Adab dan Pembagiannya

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali -semoga Allah menjaganya- dalam kitabnya Bahjatun Naazhiriin Syarh Riyaadhish Shaalihin pada kitab Adab sebelum mensyarah ayat-ayat dan hadits-hadits dalam kitab Imam an-Nawawi tersebut menuliskan:

Di dalam kitabnya Madaarijus Saalikiin (11/375-391), Ibnu Qayyim al-Jauziyyah رحمه الله mengatakan:

Yang dimaksud dengan adab adalah kumpulan berbagai kriteria kebaikan pada diri seorang hamba, la merupakan ilmu perbaikan lidah, percakapan, dan penempatannya sesuai sasaran, perbaikan terhadap kata-kata, serta pemeliharaan dari kesalahan dan ketergelinciran.

Adab ini terdiri dari tiga macam, yaitu: Adab kepada Allah, kepada Rasul-Nya dan syari’at-Nya, dan adab bersama sesama makhluk.

Adab kepada Allah-pun terdiri dari tiga macam, yaitu:

Pertama : Memelihara hubungan dengan-Nya agar tidak tercampuri dengan kekurangan.
Kedua    : Memelihara hati agar tidak berpaling kepada selain Dia.
Ketiga   : Memelihara keinginan agar tidak bergantung kepada hal-hal yang memancing amarah-Nya.

Baca pos ini lebih lanjut

Candailah Anak-Anak Kita

Nama eBook: Candailah Anak Kalian
Penulis: Ustadz Abu Ibrohim Muhammad Ali AM حفظه الله

Segala puji bagi Allah yang telah menyempurnakan agama untuk kita dan menyempurnakan nikmat-Nya dan mengutus seorang rasul yang membacakan ayat-ayat-Nya, menyucikan dan mengajarkan kepada kita Kitab dan Hikmah, semoga shalawat dan salam (terlimpah) kepada nabi yang Allah عزّوجلّ utus untuk rahmat seluruh alam, nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم beserta keluarganya dan semua sahabatnya….

Kelembutan dan kasih sayang adalah salah satu kebutuhan mutlak yang harus diberikan setiap orang tua terhadap anak-anaknya. Alloh Ta’ala menciptakan dan menganugerahkan sifat terpuji ini kepada siapa sajayang dikehendaki-Nya. Apabila seseorang memiliki sifat tersebut, dia akan mengasihi dan menyayangi selainnya, dan apabila dia menyayangi orang lain dia pasti akan disayangi Alloh Ta’ala yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Dan suri teladan kita telah menunjukkan berbagai cara untuk mengungkapkan rasa kasih sayangnya kepada anak-anak baik dari kalangan kerabat atau anak-anak para sahabat yang lainnya, salah satunya bercanda dengan mereka:

كَانَ رَسُوْلُ اﷲِ صَلَّى اﷲِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْدْلِعُ لِسَانَهُ لَلْحَسَنِ بْنِ عَلِىٍّ ، فَيَرَى الصَّبِىُّ حُمْرَتَ لِسَانِهِ ، فَيَبْهَشُ اِلَيْهِ

“Pernah dulu Rasulullah menjulurkan lidahnya kepada al-Hasan bin ali. Tatkala melihat lidah Rasulullah yang merah, al-Hasan merasa riang gembira dengannya.” (Lihat Silsilah ash-Shahihah no. 70)

Masih banyak lagi contoh-contoh akhlaq Rasulullah صلى الله عليه وسلم kepada anak-anak kecil dalan eBook ini, dengan membacanya mudah-mudahan bisa menjadi siraman hati dan melunakkan hati yang keras sehingga menjadi lembut sesuai dengan kebutuhan anak-anak yang memang membutuhkan kasih sayang dan kelembutan dari orang tuanya. Juga, mudah-mudahan hati kita tidak  menjadi kering atau bahkan mati –na’udzu billahi min dzalik– dari perasaan tersebut.

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Putra-Putri Rasulullah

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Rasulullah صلى الله عليه وسلم memilik tiga orang putra yaitu:

  1. Al-Qasim, dilahirkan di Makkah sebelum Muhammad diangkat menjadi Nabi. Al-Qasim meninggal di Mekah pada usia dua tahun. Namun menurut Qatadah, Al-Qasim meninggal ketika ia  sudah bisa berjalan.
  2. Abdullah, dinamakan juga dengan at-Thayyib (yang baik) dan at-Thahir (yang suci) karena ia dilahirkan sesudah Islam.
  3. Ibrahim, dilahirkan dan wafat di Madinah tahun sepuluh hijriah pada usia tujuh belas atau delapan belas bulan.

