Menuju Hidup Bahagia Dunia dan Akhirat

Nama eBook: Menuju Hidup Bahagia Dunia dan Akhirat
Penulis: Ustadz Aunur Rofiq al-Ghufron حفظه الله

Allah ta’ala berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

Barangsiapa yang mengerjakan amal sholih, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. an-Nahl [16]: 97)

Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah rahimahulloh berkata: “Ini adalah berita dari Yang Maha Benar, Dia memberitahu hamba-Nya yang memiliki ‘ainul yaqin bahkan haqqul yaqin, bahwa sesungguhnya orang yang beramal sholih akan dihidupkan oleh Alloh dengan kehidupan yang baik menurut kadar amal dan imannya. Tetapi, orang bodoh salah mengartikannya;     mereka mengira bahwa orang yang mendapatkan keikmatan ialah yang memperoleh berbagai macam makanan, pakaian, punya istri, atau memiliki kekuasaan dan harta. Tidaklah diragukan bahwa kenikmatan ini juga dimiliki oleh binatang. Maka orang yang hanya mengandalkan kenikmatan dunia itu seperti binatang, besok pada hari kiamat tergolong orang yang dipanggil dari jauh….”

Ibnu Utsaimin rahimahulloh berkata: “Jika anda ditanya: Bagaimana hidup yang baik? Hidup yang baik ialah lapang dada dan jiwa yang tenang, sekalipun mereka ditimpa musibah.

Pada ayat di atas terdapat kalimat حَيَاةً طَيِّبَةً (kehidupan yang baik). Agar tidak keliru menafsirkan makna ayat di atas, kita merujuk kepada pemahaman sahabat rodhiyallohu ‘anhum dan ulama yang di atas manhaj mereka, karena para sahabat rodhiyallohu ‘anhum hidup bersama Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam dan ketika wahyu diturunkan. Adapun makna kalimat ini:

  1. Al-Qona’ah (ridho menerima pemberian Alloh ‘Azza wa Jalla, tidak tamak dan tidak dengki melihat yang lain dilebihkan hartanya). Ini pendapat Ali rodhiyallohu ‘anhu.
  2. Memperoleh rezeki yang halal. Ini pendapat Ibnu Abbas rodhiyallohu ‘anhuma dan adh-Dhohak rahimahulloh.
  3. Orang yang taat kepada Alloh ‘Azza wa Jalla. Ini pendapat Ikrimah rahimahulloh.
  4. Ridho dengan takdir Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Ini pendapat Mawardi. (Zadul Masir 4/488)
  5. Zuhud urusan duniawi dan memusatkan tafakkurnya kepada perkara yang haq. Ini pendapat Sahl bin Abdulloh at-Tusturi. (Tafsir Fathul Qodir 3/297)

Ini sekelumit uraian dalam eBook ini, penulis -semoga Allah menjaganya- memberikan uraian yang panjang lagi luas dalam eBook ini, silahkan disimak untuk mengambil faedah yang banyak….

Download:

Download CHMatauDownload ZIPatau Download PDF mirrorDownload PDFatau Download Word

Iklan

Mereka yang Merugi

Nama Ebook: Mereka yang Merugi: Tadabbur Tiga Ayat Surat al-‘Ashr
Penulis : Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

Allah عزّوجلّ berfirman:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

١. وَالْعَصْرِ

٢. إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ

٣. إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

  1. Demi masa,
  2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,
  3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (QS.Al-Ashr [103]:1-3)

Walau surat ini hanya tiga Ayat, Penulis -Semoga Allah menjaganya- menguraikannya dengan cukup luas walau ulasannya singkat dan mudah dipahami, berikut kandungan eBooknya:

Mukadimah
Sudah Cukup dengan Surah Al-‘Ashr
Allah Bersumpah dengan Al-‘Ashr
Manusia yang Selamat
Tingkatan manusia sampai tingkatan “perfect”
1. Mereka yang memiliki iman
2. Mereka yang beramal saleh
3. Mereka yang saling menasihati dalam kebenaran
4. Mereka yang saling menasihati dalam kesabaran
Sukses pada diri dan orang lain
Dua Catatan Faedah
Faedah keutamaan shalat ‘Ashar
Faedah manajemen waktu

Baca pos ini lebih lanjut

Mereka Yang Merugi

Nama eBook: Mereka Yang Merugi
Penulis: Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal حفظه الله

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya, amma ba’du:

Kita tentu tidak ingin menjadi orang yang merugi. Merugi bisa jadi merugi di dunia atau merugi di akhirat. Namun kerugian paling parah adalah ketika kita merasakan kerugian di akhirat kelak. 

