Hukum-Hukum Seputar THOWAF

Nama eBook: Hukum-Hukum Seputar THOWAF
Penulis: Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal حفظه الله

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya, amma ba’du:

Thowaf secara bahasa berarti berputar mengelilingi sesuatu, seperti kita sebut pada thowaf keliling Ka’bah. Secara istilah, thowaf berarti berputar mengelilingi Baitul Harom (Ka’bah).

eBook kali ini secara khusus membahas seputar hukum-hukum yang berkaitan dengan thowaf, yang dibahas terdiri dari:

  1. Macam-macam Thowaf
  2. Hal-Hal yang Diwajibkan dalam Thowaf
  3. Sunnah-Sunnah Thowaf
  4. Perkara yang Dibolehkan Ketika Thowaf
  5. Yang Dilarang dan Dimakruhkan Ketika Thowaf
  6. Apakah Ada Thowaf Wada’ pada ‘Umroh?

Topik tersebut dibahas dengan singkat, padat dan semoga penuh manfaat, amin…

Download:
 Download PDF atau Download Wordatau Download Word

Iklan

Kesalahan Ketika Menyembelih, Mencukur dan Thowaf Wada’

Nama eBook: Kesalahan-Kesalahan Ketika Menyembelih, Mencukur dan Thowaf Wada’

Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani  رحمه الله

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Alhamdulillah, telah kita ketengahkan kesalahan-kesalahan yang biasa dilakukan jama’ah haji sebelum berihrom, ketika berihrom, ketika bertalbiyah dan ketika thowaf, kesalahan-kesalahan ketika sa’i antara shofa dan marwa, kesalahan-kesalahan ketika wukuf di arafah, kesalahan-kesalahan di Muzdalifah dan Ketika melempar jumroh,  dan dikesempatan ini kita ketengahkan pula kesalahan-kesalahan ketika Menyembelih, Mencukur dan Thowaf Wada’ serta lainnya, diantara kesalahan tersebut ialah:

  1. Tidak mau menyembelih hewan yang diwajibkan, tetapi menggantinya dengan uang untuk disedekahkan dengan anggapan bahwa daging sembelihan itu banyak berserakan di atas tanah, tidak bisa dimanfaatkan kecuali sedikit saja,
  2. Sebagian orang menyembelih untuk haji tamattu’ di Mekah, sebelum hari Nahr,
  3. Hanya menggunduli seperempat bagian kepala saja,
  4. Melakukan thowaf di seputar masjid tempat pelemparan jumroh,
  5. Mengikatkan sehelai kain di maqom dan mimbar untuk memohon dipenuhinya kebutuhan mereka,
  6. Menulis nama masing-masing di dinding Kakbah, bahkan menyarankan orang lain untuk melakukan hal yang sama,
  7. Memanggil orang yang sudah haji dengan sebutan “Haji”,
  8. Keluar dari Masjidilharom setelah thowaf Wada’ dengan cara berjalan mundur,
  9. Mencat rumah para jamaah haji dengan cat putih (kapur) serta mengukirnya dengan gambar-gambar (relief), serta menuliskan nama dan tanggal lahir haji yang bersangkutan.

Dengan dipostingnya eBook ini, maka telah selesai kita ketengahkan kesalahan-kesalahan dalam pelaksanaan ibadah haji, Insya Allah akan kita posting pula kesalahan-kesalahan ziarah Masjid Nabawi dan Baitul Maqdis…

Download:

 Download PDF atau Download Word

Kesalahan-Kesalahan Ketika Thowaf

Nama eBook: Kesalahan-Kesalahan Ketika Thowaf
Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani  رحمه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Telah kita ketengahkan sebelumnya kesalahan-kesalahan yang biasa dilakukan jama’ah haji sebelum berihrom, ketika berihrom dan talbiyah, dikesempatan yang mulia ini kita ketengahkan pula kesalahan-kesalahan ketika thowaf diantaranya:

  1. Mengenakan kaus kaki dan sejenisnya sehingga tidak menginjak lantai kamar mandi serta memakai sarung tangan agar tidak menyentuh wanita,
  2. Sholat tahiyyatul masjid khusus bila masuk Masjidilharom,
  3. Niat dengan mengucapkan, “Nawaitu bithowafi hadza ‘l-usbu’i kadza wa kadza”,
  4. Berebutan mencium Hajar Aswad serta mendahului imam dalam salam sholat agar bisa mencium Hajar Aswad tersebut,
  5. Saat berada di bawah tadahan air, berucap, “Allohumma azhillani fi zhillika yauma la zhilla ilia zhilluka wa ‘sqini bi ka’si sayyyidina Muhammad, syurbatan haniatan mariatan, la azhmau ba’daha abadan, ya Dza ‘l-Jalali wa ‘l-ikrom”,
  6. Sengaja melakukan thowaf saat hujan dengan keyakinan bahwa barangsiapa melakukan hal itu akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu,
  7. Mencium Rukun Yamani,
  8. Mencium dua Rukun Syam dan maqom Ibrohim atau mengusap-usap keduanya.

Download:

 Download PDF atau Download Word