Subulus Salam, 1:88, Ta’liq Hamad Fawwaz Zamrali).
 11. Siku

Ta’rif (definisi) siku ialah tempat persambungan antara tulang hasta (lengan bawah) dengan lengan atas (Lihat Al-Qaamusul Muhith).

12. Muwaalaat

Muwaalaat artinya berturut‐turut membasuh anggota demi anggota wudhu’. Berturut‐turut maksudnya agar jangan sampai orang yang berwudlu itu menyela wudlu’nya dengan pekerjaan lain yang menurut kebiasaan dianggap telah menyimpang daripadanya.

Download:
 Download PDF atau Download WordmirrorDownload PDF

Iklan

Pengertian, Macam dan Cara Thaharah

Nama eBook: Pengertian, Macam dan Cara Thaharah
Penulis: Syaikh Sa’id bin ‘Ali Wahf al-Qahthani

Pengantar:

الحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Pembahasan tentang Thaharah biasanya diletakkan para ulama diawal kitab-kitab yang membahas masalah Fikih, karena banyak ibadah yang dipersyaratkan sebelumnya thaharah.

Menurut bahasa (etimologis), thaharah berarti pembersihan dari segala kotoran yang tampak maupun tidak tampak.

Sedangkan menurut pengertian syari’at (terminologis), thaharah berarti tindakan menghilangkan hadats dengan air atau debu yang bisa menyucikan. Selain itu juga berarti upaya melenyapkan najis dan kotoran. Dengan demikian, thaharah berarti menghilangkan sesuatu yang ada di tubuh yang menjadi penghalang bagi pelaksanaan shalat dan ibadah yang semisalnya.

Thaharah itu terdiri dari dua macam:

Macam pertama: Thaharah batin spiritual, yaitu thaharah dari kemusyrikan dan kemaksiatan. Thaharah seperti itu bisa dilakukan dengan cara bertauhid dan beramal shalih. Macam thaharah ini lebih penting dari pada thaharah fisik babkan thaharah badan tidak mungkin bisa terwujud jika masih terdapat najis kemusyrikan.

Macam kedua: Thaharah fisik, yaitu bersuci dari berbagai hadats dan najis. Dan yang ini merupakan sebagian kedua dari iman.

Thaharah dilakukan dengan dua cara:

Pertama: Thaharah dengan menggunakan air. Dan inilah yang pokok.

Kedua: Thaharah dengan menggunakan debu yang suci. Thaharah ini merupakan ganti dari thaharah dengan air jika tidak memungkinkan bersuci dengan menggunakan air pada bagian-bagian yang harus disucikan, atau karena ketiadaan air, atau karena takut bahaya yang diakibatkan oleh penggunaan air, sehingga dapat digantikan oleh debu yang suci.

Demikian ringkasan isi eBook ini, silahkan download dan selamat membaca…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDF atau Download Word

Defenisi dan Cakupan Ibadah

Nama eBook: Makna dan Cakupan Ibadah
Penulis: Ustadz Abu Ismail Muslim al-Atsari حفظه الله

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيَّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أما بعد:

Allah عزّوجلّ telah memberitakan kepada kita bahwa Dia menciptakan jin dan manusia hanya untuk beribadah kepada-Nya. Allah عزّوجلّ berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat/51:56)

Allah memberikan ujian dengan perintah ibadah, melaksanakan perintah, dan menjauhi segala larangan-Nya. Allah  عزّوجلّ  berfirman:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا

“(Allah) Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS. Al-Mulk/67: 2)

Secara Istilah “Ibadah adalah satu istilah yang menghimpun seluruh apa yang dicintai dan diridhai oleh Allah, baik berupa perkataan dan perbuatan, yang lahir dan yang batin.”

Ibadah dalam agama Islam mencakup ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdhah:

Ibadah mahdhah adalah perbuatan-perbuatan dan perkataan-perkataan yang asalnya memang merupakan ibadah, berdasarkan nash atau lainnya yang menunjukkan perkataan dan perbuatan tersebut haram dipersembahkan kepada selain Allah  عزّوجلّ.

Ibadah ghairu mahdhah adalah perbuatan-perbuatan dan perkataan-perkataan yang asalnya bukan ibadah, akan tetapi berubah menjadi ibadah dengan niat yang baik.

