Tata Cara Haji

Nama Ebook: Tatacara Haji
Penulis : Syaikh Muhammad bin Ibrahim at-Tuwayjiry

اَلْـحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَلَـمــــــيْنَ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رُسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَـــعـــــيْـــنْ، أَمَّ بَعْدُ:

  • Bagi yang berada di kota Makkah dan para penduduk Makkah disunnahkan mandi, membersihkan diri dan memakai minyak wangi. Kemudian berihram haji di hari Tarwiyah sebelum tergelincir matahari (sebelum Zhuhur), yaitu pada hari ke delapan Dzulhijjah,
  • Kemudian, setiap orang yang ingin melaksanakan haji keluar membaca talbiyah menuju Mina sebelum gelincir matahari,
  • Kemudian apabila terbit matahari di hari ke sembilan, yaitu hari Arafah, ia berjalan dari Mina menuju Arafah sambil bertalbiyah dan bertakbir,
  • Apabila tergelincir matahari, ia berangkat ke permulaan Arafah dari arah masjid Arafah. Dan di tempat itu (di lembah Aranah), imam menyampaikan khutbah kepada manusia (jamaah haji), sekarang tempat tersebut termasuk bagian dari masjid,
  • Wukuf di Arafah dimulai setelah tergelincirnya matahari pada hari ‘Arafah hingga tenggelam matahari, dan terus berlangsung masa wukuf hingga terbit fajar di malam ke sepuluh,
  • Apabila matahari telah tenggelam, ia berangkat dari Arafah menuju Muzdalifah sambil bertalbiyah dalam keadaan tenang,
  • Kemudian ia shalat fajar bersama sunnahnya dalam keadaan gelap setelah masuk waktunya. Apabila telah selesai shalat fajar, ia mendatangi Masy’aril Haram, sekarang menjadi masjid Muzdalifah,
  • Kemudian orang yang berhaji berangkat dengan tenang dari Muzdalifah menuju Mina sebelum terbit matahari,
  • Ia memungut tujuh biji batu dari sisi jumrah, atau dari jalannya menuju tempat melontar jumrah. Ia membaca talbiyah dan bertakbir di perjalannya, dan menghentikan talbiyah apabila sudah melontar jumrah Aqabah dengan 7 buah batu,
  • Kemudian setelah melempar, yang melaksanakan haji tamattu’ dan qiran menyembelih hadyu,
  • Kemudian setelah menyembelih hadyu, ia menggundul atau mencukur rambutnya,
  • Apabila ia telah melakukan yang telah lalu (amalan yang telah disebutkan), bolehlah untuknya semua larangan-larangan ihram kecuali berhubungan dengan istri.
  • Kemudian orang yang berhaji memakai pakaiannya dan memakai miyak wangi, berangkat menuju Makkah di waktu Dhuha, lalu thawaf di Baitullah (thawaf haji), dinamakan pula thawaf ifadhah atau ziarah, dan tidak melakukan ramal padanya,
  • Kemudian ia melakukan sa’i di antara Shafa dan Marwah, jika ia melaksanakan haji tamattu’, inilah yang paling baik,
  • Kemudian ia kembali ke Mina dan shalat Zhuhur di sana. Ia menetap di sana (Mina) pada hari lebaran (hari Ied) yang tersisa dan hari-hari tasyriq serta malam-malamnya. Maka ia menginap (bermalam) di Mina pada malam ke sebelas (11), ke dua belas (12), dan ke tiga belas (13),
  • Pada hari-hari tasyriq ia melempar 3 jamarat,
  • Kemudian setelah selesai melontar jumrah di hari ke tiga belas (13) setelah tergelincir matahari, ia keluar dari Mina,
  • Kemudian ia turun menuju Makkah dan melaksanakan thawaf wada’ jika ia bukan penduduk Makkah.

Demikianlah kami singkat tata cara pelaksanaan haji, tentu masih banyak detail yang tidak disampaikan dilaman muka ini, maka silahkan download dan baca eBook-nya, semoga ibadah haji kaum muslimin diterima Allah Tabaraka wa Ta’ala, amin…

Download:
Download CHM atau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Jenis-Jenis Ibadah Haji

Nama Ebook: Jenis-Jenis Ibadah Haji
Penulis : Syaikh Muhammad bin Ibrahim at-Tuwayjiry

اَلْـحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَلَـمــــــيْنَ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رُسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَـــعـــــيْـــنْ، أَمَّ بَعْدُ:

Ibadah haji ada tiga macam: tamattu’, qiran, dan ifrad.