Adapun Putri-putri Rasulullah صلى الله عليه وسلم ialah:

  1. Zainab, menikah dengan Abu Al-Ash bin Rabi’ bin Abdul Uzza bin Abdul Syams sepupu Zainab, karena ibunya adalah Hala binti Khuwailid (saudara dari Khadijah binti Khuwailid). Zainab mempunyai anak bernama Ali yang meninggal waktu kecil dan Umamah yang digendong oleh Nabi صلى الله عليه وسلم waktu shalat.
  2. Ruqayyah, menikah dengan Ustman bin Affan. Meninggal di pangkuan Ustman. Ruqayyah memiliki seorang putra yang bernama Abdullah sehingga Ustman dipanggil dengan kunyah Abu Abdullah.
  3. Ummu Kultsum, Ustman lalu menikahi Ummu Kultsum (adik Ruqayyah) yang juga meninggal di pangkuannya.
  4. Fatimah, menikah dengan Ali bin Abi Thalib. Dari pernikahan tersebut Fatimah melahirkan Hasan, Husain, Muhassin yang meninggal waktu kecil, Ummu Kultsum yang menikah dengan Umar bin Khattab, dan Zainab yang menikah dengan Abdullah bin Ja’far bin Abi Thalib.

Demikianlah nama-nama dari anak Rasulullah صلى الله عليه وسلم, kemudian dalam eBook ini akan dijelaskan lebih lanjut biografi putri-putri Rasulullah, selamat membaca…

Download:
 Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDF atau Download Word

Petunjuk Nabi Tentang Kokok Ayam Jantan

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Burung dan hewan-hewan yang ada di sekitar kita termasuk nikmat-nikmat yang Allah عزّوجلّ tujukan bagi manusia. Makhluk-makhluk itu bertasbih memuji Rabbnya seperti makhluk-makhluk lainnya.

Sebagian dari binatang tersebut mempunyai kemampuan khusus yang tidak dimiliki hewan lain dan kebiasaan positif yang manfaatnya dirasakan oleh kaum Muslimin.

Salah satu binatang yang akrab dengan kehidupan manusia yang mempunyai kemampuan istimewa yang tidak ada pada diri manusia adalah ayam jantan. Nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم menyebut unggas tersebut mampu melihat malaikat, Beliau صلى الله عليه وسلم bersabda:

إِذَا سَـمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيْكَةِ فَاسْأَلُوا اللهَ مِنْ فَضْلِهِ، فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا

Jika kalian mendengar kokok ayam jantan. Maka, mohonlah kepada Allah karunia-Nya, karena sesungguhnya ia melihat malaikat. (HR. Al-Bukhari no. 3303 dan Muslim no.2729).

Simak eBook ini lebih lanjut, dan kita berdo’a semoga Allah عزّوجلّ mudahkan kita untuk memahami petunjuk-petunjuk Rasulullah صلى الله عليه وسلم untuk kita amalkan sehingga kita dapat menjadi pengikut Beliau صلى الله عليه وسلم yang sesungguhnya, amin…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download Word atau Download PDF

Nama, Kun-yah dan Nasab Rasulullah

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Kata orang ‘Tak kenal maka tak sayang’, mungkin itulah gambaran kebanyakan kita, sehingga pembicaraan tentang nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sunnahnya seakan asing dan sesuatu yang tidak penting, namun sesuatu yang bukan dari sunnahnya malah marak dan dibela-belain, padahal kecintaan kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi seorang muslim haruslah diatas kecintaannya terhadap seluruh makhluk dengan mengagungkan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menjalankan sunnah (agama) yang dibawanya secara totalitas.

Dikesempatan yang mulia ini kami bawakan eBook yang menjelaskan nama, kun-yah, nasab dan sejarah penamaan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nama beliau Muhammad dan Ahmad telah populer diantara kita, nama beliau yang lain sebagimana beliau sabdakan:

إِنَّ لِي أَسْمَاءً : أَنَا مُحَمَّدٌ، وَأَنَا أَحْمَدُ، وَأَنَا الْمَاحِي الَّذِي أَمْحُو الْكُفْرَ، وَأَنَا الْحَاشِرُ الَّذِي أَحْشُرُ النَّاسَ عَلَى قَدَمِي، وَأَنَا الْعَاقِبُ