Demikian sekilas penjelasan tentang ibadah, dalam eBook dijelaskan lebih luas akan makna ibadah dan pembagian ibadah, sebab pentingnya kita mengetahui makna ibadah dan cakupannya, mari kita ilmu dan amalkan isi eBook ini sehingga kita bisa mengisi hidup kita dengan ibadah untuk bisa meraih ridha Allah…

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Keutamaan Tauhid dan Bahaya Syirik

Nama eBook: Keutamaan Tauhid dan Bahaya Syirik
Penulis: Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawas, MA حفظه الله

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Tauhid, yaitu seorang hamba meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam Rububiyah (ketuhanan), Uluhiyah (ibadah), Asma` (nama-nama) dan Sifat-Nya.

Tauhid merupakan kewajiban pertama yang Allah عزّوجلّwajibkan kepada umat manusia, dan sebaliknya larangan pertama yang Allah larang kepada mereka adalah syirik. Hal ini sebagaimana firman Allah عزّوجلّ:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ . الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, Padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah/2: 21-22)

Tauhid adalah jaminan keselamatan sedangkan syirik adalah jaminan kebinasaan, di dalam eBook ini penulis memaparkan beberapa keutamaan Tauhid dan Bahaya Syirik; dan diakhir tulisan penulis -semoga Allah menjaganya- berkata:

Setelah kita mengetahui betapa pentingnya perkara tauhid dan begitu bahayanya perbuatan syirik, maka kami mengajak kepada para da’i/mubaligh agar mengutamakan dalam da’wahnya perkara tauhid dan memperingatkan umat dari bahaya syirik. Sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلمdan para shahabat beliau, bahkan para rasul seluruhnya. Allah عزّوجلّberfirman:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُواْ اللّهَ وَاجْتَنِبُواْ الطَّاغُوتَ

“Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”. (QS. An-Nahl/16: 36)

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Jangan Ikuti Hawa Nafsu !

Nama eBook: Jangan Mengikuti Hawa Nafsu
Penulis: Ustadz Abu Ismail Muslim al-Atsari حفظه الله

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيَّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أما بعد

Secara bahasa, hawa nafsu adalah kecintaan terhadap sesuatu sehingga kecintaan itu menguasai hatinya. Kecintaan tersebut sering menyeret seseorang untuk melanggar hukum Allah عزّوجلّ. Oleh karena itu, hawa nafsu harus ditundukkan agar bisa tunduk terhadap syari’at Allah عزّوجلّ. Adapun secara istilah syari’at, hawa nafsu adalah kecondongan jiwa terhadap sesuatu yang disukainya sehingga keluar dari batas syari’at.

Orang yang mengikuti hawa nafsu tidak akan mementingkan agamanya dan tidak mendahulukan ridha Allah dan Rasul-Nya. Dia akan selalu menjadikan hawa nafsu menjadi tolok ukurnya.

Nabi صلى الله عليه وسلم sudah mengingatkan bahwa mengikuti hawa nafsu akan membawa kehancuran. Beliau صلى الله عليه وسلم bersabda :

ثَلاَثٌ مُهْلِكَاتٌ: شُحٌّ مُطَاعٌ وَهَوَى مُتَّبَعٌ وَإِعْجَابُ الـمَرْءِ بِنَفْسِهِ

“Tiga perkara yang membinasakan adalah: kebakhilan dan kerakusan yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan seseorang yang membanggakan dirisendiri.”

Demikian sekelumit dari isi eBook yang kita posting kali ini, selamat menyimak, dan semoga Allah selalu membimbing hati kita sehingga sellau mampu menundukkan hawa nafsu dengan sebaik-baiknya. Hanya Allah tempat memohon pertolongan.

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Tetangga: Makna dan Batasannya

Nama eBook: Tetangga: Makna dan Batasannya
Penulis: Syaikh ‘Ali Hasan ‘Ali ‘Abdul Hamid al-Halabi حفظه الله

Pengantar:

Kita bersyukur kepada Allâh Ta’âla atas segala nikmat yang telah dikaruniakan kepada kita, nikmat yang sangat banyak dan tidak dapat kita hitung, shalawat dan salam teruntuk nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga dan sahabatnya amma ba’du:

Allah Ta’ala telah memerintahkan kita berbuat baik kepada tetangga sebagimana firman-Nya:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالا فَخُورًا

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. (QS. An-Nisaa’/4: 36)

Tentang Hak-Hak Tetangga dan Keutamanya telah kita ketengahkan ebook-nya pada link ini, adapun pada eBook akan dijelaskan penyebutan tetangga dalam al-Qur’an, makna tetangga dan batasannya, semoga kiranya menambah manfaat….

