Darurat Tidak Menggugurkan Hak Orang Lain

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على رسوله محمد، وعلى آله وأصحابه أجمعين، أما بعد

Sebagaimana telah kita Pahami bahwa seseorang yang berada dalam keadaan darurat, yang menyebabkannya harus mengonsumi sesuatu yang haram, maka ia diberikan udzur untuk melakukannya. Misalnya, orang yang sangat lapar dan tidak ada makanan yang didapatkan kecuali daging bangkai maka dalam keadaan itu diperbolehkan baginya untuk memakan daging tersebut sekedarnya. Allah عزّوجلّ berfirman:

فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلا عَادٍ فَلا إِثْمَ عَلَيْهِ

Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas maka tidak ada dosa baginya. (QS. Al-Baqarah/2:173)

Namun demikiantimbul pertanyaan apabila perbuatan seseorang mengambil atau mengkonsumsi perkara yang haram itu menyebabkan hilang atau rusaknya harta orang lain? Apakah ia wajib menggantinya ataukah tidak? Inilah yang dibahas dalam kaidah:

الاِضْطِرَارُ لاَ يُبْطِلُ حَقَّ الغَيْرِ

Keadaan Darurat Tidak Menggugurkan Hak Orang Lain

Semoga kita dapat memahami kaidah ini, dan semoga Allah عزّوجلّ melapangkan dan melindungi kaum muslimin, amin…

Download:
Download CHM atau Download ZIP dan Download PDF atau Download Word

10 Faedah Tentang Ushul Fiqih

Nama eBook: 10 Faedah Tentang Ushul Fiqih
Penulis: Ustadz Abu Ubaidah as-Sidawi حفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, selanjutnya shalawat dan salam bagi Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dan juga kepada keluarga, sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga suatu yang pasti, amma ba’du

Dikesempatan yang mulia ini kami ketengahkan Fawaid tentang Ushul Fiqiih, dihalaman muka ini kami sampaikan 2 faedah:

Fadah 3. Apa Itu Makruh

Makruh secara bahasa adalah setiap yang dibenci. Alloh berfirman:

وَلَكِنْ كَرِهَ اللَّهُ انْبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ

Tetapi Alloh tidak menyukai keberangkatan mereka, Maka Alloh melemahkan keinginan mereka. (QS. at-Taubah [9]: 46)

Ketahuilah bahwa lafadz “makruh” menurut al-Qur’an dan Sunnah serta lisan salaf maksudnya adalah haram. Bukan seperti istilah orang-orang belakangan yaitu larangan yang bila ditinggalkan dapat pahala dan bila dikerjakan maka tidak berdosa. Hal itu sesuai dengan definisi secara bahasa, karena haram juga dibenci oleh Alloh dan Rosul-Nya. Alloh عزّوجلّ berfirman setelah menyebutkan hal-hal yang diharamkan:

كُلُّ ذَلِكَ كَانَ سَيِّئُهُ عِنْدَ رَبِّكَ مَكْرُوهًا

Semua itu kejahatannya amat dibenci di sisi Robb-mu. (QS. al-Isro'[17]: 38)

Baca pos ini lebih lanjut

Kaidah Fikih: Menanggung Amanat Ketika Ada Kerusakan

Nama eBook: Menanggung Amanat Ketika Ada Kerusakan
Penulis: Ustadz Ahmad Sabiq Abu Yusuf حفظه الله

Pengantar:

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, Shalawat dan salam kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم, keluarga dan sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.

Dalam hidup dan kehidupan kita sebagai makhluk sosial akan selalu bersinggungan dengan Titip-Menitip, Pinjam-Meminjam dan Sewa-Menyewa, dalam mu’amalah tersebut akan ada benda/sesuatu yang menjadi objek-nya. Objek tersebut boleh jadi rusak atau hilang, bila ini terjadi siapakah yang menanggung kerusakan tersebut, maka berikut ini kaidah yang dapat mengatasi masalah tersebut:

الأَمِيْنُ لاَ يَضْمَنُ تَلَفَ الْعَيْنِ بِلاَ تَعَدٍّ وَلاَ تَفْرِيْطٍ وَالظَّالِمُ يَضْمَنُ مَطْلَقًا

Baca pos ini lebih lanjut

10 Faedah Tentang Qowa’id Fiqhiyyah

Nama eBook: 10 Faedah Tentang Qowa’id Fiqhiyyah
Penulis: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi خفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, kemudian sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad صلي الله عليه وسلم, keluarga dan sahabatnya رضي الله عنهم dan yang mengikuti mereka hingga akhir zaman. Kembali kita posting eBook seri Fawaid yang berjudul 10 Faedah Tentang Qowa’id Fiqhiyyah, kami kutipkan dilaman muka ini fawaid ke-1 dan ke-3:

Fawaid 1: Bila Kaidah Melawan Dalil

Al-Hafizh Ibnu Qoyyim al-Jauziyah رحمه الله pernah mengatakan sebuah ucapan yang patut dicatat dengan tinta emas:

أَمَّ أَنْ نُقَعِّدَ قَاعِدَةً وَنَقُولُ: هَذَا هُوَ الأَصْلُ ثُـمَّ نَرُدُّ السُّنَّةَ لِأَجْلِ تِلْكَ الْقَاعِدَةِ، فَلَعَمْرَ اللهِ لَهـَدْمُ أَلْفِ قَاعِدَةٍ لَـمْ يُؤَصِّلْهَا اللهُ وَرَسُولُهُ أَفْرَضُ عَلَيْنَا مِنْ رَدِّ حَدِيْثٍ وَاحِدٍ

Baca pos ini lebih lanjut

Kaidah Fiqih Seputar Puasa

Nama eBook: Kaidah Fiqih Seputar Puasa
Penulis: Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf حفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah buat Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga dan sahabatnya رضي الله عنهم dan yang mengikuti mereka hingga akhir zaman. Amma ba’du…

Secara Umum Kaidah Fiqih adalah sebuah kaidah yang mencakup berbagai bab dan permasalahan fiqih, seperti kaidah  ‘Hukum asal adat istiadat adalah mubah sampai datang dalil yang mengharamkannya’, Namun, ada beberapa kaidah yang hanya membahas satu masalah saja, diantaranya adalah kaidah-kaidah yang berhubunga dengan puasa yaitu:

  1. Baca pos ini lebih lanjut