Matan dan Terjemah Nukhbatul Fikar

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيَّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أما بعد

Allah Tabaraka wa Ta’ala menjaga agama ini dari berbagai penyelewengan yang dilakukan oleh berbagai orang dari latar belakang yang beragam dengan berbagai maksud pula.

Agama Islam adalah apa yang di firman Allah dan apa yang telah disampaikan oleh Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam dan diamalkan olehnya bersama para sahabatnya, selain yang demikian hanyalah igauan belaka.

Menjaga hadits dari Nabi shallahu ‘alaihi wasallam adalah salah satu jihad yang utama, bagaimana tidak… tanpa mengetahui mana hadits yang benar-benar dari beliau maka agama ini akan hilang dan orang bisa berbuat sesukanya dengan menisbatkan hal tersebut kepada Nabi shallahu ‘alaihi wasallam.

Untuk mengetahui keshahihan sebuah hadits para ulama telah meletakkan berbagai aturan yang dikenal dengan ulumul hadits (mustholah hadits). Ilmu hadits salah satu ilmu yang paling luas cakupannya diantara ilmu syari’at, ilmu ini mempunyai banyak cabang dengan berbagai istilah yang mesti diketahui maknanya.

Salah satu kitab ringkas yang menghimpun keterangan dalam ilmu hadits yang diakui dan dikaji para ulama dari masa kemasa adalah Nukhbatul Fikar karya al-Imam al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani.

Menghadirkan dalam bahasa kita Indonesia cukup sulit karena banyaknya bahasan dan istilah yang tidak mudah mencari padanannya dalam bahasa kita, walau demikian tetap kami share terjemahan ini -dengan segala kekurangan-, semoga memberi manfaat setidaknya mengenalkan kepada kita akan ilmu hadits yang mulia ini.

Download:
Download PDF mirror Download PDF

Iklan

Ringkasan Manasik Haji dan Umroh

Nama eBook: Ringkasan Manasik Haji dan Umroh
Penyusun: Syaikh ‘Abdul ‘Aziz ‘Abdullah bin Baz رحمه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

eBook kita kali ini adalah sebuah karya seorang ulama rabbani, imam para imam zaman ini, seorang yang wara’ lagi zuhud, ahli fikih lagi ahli hadits, sungguh telah mengalir pujian dari para ulama dan umumnya masyarakat yang mengetahui dalamnya ilmu, beliau -rahimahullah- adalah teladan dalam aqidah, ilmu, ibadah, muamalah dan akhlak, tidak ada yang membencinya kecuali orang yang dengki dan orang yang jahil…; inilah ringkasan hukum dan amalan manasik haji yang terdiri dari beberapa topik

  1. Nasehat
  2. Tempat Miqat
  3. Ihram
  4. Larangan Ihram
  5. Fidyah
  6. Hewan Buruan
  7. Masuk Makkah
  8. Tata Cara Haji dan Umrah
  9. Ziarah Masjid Nabawi
  10. Tertinggal atau Tertahan
  11. Hadyu dan Qurban

Selamat membaca dan mereguk ilmu yang mulia…

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Al-Qur’an dan Tajwid

Nama eBook: Al-Qur’an dan Tajwid
Penulis: Syaikh Dr. Aiman Rusydi Suwaid

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Al-Quran adalah kalam Allah Ta’ala yang diturunkan ke dalam hati nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم, membacanya bernilai ibadah, tertulis di antara dua sampul kitab, diriwayatkan kepada kita secara mutawatir, (manusia dan jin) ditantang untuk membuat surat paling pendek sepertinya.

Fase kodifikasi al-Quran:

Pertama, penulisan seluruh penggalan Al-Quran di hadapan Nabi صلى الله عليه وسلم saat diturunkan dan saat wahyu datang,

Kedua, tulisan tersebut selanjutnya disalin ke dalam lembaran-lembaran pada masa Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه,

Ketiga, menyalin lembaran-lembaran tersebut dalam sejumlah mushaf pada masa Utsman bin Affan رضي الله عنه,

Keempat, kaum muslimin menyalin mushaf-mushaf tersebut ke dalam salinan-salinan yang tak terhitung jumlahnya,

Kelima, muncul sejumlah karya tulis yang mengatur penulisan Al-Quran (ilmu penulisan mushaf).

Sedang menurut etimologi, tajwid artinya memperbagus. Jawwada yujawwidu artinya hassana yuhassinu (memperbagus).

Menurut terminologi, tajwid adalah ilmu untuk mengetahui pengucapan huruf-huruf Arab secara benar dengan mengetahui makhraj-makhrajnya, sifat-sifat inti (asli) dan yang bukan inti, (bukan asli) serta hukum-hukum yang muncul darinya.

Inilah sekilas isi eBook ini, memberi gambaran ringkas dan padat kepada kita agar mempelajari al-Qur’an kepada guru secara langsung agar kita terhindar dari kesalahan dalam membaca al-Qur’anul Karim…

Download:
Download PDF atau Download WordmirrorDownload PDF atau Download Word

Pentingnya Hukum Warisan

Nama eBook: Ilmu Mawarits, Hukum yang Terabaikan
Penulis: Ustadz Armen Halim Naro رحمه الله

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Allah Subhanahu wa Ta’ala menerangkan hukum-hukum syari’at, seperti Shalat, Zakat, Haji dan yang lainnya secara global dalam al-Qur’an dan dijelaskan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sunnah, sedangkan hukum mawarits (pembagian warisan) diterangkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala secara terperinci di dalam Al-Qur’an.

Hal ini menunjukkan betapa pentingnya hal tersebut dan tidak memberi celah kepada Manusia yang bersaksi kepada Allah sebagai Rabb-nya dan Muhammad sebagai Rasulullah untuk keluar dari hukum waris yang telah ditentukan Allah Azza wa Jalla.

Ironisnya ditengah kaum muslimin pembagian warisan sangatlah jauh dari yang telah ditentukan oleh syari’at, ada yang hanya memberikan warisan kepada anak laki-laki atau kebalikannya yang hanya memberi warisan kepada wanita saja, memberi warisan sama banyak antara laki-laki dan wanita, membagi warisan menurut wasiat orang yang punya harta dan lain sebaginya yang mana ini dipengaruhi oleh adat dan pemikiran orang-orang liberal dan cinta barat, orang-orang yang demikian mendapat ancaman Allah Azza wa Jalla: Baca pos ini lebih lanjut

Ringkasan Manhaj Salaf

Judul eBook: Keringkasan Manhaj Salaf
Penulis: Syaikh Abdul Qadir al-Arnauth رحمه الله

Pengantar:

“Manhaj secara etimologi adalah ‘Jalan yang nyata dan terang’,  Allah Ta’ala  berfirman di dalam Kitab-Nya al-Aziz :

لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجاً

“Untuk tiap-tiap ummat diantara kamu, kami berikan syariat  dan manhaj” (QS. al-Maidah: 48), yaitu : Syariat dan jalan yang terang lagi jelas.

Baca pos ini lebih lanjut