Download:
 Download PDF atau Download Word

Pengertian Do’a, Dzikir dan Macam-Macamnya

Nama eBook: Pengertian dan Macam-Macam Do’a
Penulis: Syaikh Sa’id bin Ali Wahf al-Qahthani

Pengantar:

الحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد

Sebagai seorang muslim kita menyatakan ‘hanya kepada Allah kita Beribadah dan Hanya kepada-Nya kita Meminta’, sebab hal tersebut kita selalu mengingat-Nya dan berdo’a kepada-Nya.

Do’a berarti permohonan hamba kepada Rabbnya dengan cara memohon dan meminta, bisa pula berarti mensucikan, memuji dan makna yang sejenis dengan keduanya; dan do’a adalah bagian dari dzikir.

Pengertian dzikir adalah melepaskan diri dari sifat lalai dan lupa kepada Allah. Yang dimaksud dengan lalai ialah meninggalkan sesuatu dengan usaha manusia itu sendiri. Dan yang dimaksud dengan lupa ialah meninggalkan sesuatu tanpa usaha dari manusia tersebut.

Hal tersebut diatas diantara hal yang dibahas dalam eBook ini, disamping itu juga dijelaskan pembagian dzikir ditinjau dari berbagai sisi, tingkatannya dan macam-macam dzikir, semoga kita memahami dan dapat mengamalkannya, amin…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDF atau Download Word

Rukun dan Syarat Jual Beli

Nama eBook: Memahami Rukun dan Syarat Sahnya JUAL BELI
Penulis: Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawas, MA حفظه الله

Kita memuji Allah Azza wa Jalla dan bersyukur kepada-Nya, kemudian kita berhalawat beserta salam kepada nabi kita Muhammad, para keluarga, sahabat dan umatnya yang mengikuti mereka dengan baik, amma ba’du

Kita sebagai makhluk sosial tidak akan lepas dari berbagai mu’amalah dan diantaranya yang paling sering kita lakoni adalah menjual dan membeli, jual beli (perdagangan) adalah termasuk dalam katagori muamalah yang dihalalkan oleh Allah, sebagaimana firman-Nya:

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ

“Dan Allah telah menghalalkan jual beli.” (Q.S. Al Baqarah/2: 275).

Dari ayat ini para ulama mengambil sebuah kaidah bahwa seluruh bentuk jual beli hukum asalnya boleh kecuali jual beli yang dilarang oleh Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya. Yaitu setiap transaksi jual beli yang tidak memenuhi syarat sahnya atau terdapat larangan dalam unsur jual-beli tersebut.

Begitu seringnya kita melakukan transaksi jual-beli maka sudah semestinya kita memahami semua hal yang berkaitan dengannya, pada eBook ini akan dijelaskan defenisi jual-beli, macam-macam jual-beli dan rukun serta syarat jual-beli, semoga bermanfaat…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Kamus Istilah Islam Edisi Keempat

Khazanah Istilah
Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi

eBook ini berisi penjelasan tentang istilah-istilah dari bahasa Arab yang sering dijumpai dalam literatur sya’ri. Pada edisi ini kami (Ibnu Majjah) mengutipnya dari terjemahan kitab Al-Wajiiz fii Fiqhis Sunnah wal Kitaabil Aziiz[1] karya Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi tepatnya pada Kitab Thaharah. Semoga bermanfaat.

No Kata Penjelasan atau persamaan
 1. Thaharah
  • Secara bahasa berarti suci dan bersih dari hadats.
  • Sedangkan menurut istilah bermakna menghilangkan hadats dan najis.
 2. Najis
  • An-Najaasaat adalah bentuk plural dari najasah [najis].
  • Yaitu semua yang dianggap menjijikkan oleh orang yang bertabiat normal. Mereka menjaga diri darinya dan mencuci pakaian mereka jika terkena olehnya, seperti kotoran dan air seni.
 3.  اْلأَذَى

(al-Adzaa)