“Aku memiliki beberapa nama: Muhammad, Ahmad, Al Mahi (penghapus) karena denganku Allah menghapus kekufuran, Al Hasyir karena manusia di kumpulkan di atas telapak kakiku, dan Al ‘Aqib.” (HR. Bukhari 4896, Muslim 2354) Baca pos ini lebih lanjut

Nabi Mendidik Tidak Dibatasi Ruang dan Waktu

Nama eBook: Pendidikan Nabi Tidak Dibatasi Ruang dan Waktu
Penulis: Ustadz Nur Kholis bin Kurdian, Lc حفظه الله

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيَّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أما بعد:

Tidak boleh dipahami bahwa pendidikan (tarbiyah) hanya dapat dilakukan di dalam kelas dalam waktu yang telah ditentukan. Pemahaman seperti ini berdampak negatif pada pendidikan anak, di antaranya, orang tua akan acuh tak acuh dengan pendidikan anaknya ketika sang anak berada di rumah, membiarkan saja hal-hal negatif yang diperbuat oleh sang anak, seperti meninggalkan shalat atau main game terus-menerus dan lain sebagainya.

Sebagian pendidik pun terkadang juga memiliki pemahaman pincang seperti ini juga, sehingga mereka tidak merasa tertuntut untuk mengingatkan perilaku anak-anak yang tidak benar ketika mereka berada di luar ruangan. Bahkan terkadang juga, sang pendidik secara sadar atau tidak sadar melakukan hal-hai negatif di depan anak didiknya, seperti tidak mengenakan busana muslimah atau merokok.

Figur teladan umat Islam, Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم telah mencontohkan bagaimana Beliau صلى الله عليه وسلم banyak memanfaatkan kesempatan dan momentum untuk mendidik umat dan mengajarkan ilmu kepada para sahabat -semoga Allah meridhai mereka semua- baik di Masjid, di rumah, ketika safar, ketika membonceng dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Allah.

Mari kita lihat kisah-kisah Rasulullah صلى الله عليه وسلم dalam mendidik umat dan semoga kita dapat meneladani dan menerapkannya dalam kehidupan kita, amin…

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Upaya Keji Penculikan Jasad Rasulullah

Segala puji hanya bagi Allah عزّوجلّ, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم.

Baru-baru ini tersebar berita yang sangat menarik perhatian kaum muslimin. Ketika calon jam’ah haji hendak berangkat ke Tanah Suci, mereka dikejutkan dengan berita bahwa kuburan Rasulullah صلى الله عليه وسلم akan dibongkar dan jasad beliau yang mulia akan dipindahkan ke pekuburan umum di Baqi’.

Demikianlah kabar yang dihembuskan oleh para musuh Islam yang berasal dari media Inggris The Independent dan Daily Mail lalu disebarkan keseluruh dunia dan media-media sosial hingga menimbulkan keresahan dan makian kepada negara Tauhid ‘Saudi Arabia’.

Demikianlah berita bohong diatas kebohongan tersebut dan amat sayang ini dimanfaatkan oleh orang yang benci kepada dahwah tauhid, padahal orang-orang zindiq dan kaum kuffarlah yang berusaha membokar kuburan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم sebagaimana diceritakan para pakar sejarah Islam.

Simaklah eBook ini dan kita akan mengetahui faktanya, dan kami berharap kita kaum muslimin tidak mudah terprovokasi dan selalu tabayyun karena kita adalah bersaudara…

Download:

Download PDF atau Download Word

‘Abdullah bin Jafar bin Abi Thalib

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيَّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أما بعد

Alhamdulillah, satu aspek yang mesti disyukuri umat Islam, mereka memiliki tokoh-tokoh terbaik yang menjadi panutan bagi umat dalam ilmu, amal, ibadah dan kebaikan-kebaikan lainnya yang diajarkan syariat Islam yang hanif. Melalui mereka, umat dapat berkaca dalam memahami dan mengamalkan petunjuk-petunjuk Nabi صلى الله عليه وسلم. Dan juga berfungsi sebagai inspirasi dan pendorong bagi umat untuk setidak-tidaknya menjadi orang yang mendekati ‘kelas’ mereka dalam berbagai aspek kebaikan. Dan dalam konteks ini, para Sahabat Nabi صلى الله عليه وسلم, merupakan cermin paling indah bagi umat Islam..