Siapa saja yang termasuk merugi? bagaimana agar tidak termasuk hamba yang merugi, ini adalah penjelasan dari surat Al-‘Ashr ayat 1-3, isi bahasannya sebagai berikut:

Mukadimah
Sudah Cukup dengan Surah Al-‘Ashr
Allah Bersumpah dengan Al-‘Ashr
Manusia yang Selamat
Tingkatan manusia sampai tingkatan “perfect”
1. Mereka yang memiliki iman
2. Mereka yang beramal saleh
3. Mereka yang saling menasihati dalam kebenaran
4. Mereka yang saling menasihati dalam kesabaran
Sukses pada diri dan orang lain
Dua Catatan Faedah
Baca pos ini lebih lanjut

Tafsir Surat Al-Falaq

Nama Ebook: Tafsir Surat Al-Falaq (Waktu Subuh)
Penulis : Syaikh Dr. Amin bin Abdullah asy-Syaqawi

Allah عزّوجلّ berfirman:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

١. قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

٢. مِن شَرِّ مَا خَلَقَ

٣. وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ

٤. وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ

٥. وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Dengan menyebut Nama Allah Yang Mahapemurah lagi Mahapenyayang

  1. Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,
  2. dari kejahatan makhluk-Nya,
  3. dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
  4. dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,
  5. dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. Al-Falaq/113:1-5)

Surat al-Falaq dan Surat an-Naas keduanya dikenal dengan  Al-Mu’awwidzat, yang dibaca untuk mengobati penyakit karena sihir, dengki dan ‘ain. Bersama surat al-Ikhlas, keduanya (al-Falaq dan an-Naas) rutin dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika akan tidur dan mengusapkan tangan yang ditiupnya keseluruh tubuh, mari kita amalkan dan semoga kita terlindung dari seluruh kejahatan makhluk-Nya, amin..

Download:
Download CHM atau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Tafsir Juz Amma

الحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد

Alhamdulillah dengan rasa syukur pada kesempatan ini kami menshare eBook tafsir juz 30 yang dikenal sebagai juz ‘Amma oleh Al-Imam Al-Hafidz Imaduddin Abul Fida Ismail ibnul Khatib Abu Hafs Umar ibnu Katsir.

Karena kelebihan kitab tafsir yang dikarang oleh seorang mufassir dan muhaddits ini, maka ia menjadi kitab tafsir yang banyak dirujuk oleh kaum muslimin, tafsir ini lebih selamat dari segi aqidah, lebih selamat dari hadits-hadits dhaif dan kisah israiliyat, beliau menafsirkan al-Qur’an dengan al-Qur’an dan atau hadits dan atsar-atsar para sahabat dan para tabi’in dan ulama setelahnya.

Kitab ini mulai surat An-Naba’ sampai surat An-Naas, di-compile dalam eBook format CHM oleh Abu Ahmad Sidokare, dengan ukuran kurang dari 2 Mb, selamat membaca dan semoga kita semua dianugerahi oleh Allah Tabaraka wa Ta’ala ilmu yang bermanfaat, amin…

Download:
Download CHMmirrorDownload CHMmirrorDownload CHMatau Download ZIP

Tafsir 2 Ayat Terakhir Surat Al-Baqarah

Nama Ebook: Tafsir Akhir Surat Al-Baqarah
Penulis : Syaikh Dr. Amin bin Abdullah asy-Syaqawi

Segala puji hanya untuk Allah Ta’ala, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulallah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah dengan benar melainkan Allah Shubhanahu wa Ta’ala semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku juga bersaksi bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang hamba dan utusan-Nya. Amma ba’du,

Pembahasan kita kali ini ialah berkaitan dengan firman Allah Tabaraka wa Ta’ala pada dua ayat terakhir di dalam surat al-Baqarah, yaitu:

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللّهِ وَمَلآئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ وَقَالُواْ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ. لاَ يُكَلِّفُ اللّهُ نَفْساً إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْراً كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ.

“Rasul telah beriman kepada al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan Kami ta’at.” (mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkau-lah tempat kembali. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya, ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya, beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”  (QS. al-Baqarah/2: 285-286)

Download:
Download PDFatau Download Word

Tafsir Surat Al-‘Aadiyaat

Nama Ebook: Tafsir Surat Al-‘Aadiyaat
Penulis : Syaikh Dr. Amin bin Abdullah asy-Syaqawi

Allah عزّوجلّ berfirman:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

١. وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحاً

٢. فَالْمُورِيَاتِ قَدْحاً

٣. فَالْمُغِيرَاتِ صُبْحاً

٤. فَأَثَرْنَ بِهِ نَقْعاً

٥. فَوَسَطْنَ بِهِ جَمْعاً Baca pos ini lebih lanjut

Tafsir Surat Yasin Ayat 55-58

Nama eBook: Merenungi Firman Allah dalam Surat Yasin Ayat 55-58
Penulis: Dr. Amin bin Abdullah asy-Syaqawi

Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ أَصْحَابَ الْـجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ. هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلَالٍ عَلَى الْأَرَائِكِ مُتَّكِؤُونَ. لَـهُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَلَـهُم مَّا يَدَّعُونَ. سَلَامٌ قَوْلًا مِن رَّبٍّ رَّحِيمٍ

Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). Mereka dan istri-istri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan. Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta. (Kepada mereka dikatakan): “Salam”, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang. (QS. Yasin/36: 55-58)

eBook tafsir kali ini mengajak kita merenungi ayat 55-58 dari surat Yaasiin, empat ayat yang dibahas ini memberikan kita banyak pelajaran seperti kepercayaan akan hari akhir diantaranya syurga yang disediakan bagi orang-orang yang beriman, didalammnya terdapat berbagai kenikmatan yang memotivasi kita agar lebih baik dalam iman dan amal shaleh, selamat menyimak…

Download:
Download PDF atau Download Word

Tafsir Juz 28, 28 dan 30 Plus Hal-Hal Penting Bagi Seorang Muslim

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Dalam kesempatan berbahagia ini kami men-share sebuah eBook ‘Tafsir Sepersepuluh  Akhir Al-Qur’an (Juz 28,29 dan 30) dan disertai Hukum-hukum Penting Bagi Seorang Muslim’, adapun isi ebook ini adalah:

Mukaddimah
Keutamaan Membaca Al-Qur’an
Tafsir Al-Qur’an Al-Karim Juz 28-30
Aqidah
Amalan-amalan Hati
Dialog Santai
Dua Kalimat Syahadat
Pembatal-Pembatal Keislaman
Thaharah
Hukum-hukum Yang Berkaitan Dengan Kewanitaan
Shalat
Zakat
Puasa
Haji
Aneka Masalah
Ruqyah Syar’iyah
Doa
Perniagaan yang menguntungkan
Amalan Yang Berpahala Besar
Perkara-perkara yang dilarang
Perjalanan Abadi
Tata Cara wudhu
Tata Cara Shalat
llmu Menuntut Pengamalan

Download:
 Download PDF mirror  Download PDF

Biografi al-Imam al-Hafizh al-Mufassir Ibnu Katsir

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Abu Al Mahasin Ad-Dimasyqi rahimahullah berkata di dalam Dzail Tadzkiratul Huffazh:

Ibnu Katsir adalah: Seorang syaikh, al imam, al alim, al hafizh, al mufid, tokoh kaliber. la adalah, Imaduddin Abu Fida Isma’il bin Umar bin Katsir bin Dhau’ bin Katsir bin Dzar’ Al Bashrawi, Ad-Dimasyqi, Asy-Syafi’i (bermadzhab Syafi’i).

la lahir di dusun Mijdal, termasuk bagian kota Bushra pada tahun 701, dan ayahnya adalah seorang pendakwah di kota tersebut.

Kemudian ia pindah ke Damaskus pada tahun 706 H. Ia menimba ilmu dari syaikh Burhanudin Al Fazari dan yang lainnya. Ia juga mendengar dari Ibnu Suwaid, Al Qasim, Ibnu Asakir, dan banyak lagi.

Ia juga menjalin hubungan keluarga (menjadi menantu) dengan al hafizh Al Mizzi, maka ia pun banyak meriwayatkan darinya, berfatwa, menelaah, dan berdiskusi dengannya. Ia sangat mumpuni dalam fikih, tafsir, nahwu, dan sangat mengerti tentang kondisi para perawi dan kritikus hadits.

Ia dipercaya memimpin majelis pengajian Ummu Shalih setelah Adz-Dzahabi.

Adz-Dzahabi menyebutkan di dalam Masudah Thabaqat Al Hufazh dan Al Mu’jam Al Mukhtash: Ia adalah seorang yang fakih (mumpuni dalam ilmu fikih), solid, muhaddits, pentahqiq, mufassir, pengkritik, dan memiliki beberapa karangan mushannaf yang sangat baik.

Diantara mushannaf-nya adalah:

  1. Kitab At-Takmil fi ma’rifati ats-tsiqat wa adh-dhu’afa wa al majahil. Ia menggabung antara kitab Tahdzib dan Al Mizan yang meliputi 5 jilid,
  2. Kitab Al Bidayah wa An-Nihayah yang meliputi 54 juz,
  3. Kitab Al Hadyu wa As-Sunan fi Ahadits Al Masanid wa As-Sunan di dalamnya ia menggabungkan antara hadits-hadits dari Musnad Imam Ahmad, Al Bazzar, Abu Ya’la, Ibnu Abu Syaibah, hingga kutub sittah (enam kitab hadits terkemuka)

Al Hafizh Imaduddin Ibnu Katsir mengabarkan kepadaku dengan membacanya, ia berkata, “Abu Abbas Ahmad bin Abu Thalib mengabarkan kepada kami, juga Ahmad Al Madzkur mengijazahkan kepadaku, ia berkata, “Abu Manja bin Latta mengabarkan kepadaku, ia berkata, Abu Al Waqt Ash-Shufi mengabarkan kepadaku, ia berkata, Al-Laits bin Sa’d meriwayatkan kepada kami dari Abu Zubair, dari Jabir radiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَدْخُلُ أَحَدٌ مِـمَّنْ بَايَعَ تَـحْتَ الشَّجَرَةِ النَّارَ

“Tidak seorang pun masuk neraka dari mereka yang ikut berbaiat di bawah pohon. ” HR. Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dari Qutaibah dari Al-Laits. (Al Ba’its Al Hatsits Syarh Ulum Al Hadits)

Download:

Download CHM atau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word