  • Adalah segala sesuatu yang engkau merasa tersakiti olehnya, seperti najis, kotoran, batu, duri, dan sebagainya.
  • Hadits yang berbunyi “Jika salah seorang di antara kalian menginjak al-adzaa dengan sandalnya, maka tanah adalah penyucinya.”, yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah najis, sebagaimana yang tampak jelas.
 4. Madzi
  • Yaitu cairan putih (bening), encer, dan lengket yang keluar ketika naiknya syahwat. Dia tidak keluar dengan syahwat, tidak menyembur, dan tidak pula diikuti lemas. Terkadang keluar tanpa terasa. Dialami pria maupun wanita.
  • Madzi adalah najis, maka disucikan dengan mencuci kemaluan dan berwudhu’.
 5. Wadi
  • Sedangkan Wadi adalah cairan putih (bening) dan kental yang keluar setelah kencing.
  • Wadi juga najis, karena wadi maka diperintahkan mencuci kemaluan dan berwudhu’.
 6. اْلإِهَابُ
(al-Ihaab)
  • Al-Ihaab adalah kulit hewan yang telah mati (bangkai).
  • Mensucikan al-Ihaab adalah dengan mensamaknya.
 7. الْخَلاَءَ
(al-Khalaa’)
= kamar kecil/WC.
 8. Qubul dan Dubur = kemaluan dan anus.
 9 الْغَائِطِ
(al-Ghaa-ith)
  • yaitu kiasan dari buang hajat.
  • Terdapat dalam ayat ke-6 surat al-Maaidah “أَوْ جَاء أَحَدٌ مَّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ”.
 10.  Khuff
  • = Sepatu yang menutup mata kaki.
  • Ulama Ahlussunnah sepakat akan disyariatkannya mengusap khuff baik safar maupun tidak.
  • Syiah dan Khawarij mengingkari syariat mengusap khuff.
 11. اَلصَّعِيْدُ
(ash-Sha’iid)
  • Dalam Lisaanul ‘Arab disebutkan: Ash-Sha’iid artinya tanah.  Ada yang menyatakan:  tanah yang suci. Ada pula yang mengatakan:  semua debu yang suci.
  • Abu Ishaq berkata, “Ash-Sha’iid adalah permukaan bumi…”
12.  Haid
  • Adalah darah yang dikenal para wanita. Tidak ada batasan tentang waktu maksimal dan minimalnya dalam syari’at. Itu semua berpulang pada kebiasaan masing-masing.
 13. Nifas
  • Sedangkan nifas adalah darah yang keluar karena melahirkan. Batasan maksimal adalah empat puluh hari.
 14. Istihadhah
  • Yaitu darah yang keluar pada selain waktu haidh dan nifas, atau yang bersambung dengan keduanya (tetapi bukan termasuk keduanya, ed)

[1]     Edisi Indonesia Panduan Fiqih Lengkap, Penerjemah Team Tashfiyah LIPIA – Jakarta, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir, Cetakan Pertama Ramadhan 1428 H – September 2007 M; kami (www.ibnumajjah.wordpress.com) mengutipnya dari www.almanhaj.or.id.

Download:
 Download PDF atau Download Word

File DJVU dan Pembukanya

DjVu (dibaca “déjà vu’) adalah suatu set yang terdiri dari teknologi kompresi, sebuah format file (.djvu) dan sebuah software platform untuk pengiriman ke Web yang terdiri dari digital documents, scanned documents, dan high resolution images

Djvu dokumen mendownload dan menampilkan secara cepat, tepat dengan tampilan sama pada semua platform tanpa masalah kompatibilitas karena font, warna, dan lainnya. DjVu bisa menjadi alternatif yang lebih unggul dari Software lainnya dalam menampilkan format-format tertentu. Di antaranya adalah :

  • DjVu lebih baik dari PDF dan PostScript dalam menampilkan dokumen digital
  • DjVu lebih baik dari TIFF (dan PDF) dalam menampilkan scanned bitonal documents
  • DjVu lebih baik dari JPEG2000 dan JPEG dalam menampilkan foto dan gambar
  • DjVu lebih baik dari GIF dalam menampilkan large palettized images
  • Djvu adalah satu-satunya web format yang praktis untuk mendistribusikan high-resolution scanned documents yang berwarna. Tidak ada web format lain yang dapat menandinginya dalam hal ini.

Baca pos ini lebih lanjut