  1. Tata cara haji tamattu’: yaitu berihram dengan umrah di bulan-bulan haji dan selesai darinya, kemudian berihram dengan haji dari Makkah atau di dekatnya dalam tahun yang sama. Diwajibkan baginya menyembelih hadyu. Bacaannya adalah: ‘labbaika ‘umrah’
  2. Tata cara haji qiran: yaitu berihram dengan haji dan umrah secara bersamaan, atau berihram dengan haji lebih dahulu kemudian memasukkan umrah atasnya. Bacaannya adalah: ‘labbaika ‘umratan wa hajjan’. Boleh bagi orang yang mendapat uzur (halangan) memasukkan haji atas umrah sebelum memulai thawafnya, seperti orang yang mendapat haid umpamanya.
  3. Tata cara haji ifrad: yaitu berihram dengan haji secara tersendiri. Dan ucapannya adalah: ‘labbaika hajja’. Yang melaksanakan haji qiran adalah seperti haji ifrad, kecuali yang melaksanakan haji qiran wajib membayar hadyu dan yang melaksanakan haji ifrad tidak ada kewajiban hadyu atasnya. Haji qiran lebih utama dari pada haji ifrad, dan haji tamattu’ lebih utama dari pada keduanya

Sebaiknya setiap orang yang berhaji agar melaksanakan haji tamattu’. Tamattu’ adalah yang paling utama, karena ia adalah yang diperintahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada para sahabatnya dan menyarankan agar mereka bertahallul pada haji wada’ kecuali orang yang membawa hadyu. Tamattu’ adalah ibadah haji yang paling mudah dan paling gampang, serta paling banyak pekerjaannya.

Download:
 Download PDF atau Download Word

Sifat Mandi Junub

Nama eBook: Sifat Mandi Janabah
Penyusun: Ustadz Abu ‘Abdil Muhsin Firanda as-Soronji حفظه الله

Pengantar:

Kita memuji  Alloh Ta’ala dan bersyukur kepada-Nya yang telah melimpahkan rahmat dan karunia yang tiada terhingga kepada kita semua, kemudian shalawat dan salam bagi Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga, sahabat dan yang mengikut mereka dengan baik.

Telah kita sampaikan sebelumnya tulisan Ustadz Firanda dalam kategori Thoharoh yakni Fikih Wudhuk dan Hukum Mengusup Sepatu, Sorban dan Perban. Pada kesempatan ini kami posting pula tulisan beliau -semoga Allah menjaganya- tentang Mandi Junub yang isinya:

  1. Hal-hal yang mewajibkan mandi
  2. Hal-hal yang dilarang karena junub
  3. Syarat mandi
  4. Rukun mandi
  5. Mandi yang mencukupi
  6. Sifat Mandi Nabi
  7. Mandi-mandi yang disunnahkan
  8. dan tambahan dari Ustadz Abu Salma tentang Masalah-masalah Seputar Mandi Wajib

Kita berdo’a kepada Allah agar menganugerahi kita ilmu yang bermanfaat dan dapat mengamalkan ilmu demi mencapai ridho-Nya…amin.

Download:

Download PDF mirror Download PDFmirror Download PDF

Tuntunan Zakat Fithri

Nama eBook: Tuntunan Zakat Fithri
Penulis: Ustadz Abu Isma’il Muslim al Atsari حفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga dan sahabatnya.

InsyaAllah sebentar lagi kita akan menymbut Idhul Fithri 1433 H, salah satu kewajiban berkaitan dengan hal ini adalah menunaikan Zakat Fithri, karena hal tersebut kami posting eBook yang membahas tentang masalah ini yang topinya adalah:

  1. Makna dan Hikmah Zakat Fithri
  2. Hukum Zakat Fithri
  3. Siapa yang Wajib Ber-Zakat Fithri
  4. Bagaimana Dengan Janin?
  5. Suami Membayar Zakat Fithri Orang yang Ditanggungannya
  6. Bentuknya
  7. Ukuran Zakat Fithri
  8. Tidak Boleh Diganti Uang
  9. Waktu Mengeluarkan Zakat Fithri
  10. Yang Berhak Menerima Zakat Fithri
  11. Panitia Zakat Fithri
  12. Penutup

Download:
Tuntunan Zakat Fithri

Download CHMmirror Download CHM atau Download ZIP

Tulisan terkait:
Pedoman Puasa dan Hari Raya