Penjelasan MUI Tentang BPJS

KEPUTUSAN KOMISI B 2
MASAIL FIQHIYYAH MU’ASHIRAH
(MASALAH FIKIH KONTEMPORER)
IJTIMA’ ULAMA KOMISI FATWA SEINDONESIA V TAHUN 2015
Tentang
PANDUAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DAN BPJS KESEHATAN

A. DESKRIPSI MASALAH

Kesehatan adalah hak dasar setiap orang, dan semua warga negara berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. Dengan mempertimbangkan tingkat urgensi kesehatan termasuk menjalankan amanah UUD 1945, maka Pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan kemudahan akses masyarakat pada fasilitas kesehatan. Di antaranya adalah dengan menerbitkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (UU SJSN) dan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (UU BPJS).

Memperhatikan program termasuk modus transaksional yang dilakukan oleh BPJS—khususnya BPJS Kesehatan—dari perspektit ekonomi Islam dan fikih muamalah, dengan merujuk pada Fatwa Dewan Syari’ah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) dan beberapa literatur, tampaknya bahwa secara umum program BPJS Kesehatan belum mencerminkan konsep ideal jaminan sosial dalam Islam, terlebih lagi jika dilihat dari hubungan hukum atau akad antar para pihak.

Dalam hal terjadi keterlambatan pembayaran Iuran untuk Pekerja Penerima Upah, maka dikenakan denda administratif sebesar 2% (dua persen) per bulan dari total iuran yang tertunggak paling banyak untuk waktu 3 (tiga) bulan. Denda tersebut dibayarkan bersamaan dengan total iuran yang tertunggak oleh Pemberi Kerja. Sementara keterlambatan pembayaran Iuran untuk Peserta Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja dikenakan denda keterlambatan sebesar 2% (dua persen) per bulan dari total iuran yang tertunggak paling banyak untuk waktu 6 (enam) bulan yang dibayarkan bersamaan dengan total iuran yang tertunggak.

B. RUMUSAN MASALAH

Dari deskripsi di atas timbul beberapa masalah sebagai berikut:

  1. Apakah konsep dan praktik BPJS Kesehatan yang dilaksanakan berdasarkan peraturan perundang-undangan telah memenuhi prinsip syariah?
  2. Jika dipandang belum telah memenuhi prinsip syariah, apa solusi yang dapat diberikan agar BPJS Kesehatan tersebut dapat memenuhi prinsip syariah?
  3. Apakah denda administratif sebesar 2% (dua persen) per bulan. dari total iuran yang dikenakan kepada peserta akibat terlambat membayar iuran tidak bertentangan dengan prinsip syariah?

C. KETENTUAN HUKUM DAN REKOMENDASI Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Cara Tobat dari Harta Haram

Nama eBook: Taubat dari HARTA HARAM
Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, MA حفظه الله

الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد

Hidup di masyarakat yang heterogen seperti di negeri ini tentunya memiliki dinamika yang berbeda dengan hidup di masyarakat yang homogen. Perbedaan budaya, ideologi, dan tingkat kepatuhan masyarakat terhadap hukum agamanya tampak dengan nyata.

Dalam pergaulan dan transaksi dalam keadaan seperti ini sangat mungkin menjerumuskan kita kedalam ‘memakan harta haram‘, dalam eBook ini akan dijelaskan mengapa sebuah harta menjadi haram dan bagaimana cara bertobat dari harta haram tersebut bagi yang terjerumus atau ‘menjerumuskan’ diri didalamnya…

Kita berdoa kepada Allah Rabb yang membolak balikkan hati agar kiranya kita tetap istiqomah dan terhindar dari harta haram dan mengampuni segala dosa kita, dan Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, amin…

Download:
Download CHM atau Download ZIP dan Download PDF atau Download Word

Bank Dalam Tinjauan Syari’at

Nama eBook: Ada Apa Dengan Bank Konvensional
Penulis: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi حفظه الله

Segala Puji Bagi Allah Rabb semesta alam, Sholawat dan salam kepada nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم, kepada keluarganya, sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari yang dijanjikan, Amma ba’du:

Bank, sebuah lembaga yang semua kita mengetahuinya, hanya saja bagimanakah kesesuaiannya dengan hukum Islam?, inilah yang dibahas dalam eBook ini, dimana setelah kata pengantar penulis menyebutkan:

  1. Defenisi Bank & Sejarahnya
  2. Pekerjaan Bank
  3. Bunga Bank adalah Riba
  4. Bekerja di Bank
  5. Bolehkah Menyimpan di Bank
  6. Memanfaatkan Bunga Bank
  7. Solusi dan Seruan

Semoga eBook ini menambah pemahaman bagi kita, dan kita berdoa kepada Allah agar kiranya menetapkan hati kita selalu Istiqomah dalam agama yang hanif ini, amin…

Download:
Ada Apa Dengan Bank Konvensional

Download CHM atau Download ZIPmirrorDownload CHM atau Download ZIP

Tulisan Terkait:
Asuransi Ta’awun VS Asuransi Konvensional
Riba Bukan Perniagaan
RIBA = Susah di Dunia dan Akhirat

RIBA = Susah di Dunia dan Akhirat

Nama eBook: RIBA = Susah di Dunia dan Akhirat
Penulis: Ustadz Abdullah Zaen, Lc, M.A حفظه الله

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi akhir zaman, kepada keluarga, para sahabat, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.

Tak dapat dipungkiri, masalah riba dizaman ini dipandang sesuatu yang lumrah, atau untuk menyamarkannya diberi berbagai nama dalam transaksi yang bila ditinjau secara hahekat-nya adalah praktek riba. Memang hampir-hampir semua lini dan semua orang terpapar dengan riba dizaman ini, sehingga kalau ada orang yang memperingatkan masalah riba maka orang tersebut akan dicap sebagai orang yang kaku, keras, saklek dan segudang stigma lainnya…

Padahal dosa riba terkecil dan dosa berzina dengan ibu kandung adalah selevel,  Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

الرِّبَا ثَلاَثَةٌ وَسَبْعُوْنَ بَاباً، أَيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ الرَّجُلُ أُمَّهُ

“Riba ada tujuh puluh tiga tingkatan. Yang paling ringan adalah seperti seseorang yang menzinai ibunya”. (HR. Al-Hakim dan dinyatakan sahih oleh beliau dan al-Albany)

Penulis -semoga Allah menjaganya- menjelaskan dalam eBook ini periodesasi pengharaman Riba serta kerugian bagi pelaku riba di dunia maupun di akhirat. Semoga hendaknya kita bisa lepas dari semua praktek riba, amin..

Download:
RIBA = Susah di Dunia dan Akhirat

Download CHM atau Download ZIPmirrorDownload CHM atau Download ZIP

Tulisan terkait:
Riba Bukan Perniagaan
Waspada dan Tobat dari Riba
Asuransi Ta’awun VS Asuransi Konvensional
Hukum Jual Beli Mata Uang dan Saham dalam Fiqih Islam

Riba Bukan Perniagaan

Nama eBook: Riba Bukan Perniagaan
Penyusun: Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron خفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad صلي الله عليه وسلم, keluarga, sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik. Amma Ba’du

Sungguh riba dimasa kita sekarang ini telah merata hingga kemana-mana, menyentuh seluruh sendi kehidupan manusia dan tak terkecuali kita umat Islam. padahal Allah Ta’ala  berfirman:

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

Baca pos ini lebih lanjut