Bigrafi sahabat kali ini berasal dari ahlul bait, yakni ‘Abdullah bin Ja’far bin Abi Thalib, Abu Ja’far al-Qurasyi al-Hasyimi. la adalah orang yang paling akhir wafatnya dari Bani Hasyim yang pernah melihat Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. Silahkan baca kisah dan teladannya dalam eBook ini…

Download:
Download PDF atau Download Word

Mencintai Ahlul Bait

Nama eBook: Mencintai Ahlul Bait Nabi صلى الله عليه وسلم
Penulis: Ustadz Ahmas Faiz Asifuddin, MA حفظه الله

Alhamdulillah, kita memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya atas segala nikmat yang dikarunikan-Nya kepada kita. Sholawat dan salam bagi nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarganya, para sahabatnya, dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari yang kiamat.

Salah satu pokok aqidah Ahlu Sunnah wal Jama’ah adalah mencintai Ahlu Bait Nabi صلى الله عليه وسلمserta menjaga wasiat Beliau صلى الله عليه وسلم tentang Ahlu Baitnya. Karenanya, anak-anak sebagai generasi yang kelak akan menjadi dewasa harus memiliki pemahaman yang jelas dan benar tentang Ahlu Bait, serta harus mencintai dan menghormati mereka. Mereka tidak boleh tersesat sikap dan pemahamannya tentang Ahlu Bait ini.

Karena itu, wajib bagi setiap Muslim mendidik putra-putrinya secara sungguh-sungguh untuk mencintai Ahlu Bait Nabi صلى الله عليه وسلم, karena ini merupakan penghormatan kepada Nabi صلى الله عليه وسلم di samping karena Allah عزّوجلّ dan Rasul-Nya صلى الله عليه وسلم pun telah memerintahkannya.

Dalam sebuah hadits yang panjang Rasulullah صلى الله عليه وسلم berwasiat tentang Kitabullah dan Ahlul Baitnya, dan dalam hadits tersebut dijelaskan pula ahlul bait Rasulullah صلى الله عليه وسلم, mari kita simak eBook ini…

Download:
Download PDF atau Download Word

Tiga Wasiat Rasulullah

Nama eBook: Tiga Wasiat Rasulullah صلى الله عليه وسلم
Penulis: Syaikh Prof. Abdurrozzaq bin Abdul Muhsin al-Abbad حفظهما الله

Pengantar:

Sungguh beruntung orang yang menghiasi hidupnya dengan Sunnah-Sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم . Sungguh bahagia orang yang menjadikan petuah dan wasiat Rasulullah صلى الله عليه وسلم sebagai panduan hidupnya. Berikut ini adalah sebagian dari wasiat yang pernah disampaikan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم kepada para Sahabatnya صلى الله عليه وسلم . Sebuah wasiat yang singkat namun sarat makna serta menyentuh hati. Wasiat yang menghimpun kebaikan dunia dan akhirat dengan sempurna.

Dalam Musnad Imam Ahmad dan Sunan Ibnu Majah juga para Imam lainnya terdapat hadits dari Abu Ayyub al-Anshari رضي الله عنه. Dalam hadits itu diberitakan bahwa ada seorang laki-laki mendatangi Rasulullah صلى الله عليه وسلم lalu mengatakan:

عِظْنِى وَأَوْجِزْ وفي روايه عَلِّمْنِي وَأَوْجِزْ قَالَ: إِذَا قُمْتَ فِي صَلَاتِكَ فَصَلِّ صَلَاةَ مُوَدِّعٍ وَلَا تَكَلَّمْ بِكَلَامٍ تَعْتَذِرُ مِنْهُ غَدًا وَأَجْمِعْ الْيَأْسَ مِـمَّا فِي أَيْدِي النَّاسِ

“Berilah aku nasehat dengan ringkas! (dalam riwayat lain) Ajarilah aku dengan ringkas! Lalu Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, ‘Jika kamu berdiri hendak melaksanakan shalat, maka shalatlah sebagaimana shalat orang yang pergi selamanya; Janganlah kamu mengucapkan satu perkataan yang kamu akan meminta maaf karenanya pada esok harinya; bertekadlah untuk tidak mengharapkan apa yang dimiliki orang lain.” (HR. Imam Ahmad, no. 23498 dan Ibnu Majah, no. 4171. Lihat as-Shahihah, no. 401)

Hadits ini adalah hadits hasan dengan banyaknya syawahid (pendukung). Hadits agung yang singkat ini berisi tiga wasiat yang menghimpun semua kebaikan, dunia dan akhirat; mari kita simak penjelasan hadits ini….

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word